Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Ombak Rindu


__ADS_3

Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.


Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏


Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌


Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄


Pastikan kalian sudah Follow Yevn.


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


Bang Vhen melajukan mobil menuju lokasi acara.


Sampai di lokasi bang Vhen juga membantuku turun dari mobil, karena melihatku kualahan dengan gaunku yang panjang dan lebar.


Kemudian beliau mengantarku hingga di atas astaka. Benar benar seperti pasangan yang sangat perhatian.


"Vhen, jangan membuatku iri."


Ucap pak Nazar. Aku lupa menjelaskan, bahwa pak Nazar adalah seorang guru muda di SMA ku dan status masih belum menikah.


😅😅😊


Aku duduk di tempat yang sudah di sediakan buat mc.


Kondisi panggung astaka saat ini masih redup. hanya penerangan sewajarnya.


Kiri kanan lapangan sudah di penuhi ratusan massa. Awak media sudah siap dengan kamera mereka.


Kursi di bawah tenda lapangan sudah hampir penuh, pasukan paskibra pengibar bendera LPTQ sudah sibuk mengabsen sebelum mengambil posisi awal mereka.


Anggota Mars MTQ sudah stay di belakang sisi kiri dan kanan panggung astaka.


"Yevn, aman?"


Tiba tiba suara laki laki menyapaku bawah astaka.


"Oh, kak Teguh. Gemeteran kak.. hahaha." Jawabku sambil bercanda.


"Hahaha, dah aman kn susunan acaranya?" Tanyanya.


"Aman sih, tapi coba cek lagi aja kak." Kataku.


Akhirnya kak Teguh mulai menyusuri tangga naik ke atas astaka.


Kak Teguh merupakan rekan kerja kantor ku.


Beliau adalah seniorku di kantor.


Aku sudah mengenal kak Teguh jauh sebelum aku bekerja di kantor. Bahkan di kantor kami berada di bidang yg sama, sering turun lapangan bersama dan tak jarang dinas keluar kota mendampingi Bupati.


Meski tidak setiap ada dinas atau kerja lapangan aku ikut, protokoler lain juga.


Seperti malam ini, yang terlihat turun lapangan saat ini kak Teguh, kak Dayat, Kak Desy, dan pak Syafri yang sekarang belum sampai. Karena sudah pasti beliau mendampingi Bupati di jalan.


Kecuali aku yang ga tugas kantor. Melainkan mengambil tawaran MC untuk malam ini.


"Ok, deal, nama nama yang terlibat hadir semua kok. Kecuali ini, ini, ini." Ucap kak Teguh sambil menandai naskahku.


"Oke, kalo nama nama itu tunggu info dari pak Am lagi kak." Jawabku


"Cuma satu Yevn naskahnya?" Tanya kak Teguh sudah duduk di sampingku.


"Ada banyak kok kak. Tenang aja, Yevn bahkan nyiapin buat awak media." Jawabku.


"Ya ampun, segitunya." Balas kak Teguh.


"Iya dong kak. Dari pada ntar di kejar2 sama media." Jawabku.


Terlihat kak Teguh menerima telfon. Di saat yang bersamaan pak Amrisal menghampiriku, memberi info tentang nama nama yang terlibat dalam naskahku sudah hadir.

__ADS_1


Selesai nelfon kak Teguh mengabari bahwa rombongan Bupati sudah tiba di dermaga dan sedang menuju ke lokasi.


Pak Amrisal dan kk Teguh saling mengobrol.


Ku arahkan pandanganku ke sekeliling dan dug,, sepasang mata itu sedang memperhatikan ku.


Dan saat ini dia tidak membuang muka saat aku melihatnya.


"Yevn, duet biola sama Vhen, sana, sebelum Bupati sampai, dari pada sepi."


Ucap pak Amrisal mengagetkanku.


Aku kembali melihat ke arah dia lagi, dan ternyata sudah menghilang.


"Yevn."


Panggil bang Vhen.


"Ga mau lah bang. Abang aja."


Jawabku.


