Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Berusaha mendapatkanmu kembali


__ADS_3

Haii aku kembali.


Selamat baca ya guyss


❤️❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


Sudah dua minggu berlalu, Ibra tetap dalam keputusannya untuk memanas-manasi hati Fatih agar cemburu kepadanya. Ia hanya ingin menunggu Fatih berbicara untuk membatalkan niatnya dalam bercerai dan mau kembali untuk tidur satu kamar bersamanya.


Hal yang berbeda ditangkap oleh Fatih, ia merasa Ibra hanya memainkan perasaannya. Hanya ingin merasakan tubuhnya dengan bermodal kata cinta di awal. Semakin Ibra terus membuat Fatih cemburu, disaat itu pula Fatih mantap untuk menceraikan Ibra.


Entah mengapa sudah dua hari ini Fatih merasa tubuhnya tidak enak, ia jadi lebih sering bangun siang dan tidak membuat sarapan untuk suaminya.


"Hemm.." Fatih mengerjap kedua matanya yang masih samar-samar, ia tegapkan penglihatannya dan tenaga nya agar pulih kembali setelah bangun dari tidurnya.


Lalu


Kedua hidungnya kembali mencerna bau yang sekarang tengah menyerbak dan menusuk.


"Wangi masakan?? Ya Allah, jam 7!!" Ia semakin gelagapan ketika melihat arah jarum jam saat ini.


"Aduh aku telat! Belum buat sarapan! Belum mandi! Ada meeting pula!!" Ia langsung bangkit dari ranjang, namun sebelum membuka handle pintu.


Ia merasa ada yang ingin ia keluarkan dari tenggorokannya, perutnya seketika mual. Ia membuka pintu kamar untuk berlari ke wastafel dapur untuk menumpahkan isi perutnya pagi ini.


"Kamu belum mandi, Fat?" tanya Ibra yang sedang meletakan telur dadar diatas nasi goreng Fatih. Ia sudah gagah dengan kemeja kantornya, ia fikir Fatih sudah bangun dan siap untuk berangkat kerja.


Ibra memang bangun lebih pagi karena melihat meja makan kosong maka ia berinsiatif untuk membuat sarapan bersama.


Fatih tidak mengidah kan seruan suaminya, ia terus memuntahkan cairan bening dari mulutnya.


Ibra menghampiri dan menekan tengkuk sang istri agar ia bisa membantunya untuk melepas segala mual yang tengah bersarang.


"Kamu masuk angin? Mau aku kerok, Fat?"


Fatih menggeleng, sambil meraup air yang ia tangkup ditelapak tangan untuk berkumur-kumur dan membersihkan mulut serta wajahnya.


"Ayo duduk, kamu makan dulu!" Ibra menggandeng tangan istrinya untuk duduk dikursi meja makan.


Fatih tergugah melihat suaminya memasak untuknya.

__ADS_1


"Ayo minum!" Ibra menyodorkan air putih kepada Fatih.


Namun sebelum gelas itu diraih, Fatih kembali memegangi perutnya dan berjalan cepat ke arah wastafel. Ia memuntahkan lagi isi perutnya.


Ibra dengan sigap kembali membantu istrinya yang sedang tidak enak badan ini.


"Kita ke dokter ya? Kayaknya kamu sakit." Ujar Ibra, ia terus memijiti tengkuk dan pundak Fatih.


"Enggak Mas. Aku udah telat hari ini, jam 9 aku ada meeting dengan klien. Aku mau mandi dulu ya, Mas!" Fatih melepaskan tangan Ibra yang masih bersandar di bahunya. Ia pun berjalan menuju kamar mandi.


Ibra hanya bisa diam lalu duduk kembali untuk menikmati sarapannya karena ia harus pergi ke kantor.


Tak lama kemudian, setelah ia menghabiskan sarapannya. Ia berjalan untuk mengetuk pintu kamar mandi. Fatih belum juga selesai membersihkan dirinya.


"Kamu nggak apa-apa Fat?" Tanya Ibra kembali mendengar Fatih muntah-muntah.


"Iya Mas---" Jawab Fatih diringi suara air dari shower.


