Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Kita baikan ya, sayang!


__ADS_3

Haii kesayangan, aku kembali


Selamat baca yaa


❤️❤️❤️


.


.


.


.


.


.


Dari sore sampai malam Fatih terus mengurung dirinya didalam kamar. Ia terus menangis dan menangis. Bahkan baju kantornya pun belum dibuka. Ia juga rela menahan haus, buang air kecil dan lain-lain. Karena ia masih tidak mau melihat Ibra.


Melihat Fatih seperti ini, Ibra jadi merasa bersalah. Ide Damar malah mempertambah masalah mereka. Sudah berkali-kali Ibra mengetuk pintu kamar Fatih, mulai dari menawari minum, makan atau apapun agar Fatih bisa beranjak keluar kamar.


Ibra terus menggelengkan kepalanya. Membuang nafasnya secara asal.


Harusnya saya nggak usah pakai cara kayak begini! Saya harusnya udah peka kalau Fatih cinta sama saya! Saya nya aja yang nggak sabar! Saya malah melukainya !


Ibra terus memaki dan mengumpat dirinya sendiri. Lelaki ini terus menunggui istrinya diluar kamar. Ia pun sama tidak nafsu minum atau makan. Ia hanya ingin memeluk Fatih sekarang.


Sedari tadi Fatih bisa menahan rasa mual nya, namun setelah lama menahan akhirnya ia pun tidak bisa menolak ketika tubuhnya bergelora ingin muntah.


Ia pun membuka pintu kamar dan berlari ke wastafel dapur.


"Sayang....?" Ibra bangkit dari sofa ikut berlari mengikuti Fatih ke dapur.


Fatih kembali muntah malah sekarang terlihat semakin parah. Ia sempat memejamkan kedua matanya ketika sudah berhasil mengeluarkan muntahan bening itu dari dalam mulutnya.


"Fat, kamu sakit. Ayo aku antar ke dokter ya?"


Fatih masih diam dia belum bisa menjawab. Karena rasa ingin muntah kembali menerpa tubuhnya.


Lalu.


Huwe...huwe


Fatih kembali memuntahkan sebanyak-banyaknya sampai ia merasa lega. Ibra terus memijit-mijit tengkuk leher istrinya.


"Ayo keluarin sayang, kamu nih---" Ibra menghentikan ucapannya seraya berfikir ke lain hal.


Apakah kamu hamil, Fat?


Ibra terus bertanya-tanya dalam batinnya. Tentu Ibra adalah lelaki dewasa yang sudah pernah menikah dan punya dua anak. Ia pasti mengerti bagaimana tanda-tanda wanita tengah hamil muda.


"Mas---?" Desah Fatih ketika tubuhnya begitu saja menggelosor, ia begitu lemas.


Dengan sigap Ibra merangkul dan membawa tubuh Fatih untuk masuk kedalam kamar miliknya. Fatih masih dalam keadaan sadar, tetapi ia tidak mempunyai energi karena badannya sudah begitu lemah.


Mengingat ia belum makan semenjak pulang dari kantor lalu menangis berjam-jam dan berkali-kali muntah. Fatih tidak punya kekuatan.


Fatih diletakan diranjang, Ibra memposisikan tubuhnya agar bisa berbaring dengan baik.


"Kamu mau ganti baju?" Tanya Ibra dengan lembut, Fatih hanya melihati Ibra dengan air mata yang masih tersisa disana.


Ibra terus menyeka air mata istrinya, mengelus wajah Fatih dan mengecup dahinya. Fatih terus menangis.

__ADS_1


Ibra bangkit dari tepi ranjang untuk melangkah ke kamar Fatih mengambil piyama tidur milik istrinya.


Entah mengapa walau Ibra sudah menyakiti hatinya, Fatih tetap saja terhanyut akan kelembutan Ibra.


Jika kasih sayang diberikan secara tulus pasti akan begitu mengena dihati, seperti yang tengah diberikan oleh Ibra kepada istrinya. Lelaki 36 tahun ini sangat tulus dan mencintai Fatih.


Ibra sudah kembali dengan piyama tidur serta air minum di gelas.


"Minum dulu ya!" Ibra membantu Fatih untuk menenggak air di gelas.


"Kamu berbaring aja, biar aku yang mengganti baju kerjamu!"


"Mau aku basuh pakai handuk basah tubuhmu?"


"Enggak Mas, aku dingin---"


"Ya udah, ganti baju aja ya!"


Fatih mengangguk pelan.


Ibra mulai membuka kancing kemeja Fatih, lurus sampai kancing terakhir. Ibra hanya bisa menelan salivanya ketika kedua mata nya begitu saja bebas melihat lekuk tubuh sang istri. Tubuh ini yang sangat ia rindukan.


Ibra dengan teratur membuka semua apa yang dipakai oleh Fatih. Wanita itu terlihat polos tidak menggunakan apa-apa. Jika saja Fatih sedang sehat dan tidak menangis, pasti Ibra akan langsung hinggap seperti kumbang.


Memakaikan piyama di tubuh Fatih dengan cepat karena ia takut istrinya akan masuk angin jika lama-lama tidak mengenakan pakaian.


