DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)
EPS 81 AKU INGIN PULANG


__ADS_3

EPS 81 AKU INGIN PULANG


Pada saat-saat yang sulit, bersikap tenang akan membantu kita menemukan jalan keluar. Bersikap tenang dan berpikir cerdas walaupun dalam keadaan bahaya, akan menyelamatkanmu.


Keberadaan Ryong di pantai Eurwangni, tercium oleh Josephine Conan, detektif swasta yang disewa oleh Lee Min Ho. Perempuan gesit itu langsung bergerak cepat bersama beberapa anak buahnya. Lima mobil SUV hitam meluncur keluar dari kantornya dan melesat cepat menuju sasaran. Jarak kantornya ke pantai berpasir putih itu sekilat duabelas kilometer.


Tak sampai sepuluh menit mobil-mobil itu sudah tiba di pantai Eurwangni. Anak buahnya segera turun dari mobil dan menyebar ke setiap sudut pantai. Berdasarkan informasi citra satelit, diperoleh gambar Ryong Bae memakai pakaian badut. Namun setelah dicari kemana-mana mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari. Hanya baju badutnya yang terpendam diantara tumpukan barang-barang bekas di bak sampah.


“Cepat! Telusuri semua jalan keluar dari pantai ini. Aku yakin mereka belum terlalu jauh dari sini!” teriak Josephine.


Sementara itu, Ryong berjalan cepat. Digendongnya tubuh kecil Akira dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menggenggam erat tangan Andini. Untuk beberapa saat Andini terkejut, merasakan pegangan kuat tangan Ryong di pergelangan tangannya. Lalu ditariknya tangan Andini untuk berjalan mengikutinya. Untunglah hari ini hari Minggu, pantai cukup ramai dengan pengunjung, sehingga mereka dapat berjalan menyelusup diantara orang-orang.


“Mau kemana kita Ryong?” tanya Andini sedikit cemas.


“Kita akan menuju pool Takasi disebelah sana,” ujar Ryong sambil menunjuk sebuah tempat di ujung jalan sebelah kanan. “Kita akan membuat gerakan kamuflase untuk menipu bergerakan kita. Itulah hidup.”


Sesampainya di tempat itu, Ryong membagikan uangnya kepada beberapa supir taksi untuk segera pergi ke berbagai arah. Setelah itu dia naik sebuah mobil taksi menuju flat kecil yang disewanya sebagai tempat tinggal. Deretan flat, layaknya rumah kos para pekerja pabrik di pinggiran ibukota Korea Selatan, Seoul.


“Kita butuh tempat persembunyian baru Andini,” ujar Ryong dengan cemas.


“Kau bisa bersembunyi di rumahku Ryong.”


“Oh ya? Dimana?”


“Indonesia.”


What? Bibir Ryong sampai melongo. Tapi kemudian menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Aku tidak akan meninggalkan Ren sendirian disini.”


“Siapa bilang Ren masih disini?”


Ryong terkesiap kaget.


“A..apa maksudmu Andini.”


“Siapa tahu Ren sudah dibawa Pranaja ke Indonesia. Sudah sekian lamanya kau mencari adikmu di Seoul, tapi tidak ketemu kan? Padahal Seoul bukan kota yang begitu luas, maksudku luasnya masih kalah dengan Jakarta.”

__ADS_1


Ryong terdiam. Ren ada di Indonesia? Masuk akal juga. Dia yakin dengan kemampuan dan cinta yang dimilikinya, Pranaja akan menjaga Ren seutuhnya. Ryong menatap wajah Andini dalam-dalam. Ah, bersama Andini, Indonesia adalah tempat persembunyian terbaik untuk dirinya, Ren dan Pranaja.


“Baiklah Andini. Aku akan menemanimu pulang ke Jakarta. Tapi bagaimana caranya?” Tanya Ryong.


Andini tersenyum.


“Serahkan saja pada bosku. Dia akan mengatur kepulangan kita dengan ketat, rahasia dan aman dari orang-orang yang mengincarmu.”


Ryong terkesima mendengar kecerdasan Andini.


“Terimakasih Andini.”


“Hanya itu?”


“Apa maksudmu?”


“Tidak ada.”


Andini mendengus kesal. Huh, dasar pemuda tidak peka dengan perasaan perempuan, batinnya. Dia lalu menelpon papa sama mamanya Akira untuk membantu kepulangan mereka ke Indonesia. Mereka berjanji segera membantu kepulangan Andini ke negeri leluhurnya, Indonesia.


“Besok akan kami krim Jet pribadi untuk menjemput kalian.”


