Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Kalau Sudah Tiada,,


__ADS_3

Tiba tiba seseorang duduk di sampingku, ku lihat laki laki tadi sedang mengenakan sepatunya.


Aku tak menghiraukannya. Karena merasa tidak nyaman aku melepas earphone dan memasukkan nya kedalam saku tas, berniat ingin beranjak dari sana.


"Nunggu jemputan?" Tanya nya.


"Ah, iya." Jawabku.


"Oh." Ucap nya pelan tapi masih terdengar jelas oleh telingaku.


Dia berdiri sambil menoleh ke arahku.


"Saya permisi bu Yevn." Ucapnya.


Aku hanya balas mengangguk.


Baru beranjak beberapa langkah, dia berhenti dan menoleh padaku.


"Atau mau saya antar saja bu,?" Ucap beliau padaku.


"Hah? oh, terimakasih, ga usah pak, bentar juga di jemput." Jawabku.


"Oh, baiklah," Ucap beliau dan terus berlalu.


Tak lama kemudian Eva menjemputku. Aku langsung mengajak Eva pulang.


*


Hari ini akan di adakan gladi resik di lokasi acara. Semua sibuk dengan bagian tugas masing masing. Aku duduk di sofa sambil memainkan ponsel ku dan sekali sekali melihat orang orang yang berlalu lalang.


Panggung nya sangat mewah, para petugas dekorasi terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka.


Bagaimana tidak, semuanya harus kejar target, karena besok adalah hari berlangsungnya acara.


Aku lanjut memperhatikan ponsel ku lagi. Tiba tiba berdiri seorang laki laki di hadapanku.


"Abang..." Aku kaget dengan kehadiran bang Vhen yang tiba tiba.


Bang Vhen langsung mengacak kepalaku.


"Sendiri? ga ada yang mau temenan sama kamu?" Ucap bang Vhen dengan raut wajah serius sambil mengedar kan pandangan ke sekeliling.


Candaannya berhasil membuatku manyun.


"Jahat amat bunyinya bang." Jawabku cemberut.


"Kamu sih dingin." Ucap bag Vhen sambil duduk di sampingku.


Aku menggandeng tangan bang Vhen, beberapa pasang mata ada yang melihat ke arah kami.


"Dek, di liatin tuh." Ucap nya sambil menyambar ponselku dan memainkan nya.


"Biarin." Jawabku singkat.


"Nanti di jauhin sama laki laki loh," Ucap bang Vhen pelan.


"hah? bagus dong." Jawab ku tak mau melepas tangan bang Vhen.


Tak lama kemudian pak Amrisal mengumumkan bahwa gladi resik segera di mulai menggunakan pengeras suara.


Namaku pun menggema di area lokasi acara karena di panggil untuk menuju ke lokasi mc.


Aku menarik tangan bang Vhen memintanya untuk ikut ke sana.


Bang Vhen menolak, dan berkata akan menungguku di sini.


Tapi aku bersikeras menarik tangan nya, dan dia kalah. Bagaimana bisa dia menolak permintaan gadis manis ini.. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚


Sesampainya di hadapan pak Amrisal, aku langsung di ledekin.


"Masih manja sama abang,"


Aku hanya tersenyum mendengar ucapan pak Amrisal, dan bang Vhen tertawa.


Dia menatap ku aneh dari kejauhan, raut wajahnya ku lihat penuh tanda tanya.


Apa yang di fikirkan dia? Iya, laki laki yang aku temui kemarin sore di musholla kantor kecamatan.


Aku lalu mengabaikan nya dan melakukan gladi resik sesuai arahan panitia.

__ADS_1


Selesai gladi dan dapat masukan ini itu dari pak Am tentang penampilan dan suara, aku dan bang Vhen memilih menikmati sore di sebuah kafe dekat dengan pantai.


Sebelum itu, saat menuju keluar area lokasi gladi, banyak teman bang Vhen yang menyapa nya.


Bahkan ada yang bertanya pada abang, apa bang Vhen dan aku adalah pasangan?


Bang Vhen mengiyakan pertanyaan mereka. Saat berlalu aku dan Vhen tertawa diam diam.


****


Aku mengenakan gaun berwarna grey malam ini dengan jilbab yang sepadan.


Malam ini bang Vhen hadir buat mengantar dan menemani aku di lokasi acara.


Eva juga ikut menemani.


Kenyataan nya Eva pasti takut tinggal di rumah sendirian. πŸ˜…


Eva pernah mengatakan padaku, sayang rumah besar tapi tidak ada penghuni. Dia bahkan sering memintaku menyewakan kamar yang kosong pada teman teman nya.


Aku tau dia seorang yang sangat penakut. Tapi aku tidak bisa mengiyakan masukannya.


Secara kamar kamar yang kosong akan di tempati juga jika ada keluarga yang berkunjung.


Lagipula, aku seorang yang butuh tenang.


Kembali ke laptop,, hehehehπŸ˜‚


Aku sudah di posisi ku selaku mc. Seperti biasa, selalu sibuk menanggapi situasi dan kondisi lapangan yang berbeda dengan rencana awal.


