Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Penipu Hati Kamu, Mas!


__ADS_3

Haii selamat pagi.


Selamat baca ya🖤


***


Seketika Fatih mendorong tubuh Ibra menjadi sedikit terpental ke tepi ranjang. Fatih mengkancingkan kembali piyama nya. Untung saja mereka baru sebatas pemanasan, coba kalau sudah sampai ke inti, pasti Fatih akan lebih sakit hati.


"Keterlaluan kamu, Mas! Lagi cium aku, kamu sempat-sempatnya sebut nama wanita lain!!" Decaknya merintih.


Dengan cepat, Ibra mendekati Fatih untuk merayu dalam ibaan. "Sayang..sayang, maaf! Aku juga nggak tau, Fat. Aku salah ucap--"


"Salah ucap kata kamu? Jangan panggil aku SAYANG!!" Fatih melepas tangan Ibra yang mulai menggenggamnya "Penipu hati kamu, Mas! Kamu tuh belum sayang sama aku, kamu itu cuman butuh pelepasan!!"


Fatih menangkup wajahnya dengan telapak tangan lalu merintih kemudian menghentakan kakinya, menendang selimut. "Kenapa sih, aku selalu aja dibohongin sama kaum lelaki?? Salah aku apa!!" Fatih mulai menangis. "Mas, mana obat aku??"


"Nggak sayang, bukan maksud aku kayak gitu--"


"TERUS APA?? Kembalikan obat ku, Mas!"


"Tenang Fat, kamu jangan marah-marah kayak gin, aku nggak akan kasih obat itu lagi sama kamu!!" Ibra kembali mendekat untuk meraih Fatih. Ibra tahu Fatih sedang tidak tenang sekarang. Mencoba memeluk, namun Fatih tidak ingin.


"Terus aku harus senang, ketika kita akan melakukan hal itu, tapi kamu ucap nama wanita lain.." Suara Fatih semakin melemah.


Sudah keluar jiwa seorang istri di tubuhnya. Ia berhak untuk marah, menjaga hati suaminya dari wanita lain.


"Aku khilaf, Fat. Aku nggak sadar--" Ibra memelas.


"Siapa Jihan?" Ibra tetap diam. "Jawab, Mas!" tanya nya dengan suara bergetar.


"...Jihan itu." Ibra menjeda agak lama, ia bingung bagaimana respon Fatih setelah ini. "Almarhuma istri aku..sayang." jawabnya pelan.


"Hah? Istri? Oh aku tau, pantas aja tadi kamu nggak bisa jawab semua pertanyaan aku, ketika kita sedang makan malam, karena kamu masih cinta kan sama istri kamu??"

__ADS_1


"Bahkan aku aja nggak tau tentang kamu? Masa lalu kamu? Kamu nggak pernah mau cerita! Tapi kamu selalu mau tentang hidup aku!"


Fatih memejamkan matanya perlahan, membuang nafasnya yang berat. Ia merasa dadanya begitu sakit dan tertekan. Belum pulih kenyataan tentang Fahmi, sekarang Ibra kembali mengoles garam di sayatan lukanya.


"Kita memang seharusnya nggak saling kenal, Mas! Lebih baik kita kembali ke kesepakatan awal, kalau kita hidup aja masing-masing!!"


"Nggak Fat, itu semua nggak benar. Aku memang udah mulai jatuh cinta sama kamu. Untuk masa lalu aku, aku akan cerita sama kamu, semuanya--"


"Ya udah ceritain sekarang!"


"Nggak sekarang ya sayang, nanti kalau aku udah siap--"


Wajah Fatih kembali mengerut, ia bingung dengan pernyataan Ibra.


Ibra belum berani mengingat memorinya kembali. Ia belum bisa menghadapi traumanya dengan benar, tidak mungkin malam ini ia harus menenggak kembali obat penenang kepemilikannya. Karena ia baru saja menahan Fatih agar tidak meminum obat itu.


"Ck! Aku fikir kamu berbeda, Mas! Tau nya sama aja! Lepasin aku!" Fatih masih menangis, ia mendorong ibra kembali agar menjauh. Dan ibra kembali meraih tangannya yang akan bangkit turun dari ranjang, agar tetap bersamanya.


"Aku memang salah, Fat. Tapi demi nama ibuku, udah enggak ada nama Jihan di hati aku, ketika aku mulai jatuh cinta sama kamu---"


"Dari awal aku udah ngasih rasa ini penuh sama kamu, walau aku tau mungkin perasaan kamu belum sepenuhnya genap."


Fatih berkali-kali mendengus kan nafasnya. Ia terus menatap kedua mata Ibra yang memelas dan memohon. "Lepasin aku, Mas! Aku nggak mau bahas! Aku mau tidur!"


Fatih memutuskan masalah itu untuk terhenti secara sepihak tanpa negosiasi.


"Iya sayang, tidur ya--" Ibra menyibakkan selimut ke tubuh Fatih, walau kini ia tidur dengan posisi memunggunginya. Fatih memaksa kedua matanya yang belum mengantuk untuk terpejam.


Ibra terus mengelus-elus punggung Fatih, Ia merasa sangat bersalah. Lagi-lagi malam ini tidak memberikan mereka kebahagian apa-apa.


***


Perlahan-lahan Fatih membuka kedua matanya. Merentangkan kedua tangannya untuk melekukan tubuhnya. Seketika ia menoleh ketika tangan kanannya hanya menyentuh bantal kosong disebelahnya. Kamar ini terlihat sepi.

__ADS_1


Ia pun segera bangkit untuk duduk berselonjor. "Mas Ibra? Sudah berangkat kah?" tanya nya, lalu arah matanya diputar untuk melihat jam di dinding.


"Sudah jam 09.00?? Aduh kesiangan!" Ia pun segera bangkit dari kasur, lalu seketika terhenti ketika ingatannya pulih tentang semalam. Fatih kembali beku dan diam. "Aku kesal sama kamu, Mas!"


Lalu ia bangkit menuju kamar mandi, sontak ia kaget melihat sudah ada sarapan untuk dirinya di meja.


Selamat makan istriku, maafin aku ya.


Ada sebuah note dibawah piring sarapannya. Fatih terus menggenggam note itu, ia ratapi terus menerus.


"*Apa benar ya aku sudah mencintainya, kenapa semalam rasanya begitu sakit?"


" Mengapa ada perasaan tidak suka, ketika ia mengatakan perasaan ku belum genap kepadanya?"


"Jika benar aku sudah mencintai kamu, maka aku harus bersiap dengan berbagia rasa sakit yang akan datang menghantui--"


"Apakah aku sudah siap untuk memulai kembali*?"


Seketika perasaannya menjadi bimbang. Sebelumnya malam itu terjadi, ia sudah memutuskan untuk menerima takdirnya. Ia akan mencoba menerima pernikahan ini, mencoba melayani Ibra layaknya suami sungguhan.


Memberikan apapun hak yang dimiliki oleh Ibra. Namun karena ucapan Ibra yang tidak sadar, membuat Fatih kembali bimbang dan ragu.


Ayo Ibra! teruslah berjuang untuk meneguhkan hati istrimu.


***


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Jangan Berhenti Mencintaiku

__ADS_1


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️


__ADS_2