Dua Kali Menikah

Dua Kali Menikah
Tadi kamu sebut aku apa? JIHAN?"


__ADS_3

Selamat baca ya❤️❤️


***


Terlihat Ibra dan Fatih sedang berlari-larian di sekitar pantai Kuta Bali.


"Aww...hahahhaha.." teriakan penuh tawa mengalir dari bibir Fatih, ketika Ibra berhasil memeluk perut nya lalu memutarkan dirinya ke udara dari belakang.


Dengan lengan tangan yang di lipat sampai ke siku dan kemeja nya sudah penuh dengan debu dan tanah, Ibra tetap tidak gentar untuk mengejar-ngejar sang istri yang terus menggodanya.


Mereka saling jatuh cinta dibawa langit yang mulai redup. Sesekali mereka berjalan lalu berlari lagi. Tidak perduli kepada semua yang tengah menatapi bagaimana mereka saat ini.


Kata mereka berdua itu lebih baik, yang lain ngontrak.


"Sayang, udah ya. Aku capek.." Ibra membuang nafasnya dengan peluh. Tubuhnya melekuk, kepalanya menunduk kebawah, kedua tangan di letakan di lutut. Ibra betul-betul letih, namun ia bahagia.


"Ayo ah! Payah kamu, Mas!" ledek Fatih yang sudah berada dipinggiran anak pantai. Tangannya terus melambai ke arah Ibra.


"Ayo Mas! Pemanasan dulu, sebelum nanti malam---" Dengan cepat Fatih menutup mulutnya lalu berlari kembali, karena melihat Ibra sudah mengambil ancang-ancang untuk mengejarnya.


"Nah! Dapatkan!!" Ibra berhasil merengkuh tubuh istrinya. "Nanti malam kita sudah boleh---?" tanya Ibra untuk memastikan.


Fatih menghela nafasnya perlahan. Namun menatap dengan mantap. "Iya, Mas! Ambilah hak kamu, sesuka mu---" senyum Fatih mengembang. Alarm perizinan sudah dinyala kan untuk Ibra. Fatih merasa, ia harus mulai bisa menjalankan kewajibannya secara utuh untuk sang suami.


Tanpa disangka-sangka. Ibra berjingkrak-jingkrak penuh kebahagiaan. Walau ia tahu Fatih bukanlah gadis perawan, tetap saja ia merasa sangat senang. Karena merasa Fatih akan sepenuhnya menjadi miliknya.


"Makasi ya sayang--" Ibra meraih kedua tangan Fatih untuk di ciumnya. Mereka saling menatap dalam cantiknya sunset sore yang mulai naik di pinggir anak pantai Kuta, Bali.


Ibra berlari menjauh dari Fatih untuk mengambil jas kantornya yang sudah terlepas di pasir. Ia kembali berlari mendatangi istrinya, untuk memakaikan jas itu ke tubuh Fatih.


"Pakailah, udara semakin dingin! Aku nggak ingin kamu sakit--"


Terlihat jas itu sudah menutupi tubuh bagian atas wanita ini. Fatih begitu terenyuh dengan sikap lembut Ibra. Lelaki ini tidak henti-hentinya mendekap, mencium dan memperhatikan dirinya.


"Aku jatuh cinta sama kamu, Fat!"


Fatih mengangguk mantap, garis senyum di iringi tetesan air bening dari ekor matanya pun hadir menghiasi wajahnya. Ia begitu terharu.


"Baru kali ini aku merasa sangat dicintai, Mas--"


"Kamu jangan pernah berubah ya, Mas! Tetap kayak gini sama aku!"


"Iya dong, pasti. Kamu itu berarti buat aku!"


Ibra kembali merangkul tubuh istrinya untuk dibawanya pergi mencari makan malam. Ibra tidak akan menyangka jika di umurnya yang ke 36 tahun, dipercaya kembali oleh Allah untuk mengarungi bahtera rumah tangga dan memulai semua dari nol.


Berusaha kembali untuk mendapatkan seorang anak dan lebih lagi merawat diri karena saat ini tengah berpasangan dengan wanita muda yang masih energik.


***


"Ini enak, Mas. Buka mulut kamu!" Fatih menyodorkan suwiran ayam ke mulut suaminya.

__ADS_1


Ibra melirik bunga kamboja yang menjadi pemanis disetiap meja. Ia mengambil nya dan menaruh ditengah daun telinga Fatih. Meraih kamera ponsel nya untuk mengambil gambar sang istri.


"Kamu senyum, Fat.." Ibra berkali-kali mengambil foto tersebut. "Udah ah, ayo Mas. Kamu makan lagi--"


"Siap! Aku akan makan yang banyak, biar nanti malam bisa nyetak gawang!" Ibra berdecis geli.


Fatih hanya mencebik.


"Mas?"


"Ya, sayang--"


"Aku sama mantan istri kamu, cantikan mana?" tanya Fatih polos.


