
Sudah lama aku tidak muncul di grup chat author di Noveltoon.
Karena seringnya aku bepergian keluar kota. Bahkan kadang aku harus mengikut jadwal pemeriksaan dan pengobatan.
Saat aku membuka aplikasi noveltoon, aku coba menulis, menulis bukan sebagai seorang penulis. Tetapi menulis sebuah kisah yang telah aku tapaki.
Hingga suatu hari aku mendapat undangan untuk masuk ke grup chat author dari seorang teman.
Teman yang sudah lama tidak aku sapa.
Siapa lagi kalo bukan Ayu.
Aku menerima undangan nya dan masuk ke grup chat nya. Bertemu lagi dengan teman teman baru.
Teman teman yang hanya bisa kami sapa dari kejauhan.
Aku mengenal Sinta, Della yang awalnya ku kira mereka sebaya ku. 😅
Mereka masih merajut pengalaman di bangku sekolah.
Aku semakin asik dengan dunia baru ku. Sedikit mengurangi tekanan di dunia nyataku.
Mulai mengenal Andrif yang suka spam, dan membuatku jengkel. 😂✌
Kemudian mengenal satu lagi teman, yang ku kenal tegas saat itu, Coco alias Ricko Adyaksa Eri.
Kemudian terbentuklah team, yang mana aku dan Della menjadi admin dan di bantu oleh Ricko dan teman teman yang lain.
Sinta yang selalu sigap dan cepat membuat daftar pelanggar rules, 😅 Ekras yang suka menghilang dan ngambek, 😅 termasuk panitia yang terbentuk.
Salah satu member yang suka bikin kesal, gonta ganti nama sesukanya, bahkan setiap hari. Bia dia memiliki dua akun, Udin sejuta nama.😂
Waktu terus berlalu, aku sama Ayu juga semakin dekat dan lebih sering komunikasi di dunia baru ini. Lebih banyak membahas tentang GC.
Seiring berjalan nya waktu, team berubah.
Aku dan Coco menjadi admin di grup chat author Ayu.
Sinta , mak Meghan, Santi, Fifit, Udin menjadi team baru yang terbentuk hingga sekarang.
Mak Meghan?
Karena dari hasil pantauan aku dan Ayu, mak Meghan terpilih menjadi panitia kami setelah menimbang beberapa hal.
Mak meghan sudah berkeluarga dan memiliki sepasang anak.
Di panggil dengan sebutan 'mak' karena aku yang memberi gelar setelah ku dapati kak Fitri yang sering nebar memanggilnya dengan sebutan nenek. 😅
Kak Fitri?
Kak Fitri salah satu member yang setia sering menebar kotak hadiah di grup chat. Hingga kak Fitri menjadi primadona grup chat. 😂
***
Aku kembali tinggal bersama Eva di rumah ku. Melakukan kegiatan seharian seperti biasa. Namun lebih santai dari biasanya sejak pandemi covid-19.
Yang mana pada biasanya aku jarang stay di rumah. Selalu bepergian dan mengisi berbagai macam acara.
Bang Vhen juga demikian, sejak menikah beliau masih sering berkunjung menjenguk ku.
__ADS_1
Bahkan tak jarang beliau menginap di rumahku beserta istrinya.
Karena rumah mertua bang Vhen tidak begitu jauh dari kediamanku.
Mama semakin lega, karena abang dan kakak iparku masih bisa memantau kondisiku.
Dia?
Dia masih menunggu, menunggu sebuah jawaban yang ingin di dengarnya dari ku.
Bukan sebuah penolakan yang mana sering ku utarakan padanya.
Hatiku masih tertutup rapat dan masih tak memiliki rasa apapun padanya.
Benar yang pernah di ucapkan beliau, kami sama sama keras dengan keputusan kami.
Dia tidak main main dengan ucapannya.
Dan sampai sekarang seorang Alfandy masih mencari celah atas keinginannya.
Dia masih menjaga baik hubungan dengan keluargaku, terutama pada mama dan bang Vhen.
Dan pak Am masih terlibat.
Semua orang masih mendukung nya.
****
Hari ini aku melakukan pertunjukan music di gedung daerah kabupaten.
Aku mengenakan gaun berwarna maroon dan berangkat bersama Eva.
Aku menolak keras, dan terjadilah perdebatan di antara kami. Aku tidak mau melepas jilbabku sepenuhnya di depan laki laki yang bukan mahram ku.
Kalian tau, apa yang di katakan beliau setelah itu?
Dia bersikeras mengatakan jika aku dan dia 'sama' (gender). "Kita sama kok cyint, ga usah malu malu. Mas masnya kan udah keluar, sisa cewek semua kok di dalam."
😂😂
Kebetulan di dalam ada aku, Eva, para tim penari, dan dia yang jelas laki laki yang ngaku ngaku jadi perempuan 😅😅🙈
Seisi ruangan di buat tertawa mendengar ucapannya.
Dan aku tetap bersikeras dengan pendirianku. Dia mengalah dan menungguku selesai mengenakan jilbabku.
Di saat aku merapikan jilbabku, barulah dia membantuku merapikannya.
Aku selesai dengan pertunjukan pertama ku. Kembali menunggu giliran penampilanku yang terakhir.
Di hadapan panggung para tamu duduk rapi. Di samping pak Sekda juga aku melihat beberapa camat dari semua kecamatan ikut hadir.
Termasuk dia.
Aku berniat akan segera kabur begitu pertunjukan ku usai. 😅😅
Setelah melakukan pertunjukan akhir, aku langsung menyambar tas biolaku, dan beranjak perlahan dari sana.
Apakan daya, langkahku terhenti begitu kak Teguh memanggilku mengatakan pak Sekda memanggil untuk memperkenalkan dengan tamu yang berasal dari provinsi.
__ADS_1
Manusia kutub itu berdiri di samping pak Sekda dan terlihat sedang asik mengobrol bersama.
Akupun akhirnya ikut dalam jamuan mereka tidak bisa mengelak.
Dia bersikap netral seakan tidak terjadi apapun di antara kami.
Sangat tegas dan berwibawa.
Jika ini cara Tuhan mendekatkan aku dan dia, aku hanya minta di beri petunjuk dan kelembutan hati ku melihat dia sebagai seorang wanita terhadap laki laki.
Biarkan Rabb ku yang menghadirkan rasa itu di antara kami.
"Bareng Vhen?" Tanyanya begitu aku dan dia jalan beriringan menuju pintu keluar gedung.
"Bareng Eva." Jawabku menyunggingkan sedikit senyum padanya.
"Yevn,"
"Saya pamit pak." Aku memotong ucapannya begitu melihat Eva memanggilku.
Dia hanya tersenyum mengangguk.
Eva benar benar jadi penyelamat ku kali ini.
***
New kembali memasang stiker memelas dan mewek, meminta jajan poin koin kepada para members.
"Aku mau jajan 👉👈"
"hillih,, lu udah kaya, ga osah minta jajan Nyun." Balas Ayu.
"Aku misquin, siapa mau kasi jajan ðŸ˜"
"Kak Neun, sate." Fadhil mulai berbaik hati.
New salah satu member yang bergabung dan di nobatkan sebagai salah satu tamu vvip. 😂😂😅😅🙈
Neunyu, dan aku lebih sering memanggilnya New.
Members yang paling gesrek di GC Ayu.😂🙊🙈✌
.
.
.
.
.
.
Bersambung
.....
.
__ADS_1
.