Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Pelarian Sementara, Music


__ADS_3

"Dek, gimana?" Tanya bang Vhen sambil duduk di sebelahku yang asik menonton tv.


Kak Aisyah sedang membawa camilan dari dapur yang di bawa nya saat berkunjung ke rumahku.


"Apanya bang? Jangan bikin Yevn pusing dengan pertanyaan yang tiba tiba ini."


Ucapku kesal.


Kak Aisyah yang mendengar langsung tertawa.


Aku melahap camilan yang di suguhkan kak Aisyah.


"Lamaran Risky bagaimana?" Tanya bang Vhen.


"No, bang. Astaghfirullah,, Yevn bingung kenapa jadi gini. Dia itu, aduh,,, pak Risky itu hanya teman, iya, teman. Aku sama sekali ga kepikiran bakal seperti ini loh. Kemarin juga saat acara di rumah mama, kita saling sapa seperti biasa nya." Ucapku menjelaskan pada abang.


"Orang nya gimana de?" Tanya kak Aisyah.


"Dia baik kak, ramah, asik di ajak ngobrol, makanya aku ga nyangka banget jadi gini." Ucapku.


Kak Aisyah tertawa mendengarku.


"Kalo fisik nya gimana de nurut kamu?" Tanya kak Aisyah lagi.


"Kakak kenalkan orangny?" Tanyaku.


Kak Aisyah menggeleng.


"Gimana ya? Dia tinggi, putih, bisa di bilang tampan, eh iya ga sih?"


Aku coba mendeskripsikan yang mana berhasil membuat sepasang suami istri ini tertawa.


"Kalo manusia kutubmu gimana?"


Bang Vhen mulai menggodaku.


"Apa sih bang, ga lucu."


Ucapku kesal.


"Tapi kakak penasaran, bagaimana pandangan kamu ke Kavin de." Kak Aisyah menimpali.


"Yaahh,, kakak dan abang sama aja. Ini menjebak dan ngerjain aku." Ucapku.


"Tidak, kakak beneran nanya." Ucap kak Aisyah.


"Hmm,, aku ga tau dia ini bagaimana."


Abang dan kak Aisyah saling berpandangan mendengar ucapanku.


"Udah dua tahun dek,," Ucapan bang Vhen terhenti begitu mendapat lirikan dari kak Aisyah.


Ingin rasanya meledek bang Vhen, tapi aku lebih memilih diam dan tiba tiba jadi memikirkan manusia kutub itu.


"Dia dingin, ketus, cuek, dia benar benar beku," Ucapanku terhenti, mencoba mengingat si manusia kutup itu.


"Dia,,," Aku tak melanjutkan ucapanku.


"Dia?" Tanya bang Vhen, kak Aisyah menepuk tangan abang memintanya diam.


"Gak tau." Jawabku tak mau ambil pusing.


"Kalo fisik nya gimana?" Tanya kak Aisyah.


"Seperti yang kakak dan abang lihat. Begitulah dia." Jawabku sambil menyambar camilan di atas meja.


Bang Vhen tertawa mendengar jawabanku.

__ADS_1


"Yevn ku selalu menjawab seperti itu bila di tanyakan tentang Kavin." Ucap bang Vhen melihat wajah kak Aisyah yang kecewa mendengar jawabanku.


Aku kembali dengan pikiran pikiran ku. Entah mengapa pikiran itu tak bisa ku tepis.


Aku bangun mengajak bang Vhen ke ruang musicku. Kak Aisyah ikut menyusul begitu mematikan tv nya.


Pikiran ku semakin kacau, dengan bermusic ku harap bisa mencairkan suasana hatiku.


....


**


"Ekras cewek apa cowok sih?" Tanya salah satu member di GC A.


"Ekras itu cewek." Jawab New.


"Gw cowok, oi. Jangan dengerin kak Nyun."


"Serius nanya, kak Ekras itu cewek apa cowok?" Tanya member lainnya.


"Ekras itu kalo siang pake celana, malamnya pake rok." Jawab New Penyu lagi.


"Hahaha, bengek." Salah Satu panitia ikut berkomentar. (Lupa siapa yang biasa ikut komen kalo hal beginian, RG nya rame, semua gesrek)😂


"Dahlah, mau lanjut hiatus." Ekras mulai ngambek."


