
Selamat malam guyss
Aku kembalii
Selamat baca yaa
❤️❤️❤️
Fatih masih terus melihati Ibra yang sedang tertidur di atas ranjang. Ia hanya berdiri menyandar di dinding kamar. Tadinya setelah pulang dari klinik, ia ingin pergi menginap di rumah orang tuanya. Walau saat ini ia tengah kecewa, tapi lain dari sisi itu ada rasa cinta yang sedang merekah untuk Ibra.
Ia tidak mungkin sampai hati membiarkan Ibra yang sedang terluka, tinggal sendiri di rumah. Bagaimanapun naluri sebagai seorang istri masih terpatri dalam jiwanya.
Ia pun mulai mengganti pakaiannya dengan dress rumahan. Berlalu dari kamar dan menuju dapur untuk memasak. Ia harus membuat makanan untuk Ibra, karena lelaki itu akan rutin untuk minum obat.
Setelah satu jam memasak di dapur akhirnya makanan pun siap tersaji di meja makan. Ia memasak makanan ala rumahan dengan sisa bahan seadanya di kulkas.
Wangi masakan pun mengalir sampai ke indera penciuman Ibra. Ia pun mulai membuka kedua matanya dengan amat pelan. Ada bayang samar-samar yang mulai berlalu dengan tatapan nyata, lalu stimulus otak nya bekerja, ia pun langsung bangun dari posisinya untuk duduk berselonjor. Mencari-cari keberadaan istrinya yang tidak ia temui kamar ini.
Seketika Fatih menoleh, ketika Ibra dengan kasar membuka pintu kamar dari dalam, lelaki ini pun menghela nafas dengan lega ketika melihat istrinya masih ada di rumah.
"Kamu mau mandi atau mau makan dulu?" tanya Fatih dengan suara dingin. Sikap Fatih seperti ini melebihi sikap awalnya ketika pertama kali bertemu dengan Ibra.
"Aku mau mandi dulu---" jawabnya pelan. Ia masih sedih melihat sikap istrinya yang masih belum bisa memaafkannya.
Ibra pun mulai memutar langkahnya untuk masuk kedalam kamar. Dengan cepat Fatih menyusul suaminya.
"Biar aku yang mandikan kamu! kata Dokter juga kan tangan kamu nggak boleh kena air dulu--" masih dalam suara dingin.
Ada raut bahagia terpancar dari wajah Ibra. Ia yakin Fatih tidak akan begitu saja tega melihatnya susah seperti ini.
"Iya sayang, makasi ya." balas Ibra suara lembut. Fatih hanya mengangguk tanpa mau melihat mata suaminya diiringi sesakan dada yang tidak tega melihat keadaan suaminya seperti ini. Ia pun berjalan duluan untuk masuk ke kamar mandi.
Shower telah dinyalakan, terlihat Ibra tengah terduduk diatas closet. Ia pun mulai di mandikan oleh Fatih sampai ke semua sisi tubuhnya. Ibra masih melihati Fatih yang kini tengah berjongkok menggosok kedua kakinya.
Bahkan selama menikah 8 tahun dengan Jihan, ia tidak pernah melayaniku seperti ini. Walau aku sedang sakit parah.
__ADS_1
Bahkan ia tetap memilih untuk pergi arisan, ketika aku sedang meringkuk sakit diranjang.
Kamu memang istri terbaik Fatih. Walau aku tau hatimu masih kecewa, tapi kamu tetap tidak tega jika melihat aku seperti ini.
"Mas, ayo miring sedikit!"
Fatih kembali membasuh busa sabun yang menempel di tubuh Ibra. Setelah melakukannya cukup lama dan dipastikan tidak ada lagi busa sabun yang masih ada, ia pun mulai menghanduki tubuh Ibra dari atas kepala sampai kaki.
"Sudah selesai, Mas. Ayo keluar, kamu cepat berpakaian. Tunggu saja di kamar, aku akan datang lagi membawakan kamu makanan." ucapnya Fatih sambil berlalu keluar dari kamar mandi.
"Iya sayang..."
Ibra mulai membuka lemari bajunya, namun sayang lagi-lagi ia tidak ada daya untuk mengambil tumpukan baju nya yang disusun di rak yang paling atas.
Fatih yang sudah kembali dengan nampan berisi makanan dan minuman, langsung menaruh semua itu di meja dan berjalan cepat menolong Ibra yang hampir tertimpa beberapa baju ke atas kepalanya.
"Udah, udah! Sini sama aku aja, kamu duduk aja dulu disana---"
Fatih menunjuk ke arah ranjang. Ibra pun hanya bisa menuruti apa kata istrinya. Fatih pun berjalan kembali menuju Ibra dengan sebuah kaos dan celana untuk dipakai oleh suaminya.
"Ayo angkat tangan kamu ke atas!" Fatih pun memakaikan kaos yang telah ia pilih sendiri untum dipakai oleh Ibra, lalu ia pun berjongkok kembali untuk memakaikan celana di tubuh bawah Ibra.
Batin Ibra terus menyeruak menyisir kalbu hatinya.
"Makan ya Mas, kamu harus minum obat!" Istrinya pun berjalan untuk mengambil nampan yang sudah ia bawa dari meja makan.
Ibra terlihat sudah duduk menyila di ranjang. Kedua matanya tergugah ketika nampan berisi makanan sudah diletakan oleh Fatih dihadapannya.
"Kamu masak semua ini buat aku sayang?" tanya Ibra dengan mata berbinar-binar, ia begitu tergugah melihat Fatih memasak sop daging dan cumi tepung. Ibra pun mulai mengambil sendok yang sama sekali tidak bisa ia sentuh, sendok itu pun tidak bisa terangkat karena tangan kanannya masih digulung perban.
"Udah sini, Mas. Aku aja yang suapi kamu!"
Fatih mulai membasahi nasi dengan tetesan air sop. Ketika nasi dan lauk sudah berkumpul dalam satu sendok, baru lah ia suapi secara pelan-pelan ke mulut Ibra.
Selama didalam kamar mandi sampai sedang menyuapi Ibra, tidak ada satu pun kata yang terucap dari bibir Fatih.
__ADS_1
Hanya keheningan dan wajah datar yang ia beri. Tidak ada simpul senyum yang melebar seperti setiap hari. Hanya ada dentingan sendok yang bergesekan dengan piring lalu mencuatkan suara nyaring.
"Minum, Mas--" Fatih menyodorkan air dan beberapa obat dari klinik, ketika makanan Ibra sudah habis.
Fatih kembali mengambil gelas itu untuk di letakan di atas nampan.
"Kamu istirahat aja ya, Mas." Fatih berlalu dengan cepat tanpa mengidahkan seruan suaminya. Ibra hanya bisa diam dan menunggu kembali Fatih untuk masuk ke dalam kamar lagi dan tidur bersamanya.
4 Jam pun berlalu.
Kini kedua mata Ibra mengerjap pelan-pelan ketika kibasan tangan kirinya tidak menemukan siapa-siapa di bantal sebelahnya.
Ia pun membuka matanya dengan cepat dan menoleh. Hanya ada hembusan angin dari AC yang membuat bagian seprei kosong itu terasa dingin.
"Sayang, kamu kemana?"
***
.
.
.
.
.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Mantanku Presdirku Suamiku
2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
3.Jangan Berhenti Mencintaiku
__ADS_1
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.
Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️