DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)
EPS 74 DENDAM WAJIB DITUNTASKAN


__ADS_3

EPS 74 DENDAM WAJIB DITUNTASKAN


Aku perlu kamu. Untuk menyelesaikan hari ini dan kemudian hari. Dan maukah kamu berjanji, kita yang akan saling menguatkan kini dan nanti?


Dandung memegang tangan Ken Darsih erat-erat. Dalam cinta yang sedang tumbuh berkembang, logika berpikir hanyalah benalu yang hanya akan meracuni keindahan cinta. Maka lakukan apapun untuk merasakan cinta dihatimu walaupun kau tidak tahu akhirnya seperti apa dan berapa kerugian yang akan kau rasakan.


“Kenapa kau masih memperturutkan dendammu, daripada kebahagiaanmu Ken? Lupakanlah Miryam dan tinggalkan rasa marah itu dibelakang hatimu,” ujar Dandung seperti memohon.


“Tidak Dandung. Perhatian dan rasa sayangmu kepadaku itu adalah anugerah, tapi dendam ini ada kewajibanku untuk menuntaskannya. Dalam dunia siluman, perbuatan tidak mengandung kebaikan, tidak perduli salah atau benar, baik atau buruk. Tapi dendam adalah hutang yang harus dibayar sampai keturunan yang terakhir.”


Kata-kata Ken Darsih begitu menyentuh hati Dandung. Bagi manusia, berfokus pada kebaikan akan memberikan keberkahan dan keselamatan hidup. Bagi Ken Darsih menuntaskan dendam adalah kewajiban sebagai wujud baktinya kepada ibu angkatnya nyai Nagabadra.


FLASHBACK ON


Daun-daun berguguran dan ranting-ranting yang patah berjatuhan ke bumi Kethileng. Terasa bumi bergetar hebat, mengiringi suara angin yang bergemuruh. Binatang-binatang penghuni hutan langsung berlarian kesana kemari untuk menyelamatkan diri.

__ADS_1


‘Aargh!’ terdengar auman menggelegar yang sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan daripada auman singa. Itulah suara sukma nyai Nagabadra, yang bangkit dari kubur untuk menyambut puterinya yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.


‘Bangunlah Ken Darsih. Musuh besarmu Miryam juga baru saja bangun dari tidurnya. Saatnya kau pergi dan lampiaskan dendamku kepadanya,” bisik Nyai Nagabadra.


Perlahan mata Ken Darsih terbuka. Lalu meregangkan tubuhnya. Dia merasa segar sekali hari ini. Seyelah beberapa saat barulah dia menyadari kalau nyai Nagabadra, ibu angkatnya, tak ada di sampingnya.


“Ibuu! Ibu nyai!” teriaknya berkali-kali.


“Aargh!!” terdengar auman naga.


“Ibu!” teriaknya.


Wajahnya nampak gembira. Matanya berbinar melihat kedatangan sukma ibunya. Namun sesat kemudian air mukanya berubah.


‘Itu bukan sosok ibuku, tapi hanyalah sukmanya saja,’ batinnya. Apa yang tejadi?

__ADS_1


“Apa yang terjadi ibu? Siapa yang melakukannya?” teriak Ken Darih.


“Pelakunya adalah Miryam, keturunan terakhir dari darah Jalatunda,” jawab ibunya.


Ssshhh! Wajah Ken darsih langsung berubah mengerikan. Perlahan wajahnya berubah menjadi hijau, pertanda dia sedang berada di puncak kemarahannya. Saat di puncak kemarahannya itulah sifat silumannya muncul. Matanya berubah menjadi merah menyala, lidahnya menjulur-julur keluar dan kuku di jari jemarinya menjadi hitam keunguan.


“Miryam tunggulah pembalasanku. Kau telah membunuh ibuku, dan aku bersumpah akan membunuhmu dengan cara yang paling hina,” sumpahnya penuh kebencian.


Lalu terdengar suara petir menggelegar, dikuti cahaya kilat susul menyusul. Sepertinya langit pun merestui sumpah yang diucapkan Ken Darsih.


FLASHBACK OFF


Pengkhianatan itu ibarat lumut yang tumbuh di sela-sela bebatuan menyelusup dan tumbuh lalu secara perlahan menghancurkan.


Tiba-tiba terasa angin berkesiur lembut, membawa hawa dingin yang menusuk. Disusul suara gemuruh dari atas perbukitan. Angin yang berhembuas lirih itu berubah menjadi angina ribut yang menerbangkan debu dan sampah ke udara. Japri mengalihkan pandangannya ke atas bukit. Rupanya arwah siluman naga merasakan apa yang sedang ereka pebincangkan. Daan dia menunjukkan kemarahannya.

__ADS_1


“AARGGH!!!”


__ADS_2