Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Menghitung Hari, Detik Demi Detik


__ADS_3

Semua anggota keluarga sudah sibuk mengatur dan menyiap kan persiapan pernikahan ku.


Aku bahkan sudah sedikit mengurangi kepadatan jadwal kerja ku. Padahal memang sedang lagi padat padat nya.


Waktu berlalu begitu cepat, di tambah semua nya memang di rubah dari rencana awal. Semua di percepat.


Undangan sudah di pesan dan siap di cetak, mua, bebarapa gaun sudah di pesan, mulai dari adat melayu daerah ku, adat melayu Malaysia, serta gaun modern.


Pelamin juga mengikuti tema adat Melayu daerah dan modern, juga tersedia Malaysia theme.


Sesuai dengan latar pekerjaan manusia kutub, upacara pernikahan juga di sesuai kan. Membayang kan nya saja sudah membuat ku lelah. 😔


.


.


.


Menghitung hari, detik demi detik


,,,,


.....


"Assalamu'alaikum warahmatullah,,"


Ku sapa kak Arfan di tempat peristirahatan nya.


"Bagaimana kabar kakak? Aku rindu kak, sangat rindu pada mu,,😢 Aku ingin bertemu,," Air mata ku mulai menetes.


"Aku akan segera menikah, dengan laki laki yang sering ku cerita kan pada kakak. Semuanya sudah di persiap kan. Apa kakak marah?" Suaraku mulai terdengar parau.


"Dia tidak akan pernah menggantikan posisi kakak di hati ku, aku juga tidak mencintai nya. Tapi apa perasaan ku akan bertahan seperti sekarang? Atau dia akan bisa menempati ruang hati ku? Namun akan ku pasti kan dia tidak akan menempati posisi kakak."


"Aku pasrah pada takdir Tuhan, kak. Hidup mati ku di tangan Nya, jika Tuhan menggerak kan hati ku mencintainya, maka dia layak, karena dia adalah suami ku." Air mata ku semakin deras.


Ada perasaan bersalah dan bingung di hati ku. Tidak hanya air mata yang kini membasahi pipi ku, langit juga mulai menetes kan air, terlihat awan mulai kelabu.


Badai akan segera datang, ku peluk nisan dengan bahu yang bergoyang, tangis ku tak kuasa ku tahan.


Setelah meninggalkan makam kak Arfan, aku langsung ke pemakaman ayah.


"Ayah, Yevn sangat merindui ayah, tak kurang sedetik pun rindu Yevn pada ayah." Tangis ku semakin pecah, rasa nya semua nya kembali terasa berat.

__ADS_1


Di tinggal di sang calon suami, lalu di tinggal pergi ayah tercinta. Hati ku kembali remuk, hancur berkeping keping.


"Ayah, Yevn akan segera menikah, dalam waktu dekat ini Yevn akan menjadi istri dari seorang pria yang insyaallah akan menjaga Yevn. Meski sedih karena ayah tidak akan berada di sana untuk melepaskan Yevn. Tapi Yevn tau, ayah akan bahagia." Suara ku semakin tidak terdengar jelas lagi.


Air mata ku sudah berbaur dengan tetesan air hujan yang semakin deras.


Kini aku sudah benar benar basah kuyup. sahut sahutan dentuman guntur mulai terdengar.


Aku beranjak meninggalkan area perkuburan dengan masih terisak. Ku seka wajah ku yang basah dan mata yang mulai kabur.


* * * *


Untuk resepsi pernikahan yang akan di adakan di rumah mama, aku meminta kak Aisyah sendiri yang menjadi MUA, dengan gaun yang ku pilih sendiri dari berangkas gaun pengantin yang di sediakan kak Aisyah.


Kak Aisyah lebih banyak menyediakan gaun Malaysia yang sangat ku gemari. Karena lebih simple namun tetap elegan.


Manusia kutub tidak mempermasalah kan dan menuruti semua pilihan ku. Wajah nya juga terlihat bahagia setiap aku membahas tentang apa pun yang aku ingin kan di hari bersejarah ini.


Undangan sudah di sebar tiga hari lalu, banyak teman teman ku yang mengirimi ku pesan, menelfon untuk mengucap kan selamat. Termasuk laki laki yang pernah bekerja satu lapangan dengan ku, meski pun aku dan dia beda kantor dan jabatan.


Risky Subagia Effendi. Laki laki yang pernah mengutara kan isi hati nya pada ku. Bahkan masih menunggu ku untuk membuka hati.


Beliau menyampaikan rasa kekecewaan nya pada ku, yang tak membalas perasaan nya. Tapi bagaimana pun beliau tetap mengucap kan selamat dan mendoa kan yang terbaik buat ku dan manusia kutub.


Aku mulai merasa rindu dengan nya. Apa beliau memang sedang sibuk dengan pekerjaan atau sedang keluar kota, semoga perlindungan Allah selalu menyertai nya.


.


.


.


.


Dekor pelamin dan kamar ku sedang berlangsung. Rutinitas ku mulai lumpuh, aku hanya di minta berdiam diri di kamar. Rasa nya aneh, secara di luar sedang sibuk dengan beragam pekerjaan dan kesibukan. Keluarga, saudara, kerabat dekat, para tetangga sibuk di dapur dan di belakang.


Berdiam diri di kamar dan tidak melakukan apa apa justru membuat ku lelah dan letih. Ini justru memuak kan.


Waktu bergulir semakin cepat rasa nya. Jantung ku terpompa semakin cepat, seperti habis lari puluhan kilo.


Besok merupakan hari di mana status ku berubah menjadi istri. Akad nikah akan di adakan.


Aku melaku kan chat pribadi dengan Mak Megha, yang menanya kan pertanyaan konyol menurut ku. Tentang bagaimana perasaan ku menyambut hari esok.

__ADS_1


Rasa nya sangat gugup, dan aneh. Aku selalu ingin makan ini itu, merasa lapar tapi aku tak ingin bahkan tidak lapar.


Bahkan rasanya aku ingin ke toilet terus, padahal sudah tak ada yang harus ku lakukan di sana.


Malam ini merupakan malam berinai, di mana aku dan kutub akan bertemu pertama kali setelah masa pingitan.


Habis selesai melaksanakan shalat isya,,


Kak Aisyah memainkan jari jari nya dengan piawai dan mengerahkan bakat nya bermain kuas make up di wajah ku.


Setelah selesai dan para undangan hadir, aku keluar dari kamar dan mengambil posisi di tempat yang sudah di sediakan.


Demikian juga kutub yang sudah berada di posisi nya yang berada di posisi nya yang berada di sudut lain nya.


Acara di awali dengan doa dan selawat nabi.


musik Kompang dan merawis bergantian di main kan, mengiringi lagu lagu Melayu dan nasyid yang berisi petuah petuah yang memang di khusus kan untuk calon pengantin.


Kak Aisyah dan Eva tidak pernah meninggalkan ku, yang memang di minta mama untuk berada di samping ku.


Bang Vhen juga demikian, banyak menghabis kan waktu mengunjungi kami di kamar, walau hanya sekedar melihat kami.


.


.


.


Pagi ini, aku bangun lebih awal, meski mata sangat berat untuk di buka. Karena malam nya aku benar benar sulit untuk tidur.


Meski hanya berdiam di dalam kamar, aku tetap di pastikan makan tepat waktu bahkan mengkonsumsi vitamin agar tetap fit.


Jumat,,


.


.


.


Bersambung,,,,,


.

__ADS_1


.


__ADS_2