Selesai memainkan satu buah lagu dengan biola nya, bang Vhen kembali ke tempat.


"Ok, siap, bapak (bupati) sudah sampai." Ucap Kak Teguh.


Pak Amrisal mebgambil alih microfon mengumumkan ketibaan rombongan bupati.


Lapangan kosong yang luas di depan dan tiang bendera yang menjulang di tengahnya kini sepi tanpa ada yang berlalu lalang.


Beduk kompang bertalu mengiringi kedatangan Bupati beserta istri, serta rombongan pejabat lainnya.


Saat bupati dan rombongan sudah menempati tempatnya, dan suara kompang sudah berakhir,


"Ke Bukit Batu berburu pelanduk


Pelanduk di buru di balik dahan


Tamu unangan sudahpun duduk


Ku buka acara malam ini dengan sebait pantun mempersilakan grup tari persembahan.


(Readers bisa cari di google atau youtube apa itu tari persembahan)


Selesai tari persembahan, aku mulai membuka acara, dan seterusnya hingga acara selesai.


Setelah acara selesai dan aku tutup dengan salam, bupati masih duduk di tempatnya bersama rombongan dan camat serta tokoh masyarakat. Mereka sibuk bersalaman bersilaturrahmi.


Bang Vhen memberi kode padaku untuk duet biola. Dengan terpaksa setelah di rayu sama bang Vhen aku mengiyakan ajaknnya.


Aku melangkah menuju ke arah bang Vhen yang berdiri di tengah panggung astaka.


Bang Vhen yang melihatku kualahan dengan gaunku menghampiri dan memberi sedikit bantuan padaku.


Romantis bukan? 😅 duh, tindakan abang pasti membuat banyak orang salah faham dan mengira kami ada hubungan istimewa. 😂😂


Hubungan kami lebih dari istimewa, bahkan sangat istimewa. 😘😘😅😅😅


Aku memegang biola yang di berikan bang Vhen. kami memilih lagu religi melayu.


Tepuk tangan gemuruh dari area lokasi.


Aku kira masyarakat sudah bubar. 😅😅 Aku menyadari saat tepuk tangan ternyata masih ada ratusan masa.


Selnjutnya pak Amrisal kasi kode untuk memainkan satu buah lagu lagi.


Ku pilih lagu duet, Bang Vhen masih memegang biolanya, begitupun aku.


Ku angkat biolaku, dan mulai memainkan lagu pilihanku..


Tuhan tolong lembutkan hati dia

__ADS_1


untuk terimaku seadanya


karna ku tak sanggup karna ku tak mampu


hidup tanpa dia di sisiku


Tuhan aku tau banyak dosaku


hanya ingat Kamu kala dukaku


namun hanya kamu yang mampu membuka


pintu hatinya tuk cintaku.


Malam kau bawalah rinduku


untuk dirinya yang jauh dariku


agar dia tau ku tersiksa


tanpa cinta dia di hatiku


Hujan hapus air mataku


yang mengalir membasuh lukaku


agar dia tau ku tersiksa


tanpa cinta dia di hatiku


hanya mampu berserah


moga cahaya tiba nanti..


Tepuk tangan kembali bergemuruh.


Namun ada sesak yang seketika merundung hatiku.


****


Rindu ini semakin kuat dan lekat


Berdiri kokoh dan hampa dari kejauhan


Terpisah oleh jarak dan masa


Melebur bersama ombak


Kasih di nanti tak akan datang


Tuhan lebih menyayangimu,,,


Aku kini hamba yang di rundung rasa rindu


Rindu pada kasih yang telah berlalu


pergi meninggalkan aku dan deburan ombak...


Tuhan,,


biarlah aku memiliki rindu ini,


jangan jadikan ku hina dan dosa karenanya,


biarkan ku kenang senyum bahagianya,


meski ianya ombak memecah pantai,,


Bersama ombak,,,,,


Aku rindu,,,,,

__ADS_1


****


Air mata ku mulai menetes, segera ku usap agar tak ada yang menyadari.


__ADS_2