
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄
Pastikan kalian sudah Follow Yevn.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠
Air mata ku mulai menetes, segera ku usap agar tak ada yang menyadari.
Bupati beserta rombongan sudah meninggalkan arena lokasi acara. Awak media mulai berdatangan.
Pak Camat memanggilku, begitu juga para panitia acara yang sibuk mengajak foto bersama.
Aku berusaha menolak untuk ikut. Tapi karena terus di desak dan tidak enak dengan mereka, akhirnya aku menyerah.
Selesai foto bersama, semua saling mengobrol, dan bersalaman mengucap kan selamat akan kesuksesan acara Pembukaan MTQ malam ini.
Bang Vhen sudah menunggu ku di tempatduduk MC.
Terlihat beliau sedang menerima telfon.
Aku mengangkat sisi kiri dan kanan gaunku sambil melangkah menuju bang Vhen.
"Udah? Langsung pulang?" Tanya bang Vhen setelah menutup panggilan telfon.
"Yevn sih udah,, abang ga ngumpul ngumpul dulu sama temen abang?" Jawabku.
Bang Vhen melirik jam tangan nya.
"Ga ah de, pulang aja." Jawabnya.
Aku dan bang Vhen menuruni astaka dan berlalu menuju tempat mobil di parkir.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
Sesampainya di rumah, aku sudah selesai membersih diri, membersih muka dari sisa sisa make up.
Aku mengambil ponsel lalu merebahkan tubuh yang sudah sangat lelah ini d atas tempat tidur.
Ku lihat ada banyak panggilan tak terjawab, dan pesan yang sudah menimbun.
Belum sempat aku membuka pesan, tiba tiba ada telfon masuk.
Pak Amrisal.
Jika orang lain aku tak mungkin mengangkatnya. Huft..
aku: "Hallo, Assalamu'alaikum". Sapaku
Pak Am: "Wa'alaikumsalam. Sudah tiba di rumah?"
Aku: "Alhamdulillah, sudah pak. Bapak dimana?" Tanyaku.
Pak Am: "Bapak di jalan, semua berboncengan, cuma bapak yang sendiri, ga ada temen ngobrol. Jadi kamu temenin bapak ngobrol sepanjang jalan." Ucap beliau.
Hmmm,, ga seperti biasanya,, ah, mungkin beliau memang suntuk, atau sedang ada masalah tadi di lokasi acara. gumamku.
Aku: "Ok, bolehlah,, hehehe. Tapi Yevn ga tau mau bahas apa."
Pak Am: "Masalah acara tadi aja Yevn."
Aku: "Emang ada masalah pak dengan ada acara tadi?" Tanya ku terus terang, karena sedari awal aku sudah mencium bau bau mencurigakan dari pak Am.
__ADS_1
Pak Am: "Bukan masalah besar, hanya hal sepele. Biasalah, iri hati dan rasa ketidakpuasan pasti ada."
Aku: " Emangnya ada masalah apa sih?"
Pak Am: "Gak usah di bahas deh. Hal kecil dan ga penting ga perlu kita pikirin."
Aku: "Ih, gitu.. ukeiy."
Pak Am: "Kamu dapat fans Yevn." Ucap pak Amrisal.
Aku: "hah? hahah,," Jawabku.
Pak Am: "Seriusan, ini bapak bawa.... amsbdkfbkdkdh"
Pintu kamarku terbuka,, ternyata mama.
"Belum tidur?" Tanya mama.
"Lagi terima telfon," Jawabku.
"Siapa?" Tanya mama sambil melihat ke arah jam .
"Pak Am." Jawabku singkat.
Mama langsung keluar dan menutup pintu kamar.
Kamarku memang jarang di kunci, karena pesan mama takut aku sakit ku tiba tiba kambuh dan menyerang.
"Iya pak, maaf, mama tadi nanya." jelasku pada pak Am, yang tadi ku abaikan.
Pak Am: "Iya, ga apa apa. Mamamu khawatir itu, kamu nelfon sama siapa." Ucap pak Am sambil cekikikan di seberang telfon.
Pak Am: "Seriusan, bapak banyak bawa titipan buat kamu."
Aku: "Titipan apa?"
Aku: "Wah, jangan mengada ada." Jawab ku asal.
Pak Am: "Iya, penggemar rahasia juga ada."
