Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Malam ini, Hanya Milik Ibra


__ADS_3

Hayy aku balik lagi🖤🖤


selamat baca ya guyss


🤗🤗


***


Bolat mata Ibra terus melihati Fatih dari ujung rambut sampai ke jengkal kaki. Fatih masih duduk dikursi untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Mengibas-ngibaskan rambutnya agar segera kering.


Sosoknya saat ini begitu menggoda kedua mata Ibra. Fatih masih terlihat sexy walau saat ini tubuhnya masih di tutup oleh jubah mandi.


Kulit tenggorokan Ibra mulai naik turun. Perasaan aneh nya mulai datang, benar saja!Ada yang menegang di inti kepemilikan Ibra.


"Huhhh..." Tanpa sengaja Ibra menarik nafas lalu membuangnya kembali ke udara. Ia melakukan itu sebanyak tiga kali berturut-turut, mengundang pertanyaan di benak Fatih.


"Kamu kenapa Mas?" Wajah Ibra menoleh ke arah Fatih. Betul saja, ia semakin terperangah. Sudah dapat dipastikan salivanya sudah menggunung untuk dikeluarkan.


Terlihat Fatih mulai membuka jubah mandinya dan mengganti cepat dengan piyama, walau tubuhnya masih menghadap ke dalam lemari.


"Mulus sekali punggungnya...."


"Lekuk tubuhnya..."


Ibra semakin tidak tahan. Ingin rasanya ia bangkit lalu menarik tubuh itu, agar tidak lagi berpakaian.


"N-ggak apa-apa Fat, sini tidur..." Ibra menepuk bantal yang ada disebelahnya.


Kedua mata Fatih membulat, melihat sikap Ibra yang begitu menginginkannya.


"Dia lagi nggak minta jatah nya kan?"


Gumaman Fatih tak hilang-hilang. Fatih mulai melangkah malu-malu untuk mendekat. Namun entah mengapa, Ibra malam ini terlihat sangat berbeda sekali. Aura kegagahannya memancar begitu saja. Membuat Fatih pun ingin memeluk lelaki itu.


Kemudian ia merangkak naik ke pertengahan ranjang. Seketika Ibra merubah posisinya dari yang tegap menjadi miring menghadap Fatih.


Tanpa aba-aba, tanpa menunggu kesiapan Fatih. Ibra pun terus mendekati tubuh mulus istrinya. Ia belai rambut Fatih yang masih basah, menjulurkan lidah untuk menyesapi daun telinga Fatih. Lalu turun ke bawah rahang dan ceruk leher. Menciumi aroma sabun yang sudah di cucurkan sedari tadi di tubuhnya.


"Mas?" Keluh Fatih, seketika kedua wajah mereka kembali bertemu. Ibra mulai mengecup bibir Fatih dengan pelan, lama-lama menjadi gigitan nakal penuh gairah. Ibra makin memperdalam nya dengan menarik tengkuk Fatih agar terus menempel dengan wajahnya.


Sesekali Fatih akan melepaskan karena ia sudah mulai sesak untuk bernafas. Namun Ibra kembali melakukan aksinya sampai Fatih pun melepaskan kembali pagutan tersebut.


"Mas, udah ya. Aku belum siap untuk melakukannya lebih jauh sekarang!" Fatih melepaskan tangan Ibra yang sudah berhasil meremas bongkahan berlian yang ada dibalik piyamanya


"Kenapa Fat? Kamu tidak suka? Apa aku terlalu kasar?" tanya Ibra.

__ADS_1


"Bukan Mas, kamu malah sangat lembut. Aku menyukainya. Tapi aku belum siap, Mas. Apa kamu lupa dengan kesepakatan kita?"


"Nggak ada kesepakatan Fat, itu hanya ucapan nyeleneh yang kita ucapkan tanpa sadar!"


Sungguh Ibra memilih untuk berdusta, jelas-jelas mereka sadar pada saat mengucapkan itu di meja makan. Ibra ingin melenyapkan kesepakatan yang tidak ada penguatnya sama sekali.


"Tapi Mas, aku---"


"Tapi apa? Aku udah kepalang tanggung, Fat! Aku bakal pusing sampai besok dan besok pagi aku harus turun ke lapangan--"


Ibra sudah kepalang tanggung untuk menuju titik kebahagian terakhirnya. Tentu saja hal ini sangat menyiksa fisik dan batin nya.


