
"Masih mengingatnya?" Tanya nya serius.
Aku tau, bukan itu inti dari pertanyaannya. Dan aku mengerti maksudnya.
Aku menarik nafas dalam dan melepasnya. Ku arahkan pandanganku ke laut lepas.
"Dia laki laki yang berbeda, dia tulus, sangat tulus. Aku nyaman sama dia, dia siap melindungiku, selalu mendukungku, dia bisa jadi siapapun baik teman dalam kondisi apapun, jadi seorang kakak yang memberikan kenyamanan, dia calon suami idaman semua kaum hawa." Aku bercerita hingga melupakan bahasa formal antara aku dan dia.
Kemudian aku hanyut dengan pikiranku dan terus menatap laut.
Hening, hanya deburan ombak yang terdengar memecah kesunyian.
Menyadari lama terdiam, aku langsung memintanya pulang. Aku akan meminta Eva menjemputku.
Dia keberatan akan hal itu, dan langsung mengantarku pulang.
Begitu memasuki mobil beliau langsung menyalakan mesin dan diam terpaku.
Aku melihatnya yang fokus melihat ke arah stir.
Lama, lama dia terdiam memaku. Kemudian mobil berjalan , dia mengantarku pulang.
***
.....
Tak ada kabar darinya, sejak dia mengantarku pulang malam itu.
Hari ini aku bekerja seperti biasanya. Selama libur pekerjaanku di ambil alih kak Teguh, jadi ketika masuk kantor tak banyak yang harus di kerjakan.
Terimakasih banyak buat kak Teguh dari awal Yevn bekerja dan bergabung dengan tim, selalu mendukung.
Sesekali aku membuka grup chat, tak banyak yang di bahas. Hanya memantau dan memberikan tindakan yang seharusnya. Dan sesekali merespon jika di perlukan. 😅
Hari ini aku sangat kesal karena bang Vhen menyampaikan bahwa selama dua minggu ke depan tidak bisa bertemu denganku.
Karena bang Vhen dan kak Aisyah ada urusan dan sangat sibuk.
Sedang kan Eva juga pulang ke rumah orang tuanya untuk beberapa hari ke depan. Karena mengurus pertemuan dengan keluarga tunangannya.
Alhasil aku di rumah sendirian mulai malam ini.
Aku menerima pesan dari kak Sri, beliau mengajak ku untuk bertemu malam ini.
Dan aku menyetujuinya.
'Apa yang membuat kak Sri ingin bertemu dengan ku?' Gumamku.
Usai sholat isya' aku bersiap siap berangkat ke tempat yang di janjikan buat bertemu dengan kak Sri.
Sesampainya di lokasi ku lihat kak Sri sudah menunggu di salah satu meja tepat di sudut ruangan.
Kak Sri sudah memesan minuman dan makanan, aku pun memesan pesananku.
"Sudah lama kak?" Tanyaku.
"Baru kok." Jawabnya.
"Aman di kantor?" Tanya kak Sri padaku.
"Alhamdulillah, berkat rekan rekan, aman kak." Jawabku.
Kak Sri tersenyum mendengar jawabanku.
"Tumben, ada apa nih kak, sepertinya ada hal serius hingga kakak ngajak aku ketemu." Tanya ku sangat penasaran.
"Penasaran ya? Hehe.. Ga ada sih, cuma lagi pengen keluar bareng temen. Kebetulan ayahnya anak anak ada di rumah buat jagain mereka." Ujar kak Sri membuatku belum berpuas hati.
Aku melihat kak Sri dengan bertanya tanya. Kak Sri mengerti akan ketidak puasan ku.
"Kita makan dulu, laper. Nanti kita ngobrol." Ucap kak Sri begitu pesanan kami terhidang di atas meja.
"Iya deh, Biar asik ngobrol nya ya kak, ademin dulu kampung tengah nya." Ucapku.
....
"Kamu sama Ozy gimana?" Tanya kak Sri begitu kami usai makan.
"Ozy? Hmm,, baik aja kok. Lagian aku jarang banget ketemu dia, apa lagi akhir akhir ini. Aku kan di karantina."Jawabku.
__ADS_1
"Hm,,,, kamu dan pak camat gimana?" Tanya nya lagi.
