Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Kamu?


__ADS_3

Selamat membaca guyss❤️❤️


🤗🤗🤗


***


Malam ini adalah malam sejuta rembulan yang paling indah untuk Fatih selama ia berperan sebagai seorang istri.


Dimana saat dulu masih bersama Fahmi, ia belum sama sekali mendapatkan haknya dengan baik, perihal dalam urusan ranjang.


Fatih belum pernah mencapai puncak klimaks ketika mereka sedang bercinta. Selalu saja ada hantaman, pukulan dan caci maki yang Fatih rasakan. Ketidakwajaran yang terjadi dari Fahmi selalu menyiksa Fatih secara fisik dan psikis.


"Alhamdulillah, cuman merah! Bukan biru karena lebam seperti dulu dengan Fahmi--" ucapnya bahagia.


Fatih terus memperhatikan hasil kecupan Ibra yang bersarang di permukaan kulit tubuhnya di depan cermin kamar mandi. Sesekali ia memejamkan kedua matanya untuk mengingat-ngingat malam pertama yang ia lakukan bersama Ibra beberapa jam yang lalu.


Fatih merasa bahagia ke awang-awang. Ia terlihat sangat senang, karena akhirnya ia berhasil mendapatkan klimaks untuk dirinya sendiri.


"Terima kasih, suamiku---"


Ia pun kembali mengembalikan lamunan indahnya ke aktivitas selanjutnya. Fatih kemudian melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di tubuhnya.


Seketika wangi sabun yang masih menempel di tubuhnya, begitu saja terbawa angin melewati indera penciuman Ibra. Ia pun membuka kedua matanya dan melambaikan tangan ke arah Fatih


"Sini...sayang!"


Fatih pun menghampiri dan duduk ditepian ranjang. "Kamu nggak mandi, Mas?" Fatih mengelus-elus pipi sang suami. Ibra pun kembali memejamkan kedua matanya untuk menikmati sentuhan dari sang istri. Ibra kemudian bangkit untuk duduk berselonjor.


"Tadinya aku mau mandi bareng sama kamu, Fat.." Ibra kembali menciumi tengkuk leher Fatih sampai menjalar ke pundak. Walau Fatih terlihat geli, tapi tidak dipungkiri ia pun sangat menikmati semua itu.


"Mas, euhh---" Fatih kembali merintih.


"Mandi dulu, Mas. Aku mau masak dulu buat makan malam kita!"


Fatih dengan cepat memundurkan tubuhnya, agar Ibra mau berhenti.


"Tapi malam ini, aku hanya ingin makan kamu, sayangku--" Ibra kembali menarik tubuh Fatih agar lebih dekat dengan akral tubuhnya.


"Iya, nanti malam kan bisa, Mas. Eumm---" Fatih terus merintih, kedua matanya terpejam kembali. Ibra tetap saja tidak memberi ruang untuk beristirahat sejenak kepada Fatih.


"Ini kan juga sudah malam sayang!"


Lalu.


Sudah dapat di pastikan, Ibra pun kembali mendapatkan hak nya sebanyak dua kali di malam ini. Mereka kembali mengulang percintaan yang sedari dulu sudah mereka rindukan.


****


Ibra masih mengaduk-aduk spageti di dalam piringnya. Sesekali ia melihati wajah Fatih dengan garis senyum mengembang sempurna.


"Kamu kenapa, Mas? Kok senyum-senyum terus kayak gitu??" tanya Fatih.


"Aku nggak bisa move on sama yang tadi abis kita lakuin, Fat---"


Fatih mencebik. "Iya lah, sampai dua kali gitu!! Capek tau.."

__ADS_1


"Fatih harus tau, semua ini ibadah. Kalau aku perhatikan, kayaknya kamu masih lugu ya. Hahahaha!!"


"Iiiihhhh!! Aku cuman pura-pura, Mas! Aku mau kasih kamu ruang gerak sesungguhnya--" Fatih kembali tertawa.


"Masa sih? Kok aku nggak percaya? Coba bukti kan lagi sehabis makan malam ini--"


"Hah??"


"Kenapa? Apa mau sekarang di dapur?"


"Mas, betul-betul ya aku nggak nyangka! Ternyata kamu mafia juga soal urusan kayak gini!"


"Selain itu, aku hanya ingin buat istriku senang, bahagia! Aku ingin kamu juga menikmatinya, enggak hanya aku yang enak."


Seketika itu Fatih pun terdiam. Kenangan buruk bersama Fahmi pun kembali muncul. Ada air mata yang tergenang di pelupuk mata nya.


