Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Abang terbaik


__ADS_3

โ†’โ†’ ยปยปHai hai hai ...... para kesayangan....๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


makasih banyak dah mampir..... ๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa like, fav, rate lima bintang โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜… ya, jangan kurang ๐Ÿ™๐Ÿ™ tinggalin jejak di komentar biar aku tau ๐Ÿ˜˜ Vote juga bagi yang berkenan. Makaciiih... ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


## ......] โ†โ†โ†โ†โ™กโ™ก


๐ŸŽ†๐ŸŽ†๐ŸŽ†๐ŸŽ†๐ŸŽ†๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


Aku memonyongkan bibirku mendengar perkataannya.


Ayah hanya tertawa. Mengambil remote tv dan menekan tombol on.


Aku melihat ponselku dan kaget mendapati ada empat belas panggilan tak terjawab.


Karena ponselku dalam mode silent, aku tidak menyadari jika telah menerima panggilan sebanyak itu.


"Ngapain dia nelfon sebanyak itu." Gumamku dalam hati.


Aku bergidik ngeri dan meletakkan ponselku lagi di atas meja .


Betul. ๐Ÿ’ฏ buat para readers yang menebak dengan betul. Empat belas panggilan yang tidak ku sadari itu dari kak Arfan.

__ADS_1


Tentu saja aku merasa ngeri. Aku tidak tau akan berkata apa.


Padahal aku sendiri tidak tau mengapa dia menelfon, dan aku juga tidak tau apa yang akan dia katakan. Mengapa aku yang merasa ngeri duluan. Aku menggaruk garuk kepala ku yang tidak gatal dari balik jilbab yang ku kenakan.


"Kamu kenapa dek?"


Aku di buat kaget mendengar suara abang yang sudah berdiri di sampingku.


Abang Vhen lalu duduk sampingku dengan tangan yang nemegang gelas yang berisi susu.


Dan tangan yang satu lagi memegang piring berisi nasi goreng.


Abang menyodorkan gelas yang berisi susu untuk aku minum.


Aku langsung meminumnya sedikit dan meletakkan lagi ke atas meja.


Inilah Vhen Aziq, seorang laki laki yang paling aku sayang setelah ayah. Abang yang sangat baik, pengertian, sabar, telaten meski kadang suka usil dan jahil. Selalu bisa di ajak jadi teman, bahkan selalu jadi tempat curhat.


Abang ku adalah abang terbaik di dunia. Aku selalu merasa nyaman bersama abang. Bagi yang tidak kenal dan jarang melihat aku keluar, pasti akan mengira kalau aku dan abang Vhen adalah pasangan.


Kami sangat dekat dan dan sama sama posesif.


Setiap acara bareng, kalo ada laki laki yang melihat atau bertanya, abang akan bilang kami adalah pasangan. Begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Karena abangku sangat tampan, banyak cewek cewek yang suka cari perhatian. Termasuk dari kalangan teman teman atau kenalanku.


Masih ingat dimana saat aku masih SMA, aku yang biasa ke sekolah sendiri, tiba tiba di antar sama abang.


Heboh deh, semua pada bilang aku pacaran, di antar sama pacar, ada yang sibuk memuji ketampanan abang ku yang di kira pacar.


Padahal aku tidak pernah berpacaran. Mungkin karena itu gosip nya cepat beredar. Aku asik dengan dunia ku, sangat sayang jika ku lewati dengan berpacaran.


Aku masa bodo dengan gosip yang beredar. Meskipun aku sudah menjelaskan pada beberapa teman terdekat.


Ah, kembali lagi ke cerita di ruang keluarga.


"Suapin." Pintaku pada abang.


"Dasar manja. Tapi ga apa apa lah, ntar kalo dah jadi nyonya Arfan, abang tidak bisa menyuapimu lagi." Ucap abang Vhen masih usil menggodaku.


"Apaan." Jawab ku cemberut.


Abang terkekeh melihat ku.


"Iya dek, ayah setuju. Jangan gantungin lama lama."


Ucap ayah tanpa menoleh ke arahku, yang masih setia dengan tontonan nya d tv.

__ADS_1


Abang semakin terkekeh dan masih menyuapiku.


"Ayah mah,, bukan di belain, malah ikut ikutan kek abang." Jawab ku memukul pelan lengan ayah.


__ADS_2