Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Tamu Gesrek, dan Dia


__ADS_3

Sesampainya di rumah, aku merasa sepi, karena ga ada siapa siapa di rumah, selain 'anak anak' ku yang imut. 🐈🐈


Aku membersihkan tubuh dan kembali meringkuk di bawah selimut begitu usai shalat.


Aku mengenakan earphone memutar lantunan surah Ar Rahman.


Mata ku mulai terpejam sambil mendengarkan lantunan ayat demi ayat.


Hingga tersadar begitu di kagetkan dengan suara kak Aisyah yang panik memintaku buru buru keluar karena ada maling.


Aku jadi panik, mengenakan jilbab, dan buru buru keluar dengan sisa sisa kesadaranku.


Kepalaku masih pusing efek di kagetkan saat sedang terlelap.


"BARAKALLAH, YEVN."🎉🎉


Lagi lagi aku terkena jebakan batman. 😅😂


Bang Vhen, kak Aisyah, Eva sengaja mengerjaiku. Dengan beralasan tak bisa menemaniku beberapa hari ke depan.


Aku memeluk mereka satu persatu.


Abang membacakan doa begitu memelukku.


Akhir nya di meja dan kursi penuh dengan kado ultah, termasuk dari teman teman kantor yang belum sempat aku buka.


Ku lihat semakin bertambah, dan bang banyak mengatakan banyak titipan dari teman teman music yang mengirimi kado, dan mereka tidak bisa hadir buat mengerjaiku. 😒


Apa apaan, aku juga tak sudi buat di kerjai. Cukup sudah di kerjai seharian ini. 🤕


"Ada satu lagi, dek,, hampir lupa." Ucap bang Vhen, yang seperti nya melupakan sesuatu.


"Apa nya bang?" Tanya ku penasaran.


"Noh, buka pintu, ada paket di depan." Ucap abang cuek tak melihat ke arahku saat itu.


Eva dan kak Aisyah juga asik memeriksa nama nama pengirim kado.


"Paket apaan malam malam. Ga ada orang ngantar paket malam malam." Jawabku.


"Kamu tau apa?, buruan sana." Ucap bang Vhen.


"Apaan sih." Ucapku kesel.


"Iya, ada paket yang ketinggalan depan pintu, berat tadi nya." Ucap kak Aisyah sambil asik dengan kegiatannya bersama Eva.


Aku, berdiri menuju pintu yang tertutup.


"Tau ada barang di luar, pintu pake di kunci." Gumamku pelan dengan masih kesal.


Begitu membuka pintu, aku benar benar kaget melihat teman teman ku sudah berdiri di depan pintu.


Teman temanku dari kelas music hadir membawa kejutan malam ini. Ada lagi beberapa teman kerja di lapangan.


Beberapa teman dari kantor kecamatan juga hadir. Hati ku benar benar terharu.


Aku mempersilakan mereka masuk. Ternyata kak Aisyah dan Eva langsung menyiapkan minuman di belakang.

__ADS_1


Saat akan menutup pintu, aku kembali berbalik badan begitu mendengar salam dari luar.


"Assalamu'alaikum." Begitu suaranya menyapa.


"Wa'alaikumsalam." Jawabku begitu menoleh.


Dia tepat di depanku, aku melihatnya bertanya tanya.


"Aku di suruh ke sini sama Vhen." Ucapnya.


Mendengar ucapannya, aku di buat bersalah.


"Yuk, masuk pak." Ucapku tersenyum ramah.


"Selamat malam pak," Ucap beberapa rekan ku pada pak Kavin yang merupakan atasannya.


Pak Kavin terlihat kaget melihat di rumahku banyak teman teman yang hadir termasuk karyawannya.


Beliaupun langsung menghampiri bang Vhen. Aku langsung bergabung dengan teman teman ku.


Menyantap hidangan yang di bawa kak Aisyah dan makanan yang di bawa teman temanku.


Kami berbicara banyak hal, termasuk tentang rencana membangun rumah tangga.


"Aku tak tau karakter seperti apa yang aku suka." Jawabku begitu di tanyakan.


"Mapan, dewasa atau sebaya?" Tanya seseorang lagi.


"Kalo aku yang penting dia mandiri dan ga manja." Jawab Dika, seorang pemain gambus.


