Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Membuatnya menderita, dengan menyakitimu


__ADS_3

Haii selamat siang


Selamat baca ya


❤️❤️❤️


Satu minggu sudah berlalu. Kini Ibra terlihat sudah lebih baik, benang jahitan pada lukanya pun sudah diambil. Walau tidak lagi sekamar, Fatih tetap melayani Ibra dengan baik, ia tetap memasak, mencuci baju dan membersihkan tempat tidur suaminya.


Fatih tetap dengan keputusannya, ia hanya ingin bercerai dari Ibra. Walau Ibra selalu memohon dan merintih, Fatih tetap tidak akan merubah pendiriannya.


Sesuai kesepakatan, bukan! Ini hanya kemauan Fatih saja, bahwa ia akan meninggalkan rumah Ibra ketika suaminya sudah pulih dan bisa beraktivitas kembali.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Ibra diambang pintu kamar Fatih.


Ibra melihati istrinya yang masih sibuk memasukan semua bajunya kedalam koper. Padahal hari ini adalah hari pertama Ibra bekerja kembali, namun karena melihat Fatih seperti ini. Rasa semangatnya untuk bekerja seketika hilang mendadak.


"Aku..." Seketika ia terhenti dari ucapannya. Ia terdiam, bingung ingin menjawab apa. Sudah satu minggu ia terus berfikir mau tinggal dimana dirinya setelah ini.


Kalau aku pulang kerumah, Mama pasti akan bertanya-tanya, aku nggak mau memunculkan lagi nama Niken di kehidupan Mama dan Papa yang sudah mulai membaik.


Mau tinggal di Appartemen, aku takut sendirian.


Bagaimana kalau aku tinggal bersama Lani? Tapi aku pasti akan merepotkannya.


Sial! Aku harus terus drama dalam ancaman yang sudah aku buat sendiri.


Nggak mungkin kan sekarang aku bilang, kalau kita nggak jadi bercerai, gengsi dong.


"Sayang?" panggil Ibra mulai menghentak bahu Fatih dengan tekanan lembut. Seruannya membangunkan Fatih dari segala lamunannya. Ibra sudah duduk samping Fatih


"Aku tau kamu nggak ada tujuan lain! Aku juga nggak mau istriku terkatung-katung di luaran."


Fatih terus saja terdiam, ia tidak mau langsung terpancing dan tergoyahkan dengan kata-kata mengandung belas kasih dari Ibra.


"Baiklah jika kamu ingin terus kokoh untuk berpisah dari aku. Aku akan mengabulkannya buat kamu. Mungkin kamu akan lebih bahagia dengan jalan seperti ini---"


Mendengar ucapan Ibra yang begitu saja menyerah membuat Fatih seketika bertanya-tanya. Entah mengapa ia menjadi marah, kesal dan tidak rela jika Ibra benar-benar melepaskannya.


Loh kok dia jadi gini?


"Mas?" desah Fatih menatap wajah suaminya.


"Kamu benar-benar ingin melepaskanku, Mas?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengabulkan keinginanmu saja! Walau aku berat!" Ibra membuang nafasnya dengan kasar.


Kamu tuh beneran cinta nggak sih, Mas?


"Tapi bukannya kamu selalu bilang, kalau nggak ingin berpisah dari ku, Mas?"


Benarkan dugaan saya? Dari awal kamu memang nggak ingin kita berpisah? Kamu hanya menggertakku, Fat !


Batin Ibra bergelora bahagia. Ia tahu Fatih mencintainya, tidak mungkin segampang itu mau untuk bercerai.


Namun sepertinya Fatih harus sedikit diberi pelajaran agar Istrinya ini bisa tahu bagaimana cara mempertahankan suatu pernikahan.


"Aku memang tidak ingin pisah dari kamu, Fat! Walau aku tahu, kesalahan Niken memang sudah fatal. Tapi apakah kamu tidak bisa memaafkannya?"


"Aku nggak masalah kalau kamu nggak mau menganggap Niken ada di antara keluargaku, bagaimana pun aku hargai keputusanmu! Tapi aku yakin kamu pasti akan berlapang dada, karena semua ini sudah terjadi!"


