Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Ayah, plissss.....


__ADS_3

โ†’โ†’ ยปยปHai hai hai ...... para kesayangan....๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


Makasih banyak dah mampir..... ๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa like, fav, rate lima bintang โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜… ya, jangan kurang ๐Ÿ™๐Ÿ™ tinggalin jejak di komentar biar aku tau ๐Ÿ˜˜ Vote juga bagi yang berkenan. Makaciiih... ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


## ......] โ†โ†โ†โ†โ™กโ™ก๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


Tapi dia pernah menghubungiku via telfon. Dia ingin berubah, dan katanya dia akan berubah dan dia butuh aku untuk berubah.


Aku menganggapnya hanya sebagai kakak laki laki dari temanku. Iya, adik perempuannya teman sekolahku. Adik bungsunya adalah salah satu siswaku saat aku menjadi seorang guru.


Selain Junaidi, lamaran juga di layangkan padaku. Siapa lagi??


Ada apa dengan mereka semua....?


Tidak mudah untuk membuka hatiku, menerima laki laki asing untuk mengisi hati ini.


Apalagi aku yang sangat antusias dengan pekerjaan.


Hanya sekali, sekali ku buka hati ini dengan ikhlas. Setelah memohon petunjuk pada Sang Rabb untuk membuat pilihan.


Namun, kini cinta ku suci di jaga sang Rabb. Allah lebih menyayangi nya. Aku ikhlas. Sekalipun berat, aku akan coba ikhlas.


Saat ini, tak mudah bagiku untuk menerima siapapun. Aku akan fokus dengan pekerjaanku.


Aku sibukkan hari hari ku dengan bekerja. Setiap tawaran kerja di waktu luang pun ku terima.


Setidaknya, dengan cara menyibukkan diri ini, selain sebagai masukan tambahan untukku, aku berharap kesedihanku berkurang. Aku mengalih perhatianku dari luka ku saat ini.


****


"Yevn, kamu pasti akan sibuk di sana. Kerja dan kuliah mu juga. Ayah mu memintamu utk cattering aja. Jadi kamu bisa makan tepat waktu." Ucap mamaku saat selesai makan malam.


Ayah dan abang Vhen sudah mengambil kegiatan masing masing entah di mana.


Aku dan ibu sedang membersihkan meja makan.

__ADS_1


"Laaaahh,, gimana Yevn bisa mandiri mah, kalo apa apa masih di sediakan. Tujuan Yevn juga kan mau belajar mandiri."


Jawabku cemberut. Kekhawatiran orang tua ku berlebihan menurutku.


"Mamah setuju sama ayahmu. Menurut atau tidak sama sekali." Ancam ibuku.


Aku semakin kesal.


"Mah, Yevn pasti bisa, ayolah. Bilang sama ayah, Yevn mau mandiri mah. Yevn ga suka kalo kebutuhan Yevn di sediakan sama orang lain."


Aku terus mencoba membujuk ibu.


"Kalo gitu ga usah pergi aja. Tinggal di sini sama mamah."


Ibuku masih terus dengan pendiriannya.


"hmm.. ayah...."


Aku memanggil ayah.


Karena ibuku tidak bisa aku taklukkan, maka saatnya aku membujuk ayah.


"Ayah, Yevn ga suka."


Ucapku berterus terang. Ayah dan bang Vhen yang tidak mengerti dengan ucapan ku yang tiba tiba hanya saling tatap.


"Ga suka apa?" Tanya ayah.


"Besok Yevn dah pindah, Yevn ga mau kebutuhan Yevn di sediain sama orang lain.


Mama bilang ayah nyari cattering buat Yevn."


Aku terus mengoceh seperti bocah.


"Nak, kamu itu makan ga boleh telat. Sementara kamu kerja, kuliah juga. Ayah ga jamin kamu bisa cukup membagi waktu."


Ucap ayahku.

__ADS_1


Abang Vhen mengangguk menyetujui ucapan ayah.


"Bisa yah, bisa. Yevn kan mau belajar mandiri yah. Yevn ingin belajar, mencoba memanage waktu Yevn. Pliiiiisssss,,,"


Aku terus membujuk ayah. Aku menatap ke arah abang Vhen, berharap pembelaan dan dukungam dari nya.


Abang Vhen hanya tersenyum geli melihatku.


"Gini aja yah, kasi Yevn kesempatan untuk membuktikan kalo Yevn bisa melakukan semuanya.ya, ya, ya ya...."


Aku terus mencoba meluluhkan hati ayah..


Ku pasang wajah manis ku semanis mungkin. Senyum selebar mungkin ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜….


Ayah, lihatlah anakmu yang manis ini..๐Ÿ˜…


Kasihanilah .... ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


"Hmmm......


.


.


.


.


.


.


.


Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.


Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. ๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. ๐Ÿ‘โœŒ


Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


__ADS_2