Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Jangan lagi kamu melakukan ini sama aku!


__ADS_3

Haii selamat pagi guyss


Selamat baca yaa


❤️❤️❤️❤️


Ibra segera bangkit dari ranjang, berjalan keluar untuk mencari keberadaan istrinya. Terdengar ada sayup-sayup suara isakkan tangis mengundang langkahnya untuk menyusuri suara itu.


Langkah kakinya terus melangkah dan akhrinya terhenti sampai di belakang tubuh istrinya. Ada Fatih yang masih berdiri menatap taman kecil dibelakang rumah, ia menangis sesegukan terus menatap ke atas langit. Seraya meminta pertolongan dari rasa sakit hati yang saat ini tengah membuncah.


Karena Fatih sudah mulai letih dan ia sudah pegal untuk berdiri, maka ia putuskan untuk kembali masuk ke dalam.


Lalu


Blass.


Seketika wanita ini sedikit berteriak ketika memutar langkah langsung mendapati wajah Ibra yang sedang mematung menatapnya. Ibra mendapati wajah Fatih yang sudah basah karena aliran air mata yang sedang turun deras sampai ke leher dan pakaian tidurnya.


"Kamu masih menangis, Fat?".


Fatih dengan cepat menyeka air matanya kemudian mengumpulkan energinya secara mendadak.


"Lagi apa kamu disini?"


Seketika itu Fatih menepis tangan Ibra yang mau membantu menyeka air matanya.


"Aku mau jemput istriku untuk tidur ke kamar."


"Aku nggak akan tidur lagi sama kamu, Mas! Karena besok aku akan---"


"Kenapa, Fat? Lalu besok akan apa??" tanya Ibra yang saat ini sudah mengikuti langkah Fatih untuk masuk ke dalam.


Fatih tidak mau menjawab, ia terus melangkah sampai di pintu kamar yang lain.


"Kamu mau ngapain ke gudang?" Ibra dengan cepat meraih tangan Fatih, walau disertai dengan rasa ringisan sakit. Ia tetap tidak mau melepaskan istrinya begitu saja.


"Ini bukan gudang lagi, Mas. Sudah aku bersihkan dan saat ini akan aku pakai sebagai kamarku! Mas tolong dengarkan aku baik-baik!" Ada jeda dari Fatih sebelum ia memulai kembali ucapannya, menghela nafas ke bawah lalu memejamkan mata dan akhirnya mantap untuk dibuka.


"Ayo kita berpisah, Mas!"

__ADS_1


"Pernikahan kita kan belum ada sebulan, Fat?" desah Ibra begitu pilu diikuti dengan gelengan kepala.


"Kita nggak punya perjanjian apapun kan Mas? Mau dua hari setelah menikah lalu aku meminta untuk bercerai, itu akan sah-sah saja!"


"Jangan, Fat! Aku nggak mau kita bercerai! Masalah ini masih bisa dibicarakan baik-baik. Kalau aku harus menyembah sujud dikedua kaki mamamu atas nama Niken, aku akan lakukan! Aku hanya ingin mempertahankan pernikahan kita!"


Ada rasa sakit di dada Fatih ketika suaminya terus saja merendah untuk memperbaiki masalah ini. Tapi tetap Fatih sesuai dengan keputusannya


"Aku akan menghubungi pengacaraku besok! Mungkin aku akan tetap disini sampai luka mu itu sembuh dan merawat kamu!" Balas Fatih dingin sambil melihat kepalan tangan Ibra yang masih dibalut perban.


"Kamu bilang kemarin, kamu mencintai aku, Fat! Kenapa sekarang kamu sama sekali menghilangkan rasa itu dari hati kamu?"


Ibra terus menatap ke dalam dua bola mata istrinya. Ia ingin terus memaksa Fatih untuk mau menurut segala ucapannya. Namun Fatih harus terus menolak. Menikah bersama Ibra hanya akan membuat luka di hatinya dan Mamanya.


