EPS 80 LOVE INDONESIA
Bulan tak berkabut. Menggantung kokoh di angkasa raya. Seolah sedang menebarkan pesonanya sebagai raja di malam hari. Sinarnya yang terang menghapus kegelapan di muka bumi. Membantu para pengembara menemukan jalannya kembali agar tidak tersesat. Membuat anak-anak berkumpul untuk bermain di halaman rumah mereka yang luas.
Ren masih duduk menikmati wajah bulan bersama Min Ho. Wajah Ren terlihat bahagia dan tak henti mengucapkan kata terimakasih. Di depannya Min Ho hanya tersenyum menikmati pesona gadis itu. Aktor film yang menjadi lawan main dalam film perdananya, berjanji akan membantu untuk mencari Ryong Bae dan Rich Pranaja.
“Min Ho, bantulah aku menemukan mereka. Kau bersedia kan?”
“Tentu saja Ren. Aku berjanji akan menemukan mereka,” ucap Min Ho dengan semangat. “Eh, tapi siapa Rich Pranaja? Dia kakakmu juga?”
Ren menggelengkan kepalanya.
“Bukan. Dia kekasihku.”
Deg!
Hati Min Ho seperti dipukul palu godam. Kekasih? Dia tak pernah menyangka gadis seperti Ren sudah punya kekasih. Walaupun memiliki rupa yang mempesona, tapi Ren terlalu naïf untuk gadis yang sudah memiliki kekasih, tidak seperti gadis-gadis Korea Selatan yang dikenalnya. Mereka jauh lebih agresif daripada Ren.
“Min Ho. Kenapa kau malah terdiam?”
Min Ho tergagap.
“Eh, owh aku tiba-tiba merasa ikut sedih saja Ren,” kilahnya.
Ren tersenyum, air matanya kembali menetes.
“Terimakasih ya.”
Ren memegang tangan Min Ho dengan lembut. Lalu mereka saling bertatapan. Ada rasa bahagia yang terlihat di mata Ren. Dia yakin Min Ho, dengan kapasitasnya sebagai artis terkenal yang punya banyak teman di Departemen Dalam Negeri dan intelijen pasti dapat menemukan orang-orang yang dikasihinya itu dengan cepat.
“Aku berjanji akan menemukan mereka secepatnya,” janji Min Ho dengan yakin.
Malam semakin larut. Ada gugusan awan hitam yang menutupi wajah bulan. Tanpa cahaya bulan, langit semakin kelam namun bintang-bintang terlihat semakin terang. Kerlip cahayanya seperti detak jantung yang selalu berdenyut, mengisyaratkan tanda-tanda bagi manusia yang mau berpikir.
***
Seminggu berlalu. Cedera kaki yang dialami Lee Min Ho sudah membaik. Dia tidak lagi membutuhkan tongkat penyangga untuk berjalan. Kegiatan syuting pun sudah kembali dilakukan. Tinggal adegan-adegan kecil yang tidak lagi membahayakan cederanya. Kalaupun ada adegan yang membutuhkan gerakan pertarungan, ada pemain pengganti yang akan melakukannya, walapun sebenarnya dia tidak suka.
__ADS_1
“Minggu depan ditarget pengambilan gambar sudah selesai semua. Setelah masuk proses editing dan produksi, maka kita akan melakukan kegiatan promosi sebelum film itu tayang sekitar petengahan tahun ini,” kata sutradara sekaligus penulis skenario film mereka, Jason Kim.
Jason Kim adalah salah satu sutradara paling terkenal di Korea Selatan. Namanya masuk dalam daftar rangking sepuluh sutradara yang film-filmya paling di tunggu para sineas, pecinta film dan drama Korea. Lelaki kelahiran Seoul, 1972 itu telah membuat film-film box office yang menuai banyak pujian dari para kritikus film nasioanal maupun internasional. Karya-karyanya juga telah banyak mendapatkan penghargaan dari ajang festival film dunia.
“Apa kegiatan promosinya juga melibatkan seluruh bintang utama?” tanya Min Ho.
Jason menganggukkan kepalanya.
“Tentu saja. Semua bintang utama seperti Ren dan terutama kau harus ikut kegiatan ini. Karena banyak penggemar Min Ho di negara-negara Asia Tenggara yang sangat menunggu film ini segea tayang.”
“Ke mana saja Jason?”
Jason menggelengkan kepalanya.
