Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
10. PERTEMUAN DENGAN GADIS KECIL


__ADS_3

Situasi kerajaan setelah Juli pergi


Saat ini diruang aula terjadi keributan dikarenakan Juli pergi pelatihan selama 3 bulan dan tidak memberitahu ke-dua gadis yang merupakan calon istrinya.{Mungkin}


"AYAH KENAPA KAU MEMBIARKAN JULI PERGI BEGITU SAJA KE HUTAN MATI?" Tanya Natasha penuh amarah dan disebelahnya sudah ada Ai yang menangis melihat pertengkaran Natasha dan raja.


"Ayah juga tidak ingin mengijinkannya tapi nak Juli memaksa jadi ayah juga tidak bisa menghentikannya" jawab raja pelan karena merasa bersalah juga kenapa membiarkan Juli pergi tanpa pengawalan.


"TAPI KAN AYAH BISA MENYURUH ASSASSIN UNTUK MENJAGA NYA. KENAPA AYAH MEMBIARKAN JULI PERGI SUDAH TAU JULI STATUSNYA LEMAH" Ucap Natasha dengan teriak dan marah. Dan baru ini raja melihat anaknya sangat marah hingga membentaknya.


"KAMU JUGA NYA HARUS TAU JULI MELAKUKAN INI UNTUK MU JUGA, KARENA DIA TIDAK INGIN MEMBUAT KAU MALU MEMILIKI TUNANGAN LEMAH. JULI MELAKUKAN INI KARENA IA INGIN MELINDUNGI KELUARGA KECILNYA. HARUSNYA KAU TAU, WAKTU ITU DIA MALAM-MALAM MENANGIS KARENA LEMAH DAN TIDAK BISA MELINDUNGI KALIAN" Ucap raja yang juga membentak anaknya, yang di katakan raja benar waktu setelah makan malam waktu itu Juli menangis karena dari dulu ia tidak pernah bisa melindungi orang ia sayangi, didunia sebelumnya karena fisiknya lemah ia tidak bisa apa-apa sedangkan di dunia ini? Memang fisik Juli sudah kembali seperti dulu tapi Status nya lemah daripada anak kecil yang membuatnya menjadi bahan ejekan orang lain.


"Tapi kan ayah hiksss...hiksss kenapa harus Juli berjuang seperti ini hiksss... hiksss kenapa ayah kenapa?" Tanya Natasha yang sudah menangis dan dilihat oleh bangsawan yang lainnya dan sebagian ada para bangsawan yang tersenyum senang tapi tidak ada yang tahu.


"Ayah juga tidak tau nak, kenapa Juli melakukan hal senekat ini, Juli cuma berpesan ia ingin latihan tertutup selama 3 bulan dan akan datang waktu pelatihan di death forest, kita berdoa saja semoga nak Juli baik-baik aja selama latihan" ucap raja yang menenangkan putri nya.


"Yaaa semoga saja Juli baik-baik aja disana hiksss....hiksss.. dan maaf kan Natasha yang sudah membentak ayah" ucap Natasha yang meminta maaf dan mengajak Ai istirahat, "ayo Ai ikut mama kita istirahat, papa mu baik-baik aja kan papa mu kuat" ucap Natasha yang tersenyum gentir.


"Baik ma,, ayo kita istirahat" ucap Ai yang masih diam setelah nangis.


DI SISI LAIN DI HUTAN MATI


"disini sangat menyeramkan kenapa harus gelap sih?ini kan masih siang" ucap Juli yang sedikit gemetar karena dia benci hal gaib.



Ketika saat Juli berjalan lebih dari 1 jam ia belum juga menemukan monster dan itu membuat Juli bingung "kenapa gak ada monster yang lewat sih?" Ucap Juli ketika Juli berkata seperti itu tiba-tiba dibalik rerumputan ada yang bergerak-gerak Juli yang melihat itu pun merasa bahaya karena ia sudah biasa merasakan bahaya ketika waktu sering di-bully.