"Mencintai kan bukan berarti kita harus bersama dan saling memiliki, Mas! Udah kamu tidur, besok kan harus berangkat kerja!" Fatih langsung memutar tubuhnya, namun sebelum menekan handle pintu ia pun berbalik.


"Atau kamu di rumah aja dulu, sampai tangan kamu pulih sempurna!"


Fatih berlalu untuk masuk kedalam dan mengunci pintu kamarnya. Ia yang masih berdiri dibelakang pintu dalam hanya bisa menahan tangis kembali. Fatih kembali terisak.


"....Aku mencintai kamu, Mas!"


Fatih hanya bisa menangis, tidak terasa tubuhnya sudah merosot kebawah lalu terduduk bebas diatas lantai


"Aku akan rindu kamu, Mas---"


*****


Pagi kembali datang dan Fatih memutuskan untuk tidak datang ke kantor hari ini. Ia merasa tangan Ibra belum bisa digunakan untuk melakukan aktivitas apapun.


Pagi ini ia membuat bubur ayam untuk sarapan suaminya. Karena dilihatnya kamar Ibra masih tertutup, ia pun berjalan ke arah kamar dan sebelum mengetuk pintu, ia sedikit merapatkan daun telinganya untuk mendengar suara Ibra yang sedang berbincang lewat telepon.


"Ibu tenang aja ya, Ibra sama Fatih baik-baik aja. Fatih tetap mengurus Ibra disini, Ibu nggak usah khawatir!"


"Ibu sama Bapak jangan dulu kesini ya, Ibra bisa urus masalah ini sendiri. Ibu doain Ibra aja. Udah Ibu jangan nangis lagi ya!"


Hanya untaian kalimat tersebut yang ia dengar dari bibir suaminya ketika ditelepon. Entah mengapa hati Fatih menjadi lirih. Di satu sisi ia mencintai Suaminya, di sisi lain ia sangat mencintai Mamanya. Andai saja Niken bukanlah keponakan Ibra, tentu Fatih tidak akan menderita seperti ini.


Krekk

__ADS_1


Pintu dari dalam kamar dibuka mendadak oleh Ibra. Sontak Fatih terkesiap, ia panik dan menjadi salah tingkah.


"Sayang?" Seru Ibra dengan lembut, ia pun mulai meraih tangan Fatih untuk ikut masuk kedalam kamarnya. Fatih di dudukan ditepian ranjang, Ibra terus menggenggam tangan Fatih. Ia terus menatapi wajah istrinya. Fatih hanya bisa menunduk, melihat apa saja selain kedua mata suaminya.


"Kamu sarapan dulu ya, Mas. Kamu kan harus minum obat!" Fatih memutuskan untuk bangkit, namun lagi-lagi ia terduduk kembali karena tarikan dari suaminya.


Ibra langsung memeluk Fatih dan meletakan kepalanya di bahu sang istri. Entah mengapa karena semalam tidak tidur bersama, Fatih seperti rindu akan lelaku ini. Ia hanya terdiam ketika dipeluk, Fatih menolak untuk menghindar.


Merasakan istrinya hanya menurut, Ibra pun mulai meraih dagu Fatih. Untuk mencium bibir istrinya. Bukan memundurkan wajah, Fatih hanya menutup mata seakan setuju dengan aktivitas Ibra setelah ini.


Ibra sudah berhasil meraup kedua bibir istrinya, Fatih hanya diam tidak melawan namun tidak menyambut. Ia hanya ingin merasakan bagaimana kelembutan Ibra sekarang. Ibra terus menginvasi didalam rongga mulut kepemilikan Fatih sampai tidak terasa ada suara rintihan keluar dari bibir istrinya.


Namun dengan cepat, bayangan masalah kemarin begitu saja membuyarkan semua. Ia melepas ciuman itu dan mendorong Ibra.


"Jangan, Mas! Kita mau bercerai. Kamu jangan lagi melakukan ini sama aku!"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan Berhenti Mencintaiku


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2