Ibra pun segera bangkit untuk duduk di samping Fatih.


"Sayang, kenapa? Kok nangis? Aku salah ucap ya?" Ibra merangkul tubuh Fatih dan menyeka air matanya.


"Aku nggak pernah sebahagia ini menjalani pernikahan, Mas! Walau aku nggak mangkir, kalau sekarang ini hati aku masih ada sedikit ragu sama kamu---"


"Ragu, kenapa?"


Fatih terdiam sejenak. Mendenguskan nafasnya perlahan. "Aku takut, pernikahan kita ini nggak akan lama, Mas!"


"Loh, kenapa sayang? Malah aku selalu bermimpi hidup menua dengan kamu--"


Fatih menoleh, lalu menangkup kedua wajah suaminya. "Benar, Mas? Itu mimpi kamu?"


"Janji ya, Mas?"


"Janji, sayang---"


"Kamu akan selalu jujur sama aku? Selalu terbuka sama aku??" Fatih terus menjajah Ibra dengan sebuah janji.


"Iya istriku, aku akan selalu jujur tentang hal apapun ke kamu."


Iya, Mas. Aku percaya kamu!"


Mereka pun akhirnya saling memeluk dalam kebahagiaan. Semoga saja kali ini Ibra berkata benar. Ia akan selalu terbuka dan jujur mengenai diri dan kehidupannya.


***


Terlihat di kediaman keluarga Ibra, sudah ramai berkumpul para sanak saudara. Ada Ibu, Bapak, Kakak-kakak Ibra, Kakak Ipar, Keponakan dan cucu-cucu Ibra. Sesuai rencana bahwa hari ini ada aqiqah cucu Ibra yaitu anak dari Kakak tertuanya.


"Mah, Kok Om Ibra belum sampai? Mama nggak lupa kan untuk ngabarin acara aqiqah anakku?" tanya Niken kepada Ira.


"Tenang aja, Ken. Om Ibra kayaknya masih dijalan."


"Kamu harus jaga sikap ya! Ingat nggak boleh manja-manjaan lagi sama Om kamu. Sekarang itu Om kamu sudah beristri!"


Wajah Niken pun mengerut. "Iya Mah, aku ngerti! Aku ngerasa bersalah, nggak hadir saat akad nikah Om Ibra---"


Namanya Niken, umurnya 23 tahun. Ia adalah cucu pertama di keluarga besar Ibra. Niken adalah satu keponakan yang paling di sayang oleh Ibra. Apapun yang Niken mau, Ibra pasti akan menurutinya. Saat ini Niken baru saja menikah dan melahirkan seorang anak, ia ikut pergi tinggal bersama suaminya di luar negeri.

__ADS_1


Cik.


Mobil Ibra sudah menepi di depan gerbang rumah orang tuanya.


"Mas, aku cantik kan?" Fatih terus melihati wajahnya di kaca spion sambil merapihkan rambutnya yang memang sudah rapih sedari tadi. Ia begitu cantik dan wangi.


"Lebih cantik, kalau lagi nggak pakai apa-apa--" bisik Ibra menggoda tepat didaun telinga sang istri.


"Itu mah kamu yang doyan!!" balasnya ketus.


"Ayo, kita turun--"


"Bentar, Mas! Aku lagi ngumpulin energi dulu, kok aku jadi gugup kayak gini ya? Secara waktu kita nikah, enggak semua keluarga kamu hadir kan, Mas."


"Tetap aja jadi diri kamu sendiri, tampil lah apa adanya! Itu lah cantik yang sesungguhnya."


"Baiklah suamiku tercinta---" Fatih menggoda dengan memajukan bibirnya.


Cup!


Ibra pun mengecup bibir Fatih. "Ayo, turun. Acaranya mau di mulai!"


Kemudian mereka pun turun dari dalam mobil. Ibra terus menggandeng tangan Fatih, mereka jalan beriringan. Kedua pasangan ini memakai baju senada, terlihat Fatih membawa bingkisan kado untuk cucu Ibra.


Lalu


Jgrrrr


Langkah kaki fatih begitu saja terhenti dipertengahan ruang tamu. Kedua matanya melotot, lurus dan menatap tajam. Ia terpaku, diam dan membisu. Entah apa yang ia lihat sampai sekujur tubuhnya menjadi begitu memanas. Sepertinya luka lama kembali hadir menerpa.


"KAMU!!"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan Berhenti Mencintaiku


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2