
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄
Pastikan kalian sudah Follow Yevn.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠
"Hallo, assalamu'alaikum, pak."
Sapa ku pada laki laki di seberang telfon. Beliau adalah guru SMA ku.
"Yevn, udah pulang kuliah?" Tanya pak Amrisal.
"Udah pak, ini lagi di rumah, siap siap mau ke lokasi acara."
Jawabku.
"Bapak minta tolong, belikan nasi buat makan siang. Di sini ada panitia yang belum makan. Bisa tidak?"
Tutur pak Amrisal.
"Oh,, bisa pak, berapa porsi?" Tanya ku lagi.
"Tiga, atau empat lah. Maaf merepotkan."
"Oke. Ga masalah pak." Jawabku.
Kemudian panggilan ku tutup.
Aku dan pak Amrisal sangat dekat. Beliau juga sangat dekat dengan keluargaku.
Kebetulan acara Musabaqah Tilawatil Quran tahun ini di adakan di tempatku.
__ADS_1
Lokasi acara juga tidak jauh dari rumah orang tua ku. Hanya memakan waktu sepuluh atau lima belas menit bermotor.
Ya, karena ada panggilan buat nge-mc, dan lokasi acara tidak jauh dari rumah orang tuaku, maka aku putuskan untuk pulang.
"Ma, Yevn berangkat dulu. Mau cari makan siang buat pak Amrisal." Kataku berpamitan sama mama.
"Lah, emang belum makan? Suruh kesini aja makan di sini." Kata mamaku.
"Ga cuma pak Am ma, ada beberapa temannya, mungkin temannya malu kalo kesini, lagian kerja di lokasi belum kelar. Ya udah Yevn pergi ya. assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam, hati hati." Jawab mamaku.
Sampai di warung makan, aku berpapasan dengan rombongan berseragam dinas, menuju ke arah mobil yang terparkir di depannya.
"Anastasya." Terdengar suara seorang laki laki memanggil namaku.
Aku menoleh ke asal suara.
"Eh, Pak Safri. kaifahaluk?" Sapaku, pada laki laki yang ternyata aku kenal.
"Bikhoir, alhamdulillah. Mau makan di sini?"
Tanya pak Safri padaku.
"Oh, tidak pak, ini pak Amrisal minta tolong belikan, bawa ke sana."
Jawabku berterus terang, apa adanya.
"Ok, abang duluan ya." Ucap pak Safri berpamitan.
Disini, ada yang aneh ga para readers? 😅😅
Aku dan pak Safri sudah saling kenal sebelum aku menjadi mahasiswa.
Aku sering bertemu dengannya di acara acara yang mana aku di minta menjadi pembawa acara.
Saat itu kadang beliau salah satu panitianya, atau hanya sekedar meliput berita.
__ADS_1
Iya, selain berprofesi sebagai dosen Pak Safri juga berprofesi sebagai wartawan.
Saat itu aku masih SMA, dan aku tidak tau profesi nya apa. Formalutas dalam bekerja juga aku belum cukup mengerti.
Jadi aku santai memanggilnya dengan kata 'abang'. 😅😅
Jadi ketika awal kuliah, aku suka ganti ganti manggil nya, kadang bapak dan kadang abang.
Beda dengan sekarang. sekarang aku sudah memanggilnya dengan panggilan yang baik. Hanya saja beliau yang masih tidak bisa.
Beliau masih sering menyebut dirinya 'abang' ketika sedang berbicara denganku. 😅😅😂😂
Kembali ke cerita awal. 🙏
Saat memasuki warung makan, ternyata sudah habis.
Tidak ada tempat lain yang bisa ku kunjungi. Karena sebelumnya aku sudah tanyakan di beberapa tempat.
'Tanya ke mama saja, mungkin,,,,,,, ' gumamku.
Tanpa fikir panjang, aku menuju motorku. Dan kemudian tancap gas.
Di depan terlihat mobil yang bawa santai. Aku pintas aja ah. . . .
Dan......
.
.
.
.
.
Jangan lupa rate, like dan yang paling penting, komen buat masuk list 'surat cinta Yevn' 🙏🙏 😘😘
__ADS_1