
Haii semua selamat pagi, aku kembali❤️❤️
Selamat baca yaa guyss
🤗🤗🤗
***
"Sayang..sayang---" Ibra terus membangunkan Fatih yang sejak tadi pingsan, tidak sadarkan diri. Ia tepuk pipi itu dengan tekanan pelan. Tangan kiri nya masih menyangga ceruk leher istrinya. Kepala Fatih di rapatkan sedekat mungkin dengan perpotongan leher Ibra.
Ibra terus menatapi wajah istrinya dalam-dalam. Dengan rasa cinta yang sedang mengalir, ia pun mencium kening Fatih.
"Sayang, ayo bangun!!" Ibra terus menggenggam tangan Fatih dan mencoba memejamkan kedua matanya sebentar untuk menghilangkan penat dan sakit disekitar wajahnya karena perkelahiannya dengan Fahmi.
Sungguh begitu manis dan lembut perlakuan Ibra terhadap Fatih.
Tak berapa lama, ada reaksi gerakan dari genggaman tangan tersebut. Sontak membuat Ibra membuka kedua matanya dengan cepat.
"Sayang---?"
"Hemmm...Mas?"
"Ssst, jangan banyak bicara dulu. Kamu masih lemas, Fat!" Ibra terus mengunci tubuh Fatih dalam dekapannya.
Entah mengapa dengan kejadian barusan, membuat hati nya terasa genap. Ia tidak menyangka jika cinta mereka saling berbalas. Kata-kata Fatih ketika ia bilang bahwa mencintai suaminya. Sangat mengenang di hati Ibra.
"Kamu minum dulu ya!" Ibra meraih gelas berisi air di nakas, untuk ia sodorkan ke dalam mulut Fatih.
"Aku dimana, Mas?" ucapnya setelah habis meneguk air.
"Di rumah kita sayang--"
"Kok?" suara Fatih terdengar bingung.
"Tadi waktu aku sedang menghajar Fahmi, kamu pingsan. Ya udah aku langsung bawa kamu kerumah."
Kedua mata Fatih pun seketika membulat, ingatannya kembali pulih. Lalu ia pun bangkit untuk melihati keadaan wajah Ibra. Ada beberapa tanda keunguan tercetak di sekitar tulang pipi dan sudut bibir.
"Ya Allah, Mas! Kasian kamu, aku obatin dulu ya luka itu--"
"Nanti aja, Fat! Sekarang aku hanya ingin kamu tetap disini..." Ibra menunjuk ke arah dadanya. "Tetap di pelukan aku!"
Kedua mata mereka pun saling bertatap. Lama kelamaan kepala mereka saling bergerak maju dan mendekat. Terasa hembusan nafas dari keduanya saling menyeruak. Fatih dan Ibra saling melihat bola mata masing-masing yang terus memancarkan cinta dan kerinduan.
"Mas?" keluh Fatih ketika Ibra terus memajukan wajahnya dan akhirnya kedua mata mereka tertutup.
Ibra meraih bibir itu kembali dengan kerinduannya. Walau ada luka disekitar bibir, dan pecitan luka itu pun terasa di bibir Fatih. Mereka tetap saja berpagut dalam keindahan pernikahan surgawi.
__ADS_1
"Mas?" suara Fatih kembali terdengar ketika ia menepuk bahu Ibra agar mau melepaskan ciuman itu. Fatih merasa sedikit sesak, karena kekurangan oksigen.
Tanpa menunggu lama, Fatih pun dibaringkan dengan baik di atas bantal. Ibra pun dengan cepat mendominasi untuk bergerak naik di atas tubuh sang istri. Terasa nafas Fatih yang naik turun terus menderu-deru. Tangan Ibra pun mulai meraih kancing kemeja Fatih untuk di buka nya.
"Apakah, aku sudah boleh melakukannya?"
"Mas---" desah Fatih terus menatap kedua mata suaminya
"Apakah boleh, Fat?" tanya suaminya kembali.
"Mas---"
Tidak di pungkiri, dengan sikap lembut Ibra. Fatih pun menginginkan hal itu terjadi saat ini.
"Aku suamimu kan? Orang yang kamu cintai?" Ibra kembali mengingatkan Fatih.
"Aku sudah dengar ucapanmu tadi kepada Fahmi--"
Kedua mata Fatih melebar, ia menggigit bibir bawahnya lalu memejamkan mata karena merasa malu di ketahui.