Ibra kembali menciumi pipi Fatih dan memulai kembali melolongkan indera perasa nya kedalam rongga mulut sang istri. Cuatan saliva mereka terus menggulung-gulung menjadi satu.


Fatih pun tanpa sadar sudah kepalang basah ikut tertarik dengan permainan fisik yang sedang mereka lakukan sekarang.


Fatih dan Ibra sama-sama pasangan yang sudah menikah, tentu mereka tidak akan tabuh lagi untuk melakukan ini. Mereka sudah mempunyai pengalaman dari pernikahan mereka sebelumnya.


Lagi dan Lagi Fatih melepaskan perpagutan bibir mereka. "Jangan sekarang, Mas. Aku belum siap---"


Ibra pun menarik tubuhnya dan mengusap wajahnya dengan kasar. Menyandarkan kepala disandaran tempat tidur. Memejamkan kedua mata untuk mengubah irama nafasnya yang saat ini masih panas menggebu-gebu.


Kenikmatan terhancur kan begitu saja!


Fatih masih melihati Ibra dengan perasaan yang tidak menentu.


Kedua bola mata Ibra mengerjap cepat. Ia menoleh ke arah Fatih dan memberi anggukan tanda setuju.


"Ayo, aku mau!" Ibra sudah kepalang tanggung. Hasratnya sudah melambung tinggi naik ke daratan surga duniawi.


Seketika lampu kamar pun padam. Dalam keheningan meremaja tersembul hanya ada suara erangan dari Ibra. Lama-lama semakin meninggi suara parau nya mencuat.


"Fat---" Ibra terus merintih Ketika istrinya terus melakukan foreplay kepadanya.


Lalu


Tak berapa lama


Mereka pun kembali hening, ketika Ibra sudah berhasil mencapai puncak nya. Fatih merasa sangat lelah, walau hanya Ibra yang mendapatkan kepuasan malam ini.


Tapi ia sudah senang karena Ibra masih mau menuruti permintaanya yang belum siap untuk di jamahi secara intim.


Malam ini, hanya milik Ibra!


***

__ADS_1


Pukul 23:00 wib.


"Fat? Bangun sayang..."


Suara Ibra yang terdengar agak berbeda karena sudah memanggilnya sayang. Begitu tersanjungnya Ibra ia merasa Fatih sudah berbaik hati untuk membantunya beberapa jam yang lalu.


Begini saja dirinya sudah senang dan bahagia. Walau sejatinya ia belum benar-benar bisa memiliki Fatih secara utuh.


Fatih membuka matanya perlahan. "Kenapa Mas?"


"Saya sedari tadi mendengar perut kamu terus berbunyi, kamu pasti lapar kan?"


Fatih terdiam sebentar, ia baru ingat. Perutnya belum di isi makanan sejak tadi siang sampai saat ini.


"Kamu mau makan apa? Biar saya pesankan ke restoran hotel.."


Fatih tergugah dengan perhatian Ibra yang sebegini baik kepadanya. Ia begitu mencemaskan kesehatan Fatih, takut jikalau istrinya akan sakit karena telat makan.


"Makan di restorannya aja langsung yuk, Mas!"


"Baiklah, ayo!"


****


Fatih terus melihati telapak tangannya yang terus digenggam rapat oleh Ibra. Bagaimana bisa mereka berubah secepat ini. Masih ingat dalam benak nya di malam pernikahan mereka, bahwa Fatih dan Ibra sudah sepakat untuk mengurusi kehidupan masing-masing dulu sebelum akhirnya mereka akan menerima satu sama lain. Fatih ingin menghilangkan rasa traumanya dulu, menata karir dan tidak ingin diganggu soal melayani suami. Begitu pun sebaliknya dengan Ibra.


Namun siapa sangka? Kesepakatam mereka hanya sebuah rencana.


Ya itu lah, tangan Tuhan ! Maha pembolak balik hati hambanya.


Mereka pun sampai di restoran. Ibra membawa Fatih untuk berdiri di deretan mena buffet.


Lalu


Seketika langkah kaki Fatih terhenti mematung begitu saja, ia terus melihati siapakah di sana yang tengah memadu kasih. wajah Fatih langsung berubah emosi. Ia pun dengan cepat meninggalkan suaminya yang masih berdiri sambil memilih makanan ke dalam piringya.


Dan


Byrrrrr


Ia mengambil segelas sirup yang masih ada di meja untuk di siramkan ke wajah salah satu pasangan di antara mereka.


"Fatih!"


***

__ADS_1


Like dan komen ya guyss.


__ADS_2