DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)
EPS 118 RON MULLER


__ADS_3

EPS 118 RON MULLER


Tidak ada hati yang gelisah melainkan perasaan yang dibebani secara berlebihan. Karena hidup tak melulu tentang apa yang harusnya kita miliki, tanpa melihat kemampuan diri. Seperti matahari yang selalu mengharapkan bulan, padahal mereka ditakdirkan untuk selalu hidup terpisah. Maka berjuanglah para hati yang telah memilki cinta sejati.


Malam itu bulan menggantung gagah di langit yang hitam. Dengan jaraknya yang lebih dekat ke bumi, bulan nampak lebih besar dari malam-malam sebelumnya. Namun AKBP Simson sedang tidak tertarik dengan rembulan. Dia masih berbincang serius dengan AKP Dandung sampai larut malam.


“Bagaimana hasil penyelidikanmu tentang Alex, yang disebut sebagai pacar Serena?”


“Nama lengkapnya Aleksander Busco, mantan komandan peleton tentara Serbia, salah satu buronan Interpol yang paling dicari karena kejahatan perang. Dia adalah manusia yang sangat kuat. terlatih secara fisik menguasai medan dan pakar tekhnologi.”


“Siapa yang melatihnya?”


“Setelah melarikan diri dari kejaran interpol, Alek direkrut oleh seorang perwira terbaik dari negerinya ratu Elisabeth. Orang inilah yang menjadi monster yang sesungguhnya.”


Simson memandang takjub.


“Dan siapa nama monster itu Dandung?.”


“Namanya Blade Muller.”


“Blade Muller? Maksudmu Kolonel Blade Muller? Yang terbunuh di Megapolitan oleh agen-agen rahasia Inggris?”


Dandung menganggukkan kepalanya.


“Betul Ndan. Tepatnya orang Indonesia yang menjadi agen rahasia Inggris. Pemuda inilah yang telah membunuh Blade Muller”


Simson terdiam, sedikit banyak dia sudah membaca profil Blade Muller sehingga dia mengenal sepak terjangnya, khususnya dalam kasus narkotika Exqua Y-Blu , disamping kasus penyalahgunaan izin kerja di Indonesia. Dia juga terlibat pembunuhan berencana terhadap Paul Warner, rekannya sendiri.


Blade adalah perwira terbaik angkatan bersenjata kerajaan Inggris. Mantan komandan dan instruktur Pasukan Khusus Tiga Matra kerajaan Inggris. Seorang ahli strategi tempur darat, laut dan udara. Dia juga seorang perancang strategi ulung pertempuran kota. Disetiap aksi-aksi heroic pasukan khusus Inggris di perang melawan Irak, Blade bukan hanya menjadi perencana, dia adalah master of mind, master of plan dan master of act nya juga.


Setelah mendapatkan penghargaan tertinggi dari ratu Eliabeth, Blade memutuskan pensiun awal dari kedinasan karena tergiur dengan keuntungan finansial menjadi tentara bayaran. Dengan keahliannya, Blade bahkan bisa membangun bisnis tentara bayaran sendiri. Anak didiknya banyak digunakan oleh hampir seluruh negara-negara di dunia khususnya di negara-negara konflik. Setiap ada faksi yang menang. dipastikan ada keterlibatan Blade.


“Jadi menurutmu Alex adalah anak buah Blade Muller? Apa dia datang kemari untuk membalas kematiannya? Lalu darimana dia mendapatkan kemampuan hipnotiknya?”


“Siap Ndan! Aku juga telah lama menyeldiki hal ini bersama anak buahku,” ujar Dandung. “Ini adalah pembunuhan untuk mengalihkan hal yang lebih utama.”

__ADS_1


“Owh, jadi apa kesimpulanmu sementara ini?”


“Belum ada kesimpulan, tapi analisis berdasarkan fakta yang amat kuat.”


Simson mengangguk-anggukkan kepalanya. Wajahnya nampak serius mendengarkan penjelasan Dandung.


“Baiklah. Sekarang aku ingin mendengarkan analisismu.”


Dandung menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Berpikir sejenak sambil mempersiapkan kata-kata yang harus jelas terdengar oleh atasannya.


“Pola pembunuhan dengan modus hipnotis hanyalah pengalihan Ndan, Seperti mengail di air keruh, mereka memancing perhatian kita fokus pada satu hal. Padahal mereka sedang merencanakan aksi yang lebih besar. Mereka obok-obok airnya, dan pada saat yang sama juga menebarkan umpannya. Orang mengira ikan mati karena airnya yang keruh, padahal mereka mati karena memakan umpannya yang beracun.”


