
Haii selamat malam, siapa yang sudah rindu dengan mereka berdua
Okelah selamat baca ya guyss
❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 19:00 malam. Terlihat Ibra sudah memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil Fatih di garasi. Ia sengaja mengatur waktu pulang lebih telat dari biasanya.
Ibra mengeluarkan sebuah farfum wanita dari tas kerjanya. Ia terus menatapi botol farfum yang sudah di belikan oleh Damar ketika mereka sedang istirahat di kantor.
Srrrr
Srrrr
Ia semprotkan minyak wangi itu di bagian pundak sebelah kirinya. Ibra ingin membuat Fatih curiga bahwa suaminya habis pergi bersama wanita lain.
"Wangi banget nih!"
Ibra menciumi kain kemejanya di bagian antara pertengahan pundak dan lengan. Aroma wangi yang biasa dipakai oleh kebanyakan wanita telah menjamah tubuhnya.
Ia terus tertawa dalam keheningan mobil, ia sudah tahu Fatih pasti akan marah dan cemburu. Ia pun turun dari mobil dan melangkah menuju pintu utamanya.
Betul saja Fatih terlihat sedang terjaga di ruang tamu, ia terus menunggu suaminya pulang.
"Kemana sih? Udah jam segini, belum sampai juga!"
Ia begitu khawatir saking tidak fokusnya sampai ia tidak mendengar kalau mobil Ibra sudah lama mendarat di garasi.
Fatih masih berdiri memunggungi pintu utama sambil menggenggam ponselnya. Ingin ia telepon Ibra namun perasaan gengsinya terlalu besar. Ia tidak mau kalah dengan Ibra, ia hanya ingin terus melihat Ibra yang memohon-mohon kepadanya.
"Nah kan, benar! Lagi nungguin saya--" Ibra berdecis geli di dalam batinnya. Ia baru menang tahap pertama. Setelah kakinya sampai di ambang pintu, ia mulai memasang wajah cuek dan dingin.
"Hemm..."
Seketika Fatih menoleh ketika mendengar suara berdehem dari luar pintu, ia tahu siapa pemilik suara itu.
"Sedang apa kamu? Menunggu aku?" Ibra dengan cepat menjawab pertanyaan yang lontarkan sendiri.
"Ihh geer! Ngapain juga aku harus nungguin kamu!" Decak nya malas.
Ibra pun berjalan untuk menghampirinya, ia sengaja menghentikan langkahnya ketika tubuhnya dengan Fatih sudah sejajar. Ia ingin Fatih mencium aroma tubuhnya saat ini.
Sruppp.
Seketika kedua lubang hidung Fatih bekerja dengan cepat. Ia terus mendengus aroma itu dan mencernanya sampai kedalam otak.
__ADS_1
Wangi apaan nih?
Ia terus fokus meraup wangi farfum yang tidak biasa dipakai oleh suaminya. Lalu kedua matanya mendelik tajam melihati kedua bola mata Ibra.
"Kenapa? Kok ngeliatin aku kayak gitu? Ganteng ya??" Ibra memberikan senyum tengilnya.
"Kumis kamu tuh cukur! Pede banget ngomong ganteng!!"
"Ck! Udah ah aku mau mandi!" Ibra kembali berjalan lambat agar Fatih kembali mendekatinya untuk mencium aroma itu lebih peka.
Tepat!
Fatih terus mengikuti langkah Ibra, tidak terasa ia sudah menubruk tubuh suaminya dari belakang. Bertepatan langkah Ibra yang sudah terhenti di depan pintu kamarnya.
"Tuh kan! Kamu ngapain sih, Fat?" Tanya Ibra pura-pura bodoh. Melihat Fatih yang seperti ini rasanya ia ingin tertawa lepas dan memeluk wanita itu.
"Wangi farfum wanita mana nih?" tanya Fatih, ia sudah tidak tahan jika harus menerka-nerka sampai malam.
"Hemm...wangi apa?" Ibra bertanya balik. Ia terus memasang wajah polos.
"Ini!" Fatih memegang kemeja Ibra.
"Dari mana kamu? Pulang telat, sekalinya pulang ada wangi farfum wanita! Ayo jawab!!"
Begitulah wanita, di mulut bisa tidak bilang cinta namun ketika miliknya di usik, bukan lagi mulut yang bekerj, tetapi hati yang langsung turun tangan. Fatih tanpa sadar sudah menjelaskan kalau dirinya sedang marah karena cemburu.
