DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)
EPS 82 ( TAK ) SELEBAR DAUN KELOR?


__ADS_3

EPS 82 ( TAK ) SELEBAR DAUN KELOR?


Angin semilir menyentuh wajahku. Menyapa lembut membawa aroma bunga. Wanginya kurasa hilangkan lara. Karena cinta kadang datang dari kepedihan. Dan tak semua bahagia adalah bahagia. Karena senyum bisa dibuat dari kepalsuan hati. Tapi kata hati adalah kebenaran yang tercipta dari belakang lidahmu.



Ren terdiam terpaku dalam kegelisahannya. Dia baru saja membaca pesan Min Ho, kalau kakaknya Ryong Bae sekarang ada di Indonesia. Pesan itu tidak menjelaskan bagaimana kakaknya bisa berada di negerinya Pranaja. Apa mereka pergi kesana bersama? Atau ada hal lain yang membuat kakaknya pergi ke Indonesia?



“Semoga Ryong ada bersama Pranaja. Aku yakin kalau mereka bersama, Ryong pasti aman,” kata Ren dalam hatinya.



Ren jadi teringat perjalanan maut mereka saat membelot dari Korea Utara ke Korea Selatan. Ada banyak bahaya maut yang mengancam nyawa mereka, tetapi Pranaja selalu bisa mengatasinya. Menemukan cara terbaik untuk menyelamatkan nyawa Ren dan kakaknya, Ryong Bae. Waktu itu dia belum terlalu mengenal Pranaja, walaupun benih-benih cinta telah terjalin diantara keduanya……



Flashback on…


Begitu sampai muara sungai Baekdu, Pranaja keluar dari kendaraan lapis bajanya. Lalu mengaktifkan baju pelindung T-Shield untuk meningkatkan kekuatan panca inderanya. Matanya tajam menatap hamparan permukaan dasar muara pertemuan sungai Baekdu dan sungai Yalu itu. Di permukaan tanah berpasir itu terlihat gundukan-gundukan kecil berisi ranjau-ranjau yang otomatis akan meledak begitu tersentuh tangan manusia.


“Apa yang dilakukan Pranaja, kak?” tanya Ren yang sedari tadi hanya terdiam.


“Dia sedang mengamati dasar muara sebelum kita memasuki sungai Yalu,” ujar Ryong sambil memandang tubuh Pranaja yang mengapung di dalam air.


‘Kenapa Pranaja mampu mengapung di dalam air selama itu? Apa dia juga bias bernafas di dalam air,’ batinnya sambil menggeleng kagum.


“Kenapa kakak malah tersenyum?” ujar Ren yang merasa aneh.


Ryong jadi tergagap.


“Oh, eh, anu…aku tersenyum melihat kemampuan Pranaja menahan nafas di dalam air. Sudah lebih dari sepuluh menit dia berada di sana.”


Ren ikut tersenyum. Ah, dia tidak perlu mencemaskannya lagi. Pranaja selalu memberikan kejutan yang mengagumkan. Mendadak Pranaja berteriak ke arah mereka.

__ADS_1


“Banyak ranjau di dasar muara Ryong! Jangan menjatuhkan apapun ke bawah!” teriaknya.


Ryong menganggukkan kepala sambil mengacungkan jempolnya. Ups! Tapi… Ryong baru sadar kalau barusan Pranaja berbicara di dalam air dan suaranya terdengar begitu jelas.


Hah? Kok bisa? Pranaja itu Aquaman juga? Beribu pertanyaan muncul dalam hatinya.


Pranaja masuk kembali ke dalam kendaraan lapis baja dan melanjutkan perjalanannya. Perlahan kapal selamnya melewai muara sungai bak ladang ranjau itu dan masuk ke sungai Yalu. Sungai besar yang menjadi perbatasan China dan Korea Utara. Sungai yang menjadi batas kemakmuran dan kemiskinan. China dan Korea Utara.


Pranaja semakin menambah volume air pada tabung udara. Kapal selamnya pun semakin tenggelam di kedalaman limabelas meter sungai Yalu. Kedalaman yang sangat aman, tak mungkin tertangkap pandangan mata manusia biasa. Sungai yang diatas permukaannya banyak kapal pedagang yang berlalu lalang itu juga aman tanpa sensor.


