Diary Miss To Move

Diary Miss To Move
Ketahuan


__ADS_3

Tapi tidak pada satpam, pak Ijal dan dua karyawan kantor . Kak Sri yang sedari tadi bersama kami, yang ikut bersama bos nya memergoki aku dan Ozy, segera menghampiri pak Ijal dan dua orang karyawan tersebut.


.....


"Kak, ke ruangan ku bentar."


Ucap manusia kutub pada lawan bicaranya yang ada di seberang telfon.


Tak lama berselang kak Sri masuk ke ruangan dan mengunci pintu nya rapat.


"Sebenarnya ini bukan urusan kantor dan tak layak di bahas di sini."


Terdengar suara kutub bergetar menahan emosinya. Aku bisa melihat raut wajah nya yang memerah. Dia tak berani menatap ke arah ku.


"Kak Sri, aku gak tau mau ngomong apa." Ucap nya pada kak Sri.


Wajahnya masih belum berubah, dia sudah menahan luapan emosinya sedari tadi hingga tidak bisa berucap lagi.


"Sabar pak, tenang duku." Ucap kak Sri yang juga terlihat panik melihat bos nya sudah hampir meledak.


"Ozy, sebelum nya kita sudah pernah membahas hal ini. Seharus nya kamu sudah tahu peringatan yang sudah saya beri. Gak baik menghancurkan hubungan orang lain yang akan segera membangun masjid (menikah)." Ujar kak Sri.


"Kali ini kamu bahkan semakin melangkah lebih jauh, kamu menyebar berita kotor kalo bu Yevn merebut pak Kavin."


Mataku melotot tak percaya dengan apa yang kak Sri ucap kan.


"Apa!" Aku melihat kak Sri dan Ozy bergantian, Ozy semakin menunduk.


"Apa apaan itu? Ku kira itu hanya cerita di tv doang, ck."


Hatiku sakit mengetahui nama baik ku di cemari oleh seorang Ozy yang tak pernah berhenti berulah dari dulu.


"Pantas orang orang melihat jengkel ke arahku sedari tadi." Sambung ku.


"Enggak, Yevn. Serius aku ga bermaksud begitu." Ucap Ozy mulai bersuara.


"Enggak gimana? Kamu emang suka ngambil apa yang aku punya, bahkan menjatuh kan nama aku. Dari dulu Zy, ku kira itu hanya sampai masa sekolah, ternyata udah dewasa kamu masih ga pernah berubah ya."


Dari sudut mataku, terlihat manusia kutub dan kak Sri menilik ke arah ku.


"Aku gak mau tau, balikin nama baik aku, jangan sampai aku tuntut kamu, bahkan namamu ku bawa sampai ke kampus ya." Ancam ku.


Amarah ku memuncak, semakin lama aku di sini bersama Ozy, semakin kuat keinginan ku untuk menguliti nya hidup hidup.


Aku langsung pamit meninggal kan ruangan, manusia kutub terlihat frustasi, beliau mengurut pangkal hidup nya.

__ADS_1


****


Usai shalat isya_


Kami berkumpul di gazebo di depan rumah ku. Kak Teguh mengunjungi bang Vhen malam ini. Beliau membawa banyak makanan untuk di santap, Eva riang bukan kepalang.


"Wah, kak Teguh tau aja, gue suka makan ini, ini, ini juga, itu." Ucap Eva tak tau malu.


"Kamu, apa juga di makan Va, apa lagi gretong." Ucap kak Aisyah.


Sementara aku masih berusaha merasa meredam amarah ku terkait hal tadi sore mengingat peristiwa di kantor manusia kutub.


"Kamu kenapa, dek?" Tanya bang Vhen.


"Ga ada." Jawab ku.


"Habis ngamuk di kantor gunung Fujiko bang."


Jawab Eva membuatku melirik ke arah nya tak percaya, padahal sudah ku bilang untuk tidak membocorkan masalah ini.


"Ga ada tempat lain buat berantem? Lagian masalah apa lagi?" Bang Vhen mengira kalo aku sedang berantem dengan manusia kutub.