Ibra mendongak kan wajahnya menatap sang istri. "Kalian sama-sama wanita. Jadi sama-sama cantik!" jawabnya bijak.


Tentu saja jawaban itu belum mengena di hati Fatih.


"Lebih cinta aku atau istri kamu?"


Ibra kembali menatap wajah istrinya. "Kalian sama-sama orang spesial dalam hati saya!"


"Terus jawabannya apa? lebih cinta aku atau dia?"


Lagi dan lagi, Ibra tidak bisa memutuskan antara Fatih dan istrinya.


"Apa aku kecepetan ya nanya kaya gini? Jelas-jelas dia udah hidup berbelas tahun dengan istrinya. Kalau sama aku, baru juga dua minggu. Mana mungkin lebih cinta aku! Aduh bodoh deh kamu, Fat!"


" Apa kata-kata cinta dan sayang yang kamu ucap itu cuman bualan ya, Mas? Apa hanya karena kasian liat aku disakitin sama Fahmi?


Bisik-bisik di kepala Fatih terus bergumam. Nafsu makan yang sedari tadi menggebu-gebu berangsur menghilang. Ia resah jika cintanya tidak terbalas.


"Apa bener, aku udah cinta sama kamu, Mas?"


Fatih terus melamun, sungguh dirinya terusik.


"Kamu kenapa?"


"Kita balik ke hotel aja yuk, Mas! Kepala aku pusing---"


"Loh kok? Tiba-tiba sakit? Ya udah kita ke dokter aja ya!"


"Nggak, Mas. Aku mau balik ke hotel aja!"


***


Ibra sudah menyadarkan tubuhnya diranjang sambil menatap layar Ipad nya. Sesekali kedua matanya menatap Fatih yang masih terduduk didepan layar laptop dengan headset musik di kedua telinganya.


Isi kepala Fatih makin menyeruak, ia cemburu dengan hal yang ia buat sendiri. Harusnya malam ini adalah malam kebahagiaan untuk mereka berdua. Namun sikap Fatih yang berubah dingin begitu saja menghancurkan semuanya.


Sudah dua jam Ibra di diamkan oleh Fatih. Istrinya tidak mau berbicara satu kata pun. Mungkin Ibra lupa, jika wanita tengah jatuh cinta lalu dikecewakan maka rasanya akan sangat sakit.

__ADS_1


Walau saat ini Fatih masih bisa menerima itu semua.


Sudah cukup, dua jam Fatih mendiami dirinya. Ibra pun bangkit dan menghampiri istrinya. Mengambil bangku yang lain untuk duduk di samping Fatih.


"Kamu kenapa sayang? Ayo kita tidur, sudah malam! Kamu pasti letih."


"Nggak Mas, aku udah biasa tidur malam!"


"Mulai saat ini udah enggak boleh! Kalau saya udah berbaring di ranjang maka kamu pun harus!"


Fatih masih diam, ia belum mau menatap Ibra.


Ibra meraih dagu sang istri agar menoleh ke arahnya. "Kamu kenapa? Saya ada salah?"


Fatih hanya menggeleng. Ia beku untuk berucap. "Ayo tidur!" Ibra meraih tangan Fatih agar bangkit menuju kasur bersamanya.


"Kamu beneran sayang sama aku, Mas?" Ibra kembali membuka matanya yang sebentar lagi akan terpejam. Ia pun memiringkan tubuhnya untuk menatap wajah istrinya lebih lekat. Mengangkat tubuhnya sedikit untuk berada sedikit diatas Fatih.


"Jadi ini yang buat kamu uring-uringan?" Ibra tertawa pelan.


"Sayang dong, kamu kan istri saya!"


"Demi apa?"


"Demi cintaku padamu--"


"Tuh kan!" Fatih berdecak malas.


Ibra terus melihati wajah Fatih dalam-dalam, hormon androgen nya kembali menjalar. Ia mulai mencium kembali bibir Fatih yang begitu sexy dan wangi.


Fatih pun menyambutnya dengan gairah yang tinggi. Beginilah rasanya ketika jatuh cinta, maka semua ini akan terasa lebih nikmat.


Ibra terus melakukannya dengan lembut. Tak berapa lama jari-jarinya mulai membuka seluruh kancing-kancing piyama kepemilikan Fatih.


Terbuka semua.


Ibra terus mendorong saliva nya agar masuk kedalam kerongkongan. Ketika melihat dengan jelas komelekan bagian atas tubuh istrinya.


"Mas!" Fatih merintih, sambil menggenggam tangan suaminya. Ibra semakin panas. Ia terus bermain dengan gelora hasrat yang membara. Seketika semua menegang.


Ia butuh hak nya!


Lalu


Brag.


Ibra terdorong begitu saja, ia terlepas dari fatamorgana yang saat ini tengah ia rengkuh. Tidak sengaja Ibra mendesah merancau menyebut nama lain dari ucapannya.


"Tadi kamu sebut aku apa? JIHAN?"


***

__ADS_1


Like dan komen ya guyss🖤🖤


__ADS_2