Perubahan mendadak konsep awal selalu terjadi, apalagi di tengah tengah saat acara sedang berlangsung.


Deg,,,


Ku lihat dia sedang melihat ke arahku dengan gusar sambil sekali sekali melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya.


Hah??


Bukan kah dia,,,,


Satu acara sudah lewat, aku langsung mengambil posisi dengan senyum, siap membacakan acara berikutnya.


Dan dia masih berdiri di sana bahkan masih melihat ke arahku.


Aku ingat sesuatu, dimana ada sepasang mata yang selalu diam diam memperhatikan ku selama ini, dan selalu menghilang tiba tiba saat aku lengah sebentar.


Iya, sepasang mata itu ada lah dia. Laki laki yang sekarang berada di sekitar panggung acara, berdiri dalam remang melihat ke arahku dan wajahnya terlihat gusar.


Aku melanjutkan acara nya, seketika aku melupakan pikiran pikiran ku tentang 'dia'. Teka teki ku selama ini telah terjawab.


Namun pertanyaan lain muncul. Tapi berhasil di tepis dengan kesibukan ku malam ini.


Tiba tiba aku membuka ponselku, dan mendapati pesan dari kak Teguh.


Beliau memintaku untuk hadir di kecamatan B menggantikan posisi kak Desi yang tiba tiba drop.


Aku membalas pesan kak Teguh mengatakan bahwa aku tidak bisa berangkat malam ini. Dan aku usahakan berangkat pagi pagi menuju kecamatan B.


Karena saat ini saja aku masih di lokasi acara.


Selesai acara, aku langsung menuju ke bang Vhen dan mengatakan untuk segera pulang.


Setelah pamit pada semua panitia, aku dan bang Vhen menuju area parkir mobil.


Di dalam perjalanan menuju rumah, aku mengatakan bahwa malam ini aku harus menyiapkan semua pakaian dan kebutuhan ku ke dalam mobil. Aku akan keluar kota beberapa hari bersama rombongan.


Pagi pagi sekali aku sudah siap berangkat, demikian juga Eva.


Aku sudah minta rekom dari kak Teguh dan pak Safri untuk Eva ikut nugas luar bersamaku.


Aku pamit pada bang Vhen, dan beliau juga mengatakan akan pulang sore ini ke rumah mama.


Aku tidak mempermasalahkan nya, karena bang Vhen juga memang menyimpan kunci rumahku.


Aku menyetir mobil menuju roro penyeberangan. Aku harus sampai sebelum zuhur.


Karena setelah Zuhur rombongan yang di kecamatan B akan berangkat ke kota XX yang mana akan menempuh perjalanan kurang lebih 5 jam.


drrtt,,,drrtt....

__ADS_1


"Hallo, assalamu'alaikum, kak" Sapaku pada kak Teguh di seberang telfon.


"..... "


"Iya, ini lagi di antrian kak, mau masuk kapal." Jawabku.


"....."


"Iya, aku bawa mobil sama Eva, gimana?"


"Ya udah, nanti ke kota XX aku atau Tyo yang nyetir nya." Ucap kak Teguh.


"Oh, boleh, iya, wa'alaikumsalam."


Eva melihat ke arahku dengan kesal. Dan aku tertawa melihat raut mukanya.


"Harusnya aku ga ikut dinas keluar, Yevn. mending di kantor. elaahh, elu sih." Ucap nya protes.


"Kamu mau duit ga sih? belum pernah ngerasa duit hasil kerja dinas lapangan kan?" Ucapku, mencoba membuatnya semangat.


"Ga ada yang mau nolak duit kali, tapi tetap gue bakal repot di sana,"


"Satu lagi, bahasa mu di jaga, ga ada 'gue, elu dan edece lah."


"Itu tadi, mangkanya,,, salah satu alasan guee,, eh, alasan aku keberatan, salah salah ngomong, bakal di semprot saos cabai."


Aku hanya tertawa mendengar penjelasannya.


****


Setelah sampai di kota XX yang mana artinya aku dan rombongan telah menempuh kurang lebih waktu 5 jam di perjalanan.


Kami langsung chek in di salah satu hotel di sana.


Nasib buruk menimpa ponselku, πŸ˜…,, ponsel yang ku gunakan unuk interaksi kerja kecebur di wastafell.


Bagaimana bisa?


entahlah.... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚


Yang jelas ponselku matot alias mati total.


Aku mengabari ke rekan kerjaku tentang kabar duka ini. πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚


Agar jika ada kabar atau apa langsung lewat Eva saja.


Empat hari sudah aku di kota XX dan besok akan rombongan akan refreshing ke Kota W sebelum pulang.


Dua hari lalu aku mencari pengganti ponsel ku yang sudah tiada.πŸ˜’πŸ˜…πŸ˜‚


Lengkap dengan kartu sim baru, dan mengabarkan no yang baru pada rekan rekan kerja.


Saat nya menikmati liburan... πŸ˜πŸ€—πŸ€—


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Selanjut nya,,,,,


NT, aku datang...... πŸ€—πŸ€—πŸ€—


.


.

__ADS_1


__ADS_2