"Sekarang, aku ingin meminta hak ku sebagai suami dan kamu wajib memberikannya--"
"Meminta, hanya karena sebatas hak kamu, Mas?"
"Terlebih di balik itu, karena aku sangat mencintai kamu, Fat! Kamu buat aku susah tidur beberapa malam kemarin, membuat aku terus memikirkan kamu!!"
"....Aku juga, Mas! Susah tidur, karena terus mengingat bayangan kamu--" Fatih mengusap luka di wajah Ibra. "Sakit banget ya?"
"Lebih sakit ketika kamu ninggalin aku kaya kemarin! Jangan gitu lagi, aku nggak suka sayang!"
"Apa kamu benar-benar mencintai aku, Mas?" Fatih terus menatap dua bola mata suaminya tanpa berkedip.
"Apakah yang ada didalam sini, hanya nama aku sekarang?" Fatih menunjuk jarinya ke arah dada Ibra.
"Demi nama Ibu ku! Hanya ada nama kamu, wajah kamu dan cintanya kamu disini!" Ibra meraih jari itu untuk digenggamnya. Ia kembali menurunkan wajahnya untuk mengecup bawah dagu sang istri.
Seketika itu wajah Fatih merona bagai putri kerjaan yang tengah di pinang oleh seorang pangeran. Hatinya kini mantap mau menerima ucapan Ibra dengan baik.
"Mas?" Fatih merancau, ketika ada suatu rasa niat yang kini tengah ia rasakan.
"Hemm---" Ibra terus melakukan aksinya. Kini ia sedang mengecup tulang selangka Fatih untuk membuat bekas merah disana.
"Aku belum siap untuk hamil, Mas!" keluhnya pelan. Sontak membuat Ibra kembali mensejajarkan pandangan mereka. "Kita akan bahas setelah ini!"
Tangan Ibra yang memulai kembali untuk membuka kancing kemeja Fatih, seketika di hentikan kembali. "Kalau aku langsung hamil bagaimana?"
"Ya nggak masalah dong, kan ada aku Papanya. Aku suamimu, yang akan terus menopang hidup kamu, Fat! Jangan ragukan itu---"
__ADS_1
"Aku hanya takut, Mas. Aku masih trauma!"
"Aku akan berusaha sebisa aku untuk membantumu melepas trauma itu--"
Fatih pun mulai menyerah, entah mengapa ia seperti tersihir dengan perkataan manis sang suami yang benar-benar ia cintai.
"Sekarang, ayo layani aku sayang..aku ingin menghitung berapa banyak tahi lalat yang kamu punya disekitaran tubuh kamu!"
"Hemmm?? Tahi lalat---?" Fatih kembali membulatkan kedua matanya. "Aku nggak punya tahi lalat di tubuhku, Mas!" Ia bingung dengan suaminya. Jelas saja, Fatih belum tahu mengenai ultimatum Fahmi yang begitu saja membuat jantung Ibra akan segera copot.
"Hemmmm--"
Ibra pun mulai bergumam. "Dasar kurang ajar Fahmi, bisa-bisa nya ia berbohong kepada saya! Awas kamu!!"
Dengan cepat Ibra melakukan aksinya kembali. Menghujani Fatih dengan pergerakan cinta dari nya. Menyusuri setiap lekukan tubuh Fatih sampai ke tempat manapun yang ia sukai. Fatih hanya bisa meringis, merintih dan merancau nama suaminya, ketika Ibra berhasil membawa Fatih ke atas puncak kenikmatan dunia.
Decitan suara ranjang dengan dinding pun saling terdengar, di tambah lagi suara erangan dan desahan Ibra dan Fatih begitu menyatu dan menggema di dalam kamar ini. Mereka saling berpeluh dalam persatuan keringat. Keduanya sama-sama mengeluh memanggil nama masing-masing.
"Aku cinta kamu sayang---"
"Aku juga cinta kamu, Mas!"
Ibra terus mengunci tubuh Fatih, Ia tidak mau lagi melepas wanita itu. Bagaimana pun mereka sudah SAH menjadi pasangan suami istri, bebas mau melakukan apa saja. Berjuanglah Fatih dan Ibra, tentu saja pernikahan kalian tidak akan segampang itu di pisahkan oleh tangan manusia.
Nikmatilah malam ini, malam pengantin sesungguhnya untuk kalian berdua
"Akhirnya kamu utuh menjadi milikku, Fat!"
***
.
.
.
.
.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
3.Jangan Berhenti Mencintaiku
__ADS_1
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️