"Ya udah kamu sarapan dulu, aku berangkat dulu ya ke kantor!"


"Iya Mas."


Ibra tetap berangkat kerja walau hatinya terus memikirkan keadaan Fatih. Ia tidak tenang karena meninggalkan istri dalam keadaan sakit. Tapi tetap saja kekerasan kepala Fatih menjadi salah satu dinding besar bagi hubungan mereka.


"Mas Ibra masih perhatian padaku? Apakah itu tandanya ia masih cinta?" Fatih menatap dirinya di cermin dengan lilitan handuk ditubuhnya.


****


"Gimana istri lo, Bra? Ada perkembangan nggak?" Tanya Damar.


"Masih begini aja, dia masih nggak mau jujur kalau dia tuh cemburu sama gue dan Ayu!"


"Hemm..selamat deh sebentar lagi lo akan menyandang status duda kembali---" Damar berdecis geli.


"Bukannya bantuin gue malah doain yang nggak bener!!" Decak Ibra malas.


"Ya gimana dong, Fatih tetap keras kepala kan? Udah dua minggu istri gue ngebantuin lo, tetap aja, Bra. Nggak ada hasil apa-apa! Fatih tetap menutup dirinya dari lo, iya kan??"


Memang apa yang di ucapkan oleh Damar tidak ada yang meleset, semua benar adanya.


"Et tapi, gue masih ada ide buat lo dan Fatih. Mungkin ini agak lebih ekstrim dan Fatih akan marah besar, nah disaat itulah lo bisa tanya kembali gimana hatinya sama lo, Bra!"


"Ide apa? Ayo jelasin---"


Wajah Ibra kembali berbinar. Damar pun akhirnya menjelaskan bagaimana misi setelah ini, terlihat Ibra sedikit mengerutkan dahi lalu berfikir lama dan akhirnya menyetujui.


"Berat sih ini, tapi okelah gue setuju. Biar Fatih bisa memutuskan keputusannya lebih cepat!"


"Gue doain, semoga lo berhasil."

__ADS_1


"Makasi Dam, lo emang teman terbaik gue!"


"Oh iya, lo masih minum obat penenang itu Bra?"


"Sekarang sih udah jarang Dam, gue akan minum disaat mimpi buruk tentang kecelakaan itu kembali datang. Gue masih belum bisa sepenuhnya berhenti untuk lepas dari obat."


"Terus Fatih gimana? Dia masih minum obat penenangnya juga?"


"Obat penenang miliknya masih gue simpan dan selama dirumah gue nggak pernah lihat dia lagi minum obat itu, tapi gue juga nggak tau apakah dibelakang gue dia masih tebus obat-obatan itu apa enggak."


"Sebenarnya dengan pernikahan kalian ini, membuat kalian berdua sama-sama menjauh dari obat-obat kejiwaan. Dengan adanya cinta di antara kalian dan keinginan untuk memulai rumah tangga, gue yakin trauma lo berdua sama Fatih, pasti akan berangsur musnah!"


"Tapi melihat sikap Fatih yang nggak ada perubahan, gue merasa semua itu akan nihil, Dam!" Ibra mengusap wajahnya dengan kasar, ia begitu gusar dan resah.


"Teruslah berusaha dan berdoa, gue yakin jodoh lu nggak jauh-jauh. Hanya si Fatih---"


"Aamiin Dam, makasi banyak atas segala bantuan lo selama ini."


"Sama-sama, Bra," Damar terus memberikan semangat yang kuat untuk sahabat yang ia temui dari sekolah dasar. Mereka sama-sama meniti karir di SUAM. Selalu berbagi kesusahan dan kesenangan.


Melihat masa lalu Ibra yang tragis, membuat nya tidak sampai hari jika Ibra harus berpisah dengan Fatih. Ia sangat menyangkan mengapa bisa sikap Niken yang tidak baik dimasa lalu bersama ayahnya Fatih, bisa berimbas kedalam pernikahan sahabatnya ini.


Semoga saja mereka kembali bersama sebelum akhirnya badai topan kembali menerjang.


"Aku akan terus berusaha, untuk mendapatkan kamu kembali sayang!"


****


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Gifali dan Maura


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2