Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Dia Hadir


__ADS_3

Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.


Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏


Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌


Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


"Gini aja yah, kasi Yevn kesempatan untuk membuktikan kalo Yevn bisa melakukan semuanya.ya, ya, ya ya...."


Aku terus mencoba meluluhkan hati ayah..


Ku pasang wajah manis ku semanis mungkin. Senyum selebar mungkin 😅😅.


Ayah, lihatlah anakmu yang manis ini..😅


Kasihanilah .... 😅😂😂


"Boleh, tapi sekali aja ayah dapat kabar ga enak, kamu harus ikut cara ayah, deal?"


Akhirnyaa,, walaupun bersyarat, ga apa apalah.


"Deal." Ucap ku dengan semangat. Aku memeluk ayah dengan senangnya.


"Yevn sayang ayah, ayah adalah ayah terbaik di dunia." Ucapku lagi dengan masih memelik ayah ku.


"Jadilah bahagia nak, teruslah maju, gapai impianmu. Jadilah seperti padi, semakin berisi,,,,"


".....tunduk kebawah." Aku memotong ucapan ayah.


Aku ingat petuah ini. Petuah yang selalu di ucapkan ayah dan ibuku sedari aku kecil.


ingat petuah padi di ladang, makin berisi semakin tunduk ke bawah.


Artinya, semakin banyak ilmu, semakin kamu bisa, semakin kamu maju, semakin kamu naik, jangan sombong, jangan congak, jangan angkuh. Hindari sifat meninggi diri.

__ADS_1


Ayah tersenyum mendengar ucapanku.


"Yevn akan selalu ingat yah." Tambah ku lagi.


"Ayah bangga padamu nak." Ucap ayah, mengelus kepalaku penuh sayang.


"Jangan bersedih atas lukamu. Teruslah bahagia. Ayah hanya ingin melihatmu bahagia."


Ayah semakin memelukku. Aku hanya diam, aku tak bisa melihat wajah ayah saat ini. Tapi aku tau ayah pasti mengeluarkan bulir beningnya.


Aku tak berani melihat wajah ayah saat ini.


Kak Arfan, aku rindu....


Inilah yang sedang aku tutupkan.


Inilah yang aku rasakan, sesak di dada, yang aku tahan.


Aku tak tahu apa mungkin, kesedihan yang coba ku tutupkan terlihat jelas oleh ayah ku ini.


****


Kak Arfan tersenyum manis padaku. Wajah nya sangat teduh.


"Ana uhibbuka fillah, kak. Arfan Hadi Al Ghifary bin Usman Al Ghifary, aku siap menerima lamaranmu, menjadikanmu imamku, menjadi teman hidupmu, mencintaimu sepenuh hati karena Allah.


Aku akan berusaha untuk memantaskan diriku untukmu. Semoga Allah meridhoi."


Ucapku dengan penuh rasa sayang.


kakak....


drrrrrrttt,, aku terbangun karena alarm ponselku.


"astaghfirullah...." Aku mengusap wajahku dengan kedua tanganku.


Ku usap air mata yang sudah mengalir sedari aku masih dalam keadaan tidur.

__ADS_1


Air mataku justru semakin deras. Ya Allah,, jauhkan aku dari rasa duka dan kesedihan ini yang membawaku pada dosa.


Jadikan aku ikhlas, ikhlas melepas kepergiannya, agar aku mendapat ridho Mu.


Jam menunjukkan pukul 04.20. Aku memilih membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh.


Bermunjat pada Nya.


****


Aku selesai menata semua barang barangku pada tempatnya.


Alhamdulillah, semua fasilitas sudah di sediakan di sini.


Fabi ayyi alaa irobbikumaa tukazzibaan.


Allah, sungguh luar biasa nikmat yang Kau berikan padaku.


"Kak, disinilah Yevn sekarang, Yevn akan lebih berusaha mencoba mengikhlaskanmu. uhibbuka fillah."


"Yevn, mobilmu besok atau lusa abang bawa kesini. Biar abang bawa service dulu. Udah waktunya service kan." Ucap bang Vhen membuyarkan lamunanku.


Aku yang berdiri di jendela kamar baruku, menatap ke arah bang Vhen.


.


.


.


.


.


Nantikan Gift box mistery dari Yevn buat kalian. 😘


Dan pastikan kalian follow Yevn.

__ADS_1


__ADS_2