EPS 59 BLENHEIM
Pagi yang hangat di Blenheim, sebuah kota kecil yang indah di bagian selatan Selandia Baru. Mengawali musim panas, kota kecil ini cukup ramai dikunjungi para pelancong dari dalam dan luar negeri yang ingin menikmati suasana kota sub-tropis yang ramah. Penduduknya yang murah senyum akan menyambut kedatangan para tamu dengan kelezatan kuliner khas Selandia Baru.
Dari pelabuhan Havelock yang menawan, meluncur tiga buah mobil Volvo hitam dengan kecepatan sedang. Dua mobil berjalan di depan, dan satu lagi berjalan dibelakang mobil Rolls-Royce Sweptail seri terbaru yang hanya diproduksi sepuluh buah saja oleh pabrikannya di Inggris. Di dalam mobil berharga seratus tujuh puluh milyar rupiah itu, Marcon Allpanigard duduk sendiri sambil menikmati alunan music dari gadgetnya.
Rain and tears are the same
But in the sun you've got to play the game
When you cry
In winter time
You can pretend
It's nothing but the rain
How many times I've seen
Tears coming from your blue eyes
Rain and tears, are the same
But in the sun
You've got to play the game
Give me an answer, love (oh)
I need an answer, love (oh)
Rain and tears in the sun
But in your heart
You feel the rainbow waves.
"Rain and Tears" adalah lagu yang dilantunkan oleh Demis Roussos seorang penyanyi asal Yunani dan anggota band Aphrodite's Child. Lagu ini rilis pada 1993 dalam album yang bertajuk The Art of Demis Roussos and Aphrodite’s Child. Lagu yang sempat meledak dan menduduki puncak tangga lagu di blantika music Eropa dan Amerika. Syairnya yang syahdu seperti memberi energy bagi jiwa-jiwa kesepian macam Marcon Allpanigard.
Hujan dan air mata itu sama
Tapi di bawah matahari kau harus memainkan permainan
Ketika kau menangis di musim dingin
Kau bisa berpura-pura itu bukan apa-apa selain hujan
__ADS_1
Berapa kali aku banyak melihat
Air mata keluar dari mata birumu
Hujan dan air mata itu sama
Tapi di bawah matahari kau harus memainkan permainan
Berikan aku sebuah cinta yang tidak menentu
Aku membutuhkan sebuah cinta yang tidak menentu
Hujan dan air mata di bawah matahari
Tapi di dalam hatimu kau merasakan gelombang pelangi
Terlihat Marcon bergumam menyanyikan syair lagu yang sudah dihapalnya diluar kepala itu dengan khusyuk. Kehidupannya yang penuh dengan gelimang harta, ambisinya yang begitu membuncah untuk menguasai dunia, dan cintanya yang begitu dalam ke pada penasihat hukumnya, justru membuat hatinya menjadi sering kosong. Apalagi sampai detik ini, gadis pujaannya itu belum juga membukakan hati untuknya.
Drrt..Drrrt…Drrt!
Benda pipih berwarna hitam, yang dibalut lapisan emas 36 karat yang terukir di bagian sapingnya itu bergetar. Diambilnya ponsel pribadinya itu lalu melihat kea rah layar. Terlihat wajahnya berubah begitu sumringah. Bibirnya tersenyum lebar da nada rona merah yang terlihat di garis wajahnya yang putih. Susan? Batinnya. CEO tampan pemilik Mexican Viscom Media itu langsung menyapanya.
“Hallo Marcon. Kau sudah sampai di Blenheim?” Tanya Susan See, penasihat hukumnya.
“Aku baru saja keluar dari pelabuhan dan sedang dalam perjalanan menuju mansion milik kakekku dulu,” katanya.
“Baik. Aku juga sudah tiba di hotel tadi malam. Dan siap menunggu mobil jemputan.” Sahut Susan.
“Baiklah. Tunggulah di situ dan nikmati keindahan kota milik kakek buyutku dahulu,” ujar Marcon sambil menutup ponselnya.
Leluhur Marcon dari ayahnya dahulu adalah seorang keluarga bangsawan Inggris yang menjadi orang kepercayaan Duke and Duchess of Marlborough ke 11. Leluhurnya yang memiliki jiwa pengusaha kemudian membuka petambangan emas di kawasan pelabuhan Havelock pada abad pertengahan. Dari kota itulah usaha leluhurnya it uterus diwariskan secara turun temurun dan sekarang dipegang ayahnya, Weizmo Cazorla.
