Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Bunda dan Ayah


__ADS_3

Haiii kesayangan, aku kembali


Selamat baca ya


🖤🖤🖤


.


.


.


.


.


.


.


.


Fatih seketika bangkit dari tepian ranjang untuk menghampiri suaminya yang masih berdiri memegangi obat tersebut.


Blass


Obat itu begitu saja diraih paksa oleh Fatih dari tangan Ibra. Ia terus menatap dua bola mata Ibra yang masih terlihat basah.


"Obat apa, Mas?!"


Fatih menatap tajam dan Ibra hanya terdiam sendu. Mau mengelak? Ibra sudah tidak punya kesempatan lagi.


"....Obat apa? Kamu masih main rahasia-rahasiaan sama aku, Mas?" Fatih melempar kaplet obat itu ke dada Ibra dan lulu lantah jatuh ke lantai.


"Aku tuh istri kamu bukan sih? Kamu udah tau seluk beluk hidup aku, tapi kenapa kamu masih bungkam soal masa lalu kamu?"


Ibra susah untuk menjelaskan, ia hanya bisa menatap ke arah dalam dua bola mata Fatih.


"Aku malu Fat, sama kamu---" Balasnya pelan.


"Malu? Kita udah nikah Mas! Kamu masih malu? Aku sudah terima kamu apa adanya!" Fatih berdecak, ia terus meyakini bahwa dirinya bisa dipercaya.


Ibra menghela nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya ke bawah. Sempat memejamkan kedua matanya untuk mencari kekuatan agar bisa bicara sejujurnya dengan Fatih.


"Itu obat apa, Mas?" Fatih menunjuk obat yang sudah terjatuh di lantai.


"....Obat penenang, Fat!" Ia menjeda sebentar terus melihat respon Fatih yang hanya melongo.

__ADS_1


"Aku sama kaya kamu, kita sama-sama trauma dalam masa lalu---" Air mata Ibra kembali menetes.


"...Aku malu kalau harus cerita, aku nggak becus jadi suami dan ayah! Aku takut kamu raguin aku Fat----Selama empat tahun aku berkecimpung dalam obat-obat seperti ini, karena kejadian itu selalu menusuk jiwaku, Fat!


"Empat tahun, Mas? Selama empat tahun kamu mengalami trauma ini sendirian? Kamu selalu melarang aku untuk berdekatan dengan obat-obat seperti itu! Tapi kamu??"


"...Karena aku sayang sama kamu, Fat! Aku juga udah mau berhenti dari obat-obat seperti ini! Tapi aku juga butuh waktu----" Ibra berbicara sangat pelan, menundukkan wajahnya sedikit kebawah.


"Mas, aku sampai nggak habis fikir sama kamu! Kamu selalu bersikap tabah, bijaksana, kuat. Tapi apa? kamu juga RAPUH, Mas!!"


Ibra mendongakkan wajahnya, menatap keluh wajah sang istri.


"Jangan tinggalkan aku, Fat! Aku akan memperbaiki segala sikapku di masa lalu---" Ibra menggenggam tangan Fatih. Fatih melepasnya begitu saja, bukan untuk marah namun ia malah melebarkan kedua tangannya untuk mendekap Ibra.


Blass


Ibra terperangah dalam pelukan itu. Tubuhnya dikunci erat oleh sang istri.


"Aku nggak akan ngebiarin kamu untuk melewati semua ini sendirian, Mas----" Ucap Fatih dengan suara lembut, menjadi terapi menenangkan untuk sang suami.


Ibra pun meletakan kepalanya di bahu Fatih, ia memejamkan kedua matanya sambil meneteskan air mata kembali.


"Kita berjuang untuk sembuh ya? Kita sama-sama akan ke Dokter!


Ibra mengangguk pelan.


Fatih mengelus-elus punggung suaminya.


"Aku juga akan melakukan hal yang sama buat kamu! Ayo Mas kita berjuang sama-sama, mungkin aja dedek bayi di perut aku agi nungguin Papa nya untuk say hello sama dia??"


