Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Terkuaknya Dendam


__ADS_3

Selamat malam guyss


Selamat baca yaa


❤️❤️❤️


"KAMU?"


Hati Fatih seperti hancur berkeping-keping saat ini. Jantungnya begitu saja mencelos ketika melihat seorang wanita yang ia benci setengah mati selama ini.


Wanita itu tengah berdendang ria dengan keluarga besar suaminya.


Kedua matanya masih lurus menatap. Sontak kalimat tinggi nya tadi begitu mengagetkan semua orang yang hadir. Berkali-kali Ibra menghentak bahunya, ia tetap tidak perduli.


"Fatih?" ucap Niken dengan nada pelan. Air matanya berlinang, karena sama sekali tidak menyangka bisa bertemu dengan Fatih kembali. Raut ketakutan muncul di wajahnya. Terlihat ritme nafasnya begitu sesak dan kencang.


"Kamu kenal dengan Niken, sayang?" Ibra kembali bertanya.


"Untuk apa dia ada disini, Mas?" balas Fatih dengan bibir bergetar dengan kedua mata memerah.


"Dia keponakanku, anaknya Kak Ira--"


"APA???"


Bagai tamparan hangat menerjang kedua pipinya, begitu sakit jiwanya ketika mendengar kata-kata itu dari mulut suaminya.


"....Fatih sudah kenal sama Niken, ya?" Selak Kak Ira yang ikut gugup.


"Fatih---!" Niken berlari menghampiri dan seraya ingin memeluk Fatih.


Dengan cepat Fatih memundurkan langkah nya "Jangan peluk aku! Aku tidak pantas dipeluk oleh wanita seperti kamu!"


Wajah Fatih terlihat memerah, tatapan kedua matanya begitu tajam karena sulutan api yang tengah membara.


"Sayang...?" ada suara lain yang menjadi perhatian Fatih saat ini. Ia menoleh ke sumber suara, terlihat lelaki tengah menggendong bayi menuruni anak tangga untuk menghampiri Niken.


Lelaki itu adalah suami Niken, sejak tadi dia hanya diatas kamar bersama putrinya.

__ADS_1


"Gading?" lagi-lagi nada tinggi mencuat dari mulut Fatih, sontak membuat lelaki itu tersentak dan menoleh.


"Fatih? Kamu?" Seru nya tertatah-tatah ketika melihat Fatih disini.


Niken langsung menghampiri langkah suaminya yang begitu saja terhenti.


"Kalian?" Desah Fatih pelan.


"Ada apa sih ini? Sayang, kamu kenapa?" Ibra kembali bertanya. Semua mata memandang begitu hening melihat ke arah mereka. Lalu ibra merubah pandangannya untuk menatap Niken dan Gading.


"Apa kalian mengenal istri, Om?"


"Tega-teganya kamu Gading! Menipu aku! Lihatlah kalian sudah menikah sekarang!"


"Dasar penipu!"


"Brengsek kalian!"


"Harusnya aku biarkan kalian mati saja!"


"Lepas, Mas!"


"Ada apa ini, Nak? Kenapa Fatih seperti ini?" tanya Ibu Hanum. Fatih pun menoleh. "Harusnya Fatih nggak disini Bu, harusnya Fatih nggak menikah sama anak Ibu." Fatih mulai terisak dalam tangisannya.


"Fat, kamu ngomong apa sih? Kalian ini kenapa? Aku nggak ngerti!"


"Fatih, tolong maafkan aku dan istriku. Ingat Fat, kami ada sahabat kamu!" tutur Gading.


Fatih semakin naik darah, ia terus meronta-ronta agar tubuhnya dilepaskan oleh Ibra.


"Kalian bukanlah sahabat! Kalian itu PENIPU!!"


"Dengarlah semua, siapa wanita dan lelaki ini--" Fatih terus membuka suara.


"Jangan Fatih, aku mohon!" desah Niken merintih.


"Mas dengarkan aku! Wanita itu yang selalu memanggil kamu Om, adalah sahabat dekatku dulu! Dia sering menginap dirumah, mencari perhatian keluarga ku! Dan akhirnya, apa kamu tau, Mas? Dia tidur dengan Papaku!Menjadi simpanan selama dua tahun! Membuat Mamaku hampir menjadi Gila! Membuat hidupku berantakan!"

__ADS_1


"Dan lihatlah lelaki yang sekarang menjadi suaminya! Dia adalah sahabat dekatku! Orang yang selalu ada dikala ku susah dan butuh bantuan untuk menumpahkan segala asa! Tapi entah mengapa, ia begitu saja menghilang! Meninggalkan aku! Menghianatiku!"


"Dan kamu Gading, kamu tau dia telah menjadi duri dalam rumah tangga orang tuaku, kenapa kamu malah menikahinya? Mamaku selalu memberikan bantuan beasiswa kepada kamu! Lalu kamu pergi tanpa kabar dan akhirnya menikah dengannya? Menjijikan---"


Terlihat Kak Ira begitu saja menggelosor lemas dilantai, ia shock dengan kelakuan putrinya. Begitu pun dengan Ibu Hanum, walau ia tidak sampai pingsan, ia tetap saja meringkuk lemas.


Niken begitu saja pergi berlari ke kamar, ia malu kepada semua orang yang masih mematung mendengarkan ucapan Fatih yang begitu saja menggelegar bagai gulungan angin tornado menyambar udara.


"Fat?" Keluh Ibra dengan suara pelan, ia melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Fatih. Ibra sangat shock, ia masih tidak percaya dengan apa yang baru terucap dari kedua bibir istrinya.


Fatih pun menoleh ke arah Ibra.


"Aku ingin kamu urus perceraian kita, Mas! Aku tunggu!"


***


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan Berhenti Mencintaiku


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2