
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya masih ada ya.... 😄😄
Pastikan kalian sudah Follow Yevn.
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠
"Iya pak, terimakasih. Yevn pulang dulu, Assalamu'alaikum." Ucapku berpamitan.
Beliau menjawab salam, begitu juga teman temannya.
Aku menyalakan motorku, dan ku lihat lagi ke arah pak Safri dan teman temannya sambil mengangguk kan sedikit kepala kearah nya tanfa aku berpamitan.
Sekilas aku baru menyadari, sosok laki laki itu ada di rombongan pak Safri.
Laki laki yang sedari tadi terus melihatku, dan jika aku menoleh ke arahnya beliau akan langsung membuang muka.
Aku mengabaikannya dan terus berlalu meninggalkan lokasi acara.
****
Selesai sholat isya, aku menyusun kembali teks susunan acara untuk besok malam.
Karena naskah yang di serahkan oleh pak Amrisal padaku tadi sudah benar benar penuh dengan catatan tanganku. 😅
Ku siapkan juga gaun yang akan ku kenakan beserta jilbab nya. Segala keperluan untuk penampilan besok malam sudah ku siapkan semua.
"Dek, latihan yuk."
Ucap bang Vhen.
"Oh, iya." Jawabku.
"Kamu selesaikan dulu urusanmu, baru kita latihan."
Kata bang Vhen yang baru menyadari bahwa aku sedang menyiapkan kebutuhanku.
"Udah selesai kok bang, yuk."
Jawabku sambil berhamburan manja memeluk bang Vhen.
Bang Vhen mengelus lembut kepalaku dengan sayang. Lalu kami menuju ruang latihan.
Aku mengambil biola, dan memainkannya mengikuti arahan bang Vhen.
Ku lihat ayah ku berdiri di samping pintu di susul oleh mama.
Aku terus memainkan lagu ku.
Bang Vhen memintaku untuk lebih menghayati lagu dan fokus.
Kemudian beliau mengambil biola miliknya, dan ikut memainkannya bersamaku.
__ADS_1
Yang tidak mengenal kami, pasti akan mengira kalo aku dan abang Vhen adalah pasangan.
Karena dari dulu hingga saat ini tak jarang yang mengira kami adalah pasangan kekasih.
Selesai memainkan dua buah lagu, ayah dan ibu sudah keluar dari ruang latihan.
Bang Vhen menawariku untuk bermain piano.
Aku melihat ke arah piano yang berada beberapa langkah dari tempat ku berdiri saat ini.
Hatiku terhenyak,, perasaanku kalut.
Kak Arfan duduk manis di sana, memainkan lagu favorite nya, sambil melirik ke arah ku dan tersenyum manis. Dia,,, aku rindu....
"Dek,,, dek, ayo."
Panggil bang Vhen membuyar lamunanku.
"Ah, iya, iya bang." Jawabku gugup.
Aku duduk di posisiku, tapi belum memulai nya.
Ku perhatikan setiap key nya.
Bang Vhen memainkan jari jarinya, menyentuh tiap tiap key memainkan sebuah lagu.
Aku melihat ke arah bang Vhen, begitu juga beliau.
Abang Vhen melihat kearahku dan tersenyum.
Kini beliau memintaku memainkan lagu apapun.
Lagu yang biasa ku mainkan bersama kak Arfan.
Aku memejamkan mata, dan sekali sekali membuka nya.
"Aku mencintaimu." Ucapnya, sontak membuat pipiku merona.
....
"Ana uhibbuki fillah, kakak mencintaimu,, bukan antara kakak dengan adik, bukan antara guru dan murid, bukan karena kamu adik dari teman kakak. Tapi kakak mencintaimu, benar benar mencintaimu sebagai seorang laki laki kepada perempuan, sebagai seorang adam dan hawa."
....
Air mataku mengalir di pipi, lama lama semakin deras, aku mencoba bertahan, menepis semua kenangan, dan bayangan yang menghampiri.
Aku masih terus memainkan jari jariku di atas setiap key.
....
"Apa kakak terlihat sedang tidak baik baik saja?" Jawab nya tertawa.
"Dua hari lagi kita akan bertunangan dan dua minggu setelah nya kita menikah. Bagaimana menurutmu?"
"Kak, aku sayang kakak karena Allah." Ucapku mengalir begitu saja.
Kak Arfan tersenyum senang.
__ADS_1
"Kakak juga. Kakak sangat mencintaimu." Ucap kak Arfan tulus.
Aku menghentikan aksi jariku.
Tangisku kini pecah. Bang Vhen memelukku, menenangkanku dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
Aku menumpahkan tangisku di dada bidang bang Vhen.
****
....
Tuhan,,
rasa itu masih sama,,
tak surut dan berkurang satu kata,,
Rindu,,
rindu adalah kenyataan dari jiwa,,
jiwa yang serasa kosong, namun ia ada,,
luapannya hampa, hampa namun ia ada,,
Tuhan,,
izinkan rindu ini membaur dan terus membaur,,
jangan jadikan ia dosa,
karena hamba Mu ini tak punya daya untuk mencegahnya,,
Aku,,
menyebutnya hempasan ombak di karang lautan,,
ombak yang menyapu bibir pantai,,
Aku,,
rindu,,,,,
.
.
.
.
Terimakasih sudah mampir.. 🙏🙏
Kamu,, iya kamu,, 😘
sudah masuk list Gift dari author..
__ADS_1
Follow ya😘😘
nantikan surat cinta Yevn di pc kalian atau di bab pengumuman nanti. 🙏🙏