Kedua mata Ibra terbuka cepat, satu alisnya naik untuk mencerna apa maksud dari Fatih. Ia pun melepaskan dekapan itu dan menarik wajahnya untuk menatap jelas wajah Istrinya.


"Say hello sama dia? Dedek bayi? Maksud kamu gimana sayang?" Tanyanya.


"Seperti yang kamu bilang tadi siang..."


"Kamu masih mual? Masih mau muntah? Ya Allah...KAMU?" Kedua mata Ibra mengerjap, simpul garis senyum sebentar lagi akan mengembang indah.


Fatih mengangguk dengan senyuman berwajah gembira. Seraya kode membenarkan apa yang ada didalam fikiran suaminya saat ini.


Fatih mengeluarkan sebuah tespack dari kantung celananya. Sejak siang ia berfikir tentang celetukan Ibra, mungkin saja kalau dia sedang hamil. Maka dari itu ketika Ibra sedang tidur ia memutuskan untuk membeli tespack ke apotik dan mengeceknya.


Hasilnya


POSITIF


"Tadinya mau aku rahasiain dulu, biar jadi kejutan buat kamu. Tapi karena keadaan kamu kayak gini, aku mau buat anak kita ini jadi semangat untuk kamu dan juga aku! Kita berjuang dari trauma ya Mas, buat dia---" Fatih meraih tangan Ibra untuk mengelus perutnya yang masih datar.

__ADS_1


"Ya Allah..." Ibra membungkukan badanya untuk mencium perut Fatih dan kembali memeluknya.


"Anaknya---"


"Mama dan Papa ya.." Fatih menyelak sambil mencium pucuk rambut Ibra.


"Jangan Mama dan Papa ya, sayang!


"Terus??"


"Bunda dan Ayah aja----"


Memang betul rasa trauma tentang pernikahannya dengan Jihan masih saja membekas di relung sanubarinya yang paling dalam.


Tentu penyesalan itu tidak akan bisa diubah.


"Apa aja, yang penting Ayahnya senang."


"Aku nggak nyangka Fat, kalau keinginan ibu untuk menjodohkan aku dengan gadis kecil kaya kamu sedari dulu, akan tetap terlaksana saat ini!"


"Dan aku bersyukur, kita dipertemukan dalam keadaan yang sama-sama sudah mengalami kegagalan dan trauma!"


"Aku bahagia karena kamu adalah wanita yang mau menerima keadaan ku seperti ini, kamu mau ikhlas nerima aku yang keadaanya kayak gini, aku nggak tau kalau bukan kamu wanitanya."


"Aku bukan Direktur kaya Fahmi..."


"Aku udah tua..."


"Aku nggak punya apa-apa..."


"Tapi aku akan bekerja lebih giat lagi untuk membahagiakan kamu dan juga anak kita..."


"...Aku terima kamu apa adanya, Mas. Karena kamu juga udah mau nerima aku yang udah jadi barang bekas kaya gini!"


"Aku malah bersyukur Fat! Sangat-sangat berterimakasih kepada Allah dan kedua ibu kita. Jangan bilang kamu barang bekas, kamu tetap BERLIAN di mata aku!"


Ibra pun kembali berdiri, ia menarik dagu sang istri dan memiringkan kepalanya. Mengecup bibir Fatih. Kedua mata mereka saling menutup untuk menunggu kecupan itu menjadi lebih panas dan kasar.


Namun


Seketika Fatih mendorong tubuh Ibra. "Mas jangan! Maghrib, ayo cepat kamu ambil wudhu. Kita shalat berjamaah...."


Ibra tersenyum. "Ya Allah, aku lupa. Ayo sayang!" Ibra mencium pipi Fatih terlebih dulu lalu menggandengnya ke kamar mandi, untuk wudhu bersama.


Betapa sejuk hati dan damai jiwanya Ibra. Mendapatkan Fatih Medina dalam keadaannya yang seperti ini.


****

__ADS_1


Berikan kasih sayang kalian untukku yaa...dengan cara like dan komen. Hatur nuhun guyss


__ADS_2