Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Mulai Cinta


__ADS_3

Selamat malam. Selamat baca ya


❤️🖤


***


Terlihat Fatih sudah keluar dari bandara Ngurah Rai, Bali. Wanita ini membawa sebuah koper dan tas jinjing ditangannya. Ia terus berjalan melirik sana-sini untuk mencari taxi. Bermodalkan ucapan Ibra yang ia ingat, kalau lelaki itu akan menginap di salah satu Hotel A berbintang di sana.


Di dalam pesawat ia baru teringat, jika kedatangannya ke Bali belum di ketahui oleh Ibra. Bagaimana mau menghubungi suaminya, jika mereka saja lupa untuk bertukar nomor handphone.


Bodoh! Hahaha...


Setelah menunggu lama, akhir nya ia mendapatkan taxi untuk membawanya ke hotel yang ingin ia tuju.


"Jam segini, Mas Ibra udah di hotel belum ya?"


Dada nya berdegup sambil melihati arloji ditangannya yang sudah menunjukan pukul 20.00 malam.


"Pasti lah udah! Mungkin lagi tidur.."


Fatih hanya terus memantapkan hatinya untuk berfikir positif. Ia tidak bisa membayangkan jika sampai disana, dengan tubuh yang sudah lelah, mengetahui jika suami nya tidak ada di kamar. Ia pasti akan menunggu tanpa kepastian yang jelas.


"Mati deh, gue !"


Suara umpatan mengalir di dalam hatinya. Ketika melihat jalanan malam ini begitu macet dan penuh akan banyak kendaraan.


Fatih hanya bisa pasrah menanti bahwa supir taxi dapat membawanya dengan cepat untuk sampai ke hotel. Tubuhnya terasa lengket, karena dari pagi sampai saat ini dirinya belum mandi. Fatih harus cepat bergegas pergi ke bandara agar tidak ketinggalan pesawat.


"Apa-apan nih! Hanya demi dia??"


Fatih lebih memilih untuk memejamkan mata dan bersandar di jok belakang. Masih memijit-mijit celah dahinya, untuk menghilangkan pusing yang bertahta disana.


***


Satu jam menembus waktu.


"Bu..bu..?" Supir taxi membangunkan Fatih yang sedang tertidur.


Lalu ia mengerjapkan kedua matanya. "Eh iya, Pak. Sudah sampai belum ya?"


"Sudah, Bu..silahkan.."


Ia pun turun dari taxi tepat didepan pintu lobby hotel. Sambil beberapa kali menguap dengan tubuh yang sudah lunglai tetap menyeret-nyeret koper ditangannya.


"Selamat malam, selamat datang. Ada yang bisa dibantu, Bu?"


"Selamat malam juga Mba, maaf saya ingin bertanya. Apakah di hotel ini ada penginap yang bernama Tn. Ibrahim Attar?"


"Baik, sebentar ya bu. Saya cek dulu."


Fatih masih berdiri menunggu hasil pencarian yang dilakukan oleh penerima tamu hotel.


"Ada bu, dilantai 20 kamar 509. Maaf kalau boleh tahu ada keperluan apa, Bu?"


"Saya istrinya.."


"Oh ya baik, nanti semua barang-barang ibu akan dibawakan oleh pelayan kami."


Sungguh lega hati Fatih, karena lelaki yang ingin ia sambangi memang betul tengah menginap di hotel ini.


***


"Fatih sedang apa ya di rumah? Apa sudah pulang dari kantor ?"


Ibra masih duduk berselonjor di tepian ranjang, melipat tangan didada sambil menatapi layar televisi.


Ia terus bergumam memikirkan Fatih. Mungkin dirinya sudah terbiasa jika ada Fatih disampingnya. Ia mulai rindu.

__ADS_1


Lalu


Tok..tok..tok


Suara ketukan terdengar dari luar pintu kamarnya.


Keningnya berkerut, menatap ke arah pintu.


"Siapa ya? Perasaan saya nggak pesan apapun ke hotel ini?"


Lalu


"Mas? Buka Mas, ini aku.." Fatih terus mengetuk-ngetuk pintu, ia takut jika Ibra sudah pulas tertidur.


Wajah Ibra yang sedari tadi berkerut lalu berubah menjadi wajah riang membahana. Ia sangat hafal suara milik siapa yang kini memanggil-manggil namanya. Langkahnya cepat diayunkan untuk menemui si pemilik suara.


"Fatih.." ucapnya penuh haru.


"Lama banget sih, Mas.." gerutunya lalu berhambur masuk ke dalam. "Mas tolong koper ku!"


"Sudah sama saya saja, terima kasih ya Mas,"


Ibra mengambil alih koper yang masih ada di tangan pelayan hotel.


Krekk.


Pintu kembali terkunci dan tertutup.


Terlihat Fatih duduk di tepian ranjang. Lalu merebahkan dirinya di sana. Memejamkan kedua mata untuk mengusir rasa lelah di tubuhnya.


Wajah Ibra terus berbinar. Senyumnya terus tersimpul dengan baik. Ia tidak menyangka bahwa Fatih akan datang kesini untuk menyusulnya.


"Kamu mau mandi, Fat?" Ibra duduk disampingnya.


"Nanti dulu Mas, tubuhku masih lelah!"


"Hemm..." Fatih mengangguk mantap. Ia menyodorkan tangannya ke arah Ibra.


"Katanya kamu nggak bisa ikut kesini?"


