
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄
Pastikan kalian sudah Follow Yevn.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠
Tidak ada tempat lain yang bisa ku kunjungi. Karena sebelumnya aku sudah tanyakan di beberapa tempat.
'Tanya ke mama saja, mungkin,,,,,,, ' gumamku.
Tanpa fikir panjang, aku menuju motorku. Dan kemudian tancap gas.
Di depan terlihat mobil yang bawa santai. Aku pintas aja ah. . . .
Dan tanpa ku sadari mobil yang bara ku pintas adalah mobil rombongannorang kantor yang di bawa sama abang dosenku.. 😂😂
Sesampainya di rumah mama, aku menceritakan semuanya terkait makanan yang tidak bisa ku cari.
Mungkin di tempat lain masih ada, tapi tak mungkin aku ke sana karena memakan waktu yang cukup lama. Sementara rapat koordinasi akan segera dimulai.
Akhirnya ibuku mengambil wadah tempat bekal. Kemudian memasukkan nasi , lauk pauk, sayur dan lain lain yang cukup buat beberapa orang.
"Kelamaan, udah bawa aja, kasian mereka udah pasti lapar."
Kata mama ku sambil memberikan wadah yang sudah di isi tersebut.
"Oke mah, makasih, Yevn pergi dulu ya," Ucapku sambil tersenyum senang.
"Iya, hati hati kamu, nak." Pesan mama.
__ADS_1
"Iya, ma. Assalamu'alaikum."
"wa'alaikumsalam". Jawab mama.
Senang sekali rasanya tidak mengecewakan mereka. Dan senang juga karena aku ga perlu keliling nyari tempat makan.
Apalagi harus pergi ketempat yang agak jauh, di tambah jalan macet. Badanku sudah sangat capek habis pulang dari kuliah.
****
Dilokasi acara yang terletak di lapangan yang besar, yang mana panggung astaka yang besar dan megah sudah hampir rampung.
Terlihat para pekerja, panitia, seksi acara, pengisi acara, sudah sibuk dengan tugas mereka masing masing.
Tenda tenda tamu undangan, tamu kehormatan sudah tegak berdiri.
Untung aku menggunakan motor. Jika saja tadi aku ke lokasi menggunakan mobil pasti nya aku belum tiba di sini. Karena jalan yg sangat macet.
Aku memarkirkan motorku di bawah tenda tamu, yang belum di tata kursi dan sofa.
Tak kunjung ku temukan orang nya.
Tiba tiba suara laki laki memanggilku.
"Yevn,,, Yev,, Yevna." Aku melihat ke asal suara,
"Eh, iya pak Nazar," Jawabku ternyata beliau temannya pak Amrisal, yang juga merupakan guru SMA ku srkaligus salah satu panitia yg terlibat di acara ini.
"Nyari pak Am?" Tanya beliau..
"Iya pak, bapak tau ga pak Am di mana sekarang?" Tanyaku.
"Beliau di belakang astaka, dalam mushalla."
Tunjuk pak Nazar.
__ADS_1
"Oh, baik pak, makasih, Yevn permisi dulu ya."
"Iya." Jawabnya.
Pak Nazar merupakan Guru bidang studi Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMA ku dulu.
Beliau juga seorang seniman, sama seperti ku. Hanya saja beliau menguasai lebih banyak alat music. Aku hanya baru menguasai biola, piano dan gitar."
Akhirnya aku menemukan pak Amriasal sedang bersama teman teman nya di dalam musholla.
"Berapa porsi Yevn?" Tanya pak Amrisal.
"Ga tau, mamah yang nyiapkan." Jawabku. Aku dan pak Amrisal sangat dekat. Maka aku berani sedikit manja sama beliau.
Aku menganggap beliau sebagai ayah ku sendiri.
Dengan beliau lah aku di ajarkan mengolah suaraku, untuk menjadi seorang MC.
Dan alhamdulillah sudah di kenal sekabupaten untuk saat ini.
Selain pak Amrisal di ruangan, ternyata ......
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa, rate, like dan tinggalkan jejak kalian di komentar. Biar namanya masuk di list Gift dari Yevn. 🙏🙏😘😘