“Baik. Jadi maksudmu ada tujuan yang lebih besar dari sindikat hipnotik ini untuk mengelabui pandangan kita?”


Dandung mengangguk tegas.


“Lalu apa tujuan besarnya?”


“Kelompok Alex hanyalah kelompok kecil yang ditugaskan untuk membersihkan aparat kepolisian yang memiliki data tentang Blade Muller. Sedangkan kelompok besarnya punya target lain yang lebih besar lagi.”


“Kelompok lebih besar? Siapa gembongnya dan bagaimana profilnya?” ujar Simson.


“Dia Ron Muller. Taipan Inggris yang merupakan sepupu dari Blade Mulller.”


***


Malam begitu dingin. Udara yang lembab setelah hujan gerimis seharian menyebabkan orang-orang malas untuk bergerak ke luar rumah. Mereka lebih suka mendekam di dalam kamar bersama pasangannya, atau menonton film porno sambil tiduran bagi yang lajang. Bagi orang-orang yang selalu berpikir mesum, **** adalah rutinitas yang wajib dijalani setiap saat mereka membutuhkan.


Dentuman musik hingar bingar di tempa dengan teriakan orang-orang sungguh memekakkan telinga. Lalu mereka menari dalam gerakan yang tak beraturan, membuat suasana diskotek begitu gaduh. Asap rokok dan bau alkohol membuat orang-orang yang tidak terbiasa akan merasa jantungnya seolah akan meledak.


‘Tarik Sisss, semongko!!” teriak DJ cantik berpakaian seksi itu.


Lalu dia mulai memainkan tombol-tombol turntable untuk mengatur tempo dan mengubah pitch. Tangan satunya lincah meracik beberapa lagu dengan mixernya. Ditambah pengaturan nada yang begitu sempurna. Menciptakan harmoni musik yang membangkitkan jiwa muda para pendengarnya.


‘Ajeb-ajeb! Ajeb-ajeb Ajeb-ajeb!

__ADS_1


Ron Muller menenggak minuman terakhirnya sambil merengkuh tubuh seorang perempuan. Lalu dia menempelkan wajahnya di perut sang perempuan. Dengan lincahnya lidahnya menari-nari di pusarnya. Perempuan itu menggelinjang, lalu tangannya menekan dengan kuat wajah pria itu menempel kulit perutnya.


“Aakh! …” teriaknya dengan suara tertahan,


Ditengah putaran lampu warna-warni yang terus mengerjap tiada henti, didalam pengaruh alkohol sebotol Whiskey yang baru ditenggaknya, diantara kemarahan dan dendam yang selalu menghantui pikirannya, dunia kelab malam adalah surga halusinasi yang mampu membuatnya tertawa. Meyakinkan hatinya bahwa dia adalah pria yang kuat dan tidak mudah terbawa perasaan. Dia mampu mempermainkan orang lain dengan kekuatan uangnya.


“Aakh! Ssshh!...”



Tubuh perempuan berambut blonde itu terus menggelinjang diujung lidah Ron Muller. Seperti suara perempuan yang sedang tersiksa, lenguhan suaranya ditimpali suara isak tangis yang menyayat hati. Namun isak tangis itu bukan berarti dia sedang menderita, namun isak tangis karena merasa keenakan tubuhnya dimainkan oleh Ron. Lidah memang lebih kejam daripada mata pedang.



“Huft! Sudah Ron! Ampun! …ssshhh! A..aku su..sudah tidak kuaaaat,” ratapnya. “Aaaakhhh!!!!”


Suara ratapannya diakhiri letupan lahar panas dari bukit kecil dibawah perutnya.



“Auw!”



Tubuh perempuan PSK itu meliuk-liuk ke segala arah, seperti pohon tinggi yang tertipu angin kencang. Setelah itu menegang sejenak, melepaskan segenap rasa tanpa ada yang tertinggal. Dan hempasan lahar panas berbau anyir itu sempat mengenai wajah Ron. Membentuk titik-titik cairan di beberapa sudut wajahnya.



“Hrrgghh..”



Di ujung permainannya, perempuan itu menggeram puas. Lidah Ron bagaikan ujang kuas yang menari-nari di atas selembar kain kanvas, membentuk lukisan yang indah. Tapi entah mendapat bisikan iblis darimana, tiba-tiba Ron Muller mencabut pedang katana miliknya. Lalu dia berputar dengan sangat cepat sambil menebaskan pedang samurainya ke arah leher si perempuan yang masih terpejam.


__ADS_1


“Crash! Aaakh…!”


__ADS_2