Semua masih sibuk berbalas chat menggoda Ekras, dan Sinta yang selalu mengirim stiker ketawa lebar setiap ada kegesrekan, terutama dari Republik Gesrek. 😂


Kebiasaan menyimak setiap kegesrekan mereka membuat ku menepi sebentar dari kegundahan hati dan pikiranku.


**


Sudah beberapa hari ini manusia kutub tidak menghubungiku sama sekali.


Yang mana biasanya chat nya membuatku kesal dan muak.


Tapi kali ini dia benar benar menghilang tanpa kabar. 'Ah, biarlah. Justru ini suatu kebaikan buat ku.' Begitu pikirku.


"Assalamu'alaikum,,"


"Yevn, sudah tidur?"


"Aku bingung harus bilang apa."


"Aku serius mau menjadikanmu istri. Aku ingin mengkhitbahmu. Aku menunggu jawaban dari perwakilan aku dan keluarga, tapi belum ada jawaban. Hati ku tergerak utk menanyakan langsung padamu.


Mungkin aku terlalu berterus terang, dan membuatmu kaget. Dan aku memang tidak bisa merangkai kata kata.


Tapi aku serius. Aku sudah memperhatikan sejak lama. Sangat lama. Sampai aku di mutasi ke kecamatan lain, dan aku berusaha minta di pindahkan tugas ke tempat semula. Karena hati aku sudah di sini."


Begitu pesannya ku baca, aku menggaruk kepala, pipi, kepala lagi.


Ku letakkan ponselku kembali di atas nakas.


Aku beranjak menuju ruang music mengambil biola. Hanya pelarian dari masalahku.


Pelarian sesaat.


Aku belum membalas pesan dari pak Risky.


Kemudian menceritakan masalah ini pada mak Megha.


Keesokannya ku balas pesan tersebut,


Aku mengatakan betapa aku menghargai niat baik beliau dan keluarga. Aku juga menolaknya karena aku belum siap menikah dan masih ingin meniti karir.


Pesanku langsung di balas oleh beliau saat itu juga.

__ADS_1


Yang mana beliau ingin menungguku. Dan aku langsung menolaknya.


....


Hari berganti, aku mendapat telfon dari mamanya manusia kutub.


Iya, aku dan keluarganya sudah saling kenal. Meski tidak begitu akrab.


Setahuku dari apa yang aku lihat dan aku nilai, keluarga nya baik, orang tuanya ramah, kakak kakak nya juga.


Dan aku sempat bertanya tanya, nengapa hanya manusia kutub yang begitu beku dan dingin.


Mengapa dia berbeda dari keluarganya yang lain.


Tante Suhaera adalah ibu dari manusia kutub. Tiba tiba saja hari itu tante Haera menelfonku.


Beliau ingin berkunjung kerumahku. Mama dan bang Vhen kebetulan ada di rumahku.


Mungkin besok atau lusa mama akan pulang.


Meskipun aku belum bisa membuka hatiku buat pak Kavindra, tapi aku menerima hubungan silaturrahmi dengan keluarganya.


Keesokannya, mama berniat akan pulang. Tapi tiba tiba siang itu tante Haera bersama anak perempuannya yang merupakan kakak manusia kutub tiba di rumahku.


Aku bersyukur sekali mereka datang di saat mama masih di sini. Setidaknya aku tidak begitu canggung di hadapan mereka.


Setelah mengobrol dan makan, tante Haera mengajakku mengobrol berdua.


"Tante dengar kamu di lamar sama Sekcam kecamatan B,"


Aku tersentak mendengar ucapan tante Haera. Tak pernah terbayangkan kabar nya sampai pada beliau.


.....


***


Manusia es belum juga menunjukkan tanda tanda kehidupannya. 😅


Jujur ada rasa aneh yang ku rasakan setelah beberapa hari beliau menghilang.


Aku menepisnya.


Sampai suatu hari beliau menghungiku ingin bertemu.


Ternyata beliau sama sekali tidak mengetahui akan kunjungan orangtuanya di kediamanku.


Hingga begitu dia tau, dia langsung mengajakku bertemu.


"Risky melamarmu, kamu menerimanya?" Tanya beliau tak menoleh ke arahku.


Aku merasa hidupku seperti berjalan di atas sebuah novel, atau seperti sebuah film yang tak ada ujungnya. 😅


Entahlah,,,,


Hingga di hari itu, entah apa yang menguatkan ku bisa menerima dan mengatakan iya serta menyetujui untuk kembali melakukan pendekatan dengan manusia kutub.


.


.


.


Bersambung


Melepasnya


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2