Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Candu Asmara


__ADS_3

Selamat baca yaa🖤🤗


***


Setelah semalam berucap untuk memutuskan saling menerima satu sama lain. Kini rasa kecanggungan tidak lagi tegurat di wajah mereka.


Pagi ini Fatih menemani Ibra untuk sarapan pagi di restoran hotel, sebelum menuju lokasi pembangunan cabang perusahaannya.


Mereka memutuskan memilih meja makan di dekat kolam renang.


"Ayo duduklah! Temani aku sarapan!" Ibra meminta Fatih untuk duduk, karena sedari tadi ia terus bolak-balik ke meja buffet untuk menyiapkan sarapan Ibra. Fatih begitu bersemangat. Jiwa seorang istri kembali menggeluti dirinya.


Ibra sangat gagah dengan kemeja berdasi melekat di tubuh ideal nya. Dia adalah lelaki dewasa yang sangat berwibawa dan berkarisma. Tak salah jika banyak wanita seusia dirinya yang selalu tertarik dengan ketampanan nya.


Ibra masih menatapi layar Ipad miliknya, sesekali ia meneguk teh yang sudah dibuatkan Fatih.


"Mas, menghadap kesini.." Ibra menoleh ketika istrinya meminta nya untuk menoleh.


Tangan Fatih langsung membetulkan dasi yang sudah bersandar di kerah kemejanya untuk lebih tegak dan rapih.


"Selesai deh! Ayo sarapan dulu, Mas. Nanti lagi kan bisa!" Fatih mengambil Ipad itu untuk dari tangan Ibra.


Ibra hanya tersenyum sambil mengacak-ngacak pucuk rambut istrinya.


Disaat mereka sedang menikmati sarapan, terlihat ada empat mata yang sedang memandang. Mereka adalah Fahmi dan Bianca. Pasangan yang belum menikah, namun rajin untuk saling menginap di hotel.


Raut kemarahan mereka tertangkap di wajah Fatih. Ia tidak sengaja menoleh ke arah Fahmi yang sedang melihati kemesraannya dengan Ibra.


Fatih pun dengan sengaja mulai membalas sakit hatinya. Ia mendekatkan tubuhnya lebih dekat ke posisi sang suami.


"Mas?"


"Hemm...? Ibra masih menyantap sarapannya dengan lahap.


"Mas?"


"Ya, kenapa Fat, ayo makan dulu!" Ibra tetap asik menikmati makanannya.


"Cium aku, Mas!"


Permintaan nyeleneh itu, sontak membuat Ibra tersedak hebat.


"Loh kok batuk-batuk gini, Mas?" Fatih menyodorkan gelas berisi air langsung ke mulut suaminya. "Ayo minum sayang, nanti kamu mati lagi karena cemburu, eh---" ucapnya dengan suara agak keras. Ia sengaja agar Fahmi bisa mendengarnya.


Seketika dua bola mata Ibra berputar melihati istrinya yang masih menatap ke arah lain.


"Kamu kenapa, Fat?" Ibra mengelap bibirnya dengan tissu.


"Cium aku, Mas! Sekarang!" cicitnya pelan memaksa Ibra. Namun karena Ibra tidak bereaksi, Fatih pun langsung menoleh dengan cepat.

__ADS_1


Dan


Cup!


Bibir mereka saling bertemu. Fatih tidak tahu jika posisi Ibra sudah memajukan wajahnya sedari tadi.


Lalu


Kedua bola mata Fatih langsung terbelalak, menatap tegas bola mata Ibra yang sudah mulai tertutup seiring perpagutan bibir yang ia ciptakan untuk istrinya.


Aktivitas itu lama-lama pelan lalu menjadi kasar. Bayangan untuk memanasi Fahmi pun sudah gugur berganti dengan rasa candu asmara.


Ibra pun melepas bibirnya, lalu meraih tissu untuk mengelap bibir Fatih. Kedua matanya pun terbuka menatapi dalam wajah Ibra.


Ada suatu hentakan tangan ke meja dari arah Fahmi. Lelaki itu sangat emosi, ketika melihat Fatih tengah bermesraan dengan Ibra. Syukurlah mereka melakukan ini tidak didepan banyak orang. Karena para penginap belum semua turun ke restoran.


"Kurang ajar mereka!!" desis Fahmi. Bianca juga mengikuti menatap keji kepada Ibra dan Fatih.


"Apa mau di lanjut lagi di kamar, sayang?" Ibra menggoda Fatih. Kali ini ia lebih gila, karena kembali menciumi ceruk leher istrinya.