"Bukan sama gunung es, bang. Tapi sama ular piton." Ucap Eva lagi lagi membuat ku kesal.


Bang Vhen menatap ku tajam, memintaku untuk menjelaskan permasalahan yang sudah terjadi. Akhirnya ku ceritakan semuanya pada mereka.


"Ada ya cewek gitu di dunia ini?" Ucap kak Aisyah terlihat geli.


"Lagian si Ozy, adek ku di tantangin." Ucap bang Vhen tertawa.


"Jaharoh kamu bang. Tapi mantul lu Yevn, siluman ular kek begonoh jangan di kasi ampun, fi baekin malah ngelunjak. Rasain, di seret ma ratu singa. Uhuk,, huk..." Ucap Eva hingga terbatuk batuk. Bagaimana tidak, beliau berbicara selagi mulut nya masih terisi penuh makanan.


"Nyumpahin orang, malah keselek." Ucapku meledek Eva.


Kak Teguh malah senyum senyum sendiri sedari tadi.


"Kamu ngapain senyam senyum, Guh? Kesambet?" Ucap bang Vhen, kami semua menoleh ke arah kak Teguh.


"Hahaha, enggak, cuma dengar cerita nya aja " Jawab kak Teguh.


" Hilih, pasti ga nyangka, cewek yang pernah di taksir nya seorang ratu singa." Eva lagi lagi ngomong gak pakai rem. Aku hampir mati menahan geram pada nya.


Kami semua saling berpandangan ke satu dan lain nya secara bergantian. Aku jelas melihat ke arah mereka satu persatu karena ingin melihat reaksi dan ekspresi wajah mereka ketika mendengar ucapan Eva.


"Maksud nya apa?" Lagi lagi juga bang Vhen mengharapkan jawaban.

__ADS_1


"Ini, calon adik ipar Abang yang gak jadi." Jawab Eva yang membuat ku menyembur minuman yang belum sempat ku telan, tepat mengenai Eva.


Eva benar benar minta mati kali ini, otak nya benar benar konslet. Sebalik nya kak Teguh malah hanya tertawa tanpa beban.


"Jorok lu Yevn, gila lu. Lu pikir gua tanaman yang hampir layu apa, main siram siram aja." Eva mengeluh kesal pada ku.


"Eva ngada ngada bang, jangan di dengerin." Ucap ku pada bang Vhen, berharap bang Vhen tak mempercayai ucapan Eva.


Aku bangun dari duduk dengan membawa gelas kosong di tangan, berniat mengambil air di dalam rumah. Eva juga beranjak, berniat mengganti baju nya yang basah.


"Elu mau kemana? Pasti mau kabur kan?" Ucap Eva.


" Gak, mau ambil minuman, sekalian mau kasi kelas tambahan di dalam." Jawab ku sambil nyelonong.


"Kamu naksir sama Yevn?"


"Haha,, ga usah di bahas lagi, ga enak."


"Gila, gila.. Aku kenalin sama cewek ga mau, adik ku yang kamu udah tau gimana keras nya malah suka,. Heeeeiii,,, gila gila "


Samar samar aku mendengar obrolan mereka di luar. Jantung ku merasa mau copot dari tadi. Ini semua ulah Eva, awas lu ya.. 😏


Plukk,, Plukkk


"Sakit, nenek. Apaan sih main timpuk ae..." Ucap Eva protes.


"Gila ya, mulut ga di sekolahin, kebangetan lu ya." Ucap ku kesal.


"Oh, itu.."


"Oh, itcu,,,, sengaja lu kan." Ucapku. Eva hanya cengengesan ke arah ku.


"Ga sengaja, Weh, mulut gue jahil banget, nih mau menstruasi kayaknya."Eva berdalih.


"Alesan lu. Cocok temenan sama ular piton. Atau jangan jangan sodaraan sama dia. Sama sama suku ular."


"Iiihhh,, ogah." Jawab Eva cepat. Tak ingin dirinya di kait kait kan dengan Ozy.


****


.


.


Bersambung,,,,

__ADS_1


__ADS_2