"Oh ya lupa. Tadi Ayu teman kantor minta pulang bareng!" Jawab Ibra tanpa rasa bersalah.
"Pulang bareng? Kok bisa?? Memang dia nggak bisa pulang sendiri? Kenapa harus kamu yang antar? Kan masih banyak wanita yang lain?"
Fatih langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Fatih menghentak kedua kakinya, ia terlihat semakin bodoh dalam kecemburuannya. Ia pun memutuskan untuk berlalu dengan cepat ke dalam kamarnya.
Tapi
Ia menoleh kembali dengan pertanyaan yang kembali mengacaukan fikirannya.
"Kok kalau antar pulang, kenapa farfumnya bisa nempel banget di baju kamu? Dia peluk kamu??"
"Tadi dia sandaran sebentar di bahuku, katanya ia pusing." Jawab Ibra kembali polos.
Wajah Fatih memerah, tubuhnya setika panas dan mendidih. Ia pun bergumam kesal dan kembali menghentakkan kakinya sebelum masuk kedalam kamar dan membanting pintu dengan keras.
Ibra hanya tertawa melihati Fatih yang seperti ini. Lelaki ini akhirnya tahu bagaimana perangai Fatih jika ia sedang marah dan cemburu.
Kamu bernar-benar istriku, Fat!
Dibuat cemburu sekali lagi untuk penutup malam ini, hahaha.
Ibra tidak jadi masuk kedalam kamarnya, ia malah memilih untuk mengetuk pintu kamar istrinya.
Tok..tok
"Apa??" Nada tinggi dari dalam kamar, membuat Ibra semakin tidak tahan untuk segera tertawa dengan lebar.
Ibra tidak menjawab, ia terus mengetuk-ngetuk pintu untuk menganggu telinga Fatih yang mulai kesal dengan suara berisik tersebut.
Fatih yang masih merajuk akhirnya bangkit dari ranjang.
__ADS_1
Mas Ibra pasti mau minta maaf, karena udah berbuat salah hari ini sama aku
"Kenapa?" Fatih masih memasang tampang mahal agar Ibra mau memohon belas kasih darinya.
Ibra menyodorkan tempat bekal makanan kepada Fatih.
"Apa ini, Mas?" Seketika wajah Fatih mengembang senyum, ia merasa terpesona
karena Ibra membawakan makanan untuknya.
"Tolong cuci kan ya, Fat! Itu tempat bekal milik Ayu, ia membawakan aku bekal untuk makan siang." Lagi-lagi Ibra menjelaskan tanpa dosa.
Sontak mendengar ucapan dari Ibra, kedua mata Fatih terbelalak dan mulutnya begitu saja terbuka karena amat kaget. Ia melamun lama sambil terus memegang dan melihati tempat bekal yang saat ini sudah ia pegang.
Ibra pun berlalu dengan langkah cepat memasuki kamar dan menguncinya.
Ia pun masuk ke kamar mandi untuk mencari tempat yang aman untuk melepas gelak tawanya.
Rasain kamu sayang! Siapa suruh terus meminta cerai dari aku
Ibra terus tertawa sampai perutnya terasa sakit. Ia akan terus memanasi Fatih, sampai wanita itu menyerah dan meminta untuk kembali menarik ucapannya.
Melihat kamu seperti ini, tentu aku sudah tahu jawabannya.
Klontang
Klentung
Bunyi tempat bekal makanan yang begitu saja dilempar-lempar oleh Fatih di wastafel dapur. Wanita itu terus mengumpat dan memaki Ibra.
Tega banget sih Mas Ibra, Apa coba maksud dia kayak gini !! Dasar kumis, aku kesal sama kamu!!
Makasih Damar dan Ayu, kalian udah membantu saya untuk menyadarkan istri cantik yang berkepala batu
Iringan batin antara Ibra dan Fatih sangat bertolak jauh saat ini. Ibra yang bahagia karena sedang di cemburui dan Fatih yang sedang harap-harap cemas karena mulai takut Ibra akan melupakan cinta untuk dirinya.
Ahhhhhhh! Sebal, awas kamu Mas!
****
.
.
.
.
.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
3.Gifali dan Maura
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
__ADS_1
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️