"Yee,,, bentar dulu, Yevn nya belum jawab loh." Heboh yang lain.


"Hari ini lu wajib jawab pertanyaan kita kita Yevn. Masa datang jauh jauh gagal ngerjain lu." Ucap Dwi dan di iyakan sama Ratna dan Yuni.


"Jawab jawab jawab." Semua malah ikut serentak menyudutkan ku.


Bener bener heboh.


"Berisik, weh." Protes Dika.


"Habis ini lu ya Dik, jangan ngambek." Ucap kak Rani meledek Dika yang di sambut tawa anak anak yang lain.


"Seriusan ga tau aku." Aku menutup muka dengan kedua tanganku.


"Yang jelas laki laki nya baik, itu aja sih." Ucap ku.


"Apaan itoh,," Ucap Eva dengan gaya bicaranya yang khas.


"Yevn sukanya, pasangan nya dewasa, pengertian, penuh perhatian, sabar, tahan di amukin, tahan di ambekin, ya ngimbangi karakter nya dialah ya." Ucap Eva, membuatku gemesh.


"Ava avaan ituh. mengada ada aja itu mah." Ucapku.


"Aku percaya kalo begitu." Ucap Ratna.


"Astaghfirullah, kalian emang gesrek, weh..." Ucapku menggeleng dengan tingkah mereka.


Secara aku langsung teringat dengan keluarga gesrek di Noveltoon.

__ADS_1


"Jarang bisa gini, Yevn. Biasanya serius aja kan kalo kerja. Sekarang lepasin dulu karakter kita." Ucap Yuni.


"Mana ada, karakter di lepas. itu dah nyatu loh." Kamal protes. Anak anak yang lain tertawa dengan kepolosan Kamal.


Waktu terus berjalan, dan mereka pun berpamitan. Kecuali pak Kavindra.


Aku dan Eva mencuci piring dan gelas sisa amukan massa tadi. 😅🙈


Sebelum pulang mereka sudah ikut membantu merapikan lapak lepak tadi. Jadi tak banyak yang harus di kerjakan selain mencuci alat makan kami.


Aku bukan tipe yang suka numpuk piring dan teman temannya yang kotor.


Apa yang di bicarakan abang dan temannya itu?


Seketika aku jadi penasaran dan bertanya tanya.


"Weh, ga mau ikut ngobrol di depan? Ku dengar dia mau dinas keluar loh, lama." Ucap Eva seakan mengerti apa yang ku pikirkan.


"Ga lah." Jawabku.


"Va," Panggilku lagi. Eva menoleh siap mendengar apa yang akan aku sampaikan.


"Kamu sama Rahmad gimana?" Tanyaku, mengalih pembicaraan yang sesungguhnya.


"Baik, seperti biasa. Ya,, kalo pun ada masalah, yaaaahh, biasalah itu. Tapi alhamdulillah, makin baik kok, Yevn. Berkat saranmu." Jawabnya serius.


"Hmm,, syukurlah." Ucapku dengan masih mencuci piring.


"Kenapa?" Tanyanya.


"Kamu tau kan, mama ku gimana? Besok aku pulang ke rumah mama, ada makan bersama di rumah nenek, pastinada pembahasan tentang aku." Ucapku lemah.


Eva masih diam menyimak.


.....


Usai mencuci piring, aku dan Eva menuju ke ruang makan, tiba tiba kak Aisyah datang, mengatakan bahwa abang memanggilku untuk bergabung di depan, termasuk Eva.


Aku menurut, mereka masih sedang asik mengobrol. Aku memilih duduk di samping kak Aisyah. Eva memilih duduk di bawah bersender di kursi sofa.


Eva memainkan ponselku membalas beberapa chat dari teman teman di Noveltoon.


Aku bisa melihatnya, karena Eva bersender tepat di kursiku.


Ketika ku palingkan wajah, tiba tiba pandangan kami bertemu.


.


Bersambung,


.


Terimakasih sekali lagi Yevn haturkan buat teman teman semua, yang udah pc, yang udah doain.


Yevn bersyukur banget masih di berikan kehidupan untuk terus memuji asma Nya.


Yevn tidak pernah membayangkan bisa bertahan hingga hari ini.

__ADS_1


Buat yang sakit, semoga segera di angkat penyakitnya.


Salam sayang dan rindu Yevn buat kalian....


__ADS_2