"Mas?" Fatih meraih tangan suaminya.


"Siapa Ayu Mas? Apa hubungan kamu sama dia?" Tanya Fatih dengan suara terbata-bata. Kedua mata nya bengkak dan hidungnya sudah memerah.


Melihat Fatih seperti ini membuat Ibra semakin tidak tega.


"Hanya teman, Fat."


Memang betul, Ibra hanya bersandiwara. Ia tidak sakit sama sekali.


"Enggak usah dibahas dulu ya, kamu harus makan sekarang, kamu mau makan apa?"


"Kenapa nggak usah dibahas? Karena bagi kamu menyakiti aku adalah sesuatu hal yang nggak penting, Mas?"


Fatih bangkit untuk duduk berselonjor, ia ingin lebih tegas melihat kedua bola mata suaminya.


"Kamu sangat penting bagi aku! Sungguh sayang---" jawab Ibra dengan lembut, ia sudah tidak bis lagi membohongi Fatih dengan ide Damar yang seperti ini.


Fatih masih tergugu terus mendengarkan semua kata-kata yang akan keluar dari mulut Ibra.


"Cinta nya aku hanya buat istriku seorang. Karena aku sudah berjanji saat melangsungkan ijab qabul aku akan menerima segala kekurangan dan kelebihannya."


"Tapi hanya untuk istri yang tetap mau menetap didalam rumah ini bersama ku sampai kami menua---"


"Hanya untuk istriku, yang mau berjuang bersama-sama denganku untuk melawan setiap terjangan masalah dan cobaan!"


"Ya tentu saja hanya untuk ISTRIKU yang tidak akan pernah mengancam untuk pergi dan berpisah dari ku---"


"Hanya untuk ISTRIKU lah, hati ini akan terus berlabuh!"


Kedua mata Ibra terlihat berkaca-kaca, ia terus berharap dan berdoa agar Fatih cepat untuk sadar dan kembali untuk tidak menutup dirinya lagi.


Fatih semakin menangis mendengar rintihan kalbu yang begitu saja tercuat dari mulut Ibra. Begitu terenyuh hatinya, ia pun langsung berhambur ke dada Ibra dan memeluk lelaki itu. Ia semakin menangis terisak.


"Maafkan aku Mas---" Ada kalimat yang keluar dari bibir Fatih dengan ditemani isakkan tangisnya.


Ibra mengunci tubuh istrinya dengan erat, mengusap-usap dan menciumi wajah Fatih.

__ADS_1


"Aku nggak mau kamu pergi dengan wanita lain, Mas!"


"Itu nggak akan terjadi, kalau kamu nggak meminta aku untuk terus menceraikan kamu sayang, karena sejatinya aku nggak bisa Fat!"


"Terus bagaimana dengan Ayu, aku takut kamu memberi harapan sama dia!! Kamu jahat Mas!"


Dalam tangisannya, Fatih masih sempat untuk memukuli dada Ibra.


"Harapan gimana? Orang di juga udah bersuami, ya nggak mungkin dong Fat!" Ibra berdecis geli.


Mendengar Ibra tertawa sontak membuat Fatih bertanya-tanya, ia pun kembali geram. "Oh jadi kamu selingkuh sama istri orang Mas? Keterlaluan ya kamu!!" Fatih menghentikan tangisnya dan kembali merajuk.


"Ett! Tunggu, aku bisa jelasin. Kamu jangan marah-marah dulu."


"Iya udah ayo jelasin!"


Lalu Ibra menjelaskan bagaimana ia, Damar dan Ayu bersatu untuk membuat Fatih cemburu. Dengan segala taktik, ide dan rencana.


Setelah mendengar klarifikasi dari Ibra, Fatih pun kaget lalu memukul-mukulnya dengan bantal.


"KAMU YA MAS!!"


Ibra dengan sekuat tenaga mendekap tubuh Fatih, mengunci tubuh istrinya agar tidak bisa bergerak.


"Aku begini karena nggak punya cara lain Fat, aku hanya mau tau bagaimana perasaan kamu, kenapa dengan gampangnya kamu selalu berucap ingin pisah--"


Mendengar ucapan itu membuat Fatih berhenti meronta. Ia terlihat bahagia, seketika wajahnya merona. Kedua matanya yang bengkak pun sudah tidak terlihat lagi basahan air mata disana.


"Benar, Mas? Karna kamu sayang sama aku?"


Ibra memberikan ponselnya kepada Fatih.


"Kamu boleh membaca sekumpulan chat-chat aku dengan Damar dan Ayu, kita juga punya group, namanya "Pertahankan Fatih... !"


Seketika itu pula Terdengar gelak tawa Fatih menggema diruangan ini. Garis senyumnya semakin melebar memperlihatkan gigi-gigi putihnya yang selalu dirawat dengan baik.


Ibra meraih tangan istrinya dan menciumnya berkali-kali.


"Kita baikan ya sayang----!"


****


.


.


.


.


.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Mantanku Presdirku Suamiku


2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


3.Gifali dan Maura


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.


Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

__ADS_1


__ADS_2