"Pak camat? Manusia Kut,,, maksudnya pak Kavin, ada apa dengan dia?" Tanya ku polos (sok polos. 😂😂🙊)
"Kakak tau, Ozy pasti belum menemuimu, yang pasti Ozy masih berharap sama pak camat. Masalah yang itu, baru di selesaikan lewat perantara kakak. Dan sedikit banyak Ozy juga menyampaikan masalah hati nya ke kakak. Dan kakak juga tau, pak camat itu suka nya sama kamu. Sudah berapa lama Yevn?"
Tutur kak Sri. Aku menyimak setiap kalimat dari beliau.
"Hmm. Pak Kavin pasti juga udah cerita sama kakak." Jawabku.
"Kamu tau sendiri pak camat bagaimana orang nya. Apalagi pas bahas masalah Ozy kemarin, dia marah banget. Mana berani kakak nanya banyak sama dia." Ujar kak Sri.
"Hmm,, aku ga bisa nerima dia kak. Kakak tau alasannya. Jika jodoh dia sama Ozy, biarlah, aku sama pak Kavin benar benar ga ada hubungan apa apa." Jelasku.
Mungkin kak Sri ingin memastikan hubungan antara aku dan pak Kavin sebelum membuat pendekatan antara pak Kavin dan Ozy.
"Kamu jangan salah faham, ya. Kakak mendukung jika kamu sama pak Kavin, sangat mendukung malah. Justru kakak ingin tau bagaimana pandanganmu terhadap dia."
Aku tak bisa menjawab pertanyaan kak Sri. Karena hingga saat ini aku tak memiliki rasa apapun terhadap pak kavin.
"Jangan melepaskan laki laki seperti dia, Yevn. Tak mudah untuk mendapatkan pasangan yang betul betul serius ingin menjaga kita, menjadikan kita satu satu nya wanita di hidup dia. Kakak sangat mengenal Kavin seperti apa. Meskipun dia sangat dingin, cuek dan tegas, dia sangat baik."
.....
Ucapan kak Sri masih terngiang hingga kini, saat dimana aku siap menjemput mimpiku malam ini.
Tapi itu semua tak menggoyahkan hati ku untuk menerima pak Kavin atau siapapun itu.
Hati ku benar benar sudah membatu.
**
Pagi ini aku cukup di buat emosi di kantor. Beberapa karyawan tidak menyelesaikan tugasnya tepat pada jadwal.
Semua nya ambyar, bahkan ada beberapa orang yang mendapat kultum dari aku.😅
Akhirnya aku memilih untuk menyelesaikan semua pekerjaan sendiri.
Kak Desi berusaha menenangkanku. Sementara kak Teguh, ikut memprovokasi. 🤕
Belum cukup sampai disini. Saat memasuki ruang rapat tim, aku di 'ulek' sama ketua yakni pak Safrizal.
Aku selalu menyiapkan segala sesuatu jauh jauh hari. Tapi hari ini nasib sial menimpaku. Akhirnya semprotan lah yang menjadi nasibku.
Aku terancam di turunkan level oleh pihak cabang. 😭
Belum lagi, hanya karena satu masalah, semuanya di ubrak abrik.
Pihak anggota banyak yang protes akan ketidak hadiranku selama satu minggu, saat dimana aku mewakili kecamatan daerahku, dan mewakili pihak kabupaten selaku penyelenggara.
Apa yang salah, hingga hari ini aku di permasalahkan oleh semua pihak.
....
Aku menangis di ruangan kerja ku, mengingat apa yang telah terjadi hari ini.
Bahkan saat ini tak ada yang peduli. Mood ku benar benar ambyar. Aku bahkan tak berniat membuka noveltoon atau aplikasi apapun.
Saat akan pulang kantor, aku mengemasi meja dan seluruh barang barangku.
Aku ingin segera pulang dan berbaring di bawah selimut sambil menonton kartun, yang mana merupakan pilihan yang terbaik buat saat ini.
Begitu keluar ruangan,,,,,
"HAPPY BIRTHDAY, YEVN."🎉🎉
Semua memberi doa padaku, bahkan karyawan yang tadi mendapat kultum dari ku, menyerahkan map berisi tugas yang sudah di selesaikannya.
Ada lagi, berkas rapat yang sudah ku kerjakan juga di perlihatkan. Yang mana mereka dengan sengaja menyembunyikannya dan mengganti dengan berkas yang entah apa.
Kejadian di ruang rapat semua hanya drama semata. Aku kesaaaaalllll..... Namun masih terharu dengan kejutan ini.
Semuanya hanya drama, kecuali marah dan air mataku hari ini saja yang asli. 😭😅😅😂😂
Benar, hari ini merupakan hari dimana aku bertambah tua genap satu tahun. Yang mana artinya jatah hidupku makin berkurang.
