
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. ππ
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. πβ
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... ππ
Pastikan kalian sudah Follow Yevn.
π π π π π π π π π π π π π π π
Akhirnya aku menemukan pak Amriasal sedang bersama teman teman nya di dalam musholla.
"Berapa porsi Yevn?" Tanya pak Amrisal.
"Ga tau, mamah yang nyiapkan." Jawabku. Aku dan pak Amrisal sangat dekat. Maka aku berani sedikit manja sama beliau.
Aku menganggap beliau sebagai ayah ku sendiri.
Dengan beliau lah aku di ajarkan mengolah suaraku, untuk menjadi seorang MC.
Dan alhamdulillah sudah di kenal sekabupaten untuk saat ini.
Selain pak Amrisal, ada beberapa temannya juga di ruangan ini.
Kemudian pak Nazar masuk, beliau cengengesan padaku.
Artinya beliau juga belum makan.
"Lah, kenapa ga beli aja. Jadi ini berapa sama mamamu?"
Tanya pak Amrisal.
"Ga apa apa pak. Mama justru nanya, kenapa ga ke rumah aja mampir, tapi Yevn bilang kita buru buru ngejar target hari ini."
Jelasku.
__ADS_1
"Malu bapak Yevn. tapi lapar beneran. Tadi ga sempat ambil kotak makanan. karena nanggung buat ninggalin kerja. Eh, pas mau makan, ludes, ga kebagianlah.."
Jelas pak Amrisal lagi di ikuti tawa dari yang lain.
"Ya udah, makan dulu pak, Yevn tunggu di luar aja." Ucapku.
"Ntar." Kata pak Amrisal sambil merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar kertas.
Aksiku untuk beranjak dari sana pun terhenti.
"Ini teks susunan acara, coba di baca baca dulu, nanti yang ganjal di kmau tandai. Atau kalau ada ide, ada masukan atau apapun nanti kita bahas."
Jelasnya lagi.
"Oke siiiip..." Jawabku singkat mengiyakan.
Aku pun keluar dari ruangan tersebut, mencari tempat buat bersemedi dengan naskah susunan acara yang udah ku terima.
Berjalan pelan sambil celingak celinguk mencari tempat yang pas.
Aku memilih tangga di sebelah kiri.
Banyak mantan Siswa siswiku yang ikut gabung di acara ini. Mulai gabung sebagai kurt, main alat musik, sebagai tari dan lain lain.
Mereka hanya menyapa dari kejauhan sambil melambaikan tangan. Karena sedang latihan dengan kelompok dan bagian masing masing.
Aku fokus dengan naskah ku. Ada beberapa yang sudah aku tandai, aku tulis kalimat baru.
Ada juga yang ku tandai nama nya, seperti nama camat nya. Karena nama camat yang tertera di naskah dengan nama camat sepengetahuanku berbeda.
Kini kertas teks susunan acara yang tadi bersih, tersusun rapi, sudah penuh dengan coretan coretan ku.
Aku sudah selesai merevisinya. Hanya menunggu diskusi ulang dengan pak Amrisal lalu lanjut ke panitia dan Camat.
Aku duduk santai sambil menunggu pak Amrisal. Beberapa siwaku yabg tadi menyapa dan melambaikan tangan menghampiriku sambil berlari.
"Ibuuuu....!!!"
__ADS_1
Sontak aku kaget mendapat serangan salam jabat tangan, pelukan dari mereka. Benar benar di serbu.
Mereka sibuk menyampaikan rasa rindu mereka masing masing. Aku hanya mendengar sambil tersenyum.
Tak ada kesempatan buat bicara saat iniπ π π
Aku di kenal tegas dan disiplin saat mengajar.
Aku punya peraturan dan aturan sendiri selama jam mengajarku.
Terkesan sangat tegas daaaan.... bisa di bilang galak. Alhamdulillah, mereka tidak dendam, dan senangnya di rindukan.
Kelasku di nantikan. Bahkan sampai saat aku menulis ini aku masih sering menerima pesan dari siswa siswiku.
Balik ke pangkal cerita.
Sedang asik asik nya mendengar dan bercerita bersama para siswa, Secara tak sengaja aku menangkap sosok yang sedang memperhatikan......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa rate, fav, like dan tinggalkan jejak di komentar. Biar bisa aku list nama kalian sebagai calon penerima Gift πππππ
__ADS_1