Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Kecupan pertama


__ADS_3

Selamat baca ya guyss🤗🤗


***


Terlihat mobil Fatih sudah mendarat dibelakang mobil Ibra. Langkah kaki Fatih terpogoh-pogoh untuk masuk kedalam rumah, mencari suaminya yang tengah salah faham karena ulahnya beberapa jam yang lalu.


"Mas?" panggilnya pelan. Fatih melangkah masuk kedalam kamar tidur mereka, namun sayangnya sosok yang di cari tengah berada di dalam kamar mandi.


Hati Fatih semakin gugup ketika melihat ada sebuah koper yang sedang terbuka menganga diatas tempat tidur. Beberapa tumpukan baju ada disekitarnya.


"Mas Ibra mau pergi ?"


Fatih hanya bisa menatapinya dengan wajah sendu dan nanar.


"Hanya karena masalah seperti ini, dia mau pergi?"


Fatih terus menerka-nerka dalam benaknya. Ia tahu dirinya salah, jika Ibra marah ia pun akan menerimanya dengan lapang dada. Namun jika Ibra, sampai harus pergi meninggalkan rumah hanya karena kesalah fahaman ini, sungguh Fatih tidak akan terima.


Krek


Piintu kamar mandi pun terbuka. Terlihat Ibra baru saja selesai mandi, ia masih menggosok-gosokan rambutnya dengan handuk.


Ia menahan kaget dengan keberadaan Fatih yang sudah datang. Ia hanya diam biasa, tidak menegur sapa. Mungkin ia sudah faham jika dirinya dan Fatih memang hanya orang lain semata. Fatih tetap menebar senyum ke arah lelaki itu yang masih tidak mau menatapnya.


Ia berjalan menuju ranjang untuk membereskan beberapa baju ke dalam koper.


"Mas?"


"Hemmm..." Ibra terus fokus menyiapkan barang-barang lain yang akan ia bawa. Sesekali ia akan mondar-mandi kedalam lemari untuk mengambil beberapa pakaian lagi.


"Mas?" suara lembut Fatih membuat Ibra menoleh ke arah Fatih yang masih duduk di tepian ranjang tidak jauh dari koper miliknya.


"Kenapa?" tanya nya sambil melihati lekat wajah sang istri.


Seketika dada Fatih berdegup kencang, ia sangat takjub melihati perawakan dada Ibra sedang polos itu begitu bidang, mulus dan bersih. Tubuhnya pun terhias wangi sabun yang begitu menggoda. Rambutnya yang masih basah dan berantakan membuat Ibra terlihat lebih gagah.


"Subhanallah..tampan sekali Mas Ibra!"


Lelaki ini sangat gagah, manis dan berkarisma. Wajahnya tipe lelaki bijaksana, damai dan sejuk. Walau umurnya sudah memasuki kepala empat. Semua orang yang mendengar tidak akan langsung percaya


"Kamu mau kemana, Mas? Kok ada koper kayak gini?"


"Apa pentingnya buat kamu?" jawabnya santai.


Fatih hanya diam, ia belum bisa menjawab. Ia bingung, kenapa juga dengan perasaan dan sikapnya hari ini. Mengapa ia harus mengejar Ibra dan mau menjelaskan duduk perkara masalah tadi. Yang lebih menyita fikirannya adalah, ia tidak ingin Ibra pergi begitu saja.


"Ya penting dong, Mas. Kamu kan suamiku!"


"Suami?" Ibra tertawa pelan.


"Aku kan istri kamu, Mas! Wajarkan kalau aku mau tahu suamiku akan pergi kemana?"


Mendengar ucapan Fatih, kembali membuat


Ibra menoleh. Ia memberikan senyuman tipis namun getir.

__ADS_1


"Istri mana yang asik berduaan dikantor dengan mantan suaminya?"


Jag.


"Benarkan, Mas Ibra marah !"


Fatih meraih kedua tangan Ibra untuk menghentikan aktivitas nya dari dalam koper. Ia menarik lelaki itu untuk duduk di sampingnya.


"Kamu salah faham sama aku, Mas."


Tanpa sengaja Fatih terus menggenggam tangan Ibra dan mengelusnya. Ia hanya ingin suaminya luluh dan tidak marah.


Ibra semakin terbawa suasana. Ia sudah tidak fokus dengan apa yang diucapkan oleh Fatih. Hati lelaki ini semakin menyeruak, karena kedua tangannya terus digenggam.


Fatih terus menjelaskan secara rinci mengenai kejadian yang ia alami bersama Fahmi di kantor.


"Jadi gitu, Mas. Kejadiannya..."


Fatih membawa kembali arah matanya yang sedari tadi menatap dinding, ke arah Ibra.


"Mas?" Fatih melepas genggaman tangan itu lalu menghentak bahu Ibra, agar suaminya terbangun dari lamunan.


"Kamu dengar aku kan, Mas?"


"Eh...ii..yaa---" Ibra dengan cepat membuyarkan tatapannya yang terus lekat melihati wajah Fatih.


"Terus karena masalah ini kamu mau pergi dari rumah? Bawa baju segala?"