"Mas! Jangan, aku geli--" jawabnya berbohong. Ada suara rintihan dari Fatih namun pelan.


Ibra pun memutuskan untuk menyudahinya, karena tidak mungkin ia harus mandi besar lagi, di saat ia sudah harus keluar dari hotel menuju cabang perusahaan.


"Kamu masih ingin disini, atau mau kembali ke kamar?"


Ibra diam sebentar seraya berfikir.


"Kamu yakin mau ikut?" tanya nya lagi untuk memastikan.


"Iya Mas, aku bosan nanti kalau di kamar terus. Sekalian aku juga bisa cek-cek kerjaan Lani di laptop sambil nunggu kamu selesai, gimana boleh ya, Mas?"


Sungguh, senyuman manis dari bibir Fatih selalu menggoda Ibra. Lelaki ini tidak bisa untuk menolaknya.


"Iya sayang, boleh! Naik lah ke kamar, bawa semua keperluanmu. Aku menunggu di lobby ya--"


Ibra pun bangkit bersama Fatih. Fatih terlihat begitu lengket bersandar dalam dekapan suaminya.


Ibra terus merangkulnya dengan cinta.


Kini tinggalah Fahmi dengan sejuta kecemburuan nya.


"Akan aku balas kamu, Fatih!"


***


Cabang SUAM, 12:30 Wita.


"Hey, sayang--"

__ADS_1


Ibra meletakan wajahnya di ceruk leher Fatih dari belakang. Terlihat istrinya masih setia menunggunya bekerja. Fatih masih sibuk mengetik dan membalas email dari Lani mengenai laporan perusahaan.


"Hey, Mas. Sudah selesai?" Fatih mengelus pipi Ibra dengan lembut.


"Sini, Mas. Duduk. Kamu pasti lelah.."


Ibra mulai duduk di samping Fatih. Ia turut melihati layar laptop dihadapannya.


"Tadi kamu minta cium, karena ada Fahmi ya?"


Jag.


Ucapan Ibra seketika membuat Fatih diam dan menoleh. Fatih kira Ibra tidak peka akan hal itu.


"Nggak kok, Mas. Emang lagi mau aja--" Fatih melipat ke dua bibirnya dalam-dalam. Mengusir rasa panik agar tidak dicurigai lebih dalam oleh suaminya.


"Duh, jatuh deh harga diriku!"


"Masa? Kok saya nggak percaya ya?" Ibra menciumi pundak Fatih yang hanya memberi respon geli disana. "Mas, geli ah--"


"Bukan karena kamu cemburu melihat dia bersama wanita lain kan?" Ibra meletakan kepalanya di bahu Fatih. Ia begitu manja.


"Aku lelah Fat! Capek banget hari ini!" Ibra menghempaskan nafas nya, membuat beberapa helaian rambut Fatih begitu saja terkibas.


"Kamu mau nggak Mas. Kerja di perusahaan Papa? Biar kamu nggak terlalu lelah!"


Ibra dengan cepat menarik kepalanya. Menatap dalam-dalam wajah istrinya.


"Saya dengan SUAM itu udah sehati banget. 18 tahun saya mengabdi disana! Berada di posisi saya yang sekarang itu nggak mudah, ya walaupun hanya menjadi kepala divisi!"


"Pendapatan saya .emang nggak sebesar pendapatan kamu! Tapi sebisa saya, akan selalu cukupkan kebutuhan kamu, Fat! Jangan tinggalin saya ya---"


Ada sebuah lirihan dari dasar hati lelaki ini. Ia seperti trauma telah ditinggal. Ia terus mengiba agar Fatih terus bersamanya. Dan luruh sudah perangai kedewasaan Ibra saat ini, tak kala cinta sudah membelenggunya.


"Mas, udah ah. Jangan melow gini! Aku nggak suka kamu selalu merendahkan diri kamu!" Fatih mengelus pipi Ibra. "Ayo kita jalani sama-sama! Kita harus terus saling menerima, menguatkan rasa dan saling bertahan. Aku tahu kamu lelaki baik--"


Fatih kembali mengecup pipi suaminya. "Masuk lagi sana, nanti kamu dicariin--"


"Sore kita ke Kuta ya, sekalian makan malam di sana, gimana?"


"Iya, Mas. Aku mau--"


Ibra lalu bangkit dan mengecup dahi Fatih sebelum akhirnya berlalu.


"Semoga kamu memang yang terakhir buat aku, Mas !"


***


Like dan Komen ya guyss🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2