
Hari pernikahan ku sudah di tentu kan, semua nya sudah di putus kan, dan akan segera di langsungkan dalam waktu dekat.
Aku menyerah kan semua keputusan kepada mereka. Dan karena banyak dan sering mendapat kan masalah dalam hubungan, keluarga kutub dan keluarga ku mempercepat semua nya dari prediksi dan rencana awal.
....
"Ozy di minta mencari tempat magang baru, lebih tepat nya kantor gak menerima nya lagi." Ucap kak Sri, saat pertemuan kami di salah satu warung makan.
"Hah? Apa gak ada kebijakan lain kak?" Tanyaku merasa tidak enak.
"Itu keputusan bersama, banyak pihak yang merasa tidak senang dengan kehadiran nya. Di tambah masalah kamu. Dan kamu tidak usah khawatir, pandangan buruk orang orang tentang mu terkait rumor yang di sebar oleh Ozy, karena s nya sudah berubah. Semua sudah kembali ke awal, bahkan semua orang sudah tahu kalian akan segera menikah." Ujar kak Sri.
Aku tidak tahu harus merasa senang atau gundah sekarang, aku masih memikir kan Ozy.
.......
Sementara di kantor tempat aku bekerja, hal sama juga terjadi, beberapa rekan ku sudah mendengar kabar tentang pernikahan ku. Beberapa juga mengetahui siapa laki laki yang bernasib malang memilih ku untuk menjadi kan ku istri nya.
"*Ku kira pak Teguh yang menjadi suami mu, karena kalian kemana mana pasti bareng, dan kalian terlihat sangat dekat."
"Waaah,, akhir nya Teguh dan Yevn jadi suami istri*."
Begitulah beberapa komentar dari beberapa rekan ku yang tidak mengetahui siapa calon ku.
Ternyata selama ini banyak di antara mereka yang mengira kalo aku dan kak Teguh menjalin hubungan asmara diam diam.
"Tahniah, Yevn, doa terbaik untuk mu." Ucap kak Teguh pada ku saat kami bertemu di kantin.
"Syukron kak." Jawab ku singkat, sambil melempar kan senyum pada nya.
"Hanya menghitung hari saja sekarang, stelah itu kamu sah menjadi istri orang." Ucap kak Teguh pada ku. Aku hanya tertawa kebingungan.
"Setelah menikah kamu masih tetap kerja?" Sambung nya.
" Iya, tentu, kecuali jika aku tidak di terima lagi di sini " Jawab ku cepat di barengi dengan candaan.
"Apa aku terlihat seperti seseorang yang akan memanfaat kan calon suami ku?" Tanya ku sambil melirik ke arah nya.
"Tidak, bukan itu maksud ku." Jawab kak Teguh seakan merasa bersalah.
"Iya, aku mengerti, dan masalah itu, aku tetap ingin bekerja, dunia ku di sini kak. Tapi, bagaimana pun semua nya tetap atas ke izinan nya nanti." Ucap ku mulai ragu ragu dengan kehidupan kedepan nya. Apa akan berubah total?
"Kamu jangan pikir yang aneh aneh. Aku yakin pak Kavin akan memikir kan kebahagian istri nya." Kak Teguh tersenyum ke arah ku.
__ADS_1
"Dan, coba lah terima dia sepenuh nya. Tuhan tak pernah berpaling dari mu. Di ganti dengan yang lebih baik, biar tak sama rupa, biar tak sama jiwa dan raga, tapi kebaikan nya tak kurang dari almarhum. Mungkin terdengar aneh aku berkata demikian, karena aku salah satu dari mereka yang mengingin kan mu menjadi pendamping hidup ku. Tapi aku yakin takdir Tuhan jauh lebih indah." Sambung nya.
Aku terdiam mendengar ucapan kak Teguh, jujur hati ku sedikit sakit.
"Kakak ngomong apa? Aku jadi takut." Ucap ku.
