
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄
Pastikan kalian sudah Follow Yevn.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠
"Kak, aku sayang kakak karena Allah." Ucapku mengalir begitu saja.
Kak Arfan tersenyum senang.
"Kakak juga. Kakak sangat mencintaimu." Ucap kak Arfan tulus.
Aku menghentikan aksi jariku.
Tangisku kini pecah. Bang Vhen memelukku, menenangkanku dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
Aku menumpahkan tangisku di dada bidang bang Vhen.
Bang Vhen mengelus punggungku, berusaha terus menenangkanku.
"Sabar dek, maaf kan abang, maaf kan abang."
Aku terus menangis, sangat susah buat berhenti.
Hingga ketika tangisku mereda, aku melihat ke arah bang Vhen.
"Yevn ngantuk bang, Yevn mau tidur." Ucapku berbohong.
Aku hanya tak ingin melibatkan bang Vhen akan perasaan gundah ku ini.
"Baiklah," Ucap bang Vhen berusaha tersenyum.
Aku tahu bahwa bang Vhen sebenarnya lebih mengerti diriku dari pada diri ku sendiri.
Bahkan saat ini beliau juga tahu bahwa aku sedang berbohong dan berusaha menutup ketidak tegaran ku.
Aku berdiri dan mulai melangkah meninggalkan bang Vhen. Saat di ambang pintu,
"Dek, saat ini kamu harus belajar ikhlas, abang yakin kamu bisa. Sabar adalah jalannya."
Ucap bang Vhen. Aku hanya tersenyum pedih.
Kemudian berlalu menuju kamar.
****
Kepergian nya benar benar menjadi luka buat seorang Yevn. Luka yang sekian lama masih masih membekas.
Aku, tidak ikhlas? Seperti apa ikhlas?
Teori dan kenyataan nya sungguh bertolak buat aku saat ini.
Di luar ketegaranku, sungguh rapuh lah kenyataan di dalamnya.
Sejak kepergian kak Arfan, perasaan ku jadi sangan sensitif.
Tapi aku akan tetap tersenyum, menutup luka luka dan kesedihan yang sedang melanda dan terus saja melanda.
****
Waktu menunjukkan pukul 15.13 wib.
Nanti malam acara akan berlangsung.
Aku mendapat telfon dari pak Amrisal yang memintaku untuk hadir di lokasi acara.
__ADS_1
Aku juga menerima telfon dari beberapa panitia bahkan dari nomor yang tidak ku kenal yang juga ternyata memintaku untuk hadir di lokasi acara.
"Yevn, datang ke lokasi acara sekarang ya. kita akan adakan gladi bersih satu kali lagi setelah pawai ta'aruf."
Ucap pak Amrisal di seberang telfon.
"Ok pak. meluncur." Jawabku singkat.
Sebenar nya aku sangat malas jika harus kesana sekarang. Karena jalanan akan sangat macet.
Saat ini akan di adakan pawai ta'aruf yang berisikan para peserta MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dari semua cabang.
Setiap cabang akan ada puluhan peserta.
Selain para peserta, Pawai Ta'aruf juga di ikuti oleh para kalangan guru, pegawai kantor kantor, organisasi, Lembaga Adat, Camat dan anggota, dan masih banyak lagi yang ga bisa aku sebutkan.
Yang jelas saat ini jalanan sangat macet dan penuh dengan peserta ta'aruf yang panjang nya berkilo meter.
Aku menggunakan motor ku menuju sana, agar lebih mudah nyelip dan cepat sampai ke lokasi.
Karena dari pihak polisi dan TNI yang sudah berjejer mengaman kan jalannya pawai sudah mengenaliku sebagai MC di sana, aku di mudahkan bisa lewat.
Aku sampai di lokasi acara. Ku telfon pak Amrisal menanyakan keberadaannya.
"Bapak di atas panggung astaka, kamu langsung ke sini aja." Jawabnya.
Aku langsung berjalan menuju panggung astaka. Terlihat pak Amrisal, pak Nazar dan beberapa panitia berdiri di sana.
"Yevn,!!"
Terlihat pak Nazar melambaikan tangan ke arahku.
'Ada apa dengan beliau? dia guruku loh. tapi tingkahnya...'😅😅
Gumamku sambil tersenyum ke arah pak Nazar.
Aku terus melangkah menuju tangga sisi kiri astaka.