"Oh itu.." Ibra menoleh ke arah koper nya. "Saya ada tugas luar dari kantor selama seminggu di Bali. Ada pembukaan cabang baru disana, apa kamu mau ikut, Fat?"


Ibra memberanikan diri nya untuk mengajak Fatih. Ia teringat dengan nasihat Damar, yang menyuruhnya untuk bisa lebih mengenal dekat tentang sosok istrinya ini.


Namun lagi-lagi semua harapan Ibra terhancurkan begitu saja.


"Hemm..tapi kayanya aku nggak bisa deh, Mas. Soalnya lagi ada beberapa masalah di kantor, aku harus turun tangan sendiri buat mengauditnya. Lain kali aja ya.."


Wajah senyum bahagia itu pun seketika berubah menjadi wajah datar yang biasa. Ibra faham siapakah Fatih, ia adalah seorang direktur yang tidak akan mungkin membuang waktunya begitu saja hanya untuk menemani Ibra yang hanya menjabat sebagai kepala divisi biasa.


"Masalah kamu besar?"


Fatih pun bangkit lalu berbisik tepat ditelinga Ibra. "Jangan ngmongin soal kerjaan kalau lagi di rumah, aku nggak suka. Hal yang boleh di bahas dirumah, cuman tentang aku dan kamu." Fatih tertawa, ia menggoda suaminya.


Aroma nafas yang keluar dari bibir Fatih begitu wangi, membuat Ibra terpana. Mereka kembali bertatap lebih dekat. Ibra terus menatapi kecantikan Fatih yang begitu murni.


Ia terus menatapi kedua bibir istrinya yang mungil, tebal dan berwarna merah muda.


Tanpa sengaja ia memajukan bibir nya untuk menggapai bibir Fatih.


Dan


Zonk.


Fatih memundurkan wajahnya dengan cepat. Membuat Ibra menjadi malu tidak tertahan.


"Ayo Mas, aku bantu kamu bersiap-siap!" Fatih kemudian membereskan beberapa baju dan beberapa barang yang letaknya masih kurang rapih di koper.

__ADS_1


Ibra merasa malu, terus menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Ia jadi salah tingkah. Jauh dari lubuk hati Fatih pun seperti merasa ada yang bergejolak dalam hatinya. Sesekali ia harus menghela nafasnya, agar tidak gugup.


****


Malam pun tiba. Karena sesuai kemauan nya sendiri untuk memajukan rencana keberangkatan lebih awal, terpaksa Ibra harus tetap pergi. Padahal jika berangkat besok pagi, masih ada sisa waktu banyak.


Ia sangat menyesal karena emosi sesaatnya, membuat malam ini, ia tidak bisa menikmati wajah Fatih lagi ketika sedang tertidur.


"Sudah siap semua nih, Mas!" Fatih membawa arah mata Ibra untuk melihati koper yang sudah siap dibawa olehnya.


"Jangan lupa di makan ya, aku buat kan kamu sandwich. Takut-takut malam kayak gini, pesawat kamu delay, tapi semoga aja enggak!" Fatih menyodorkan kotak makan yang berisikan dua buah sandwich di dalamnya.


"Makasi ya, Fat. Kamu hati-hati dirumah. Kalau kamu takut sendirian, kamu menginap saja di rumah Mama."


"Iya, Mas.." balas Fatih sambil membetulkan kerah baju Ibra yang terlihat sedikit kurang rapih.


Kulit tenggorokan Ibra seketika naik turun. Demi apapun saat ini, Fatih berhasil membuat Ibra hanyut akan perhatian bertubi-tubi yang ia beri sedari tadi.


Karena melihat Taxi sudah sampai didepan gerbang rumah nya. Ia pun izin untuk pamit.


"Saya pergi ya, Fat. Jaga diri kamu baik-baik!"


"Kamu juga ya, Mas." Fatih meraih punggung tangan suaminya untuk dicium.


Ibra pun berlalu dari hadapan Fatih, langkahnya pelan menuju gerbang. Ada perasaan ingin kembali menghampiri istrinya, membatalkan keberangkatan malam ini. Namun semua sudah tersusun, Ibra harus tetap berangkat malam ini.


Kemudian.


Seketika langkah Ibra pun terhenti. Dengan cepat ia menoleh ke belakang, ada suara Fatih yang memanggil dan sedang berjalan ke arahnya.


Tiba-tiba.


Cup!


Fatih memberikan kecupan hangat di pipi kanan Ibra. "Cepat kembali ya, Mas! Maafkan aku soal yang tadi siang, semoga urusan kamu lancar disana."


Ibra terus mematung, membisu dan diam. Ia tidak akan menyangka jika Fatih akan memberi kecupan selamat jalan untuknya. Hatinya berbinar, menari dan melayang.


Mereka pun kembali bertatap dalam senyuman menawan menghiasi malam penuh kehangatan.


***


Like dan komen ya guys❤️🖤


bisa mampir ya ke karya ku yang lain :



MantanKu PresdirKu SuamiKu


Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


Jangan berhenti Mencintaiku


Bisa pilih di profil ku ya...

__ADS_1



Thankyou guys, with love gaga❤️


__ADS_2