Ketika Juli mendekati rumput itu pun ada seekor monster anjing zombie yang memiliki kepala 2.



"Sialan level anjing ini memang lemah dari Akira tapi anjing ini sudah terbiasa berburu mangsa jadi ini lebih sulit" ucap Juli yang melihat status monster itu.


"Open status monster" ucap Juli Pelan karena tidak ingin ketahuan.


...STATUS MONSTER...

__ADS_1


...NAMA ; ZOMBIE DOG...


...LEVEL ; 50...


...HP ; 2.500/2.500...


...MP ; 1.000/1.000...


ketika Juli melihat status anjing itu pun kaget dan tidak sengaja menginjak kayu dan itu membuat tempat persembunyian Juli ketahuan. " Sial kenapa ada kayu sih disini? Tadikan gak ada" ucap Juli kesal dan berlari kearah monster itu dan siap menyerang.


Lalu Juli memegangi katana nya di pinggang lalu berkata pelan "Pernafasan Petir ;Bentuk pertama : enam kali lipat " Seketika itu Juli langsung menghilang dari tempat ia berdiri tadi dan sudah berpindah ke belakang Zombie dog ketika Juli sudah berdiri tegak tiba-tiba kepala monster itu lepas.


LEVEL UP


LEVEL UP


LEVEL UP


LEVEL UP


LEVEL UP


Juli yang melihat status nya hanya membuang nafas pasra dan melanjutkan leveling nya untuk membantai monster yang ada di hutan mati.


SEMINGGU KEMUDIAN


Seminggu sudah berlalu Juli ada dihutan mati dan sekarang levelnya 40 ia selalu menyerang monster yang levelnya lebih tinggi dari dia. bahkan 3 hari yang lalu ia melawan monster berlevel 70 dengan levelnya 25. dan Selama seminggu itu juga Juli selalu tidur di atas pohon dan memakan makanan yang sudah dia siapkan di cincin penyimpanannya yang dibeli waktu mencari senjata. Ukuran cincin penyimpanannya Juli hanya 10X10 meter yang isi nya hanya makanan, selimut, kantung minum yang sangat banyak dibeli nya, baju nya , dan ada beberapa baju Ai yang lupa iya berikan ke Ai karena dia langsung pergi waktu selesai membeli Senjata.


Saat ini Juli sedang mencari gua untuk istirahat nya karena badannya sakit semua karena tidur di atas pohon selama seminggu.


Ketika ia mencari gua dia melihat seorang anak kecil yang terbaring tidak berdaya dibawah pohon dan sudah dikelilingi oleh 15 goblin berlevel 35 dan chief goblin berlevel 50.


"Kenapa ada gadis kecil di dalam hutan mati ini?" Kata Juli pelan karena merasa aneh dengan anak itu. "Daripada mikir terlalu lama mending ku tolong anak itu daripada dia jadi korban Rape goblin" ucap Juli yang buru-buru kesana dan melihat para goblin yang penuh nafsu.


Ketika sudah dekat Juli pun mengeluarkan teknik pernafasan air nya "Pernafasan air : Bentuk Ke-tiga ; tarian air " ucap Juli sektika itu Juli seperti menari dengan di ikuti air membentuk ombak. Setelah semua goblin mati Juli hanya naik 1 level. "Kenapa mosnter yang di bawah level 50 langsung mati ketika kena jurus ku sedangkan diatas 50 harus lebih dari 2 jurus" Batin Juli karena ia merasa jurusnya itu berbahaya. Ketika Juli memikirkan itu Juli langsung tersadar dan menolong gadis kecil itu.


Setelah Juli mengangkat gadis kecil itu Juli pun mencari gua untuk dia istirahat dan mengobati luka anak kecil itu, setelah menemukan gua Juli pun langsung mengobati gadis kecil itu dan memakaikan baju yang dibeli untuk Ai malah tidak dikasih nya dan dia merasa bersyukur tentang itu.