Di luar perhitungan Pranaja dan Ryong, pergerakan mereka tertangkap oleh citra satelit China yang mampu menembus kedalaman air dari luar angkasa. Mereka menangkap pergerakan kapal selam asing di perbatasa China dan Korea Utara. Militer China segera memberikan informasi itu kepada militer Korea Utara. Dan dua kekuatan milter itu bekerja sama untuk meringkus benda asing mencurigakan di dalam sungai Yalu.


“Tuiiiit! Tuuiiit! Tuiit!


Terdengar bunyi sirine membelah angkasa sambung menyambung. Seluruh kekuatan militer Korea Utara di sepanjang perbatasan langsung disiagakan. Tanpa konfirmasi apapun, mereka langsung menluncurkan torpedo-terpedo yang meluncur dengan kecepatan tinggi di dalam air. Dan Pranaja serta Ryong tidak menyadarinya sama sekali.


Namun insting tajam Pranaja menangkap potensi berbahaya itu. Dia terkesiap kaget, merasakan ada benda-benda yang meluncur cepat untuk menghancurkan keberadaan kapal selamnya. Secepat kilat tubuh pemuda itu keluar dan berdiri gagah di atas kendaraannya. Begitu torpedo-terpedo itu mendekat, dalam jarak lima puluh meter, dia menghentakkan kakinya keras sekali.


“Kekuatan Dinding Angin!” teriaknya.


“Bum! Bum! Bum!”


Ryong dan Ren yang tidak tahu datangnya bahaya, terkejut bukan kepalang. Apa itu? Beberapa saat kemudian baru mereka menyadari kapal mereka sedang di serang militer Korea Utara bekerja sama dengan militer China. Sementara itu Kapal selam mereka terus meluncur ke bawah dengan cepat, menuju dasar sungai yang penuh ranjau! Apalagi gelombang akibat ledakan itu ikut mendorong dengan kuat ke bawah!


Heyaa!


Secepat kilat tubuh Pranaja berkelebat ke bawah lambung kapal selamnya. Kedua tangannya ditempelkan ke dinding lambung kapal, lalu mengeluarkan kekuatan Geni Sawiji.


“Kekuatan Geni Sawiji!”


Sesaat kemudian tubuh dan kapal selam yang di sentuhnya diselubungi api biru. Warna birunya begitu terang, berpendar di dalam air menerangi sungai Yalu. Permukaan air sungai Yalu pada jarak seratus meter persegi mendadak mendidih karena efek panas dari tubuh Pranaja. Satu persatu puluhan ranjau darat yang ditimbun di dalam dasar sungai meledak dengan dahsyat.


Bum! Bum! Bum! Bum! Bum!


Setelah sinar biru yang mewarnai air sungai Yalu, dari dasarnya muncul semburan debu dan api berwarna merah keputihan. Pemandangan yang sangat indah dilihat dari citra satelit. Seperti bunga-bunga yang bermekaran di dalam aquarium kaca berwarna biru.

__ADS_1


Blar! Blar! Blar! Blar! Blar!


Lalu semburat airnya memancar tinggi ke udara bagaikan pohon-pohon cemara tertutup salju yang bermunculan dari dalam air. Keindahan yang menakutkan! Tapi akhirnya mereka berhasil menyelamatkan diri dari kejaran milter dua negara komunis itu.


Flasback off…



Min Ho memperhatikan pesan yang baru saja di kirimnya kepada Ren. Ada tanda centang dua, berarti pesan itu langsung dibaca. Namun, setelah menunggu beberapa lama, Min Ho tidak mendapat balasan apapun dari Ren. Dia pun mengirimkan pesan sekali lagi.



Drrt..Drrt..Drrt..!



Ponsel Ren kembali bergetar. Gadis itu tersentak dari lamunannya.


‘Min Ho?’ batinnya.


“Bagaimana kakakku bisa sampai ke Indonesia Min Ho?” sahut Ren lewat pesan Whatshapp.


“Dia terdeteksi di bandara internasional Singapura, Changi bersama seorang perempuan. Dari hasil penelusuran identitas elektronik, perempuan itu bernama Andini.”


“Andini? Siapa dia? Yang aku tahu Ryong tidak punya teman perempuan.”


“Kemungkinan besar dia adalah kekasih Ryong. Dia adalah warga Indonesia yang bekerja di Korea sebagai babysitter.”



Ren mengernyitkan keningnya. Kakaknya memiliki seorang kekasih? Dan dia adalah orang Indonesia seperti juga kekasihnya, Rich Pranaja?



Owh, betapa sempitnya dunia!

__ADS_1


__ADS_2