Lalu


Kedua mata Fatih terbuka jelas.


"Oh, iya aku hampir lupa!" Fatih beringsut bangkit dari ranjang lalu menggapai kopernya. Mengeluarkan sekotak kue buatan Ibu Hanum yang ia terima tadi pagi.


"Yah, kok benyek sih---" keluh Fatih.


Ia pun kembali duduk disamping suaminya. "Maaf ya Mas, nggak ada lilin nya. Keadaan kue nya juga jadi kaya gini! Selamat ulang tahun ya Mas, maaf aku nggak tau kalau hari ini kamu ulang tahun!"


Fatih memberikan kue buatan mertuanya kepada suaminya.


Tiba-tiba wajah Ibra langsung redup drastis.


"Kamu datang kesini karena disuruh oleh Ibuku?" tanyanya dengan wajah agak sendu.


"Ya nggak dong Mas. Aku yang memang ingin kesini, sekalian membawakan kue buatan ibumu. Aku juga ingin merayakan ulang tahun suamiku! Maka aku putuskan untuk menyusulmu kesini!"


Ibra tersenyum puas. Jiwanya lega, karena secara tidak langsung Fatih mengatakan bahwa ia mulai terbiasa akan kehadiran dirinya.


"Ayo Mas, buka mulutmu. Aku suapi--" Fatih menyodorkan kue yang ia potong secara asal ke mulut suaminya. Ibra pun sebaliknya, ia mengambil sedikit kue itu untuk disuapi ke mulut Fatih.


"Enak kan, kue buatan ibuku?"


"Iya, Mas enak banget. Oh sebentar..!" Fatih membuat Ibra terdiam, lalu ia memajukan wajahnya untuk membersihkan sisa cream kue di sudut bibir lelaki ini dengan jari-jarinya.


Dag.

__ADS_1


Jantung mereka berdua bergemuruh. Degupan nya begitu kencang. Kedua mata mereka kembali menyatu dalam semburat kerinduan.


Mereka terus mengikuti alur hati yang diam-diam sudah mulai mulai mencintai keberadaan masing-masing.


Mereka pun saling memajukan wajah. Terus maju, terus semakin dekat dan semakin dekat lagi sampai aroma nafas dari keduanya saling bertukar.


Ibra memiringkan wajahnya agar dengan mudah menggapai bibir Fatih. Fatih pun mulai memejamkan kedua matanya, untuk menunggu persatuan itu terjadi.


Dan


Byarrrr


Dering telepon Ibra begitu saja terdengar. Membuat mereka menjadi kalang kabut dan bersikap menahan malu.


Sontak, Fatih langsung menjauhkan tubuhnya. Ia meletakan sisa kue ulang tahun itu di meja, dan Fatih berlalu menuju kamar mandi.


Ibra hanya mengusap rambut belakangnya dengan kasar, karena telepon dari sang Kakak yang membuatnya tidak jadi berciuman dengan istrinya.


"I-ya Kak.."


"Selamat ulang tahun ya, Dek. Panjang umur, semoga kamu sehat selalu. Kata Ibu kamu lagi diluar kota?"


"Iya Kak, ada tugas luar selama beberapa hari di Bali."


"Kata ibu, istri kamu nggak ikut ya?"


"Fatih baru saja menyusul Kak. Ia baru sampai, sekarang sedang dikamar mandi--"


Kedua mata Ibra diseret untuk melihat bayang Fatih dibalik kamar mandi. Terdengar cucuran air shower dibalik sana.


"Oh syukurlah, semoga aja pulang dari sana. Kalian udah bertiga ya, sama dedek bayi!"


Terdengar suara Kak Ira tertawa lepas di sambungan telepon mereka. Ibra hanya menggaruk-garukan kepala, karena ia merasa baru saja gagal dalam melakukan pemanasan untuk mulai mencicil membuat keponakan pesanan mereka.


Oke Fiks! Seorang bayi. Bayi yang akan lahir diantara mereka. Begitu senangnya wajah Ibra, namun ia belum mengetahui bagaimana keputusan Fatih untuk tidak dulu memiliki anak dalam waktu dekat.


"Oh iya satu lagi, jangan lupa minggu depan ada acara aqiqah cucuku. Kamu jangan lupa datang sama Fatih ya."


"Insya Allah Kak, aku akan usahakan."


"Ya sudah kalau begitu, titip salam buat Fatih ya. Kalian hati-hati disana, jaga istrimu baik-baik!"


Tutt...telepon terputus. Ia kembali menaruh ponselnya di nakas.


Dadanya kembali berdegup kencang, irama nya menawan. Ia sungguh ingin melakukannya malam ini bersama Fatih.


Menikmati kembali percintaan yang sudah lama ia tenggelamkan selama kurang lebih empat tahun lamanya. Membiarkan tubuh tersiksa untuk menetap dalam kesendirian meraungi rasa trauma berkepanjangan tanpa suatu belaian wanita.


Bersiaplah Fatih, mungkin dirimu setelah ini akan cukup lelah untuk mengimbangi permainan fisik yang akan dilakukan oleh Ibra.


Semoga saja Ibra berhasil!


***


Like dan komen ya guys❤️🖤


bisa mampir ya ke karya ku yang lain :


1.MantanKu PresdirKu SuamiKu


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan berhenti Mencintaiku


Bisa pilih di profil ku ya...


Thankyou guys, with love gaga❤️

__ADS_1


__ADS_2