
"Rencana apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Demian pada Kinanti, sang ibu tiri Tamara yang sekarang sudah menunjukkan wajah aslinya yang selama ini hanya menggunakan topeng. "Bu, apa ibu punya rencana?" Demian bertanya sekali lagi pada Kinanti.
"Seharusnya kamu itu melenyapkan Tami dan Bara, sebagai timbal balik kalau ibu ini sudah menyelamatkan kamu." Kinanti yang di tanya malah mengalihkan pembicaraan.
Karena rupanya wanita paruh baya itu yang telah menyelamatkan Demian, dengan cara menyewa hacker untuk melacak keberadaan Demian dan Tamara. Sebab Kinanti tidak percaya begitu saja saat beredarnya video kecelakaan pesawat pribadi yang ditumpangi oleh pasangan yang sudah bukan suami istri itu lagi.
Serta Kinanti juga tidak percaya saat wanita paruh baya itu melihat mayat Demian dan Tamara yang wajah mereka tidak bisa dikenali. Meskipun Bara sudah mengatur semuanya akan tetapi, Kinanti masih saja bisa tahu semuanya dan rupanya wanita paruh baya itu tidak bisa di tipu, karena Kinanti adalah penipu ulung.
"Bu, Bara berhasil lolos membawa wanita itu. Bagaimana bisa aku mengejarnya? Di saat ibu menyuruhku untuk membawa Ara ke sini." Demian membenarkan posisi duduknya, dan kini laki-laki itu sudah berubah 98% hanya karena sejumlah harta yang dijanjikan oleh Kinanti.
Sebab perusahaan Demian juga sedang berada di ambang kehancuran membuat laki-laki itu, mau tidak mau harus mengikuti rencana wanita paruh baya yang sekarang sudah menjadikan dirinya sebagai boneka yang bisa dimainkan.
Inilah hidup dan inilah fakta, bahwa seseorang bisa berubah kapan saja hanya karena harta. Karena didunia ini yang akan dipandang hanya yang beruang saja.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu mari kita susun langkah pertama. Dimana kamu harus kembali lagi rujuk dengan Ara, karena dengan cara begitu maka semua urusan kita akan menjadi lancar tanpa ada kendala sedikitpun, apa sampai sini kamu paham?"
"Aku dengan Ara sudah talak tiga, Bu, dengan adanya surat cerai itu. Apa ibu tidak tahu akan hal itu?"
Kinanti sampai melupakan akan hal itu, membuatnya segera memutar otak supaya ia bisa menyatukan Demian dan Tamara lagi.
"Bara emang licik, dia sepertinya sudah tahu sejak lama tentang rencanaku ini," ucap Kinanti sambil terus saja berpikir dengan keras. "Begini saja, jika kamu tidak bisa rujuk dengannya maka kamu harus berpura-pura baik dengan Ara. Biar apa yang kita inginkan akan terwujud bagaimana?"
"Ide yang bagus, intinya kita hanya butuh tanda tangannya saja 'kan?"
Demian mengangguk. "Ara tidak akan curiga padaku, Bu, selama aku ini bersikap baik dan manis padanya," timpal Demian, laki-laki brengsek yang malah mau bekerja sama dengan Kinanti.
"Bagus, pokoknya kamu harus membuat Ara membenci Tami dan Bara. Biar nanti kalau dua orang itu muncul Ara akan memihak kepada kita." Kinanti tersenyum puas saat wanita paruh baya itu mengatakan itu semua, karena ia berpikir bahwa alam semesta mendukungnya untuk melakukan kejahatan seperti ini.
__ADS_1
***
Di gudang ruang bawah tanah terlihat Arsiy terus saja mengerang kesakitan gara-gara kaki gadis itu yang di temb4k oleh Demian, saat ini peluru yang bersarang di dalam sana sedang di keluarkan secara paksa tanpa ia diberi obat bius terlebih dahulu.
"Bagaimana Ar, apa kau mau bekerja sama denganku?" Demian melipat tangannya diatas da danya sambil menatap gadis yang sedang kesakitan itu.
"Lebih baik Anda bu nuh saja saya, daripada saya harus mengkhianati Tuan Bara!" teriak Arsiy dengan tatapan sinis. "Anda manusia terlicik dan terjahat yang saya temui, gara-gara harta Tuan malah berubah menjadi manusia paling menjijikkan di dunia ini. Dasar penjilat!" Arsiy menggertakkan giginya sebab gadis itu harus menahan rasa sakit dan juga amarahnya yang saat ini sedang menguasai gadis itu.
Demian maju selangkah sambil berkata, "Aku tanya sekali lagi, maukah kau memihak kepadaku?"
"Cuih!" Arsiy malah meludah ke sepatu Demian. "Anda ternyata sama seperti wanita tua itu, dimana kalian sama-sama menggunakan topeng. Rupanya kebaikan Anda dan rasa cinta pada Nyonya Ara itu semua hanya tipuan semata. Dasar laki-laki plin-plan!"
"Baiklah Ar, rupanya kau lebih memilih keluargamu menderita," ucap Demian sebelum laki-laki itu menuangkan alkohol di kaki Arsiy yang saat ini sedang di operasi dadakan hanya untuk mengeluarkan peluru.
__ADS_1
"Akkhhh ...." Arsiy mengerang kesakitan. "Anda memang manusia terkutuk!" jerit gadis itu, sebelum ia tidak sadarkan diri karena tidak bisa menahan rasa sakit yang di sebabkan oleh Demian.
"Dasar lemah, begini saja sudah pingsan!" Demian mendesis saat melihat Arsiy yang duduk di sebuah kursi malah pingsan. "Aku yakin gadis ini akan mau bekerja sama denganku, karena kelemahannya ada pada keluarganya," gumam Demian pelan sambil mengangkat sedikit sudut bibirnya, karena ia yakin pasti rencananya akan berhasil.