Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Mas Ibra??


__ADS_3

Selamat baca guyss


❤️❤️❤️❤️


"Sayang, tunggu!" Ibra berhasil menarik lengan istrinya agar langkahnya terhenti di pekarangan rumah orang tua Ibra. Fatih terus berjalan dengan rasa kesal dan menangis terisak-isak.


"Ayo, kita pulang!" Ucap Ibra lembut lalu meraih tangan istrinya untuk digenggam dan memutuskan untuk tidak mengikuti acara yang sudah hancur berantakan karena pengakuan Fatih tadi.


Fatih begitu saja menyandar lemas disandaran jok mobil.


"Sayang--" Ibra mendekati dan memegang tangannya.


"Kamu pucat sayang, mau ke dokter?"


"Aku butuh obatku, Mas!"


"Enggak, Fat! Aku udah janji nggak akan berikan obat itu ke kamu--"


"Kamu mau lihat aku mati tersiksa, Mas?"


"Makanya kamu tenang sayang. Ada aku disini."


"Jangan panggil aku sayang! Aku nggak suka dengarnya! Harusnya hubungan kita nggak sejauh ini, Mas!"


Fatih memukul-mukul kepalanya.


"Bodoh kamu Fatih! Bodoh!!" Fatih terus memaki dirinya sendiri.


"Harusnya aku nggak sampai berhubungan suami istri sama kamu, Mas!"


"Lalu apa salahnya, Fat? Jika kita melakukannya? Aku kan suami kamu!"


Ibra terus meraih tangan Fatih, walau istrinya terus menepis dan mendorong tubuhnya untuk menjauh. Beberapa kali bahunya terasa sakit ketika terhentak dengan jendela mobil.


"Aku nggak mau, berhubungan sama orang dan keluarga nya yang telah menghancurkan rumah tangga orang tuaku! Termasuk kamu, Mas!"


"Tapi apa salahku sayang? Aku nggak tahu kalau Niken sampai sejauh itu!"

__ADS_1


"Aku nggak suka kamu sebut nama dia! Dia itu pe****r, Mas!!"


Ada rasa sakit sebagai paman ketika keponakannya dihina sampai seperti itu. Ibra sampai harus memejamkan matanya, karena merasa pedih tidak tertahan.


"Demi Niken, aku minta maaf sama kamu, Fat--" Kedua mata Ibra sudah memerah. Air matanya sudah menggenang, ia sangat takut jika Fatih tetap bersikeras untuk meminta cerai darinya.


Fatih dengan cepat memalingkan wajahnya ke arah lain. "Jalan! Aku mau pulang!"


Ibra hanya bisa menatapnya peluh dan nanar. Jantungnya terus berdegup, ia juga shock saat ini. Tidak pernah terpikirkan jika Fatih akan menjadi musuh untuk keluarga besarnya.


****


Mobil sudah mendarat di bagai rumah Ibra. Fatih dengan cepat turun dari mobil dan berlari untuk masuk ke dalam. Memasuki kamar tidur mereka, untuk mengambil koper miliknya dan mengeluarkan secara paksa seluruh baju-bajunya yang ada di dalam lemari.


"Jangan pergi sayang! Kamu mau kemana?"


Fatih tetap memasukan semua bajunya secara asal dalam koper. Ia tidak perduli dengan rengekan suaminya sekarang.


"FAT!" Nada tinggi mulai terdengar ditelinga Fatih.


"Apa hak kamu untuk teriak sama aku, Mas?"


"Aku ada hak, karena aku suami kamu! Siapa yang akan menjaga kamu, kalau bukan aku? Sebagai istri kamu harus tetap patuh sama aku sayang---" Ibra tetap bisa mengontrol dirinya untuk tidak ikut terjebak emosi istrinya.


Ia faham Fatih bersikap saat ini, karena ia masih kaget dan kecewa.


"Apa aku harus menyembah di kaki kamu, Fat? Biar kamu bisa maafkan Niken?"


"Kenapa dari tadi, kamu selalu meminta maaf atas nama dia, Mas? Seakan aku nggak ada harganya di mata kamu!"


Fatin yang sedang tersulut emosi, terus saja berputar-putar dalam kesalah fahaman.


"Kamu salah faham sayang! Bukan maksud aku kayak gitu! Apa yang harus aku lakukan, supaya kamu bisa mengerti keadaan ini?"


"Aku minta kamu urus perceraian kita Mas! Aku nggak mungkin menyakiti hati Mamaku, untuk tetap menikah dengan keluarga wanita yang paling ia benci!"


"Keponakan kamu itu menjijikan, Mas!"

__ADS_1


"Keponakan kamu tega menukar tubuhnya hanya untuk uang!"


"Dia akan tetap menjadi wanita rendahan, seumur hidup!"


Sudah cukup! Fatih terus menghina keponakan Ibra tanpa jeda. Seketika emosi Ibra mulai naik dan membara. Wajahnya dingin, ada guratan amarah disekitar matanya. Kedua rahangnya mengeras.


"Aku ingin kita cerai!"


Dan Fatih tetap saja makin menyulut Ibra yang sedang berapi-api. Ibra pun mengarahkan kepalan tangannya, seketika itu pula Fatih menutup wajahnya karena ia takut di pukul.


Prangggg


Terdengar pecahan kaca begitu nyaring diudara. Dengan cepat Fatih membuka kedua matanya. Ia pun kaget meratapi keadaan Ibra saat ini. Ia pun berteriak histeris


"MAS IBRA??"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan Berhenti Mencintaiku


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2