Hanya acara pawai ta'aruf ini merupakan acara semi formal atau lebih tepatnya non formal maka kami santai duduk di lantai panggung yang besar ini.
Pak Nazar tersenyum antusias menyambutku.
Aku langsung mrnghadiri sekelompok senior ku.
"Assalamu'alaikum." Sapaku.
"Wa'alaikumsalam warahmtullah...." Jawab mereka semua.
"Ada apa pak?" Tanyaku tanpa basa basi.
"Ga ada, sengaja suruh kesini ngumpul." Jawab pak Amrisal.
"Ooohhh.." Sambutku, mulai kesal.
Harusnya sekarang aku istirahat mengisi tenaga buat bergadang nanti malam.
Tiba tiba ponselku berdering. Aku merogoh tas ku mengambil ponsel.
Ternyata temanku si barbar. 😅😂
"Hallo, assalamu'alaikum." Sapaku.
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wa barakaaaaaaatuh." Jawabnya.
"Aku udah jawab salam nya, jangan di ceramahin." Sambungnya lagi.
"Alhamdulillah." Kataku sambil tertawa.
"Elu dimana weiy?" Tanya Eva dengan gaya bicara khasnya.
"Aku di lokasi acara, kenapa?" Jawabku
__ADS_1
"Ga, tadi abang gua nelfon, dia ngelapor ke gua, wkwkwk."
"Ngelapor apaan?" Tanyaku.
"Dia bilang liat elu di jalan, katanya elu cantik beut." Ucap Eva.
"Ya ampun,, abang mu salah makan apa? atau lupa minum obat kali." Jawabku sambil cekikikan.
"Dah, aku lagi sama panitia ini. Nanti malam datang aja ya." Sambungku lagi.
"Bentar! dapat salam juga dari abang gua. Seriusan, ga becanda gua mah." Ucap Eva.
"Iya iya, wa'alaikumsalam. dah ya, papay assalamu'alaikum."
Aku langsung menutup telfon setelah mendengar jawaban Eva.
Rombongan carnaval pawai ta'aruf mulai memasuki arena.
Lapangan lokasi acara penuh di kelilingi ratusan massa.
MC mulai mengambil alih tugas, mengarahkan dan membaca tiap motto dari setiap rombongan.
Kami masih santai duduk di lantai astaka. Bercerita dan berdiskusi seputar acara.
Sekali sekali kami tertawa cekikan karena bercanda.
"Yevn amankan?" Tanya pak Amrisal.
"Amanlah pak, jangan di tanyakan. Sekarang juga di suruh mandu acara siap dianya."
Jawab pak Nazar.
"Insyaallah pak, doakan saja." Jawabku.
"Yang kita khawatirkan sekrang cuaca, semoga ga hujan." Ucap pak Amrisal.
Kemudian mereka mulai membahas acara MTQ di tahun tahun terdahulu di mana di pertengahan acara hujan deras turun.
Angin kencang menyapu baleho dan papan ucapan berterbangan habis di sapu badai.
Saat kejadian itu aku tidak terlibat dalam acara sebagai apapun.
Kalo ga salah saat itu aku sedang dalam masa pengobatan.
Konon cerita nya, saat itu acara menggunakan latar belakang berwarna kuning. Dan menggunakan tema lancang kuning. (Aku tidak tahu pasti apa hubungannya. Karena kebanyakan warna lancang kuning di hindari ketika acara acara besar di daerahku. Apalagi jika acara tersebut di adakan di malam hari dan letaknya di luar ruangan.)
Bahkan ada penampilan seni yang mengangkat kisah lancang kuning.
Untuk kisah Lancang Kuning readers bisa search di google.
Pernah juga ada acara, saat itu pengisi acara menampilkan drama lancang kuning dan putri tujuh, dan mereka kerasukan, yang katanya merupakan dayang atau putri tujuh sendiri aku tidak tau pasti. (Putri tujuh merupakan kisah rakyat Dumai, yang konon katanya pernah terjadi)
Kembali ke asal cerita. 😅
Aku merasa jika saat ini ada sepasang mata yang sedang memperhatikanku.
Deg,,,,
.
.
.
.
.
Jangan lupa rate, like, dan tinggalin jejak di komentar ya.😉
Dengan begitu namamu masuk le dalam list Gift surat cinta Yevn. Pastikan kalian sudah follow ya.🙏
__ADS_1
Terimakasih....