"Bu Yevn, maafin kejahilan kami hari ini. Aslinya di suruh sama ketua dan bapak ibu tim." Ucap karyawan yang tadi sempat dapat kultum dari aku.
"Nasibmu lah, rasain kena semprot nya. Lagian mau aja di suruh suruh ga bener." Jawabku.
__ADS_1
Dan,, bla bla bla.
***
Sesampainya di rumah, aku merasa sepi, karena ga ada siapa siapa di rumah, selain 'anak anak' ku yang imut. 🐈🐈
Aku membersihkan tubuh dan kembali meringkuk di bawah selimut begitu usai shalat.
Aku mengenakan earphone memutar lantunan surah Ar Rahman.
Mata ku mulai terpejam sambil mendengarkan lantunan ayat demi ayat.
Hingga tersadar begitu di kagetkan dengan suara kak Aisyah yang panik memintaku buru buru keluar karena ada maling.
Aku jadi panik, mengenakan jilbab, dan buru buru keluar dengan sisa sisa kesadaranku.
Kepalaku masih pusing efek di kagetkan saat sedang terlelap.
"BARAKALLAH, YEVN."🎉🎉
Lagi lagi aku terkena jebakan batman. 😅😂
Bang Vhen, kak Aisyah, Eva sengaja mengerjaiku. Dengan beralasan tak bisa menemaniku beberapa hari ke depan.
Aku memeluk mereka satu persatu.
Abang membacakan doa begitu memelukku.
Akhir nya di meja dan kursi penuh dengan kado ultah, termasuk dari teman teman kantor yang belum sempat aku buka.
Ku lihat semakin bertambah, dan bang banyak mengatakan banyak titipan dari teman teman music yang mengirimi kado, dan mereka tidak bisa hadir buat mengerjaiku. 😒
Apa apaan, aku juga tak sudi buat di kerjai. Cukup sudah di kerjai seharian ini. 🤕
"Ada satu lagi, dek,, hampir lupa." Ucap bang Vhen, yang seperti nya melupakan sesuatu.
"Apa nya bang?" Tanya ku penasaran.
"Noh, buka pintu, ada paket di depan." Ucap abang cuek tak melihat ke arahku saat itu.
Eva dan kak Aisyah juga asik memeriksa nama nama pengirim kado.
"Paket apaan malam malam. Ga ada orang ngantar paket malam malam." Jawabku.
"Kamu tau apa?, buruan sana." Ucap bang Vhen.
"Apaan sih." Ucapku kesel.
"Iya, ada paket yang ketinggalan depan pintu, berat tadi nya." Ucap kak Aisyah sambil asik dengan kegiatannya bersama Eva.
Aku, berdiri menuju pintu yang tertutup.
"Tau ada barang di luar, pintu pake di kunci." Gumamku pelan dengan masih kesal.
.
Bersambung....
"Makasih untuk teman teman yang sudah mengucapkan dan memberi doa. Makasih Fadhila, Ayu puyuh, mak Megha dan yang lainnya. Semoga kita semua senantiasa di lindungi oleh yang Maha Kuasa. Aamiin....
From Fadhila :
"بارك الله في عمرك و علمك و حياتك...
semoga Alloh mempermudah semua niat baek KK....
dilancarkan rejekinya...
Sukses sllu buat kk Yevn"
From Ayu puyuh :
"BARAKALLAHU FII UMRIK YEVN TAU DARI 2 HARI KEMAREN TAPI TAKUT NYA KAMU GK MAU DI UMBAR, HAPPY BIRHTDAY SEMOGA SELALU SUKSES DAN BAHAGIA, DAN SEMOGA SEMUA HARAPAN BAIK DAN YG TERINDAH BISA TERLAKSANA, HARAPAN KU BUAT MU BUKA HATI MU BUAT DIA KASIAN LAMA NUNGGU, MAKASIH SEKALI LAGI SELAMAT ULANG TAHUN YEVN KECHUT 🤗🤗😘😘🎇🎇"
From mak Megha :
"barrakallahu fii umrik Yevn syg,panjang dan berkah umurmu,sll dbrikan kesehatan sm alloh,diluaskan rezekinya,sll diklilingi org yg syg sm kmu,segera dipertemukan jodohnya,smga cepet dilamar,diajak nikah sm jodoh yang baik aaammmiinnn syg Yevn🤗😘😘😘😘"
.
__ADS_1