"Hahaha,,,, kamu tahu dan mengerti apa yang kakak maksud. Kavin laki laki yang baik, Yevn. Jika bukan karena dia yang menjadi calon suami mu saat ini, mungkin aku masih mempertahan kan perasaan ku dan mendapat kan mu. Kamu layak bahagia, dan ini saat nya, Kavin adalah orang nya." Ucap kak Teguh.
"Bagi ku kini, kamu tetap jadi adik ku, dan akan menjadi adik ku." Sambung nya.
"Terima kasih kak, sungguh aku tidak ingin ada perasaan seperti ini di antara kita, aku tak mau membuat renggang hubungan baik kita selama ini. Andai aku tahu lebih awal....."
"Mau apa? Menerima ku? Hahaha,,,, Tak mudah meluluh kan hati mu. Aku sudah cukup mengenal mu." Ucap kak Teguh memotong kalimat ku.
Tangan nya mengacak kepala ku layak nya seorang kakak ke adik. Tapi dia tetap lah hanya rekan, hanya orang lain yang tidak memiliki hubungan darah dengan ku.
Apa manusia kutub akan mengizin kan ku tetap berteman dengan nya setelah nanti kami menikah?
Apa manusia kutub akan mengizin kan ku untuk tetap bekerja, setelah mengetahui bagaimana perasaan kak Teguh terhadap ku?
.
.
.
"Ngelamun apa?" Bang Vhen tiba tiba muncul mengaget kan ku.
Aku duduk di kursi panjang di depan rumah ku, melihat temaram nya malam dengan kesunyian.
Bang Vhen menyandar kan tubuh nya pada tiang yang berdiri kokoh di depan ku sambil menyeruput teh hangat nya.
"Bang, apa nanti Yevn masih bisa bekerja?" Tanya ku pada bang Vhen.
" Emang nya kamu mau berhenti?" Tanya abang.
" Gak. Abang tau sendiri kan, Yevn gila (suka) dengan pekerjaan Yevn sekarang. Yevn senang dan nyaman dengan pekerjaan Yevn saat ini." Ucap ku.
"Terus? Masalah nya apa?" Abang berlagak bodoh.
"Setelah menikah, apa manusia kutub akan mengizin kan Yevn tetap bekerja?" Adu ku pada abang.
"Emang nya Kavin penjaga sel tahanan? yang mengurung mu di rumah saja? Kamu terlalu berpikir buruk tentang dia."
__ADS_1
"Tapi, bang,,,,"
"Iya, Abang mengerti maksud mu. Kamu bisa mendiskusi kan nya dengan Kavin setelah menikah kan. Calon suami mu bukan orang yang gak bisa di ajak bicara." Ucap bang Vhen.
"Satu lagi, jangan biasa kan manggil dia dengan sebutan 'manusia kutub' atau gelar aneh aneh. Ingat, dia itu calon suami mu." Sambung bang Vhen.
"Tapi dia gak pernah mempermasalah kan nya." Jawab ku.
"Memang nya kalo dia bilang ke kamu dia keberatan kamu panggil dia dengan sebutan begitu, kamu bisa terima?" Tanya bang Vhen.
Aku hanya terdiam dengan ucapan bang Vhen. Karena aku bukan lah orang yang bisa menerima apapun dengan mudah. Aku sangat egois dan emosi control ku sangat buruk.
"Tentang hantaran pernikahan, sudah kamu bilang ke Kavin apa saja item nya? Dia kemarin minta kan."
"Yevn bilang ke dia terserah aja." Jawab ku.
"Kamu ini bener bener...."
"...cantik...." Sambung ku cepat.
Aku tahu bahwa abang sudah tidak bisa berkata apa apa karena sikap dan ulah ku ini. Adik semata wayang nya ini.
* * *
.
.
Semua anggota keluarga sudah sibuk mengatur dan menyiap kan persiapan pernikahan ku.
Aku bahkan sudah sedikit mengurangi kepadatan jadwal kerja ku. Padahal memang sedang lagi padat padat nya.
Waktu berlalu begitu cepat, di tambah semua nya memang di rubah dari rencana awal. Semua di percepat.
.
.
Bersambung,,,,,
.
.
__ADS_1