“Detailnya nanti NJ Entertainment sebagai produser film ini yang akan mengaturnya. Tapi kalau tidak salah ada empat negara yang dituju. Yaitu Vietnam, Thailand, Singapura dan Indonesia.”
Wajah Ren langsung terkesiap. Dia yang sedari tadi terdiam tanpa sadar ikut berbicara.
“Indonesia?” gumamnya.
Jason mengangguk lagi. Tapi dia tak begitu memperhatikan perubahan di wajah Ren.
“Oh ya?” tanya Min Ho.
Terlihat matanya membelakak sempurna.
“Aku kenal beberapa diantaranya, seperti Quora Youtixs, Nindira Lwrnf, Acha Ceresia, Yukiti, Li Permana, Mommy Gio, Elisabeth Ratna Susanti, Arsy Qurratu’ain, Yenni Azzahra, Neti Jalia, Ulfa Zahra, Ria Diana Santi dan banyak lagi lainnya. Mereka author-author hebat yang aku koleksi novel-novelnya,” ujar Lee Min Ho bersemangat.
Jason Kim terkekeh, tidak menyangka ternyata Lee Min Ho suka membaca novel.
“Pengetahuanmu akan dunia novel boleh juga Min Ho.”
“Selain itu ada Ana Johana, Cahaya, Erni Sari, Mun, Menik, Lucy Vanesha, Melani Putri, Haryani. Aku juga koleksi novel-nvel mereka,” kata Ren tidak mau kalah.
Jason dan Min Ho langsung menatap Ren dengan takjub.
“Bahkan ada juga novel yang gak jelas, judulnya Dibalik Emotikon Cinta, tapi aku lupa siapa penulisnya,” sambung Ren.
__ADS_1
“Sis Fauzi!” sahut Jason dan Min Ho berbarengan.
“Hah? Kalian juga baca novelnya?” tanya Ren sambil mengernyitkan keningnya.
“Hahaha…”
Jason dan Min Ho malah terkekeh. Wajah mereka begitu senang melihat wajah Ren yang penuh tanya. Ren semakin penasaran.
“Eh kenapa kalian malah menertawakanku?”
Tapi kedua lelaki beda generasi itu malah membalikkan tubuh dan pergi begitu saja. Meninggalkan Ren yang masih terlihat penasaran. Tubuh mereka pun hilang dari balik tenda biru yang semakin lengang. Sementara suara tawa mereka masih menggema mengisi ruang-ruang rindu di hati Ren.
***
“Apa? Indonesia? Itu tidak mungkin,” ujar Song sambil memandang wajah sahabatnya seperti tak percaya.
“Iya, bener Song. Pak Jason Kim sendiri yang mengatakan bahwa NI Entertainmen sebagai produser yang akan memfasilitasi kegiatan promosi tersebut,” jelas Ren.
Song melonjak-lonjak kegirangan. Dia sudah membayangkan keindahan pantai-pantai di Indonesia dengan berbagai keragaman adat dan budaya yang unik, langka dan indah. Indonesia adalah negeri kepulauan, dengan jumlah pulaunya melebihi angka 17.000 pulau, Namun sebagian pulau-pulau itu tidak berpenghuni. Karena mereka lebih suka tinggal di lima puau besar diantaranya yaitu, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera,
“Aku sudah tidak sabar mandi sinar matahari yang hangat sambil berjemur di pantai Indonesaia. Love Indonesia!” ujar Song sambil menari-nari dengan gerakan yang tidak jelas.
“Hey! Kita ini mau kerja, buka mau piknik Song!” ujar Ren sedikit kesal. “Mana ada jalan ke pantai.”
Song terdiam. Wajahnya sedikit kecewa. Mendadak dia ingat sesuatu.
“Eh, Ren. Bukannya kekasihmu itu juga berasal dari sana? Ehm..maksudku Indonesia?” tanya Song.
Ren menganggukkan kepalanya.
“Mudah-mudahan Pranaja ikut menyambut kedatagan kita,” ujar Song sambil matanya terpejam, berdoa.
Drrt…! Drrrt…!Drrrt…!
Ponsel Ren bergetar. Ren segera mengambinya. Ada pesan Whattshap masuk dari Min Ho.
“Maaf Ren, aku gagal menangkap Ryong Bae. Berdasarkan catatan intlijen kakakmu sekarang berada di Indonesia sejak dua hari yang lalu.”
__ADS_1
“APA! INDONESIA?”