Seperti sebuah mimpi tetapi nyata, Ryong Bae menginjakkan kakinya di Bandara Paya Lebar, Singapura. Bandara dengan panjang landasan pacunya hampir empat ribu meter, itu merupakan bandara terpanjang kedua setelah bandara internasional Changi. Pada masa awal-awal Singapura memisahkan diri dari Malaysia, Paya Lebar merupakan Bandara Internasional sebelum Bandara Changi dibangun.


Sekarang dia berkunjung langsung ke sebuah negeri yang sudah lama dia kenal tetapi belum pernah mengunjunginya. Kakinya bahkan sedikit gemetar saat turun dari pesawat jet pribadi yang di tumpanginya. Di luar bandara terlihat mobil SUV Hyundai Palisade warna silver menjemput mereka. Seorang supir memperkenalkan diri sebagai utusan papanya Akira untuk menjemput mereka.



Setelah menyerahkan Akira kepada kedua orang tuanya. Andini dan Ryong segera melanjutkan perjalanan ke Indonesia dengan menumpang pesawat komersil Singapore Airlines. Di bandara internasional Changi inilah fotonya terdeteksi oleh anak buah Josephine Conan, sehingga mereka tahu kalau Ryong Bae sudah berada di Indonesia. Namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena di luar wilayah hukum Korea.



“Maaf, bos kita gagal mendapatkan Ryong Bae. Dia berhasil lolos bersama pacarnya dan terlihat di bandara internasional Changi Singapura. Kemungkinan besar mereka akan pulang ke Indonesia, negeri asal pacarnya,” ujar Josephine kepada Lee Min Ho.



Wajah Min Ho terlihat sangat kecewa, tapi dia tahu Josephne sudah melakukan upaya maksimal. Dan dia juga tahu, Ryong Bae adalah mantan perwira pasukan elit Angkatan Udara Korea Utara, yang sangat terlatih. Bahkan dia adalah perwira dengan lulusan terbaik. Tak heran detektif handal berpengalaman seperti Josephine Conan pun mampu dikelabuinya.

__ADS_1



“Oke. Aku akan memberitahu Ren segera,” ujarnya.


Josephine segera membalikkan tubuhnya dan hendak keluar ruangan, saat Min Ho memanggilnya kembali.


“Eh, Josephine! Bagaimana dengan Rich Pranaja?”



Detektif swasta itu berbalik dan menghampiri Min Ho kembali.


“Kita tidak bisa menemukan sosok bernama Rich Pranaja. Menurut data intelijen, hanya ada dua orang yang terlibat dalam peristiwa pembelotan itu, yaitu Ryong Bae dan Ryung Nae. Tidak ada nama Rich Pranaja.”



Lee Min Ho mengernyitkan keningnya. Aneh, padahal jelas-jelas Ren bercerita kalau ada tiga orang yang berhasil memasuki wilayah Korea Selatan saat mereka di serang pesawat-pesawat tempur Tiongkok. Ren tidak mungkin berbohong. Kalau begitu siapa Rich Pranaja? Mengapa dia menjadi sosok yang begitu misterius dan menghilang begitu saja. Atau ada kekuatan yang menutupi keberadaanya?



“Ini menjadi tugasmu sekarang Josephine. Terus lacak dan pelajari siapa sosok bernama Rich Pranaja ini. Aku penasaran ingin melihatnya,” perintah Min Ho.


“Siap Bos!”



Josephine menganggukkan kepalanya. Setelah itu dia membalikkan tubuhnya dan segera berlalu meninggalkan ruangan bosnya. Sementara Min Ho masih duduk di kursinya, sambil mengetuk-ngetukkan ballpoint di pelipisnya. Terlihat dia sedang berpikir keras. Dia tidak tahu apakah dia terbawa rasa penasaran atau terbawa rasa cemburu terhadap Rich Pranaja yang diakui Ren sebagai kekasihnya.


Lalu pemuda tampan itu mengambil ponselnya, dan memberitahu Ren tentang posisi keberadaan Ryong Bae, kakaknya.



“Maaf Ren, aku gagal menangkap Ryong Bae. Berdasarkan catatan intlijen kakakmu sekarang berada di Indonesia sejak dua hari yang lalu.”



Min Ho memperhatikan pesan yang baru saja di kirimnya kepada Ren. Ada tanda centang dua, berarti pesan itu langsung dibaca. Namun, setelah menunggu beberapa lama, Min Ho tidak mendapat balasan apapun dari Ren. Dia pun mengirimkan pesan sekali lagi.

__ADS_1



“REN…?”


__ADS_2