Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Kamu, Masih Di Sini,,,, Selalu..


__ADS_3

πŸŒΌπŸŒΌβ†’β†’ »»Hai hai hai ...... para kesayangan....😍😍😘


Makasih banyak dah mampir..... πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa like, fav, rate lima bintang β˜…β˜…β˜…β˜…β˜… ya, jangan kurang πŸ™πŸ™ tinggalin jejak di komentar biar aku tau 😘 Vote juga bagi yang berkenan. Makaciiih... 😘😘😍😍


## ......] β†β†β†β†β™‘β™‘πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Saat azan subuh kak Arfan selesai berwudhu. Beliau membentang sajadahnya.


Kak Arfan melaksanakan sholat dengan sangan khusyu'. Ayat demi ayat beliau baca dengan tenang.


Mama Finda yang merupakan ibu kandung kak Arfan, masuk ke kamar kak Arfan. Karena kak Arfan belum keluar kamar, padahal hari ini kak Arfan dan keluarganya harus keluar belanja untuk melengkapi kekurangan buat acara lamaran kak Arfan.


****


"Ana uhibbuki fillah, Yevn. Anastasya Sadulayevna binti Muhammad Joseph Arafat, akan ku pinang dirimu untuk menjadi makmumku, menjadi teman hidupku, menjadi satu satunya wanita yang ku cintai setelah ibuku. Insyaallah, aku akan berusaha menjadi imam yang baik."


****


Mama Finda langsung menuju ke arah kak Arfan yang terbaring di atas sajadah. Beliau mengangkat kepala kak Arfan dan membaringkan di atas pahanya.


Mama Finda berteriak memanggil papa Usman. Berkali kali beliau berteriak memanggil semua orang yang ada di rumah.

__ADS_1


Ibu kak Arfan sudah meneteskan bulir bulir bening, beliau sudah terisak. Papa Usman masuk ke kamar kak Arfan dengan panik mendengar suara mam Finda yang histeris. Yang lain juga ikut menyusul papa Usman.


****


"Ana uhibbuka fillah, kak. Arfan Hadi Al Ghifary bin Usman Al Ghifary, aku siap menerima lamaranmu, menjadikanmu imamku, menjadi teman hidupmu, mencintaimu sepenuh hati karena Allah.


Aku akan berusaha untuk memantaskan diriku untukmu. Semoga Allah meridhoi."


****


Papa Usman berusaha membangunkan kak Arfan. Mama Finda sudah histeris, yang lain sudah panik. Papa menatap mama Finda dengan sedih. Semua tau maksud dari tatapan papa Usman.


Mama Finda semakin histeris, beliau memeluk erat tubuh kak Arfan, mencium kening dan pipi kak Arfan berkali kali.


Semua berharap mendengar kabar baik dari kak Bayu, semua pasang mata yang ada di sana sudah menangis.


****


"Ana uhibbuki fillah, kakak mencintaimu,, bukan antara kakak dengan adik, bukan antara guru dan murid, bukan karena kamu adik dari teman kakak. Tapi kakak mencintaimu, benar benar mencintaimu sebagai seorang laki laki kepada perempuan, sebagai seorang adam dan hawa."


****


Mama Finda pingsan tak sadarkan diri. Papa Usman mencoba tegar, namun matanya sudah bengkak dan airmata nya terus mengalir seakan tak bisa di kontrol untuk berhenti.

__ADS_1


****


"Apa kakak terlihat sedang tidak baik baik saja?" Jawab nya tertawa.


"Dua hari lagi kita akan bertunangan dan dua minggu setelah nya kita menikah. Bagaimana menurutmu?"


"Kak, aku sayang kakak karena Allah." Ucapku mengalir begitu saja.


Kak Arfan tersenyum senang.


"Kakak juga. Kakak sangat mencintaimu." Ucap kak Arfan tulus.


****


Di rumah ku....


"Dek, kamu yang kuat, yang sabar. ingat, kita semua sayang sama dia, tapi Allah lebih sayangkan dia dek. Yang kuat, yang sabar,, kasian almarhum."


Bang Vhen terus berusaha menenangkan ku. Ayah dan mama menghampiriku.


"Yevn, yang sabar nak, ayah tau kamu kuat." Ayah mengelus kepalaku, berusaha tegar di depanku. Aku tau perasaan ayah. Aku tahu semua sedang berduka. Tapi sungguh hatiku benar benar rapuh.


Abang Vhen masih memelukku erat. Mama masih menangis.

__ADS_1


__ADS_2