"Tidak adil sepertinya, jika aku dan kamu yang harus menderita. Mama dan Papa mu saja, sudah bahagia dan bisa saling menerima, kenapa juga kita harus mengungkit luka lama ini?"


"Enggak bisa, Mas! Aku tetap dengan pendirianku!" Fatih memutar tubuhnya untuk memunggungi Ibra.


Aku ingin dulu membuat Niken menderita!


"Baiklah kalau begitu aku akan menuruti permintaanmu untuk kita bercerai, asal dengan satu syarat!"


"Syarat??" Fatih menoleh cepat


"Sebelum kita bercerai, aku ingin meminta waktumu selama satu bulan untuk tetap tinggal disini, hanya tinggal disini! Kembali seperti kesepakatan awal yang pernah kita ucapkan dulu!"


"Karena aku harus mengembalikanmu kepada orang tuamu lagi dengan cara baik-baik. Maka aku perlu waktu untuk itu. Tentu aku bukan Fahmi yang bisa kamu gugat karena kesalahannya. Aku hanya seorang suami yang digugat oleh istrinya tanpa mempunyai salah apapun!"


Fatih terus menelan salivanya dalam-dalam jauh sampai ke kerongkongan.


"Aku dan kamu juga harus banyak berfikir tentang masalah ini, aku rasa waktu satu bulan cukup untuk kita bisa bermediasi dan mengembalikan kehidupan kita seperti awal. Aku bisa belajar untuk melupakan kamu dan menghapus cinta untuk mu! Jika dirasa sudah mantap dalam pilihan masing-masing. Setelah satu bulan, kita akan bercerai! Kamu bukan lagi istriku dan aku bukan lagi suamimu!"


Maafkan aku, Fat. Aku terpaksa!


Fatih hanya terduduk lemas, ia tidak bergairah sama sekali. Harusnya ia senang jika ingin berpisah dari Ibra, entah mengapa hari ini ia tidak menyukai kata-kata itu.


Aku kan hanya ingin membuat Niken menderita dengan cara menyakiti hati kamu, Mas! Kenapa sekarang aku yang terasa tersakiti seperti ini?


Sesungguhnya Fatih memang tidak ingin berpisah dari Ibra. Wanita ini sangat mencintai suaminya, dalam satu minggu ini pun ia terus berfikir bagaimana caranya untuk melupakan semua masalah ini? Bagaimana caranya untuk menyembunyikan semua ini dari sang Mama?


"Bagaimana, apa kamu setuju?" tanya Ibra kembali.

__ADS_1


"Baik, Mas! Aku setuju!"


Baiklah Fat, drama akan aku mulai dari sekarang. Aku hanya ingin tahu sebesar apa cinta kamu ke aku


***


Ibra masih memejamkan kedua matanya sambil terus menyandar di kursi kerjanya. Sudah dua kali mengikuti rapat tapi tetap saja bayangan Fatih delalu muncul. Ia merasa masalah dengan fatih semakin tidak ada ujungnya.


"Lo yakin, Bra? Mau pakai cara kayak gini?" Tanya Damar, masih diruang kerja Ibra.


"Nggak ada cara lain, Mar! Fatih keras kepala banget, apapun ucapan gue nggak ada yang masuk ke otaknya! Keras, angkuh!"


"Tapi lo cinta kan?"


"Kalau nggak cinta, gue nggak akan minta bantuan istri lo dalam masalah ini, plis lah bantuin gue, Mar!" Ibra terus memohon.


"Tapi kalau dengan cara ini, Fatih makin ninggalin lo, gue nggak mau tanggung jawab ya, Bra!"


"Gue yakin cara ini pasti berhasil!" Balas Ibra mantap.


Hanya atas nama cinta, membuat mereka sama-sama terkungkung dalam drama yang mereka buat masing-masing. Fatih dan Ibra tidak akan faham jika mereka sudah sama-sama klop dalam mengerjai pasangan sendiri.


****


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan Berhenti Mencintaiku


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2