Blenheim adalah tempat yang sempurna untuk mengawali penjelajahan menuju ke kawasan perkebunan anggur dan daya tarik wisata di sepanjang sungai Marlborough yang eksotis. Dataran sungai besar di dekat kota Blenheim, Selandia Baru, seperti dibangun khusus oleh alam untuk menanam anggur. Kawasan sungai Marlborough yang luas, rumah bagi banyak perkebunan anggur yang ramah, kafe, restoran, dan produsen makanan adiboga.
Musim panas kering yang panjang dengan hari yang hangat dan malam yang sejuk membantu anggur tetap masam selama periode pematangan yang panjang. Tanah yang dangkal, dan cepat meresapkan air dengan kesuburan rendah membantu menghasilkan anggur berkualitas karena mengurangi kekokohan tanaman anggur. Anggur Marlborough terkenal karena karakter buah yang menonjol dan rasa masam, serta beraroma herba.
__ADS_1
Tak berapa lama rombongan Marcon dan anak buahnya sampai di sebuah kastil besar bergaya klasik yang sangat mewah, Allpanigard Castle. Menunjukkan kelas keluarganya yang berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya. Bahkan seperempat dari luas perkebunan anggur yang ada di Bleinheim adalah milik keluarganya. Ditambah lagi dengan bekas lahan tambang emasnya yang sudah ditutup dan sekarang menjadi tempat pembiakan kerang yang menghasilkan mutiara terbaik di dunia.
“Selamat datang, Tuan Marcon,” ujar Jeffrey, kepala rumah tangga mansion miliknya.
Jeffrey berdiri membuka pintu mobil. Dibelakangnya berdiri para pelayan lainnya yang turut menyambut kedatangan tuan mudanya itu. Dibalik sifatnya yang ambisius, Marcon adalah sosok yang lembut dan dihormati para pelayannya. Dia selalu menghargai kerja keras mereka dan tak pelit memberikan pujian.
“Terimakasih Jeffrey. Tolong siapkan satu kamar khusus untuk penasehat hukumku yang masih berada di hotel. Perintahkan supir untuk menjemputnya,” ujar Marcon sambil memeberikan selembar kartu nama Susan Ferguson dari Susan See Law and Firm.
Jeffey menganggukkan kepalanya, lalu memberi jalan tuan mudanya untuk masuk ke dalam kastil megahnya itu. Sementara para pengawal Marcon segera menyebar dan berbaur dengan para penjaga yang sudah ada di tempat itu. Tak lama kemudian mobil yang diperintahkan untuk menjemput Susan sudah kembali ke kastil. Marcon langsung turun sendiri menyambut perempuan cantik yang datang dengan satu orang asistennya itu.
“Selamat datang , sayang,” sapa Marcon sambil mengulurkan tangan kanannya.
Susan tersenyum datar Kemudian menyambut uluran tangan CEO tampan itu.
“Terimakasih, Marcon.”
Susan memandang sekilas bangunan kastil yang megah itu.
“Dimana Pramono?”
Belum sempat Marcon menjawab, tiba-tiba terdengar suara beberapa mobil yang berdecit di luar pintu gerbang. Puluhan orang berbadan tegap dan bersenjata lengkap turun dari mobil dan segera menyebar. Pasukan pengawal Marcon langsung siap siaga. Mereka membidikkan senjatanya, tapi Marcon mengangkat tangannya.
“Tahan senjata kalian!” teriaknya.
Susan sedikit panik. Setelah diberi tanda oleh Marcon, dia paham, kalau yang barusan datang adalah tentara bayaran pengawal Pramono. Tapi dia tidak melihat sosok kepercayaan Subrata itu.
“Dimana Pramono?” dia mengulangi pertanyaannya.
__ADS_1
Mendadak terdengar suara gemuruh di udara. Sebuah helikopter Apache turun dari langit dan mendarat di halaman kastil. Dan Marcon tidak perlu menjawab pertanyaan Susan, karena gadis itu sudah tahu kalau orang dibalik helicopter tempur itu adalah salah satu bos dunia hitam yang paling ditakuti di dunia, Mister Pramono.