
πΌπΌββ »»Hai hai hai ...... para kesayangan....πππ
Makasih banyak dah mampir..... π€π€
Jangan lupa like, fav, rate lima bintang β β β β β ya, jangan kurang ππ tinggalin jejak di komentar biar aku tau π Vote juga bagi yang berkenan. Makaciiih... ππππ
## ......] βββββ‘β‘πππππ
"Hahaha,, iya iya bentar, abang ganti baju dulu." Ucap abang ku seraya masuk ke kamar.
Berniat mengganti koko dan sarung yang dikenakan. Abang habis melaksanakan sholat subuh. Pantas tidak menyahut dan membukakan pintu saat aku panggil.
Aku duduk di ruang keluarga menunggu abang Vhen. Tak lama kemudian abang turun dan menghampiriku.
"Abang mau sarapan dulu apa gimana?" Tanyaku pada abang Vhen.
"Emang mamah dah bikin sarapan?" Ucapnya.
"Yeeee,,, Yevn kali. Yevn dah masak." Ucapku kesal.
Abang tak menanggapi, mendengar pintu kamar ibuku terbuka.
"Kalian mau kemana subuh subuh gini?" Tanya ibu sambil melihat kearahku dan abang Vhen.
"Ga tau nih Yevna subuh subuh dah nyium pintu kamar Vhen." Jawab abang sambil membetulkan lengan sweater nya.
__ADS_1
"Yee,,,, malah Yevn." Ucapku menatap kesal pada abang karena mengingat kejadian di depan pintu kamar abang Vhen.
"Mah, Yevn sudah bikin sarapan." Ucapku pada ibu.
"Abang mau sarapan dulu?" Ucapku lagi pada abang.
"Gak, nanti aja pas pulang." Jawab abang tanpa menoleh ke arah ku.
"Tumben anak mamah bikin sarapan, mana masih pagi banget."
Ucap ibu menggodaku. Aku hanya tersenyum geli.
Abang Vhen berlalu sambil menertawaiku.
"Kita mau lari apa sepedaan dek?" Abang menghentikan langkahnya dan berbalik padaku mengingat aku belum mengatakan tujuanku.
Jawabku sambil menuju luar dan memakai sepatu. Ibuku sudah sejak tadi berlalu ke dapur.
Pasti menyiapkan yang perlu di siapkan dan hanya ibu yang bisa menyiapkan. Duh, ribet bener kalimatnya ya. hehehehe..
Ada satu yang tidak bisa orang lain lakukan termasuk aku dan kakak ku yang masih anggota keluarga. Membuat teh atau kopi buat ayah. Karena hanya kopi atau teh buatan ibu yang pas dan sesuai selera ayah.
Aku dan abang Vhen sudah berlari jauh dan ngos ngosan. Kini aku berjalan santai dan duduk di salah satu bangku yang ada di taman kompleks.
"Capek?" Tanya abang yang melihatku masih ngos ngosan sambil menyeka keringatnya.
__ADS_1
"Ga kok. Sedikit lelah aja." Jawabku tanpa menoleh ke arah abang Vhen.
Abang hanya tertawa mendengar jawabanku.
Aku ikut tertawa melihat ke arah abang.
"Olahraga memang bagus buat kamu, harus rutin tapi jangan sampai di paksakan." Ucap abang mengelus pucuk kepalaku.
Aku hanya tersenyum mengiyakan.
Akhir akhir ini aku merasakan perubahan pada tubuhku yang mana sebelumnya aku sering di serang sakit.
Tapi aku masih rutin mengkonsumsi butir butir kecil ubtuk kesembuhanku. Aku juga rutin cek up.
Keluargaku sangat senang dengan kemajuan yang aku alami, meskipun belum dinyatakan bebas sepenuhnya dari penyakitku.
Aku jadi semakin semangat saat setiap kali cek up selalu mendengarkan hal positif.
Keluarga ku terus memberi dukungan dan semangat. Aku berjanji akan sehat, aku menanam azam ini dalam dalam. Karena aku masih punya misi untuk membahagiakan keluargaku.
"Ngelamun apa hayoo" Ucap abang mengembalikan kesadaranku.
Aku hanya tertawa kecil dan menggeleng ke arah abang.
"Ga ada." Jawabku sambil memeluk lengan abang dan menyenderkan kepalaku pada pundak abang.
__ADS_1
Hari ini aku menyongsong matahari dengan laki laki yang sangat aku sayang. Teman terbaik yang aku punya.