Aku: "Ga mau ah bahas yang beginian."
Pak Am: "Dengerin dulu."
Aku: "Hmm.. iya."
Pak Am: "Kebanyakannya pegawai kantor camat BB, ada juga dari kecamatan sebelah yang tadi hadir. mereka titip salam."
Aku: "Wa'alaikumsalam."
Pak Am: "Itu udah bapak sampaikan amanahnya. Tapi ini ada dua orang laki laki yang nanyain kamu ke bapak. Mungkin kamu kenal., namanya Indra satunya lagi Alfandy."
Aku: "Hmmmm... Yang mana ya? ga tau pak." Jawabku.
Pak Am:"Mungkin kalo lihat orangnya langsung, kamu tau."
Pak Am: "Si Alfandy ini dia bagian seksi pemerintahan di kantor camat. Dia lihat Yevn, terus nanya ke bapak, 'itu siapa?' bapak jelaskan 'Yevn, anak bapak, dia masih baru itu (baru disini maksudnya masih muda). Trus katanya, yah di lihat dari caramu, sikapmu kamu udah dewasa. Dia seperti nya tertarik sama kamu.
Aku: "Apaan? ga ada ah. Bapak becanda ini mah. hahaha" Jawabku.
Pak Am: "Seriusan, Yevn. Ngapain bapak becanda hal beginian. bapak bukan abege..." Aku tertawa mendengar jawaban pak Am.
Pak Am: "Nggak, ini serius loh. Beliau cerita banyak tadi ke bapak, Alfandy ini sudah lama memperhatikan kamu. Cuma baru tadi dia berani nanya ke bapak. Nah, pas dia udah tau bapak kenal dekat sama kamu, dia seneng banget, baru deh ceritain ke bapak."
Aku: "Hmm.. terus?"
Pak Am: "Dia minta no Telfon kamu, tapi ga bapak kasi. Karena di sini bapak liat dia bukan bocah yang mau senang senang dengan hal hal konyol,Cinta cintaan,, yaaaaahhh......"
__ADS_1
Aku: "Cinta cinta monkey?" Sambung ku.
Pak Am: "Iya, gitu. Tapi bapak kan gak tau juga dia gimana. Kamu kenalan dulu sama dia gimana?"
Aku: "Gak." Jawabku cepat, singkat, padat dan jelas.
Pak Am: "Astaghfirullah... hahahaha. Dia udah lama cari tau tentang kamu."
Aku: "Siapa sih orang?" Tanyaku yang mulai kesal setelah tau bahwa orang yang di ceritakan oleh pak Am sudah 'mengintai' aku.
Pak Am: "Hahaha, penasaran juga kan. Makanya kenalan dulu. Lagian masa kamu ga percaya sama bapak. Ga mungkin lah bapak kasi kenal yang ga baik." Ucap pak Am.
Aku: "Gak mau pak, gak mau."Ucapku.
Pak Am: "Hmmm,, bapak dah hampir sampai di rumah ini. Besok ke kantor camat ya."
Aku: "Ngapain?"
Pak Am: "Ambil duit MC. Ga mau duit?"
Aku: "Biasanya juga pihak panitia yang antar atau gak di transfer aja." Jawabku.
pak Am: "Ga peka sih kamu Yevn."
Aku: "Ihh,, gada gada." Jawabku yang mengerti maksud dari ucapan pak Amrisal.
Pak Amrisal tertawa mendengar jawabanku.
Terdengar beliau sedang berbicara sama seseorang di sana.
Yevn. Anastasya Sadulayevna.
Salamin ya pak Am.
ksbbdhdbbxkzlzh
Pak Am: "Yevn, pak Nazar titip salam, sama panitia panitia yang lain juga."
Aku: "Wa'alaikum salam. Salamin balik pak buat semua."
Pak Amrisal: "Salam 'dia' tadi di salamin balik ga?" Jawab pak Am menggodaku.
Aku: "Jangan macem macem deh pak."
Pak Am: "Hahaha,, iya deh, bapak tutup dulu telfonnya. Ini mau ngopi dulu sama yang lain. Assalamu'alaikum."
Aku: "Wa'alaikumsalam." Jawabku, lalu menutup telfon nya.
****
Tuhan,
Jatuh cintakan aku pada dia yang menjadikanku satu satunya cinta dalam hidupnya....
.....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1