__ADS_1


Malam pun tiba Juli saat ini sedang membakar daging yang disimpannya dicincin penyimpanan dan daging itu di dapat nya tadi pagi ketika sedang leveling. Saat Juli asyik Juli tidak sadar bahwa ia sedang di lihati oleh seseorang. saat Juli sedang asyik dia merasa ada yang menarik baju nya dan ia melihat kebelakang bahwa gadis itu sudah sadar dari tadi dan hanya melihati Juli.


" Apa kau sudah bangun dari tadi?" Tanya Juli kepada gadis kecil itu. Dan gadis kecil itu hanya mengangguk saja dan tidak menjawabnya.


Lalu daging pun masak Juli langsung memberikan nya ke gadis kecil dan menyuruhnya makan. "makanlah pasti kau lapar kan? Karena kau dari tadi siang pingsan" ucap Juli yang melihat gadis kecil itu menatap daging dengan liur yang keluar dari bibirnya, Juli yang melihat itu hanya tersenyum karena dia mengingat Ai.


Gadis itu pun hanya mengangguk dan mengambil daging ditangan Juli lalu ia memakannya dengan lahap sampai belepotan dibibirnya. "Heyyy kau pelan-pelan lah makannya, tidak ada yang mengambil daging mu" ucap Juli sambil membersihkan kotoran di bibirnya.


Sesuai Juli dan gadis itu makan pun mereka duduk berdua didepan api unggun dengan keadaan diam dan hening, lalu Juli berkata "kenapa kau bisa di hutan mati? Dimana orang tua mu?" Tanya Juli yang hanya di diami oleh gadis kecil itu sambil menatap Juli.


"Ahhhh...mungkin kau tidak ingin berbicara tentang orang tua mu, baiklah itu tidak apa-apa. apakah kau punya nama biar kakak enak memanggil mu?" Ucap Juli yang hanya di geleng kan kepala oleh gadis itu dan itu membuat Juli semakin curiga.


"Apa kau tidak bisa berbicara?" Kata ku sambil memperagakan gerakan tangan dan itu hanya di angguki gadis kecil itu, dan membuat Juli syok dengan muka jeleknya.


"Pantas saja dari tadi kau diam ternyata tidak bisa berbicara" ucap Juli kesal dan hanya di senyumi oleh gadis kecil itu.


"Apa kau tau nama mu?" Tanya Juli lagi dan itu hanya di gelengkan oleh gadis itu.


"Apa kau mau nama yang ku kasih?"tanya Juli dan itu di angguki semangat oleh gadis kecil.


"Baiklah kakak akan memberikan kamu nama, karena kau kakak temukan di hutan mati ini yang dimana hutan ini seram dan tidak ada satu pun keindahan, dan kau berada disini seperti cahaya yang disiapkan untuk memperindah hutan mati ini maka nama mu adalah RAPHAEL" ucap Juli sambil tersenyum dan dia melihat gadis kecil itu melompat-lompat bahagia seperti menemukan mainan baru.


"Baiklah rapahel waktu nya tidur malam dan tidak baik bagi gadis kecil tidur terlalu larut malam" ucap Juli dan mengendong rapahel dan memeluk nya di atas kain yang sudah ia siapkan buat tidur.


"Selamat malam rapahel" ucap Juli dan mencium kening rapahel dan dia mengingat Ai. "Sedang apa yaa Ai disana?" Batin Juli lalu ia tertidur sambil memeluk rapahel di sebelahnya.


****


GIMANA CERITANYA MENARIK GAK? MAAF YAA KALO JELEK SOAL BARU BELAJAR BUAT NOVEL.


JANGAN LUPA KOMEN YAA BUAT KASIH SARAN.


DAN JANGAN LUPA


-LIKE


-VOTE

__ADS_1


-SHARE


SEKALI LAGI TERIMA KASIH SUDAH MAU BACA CERITA KU DAN BYE BYE


__ADS_2