Ending Ragnarok With System

Ending Ragnarok With System
115. Mempermalukan Bangsawan dan Semua orang Takut?


__ADS_3

disaat Juli tersenyum Nakal ia pun segera mendekati murid-murid dari kelas 1-S.


"mwuhehehe.... senangnya aku karena kalian mengajak aku Taruhan tadi." ucap Juli tersenyum menyeringai sambil melihat Tim The One.


sedangkan Tim The One mereka diam dan mengutuk Juli dalam hati karena ia sudah mempermalukan mereka berulang-ulang kali.


"Jadi ayo kita mulai taruhannya, ingat yaa harus berteriak keras seperti yang ku ucapkan tadi." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Tim The One hanya diam dan mulai berlari mengelilingi Arena academi dengan hanya menggunakan cel*ana dalam saja.


"Aku adalah anak mama, dan aku sangat suka mengintip mama ku mandi." ucap serentak murid-murid dari kelas 1-S sambil berlari.


mereka terus mengucapkan kata-kata yang sama hingga mengelilingi Arena academi sebanyak 1 putaran penuh dengan luas 3x dari stadion lapangan sepak bola.


setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya mereka selesai dengan tubuh yang berkeringat dan kelelahan.


Juli yang melihat itu pun tersenyum Nakal dan berucap.


"Wind Tecnique ; Wind Storm." ucap Juli pelan yang tidak di dengar oleh orang lain.


tiba-tiba saja di Arena academi muncul sebuah angin sangat sangat kencang sekali hingga membuat orang menutup mata agar tidak terkena debu yang berterbangan.


Juli pun semakin tersenyum Nakal.


"Wind Tecnique ; Wind Slash." ucap Juli pelan.


tiba-tiba ada sebuah bilah angin yang sangat tipis dan kecil yang Juli arahkan kepada murid-murid kelas 1-S, Juli melemparkan sihirnya bukan untuk menyerang tetap ia mengincar Cel*ana dalam yang tersisa. Juli menggunakan sihir anginnya agar celana itu sobek dan lepas.


Kressakkkkkkk....


disaat bilah angin itu mengenai target, pakaian yang tersisa dari murid-murid kelas 1-S langsung terkoyak.


murid-murid kelas 1-S tidak menyadari itu karena mereka tidak merasakan nya disebabkan angin yang terlalu kuat.


Juli pun ingin sekali tertawa tapi tahan dan berucap.


"ABSOLUTE CANCEL." Ucap Juli pelan lalu sihir Angin yang Juli lepaskan langsung menghilang seperti tidak terjadi apa-apa.


ketika angin kencang itu menghilang semua orang merasa bingung dan mereka melihat ke arena academi.


semua orang diam membisu ketika melihat para murid-murid kelas 1-S bertel**anjang bulat


"Kyaaaa.....Mesum." ucap salah satu wanita dari bangku penonton ketika melihat itu.


begitu juga dengan semua wanita yang lainnya langsung menutup mata mereka agar tidak melihat benda yang menjijikkan itu dan jelek.


Juli yang melihat itu langsung melesat ke arah murid-murid kelas 1-S.


"Hehehehe..... Gambar yang bagus Clekkk....Clekkkk...." ucap Juli tersenyum menyeringai sambil mengambil gambar dari murid-murid kelas 1-S.


murid-murid kelas 1-S pun sangat malu dan emosi kepada Juli yang melakukan ini.


para murid-murid kelas 1-S pun segera berlari keluar dari Arena academi, tidak lupa juga mereka mengutuk Juli dengan berteriak keras.


Juli hanya tersenyum menyeringai dan melambaikan tangannya.


"Bye bye bye.... Penc*undang." ucap Juli.


"Xixixixixi.... sepertinya ini akan menjadi hobi ku untuk mempermalukan para bangsawan yang tidak berguna." ucap Juli tertawa kecil dan tersenyum menyeringai.


sedangkan teman-temannya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Juli yang melakukan semua ini.


"Haaaa....suami lain kali bila ingin melakukan seperti itu jangan di tempat yang ada anak kecil nya, gak enak di lihat oleh anak-anak." ucap Shella.


"Benar apa yang dikatakan Shella, sayang harus melakukan nya disaat hanya ada orang dewasa saja. takutnya nanti anak-anak mengikuti tindakan yang seperti kau lakukan." ucap Ayumi.


teman-teman Juli yang lainnya hanya mengangguk kepala saja dan tidak berkata apa-apa.


Juli yang mendengar itu pun berkata.


"Baiklah-baiklah aku tidak akan melakukannya lagi disaat ada anak-anak, tapi bila tidak ada aku tidak akan menahannya." ucap Juli tersenyum tipis.


istri Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Itu baru suami ku." ucap Shella tersenyum manis.


2 istri Juli yang lainnya juga mengangguk setuju dan tersenyum manis.


lalu mereka pun mendengar suara dari pembawa acara.


"Baiklah semua mohon tenang, perlombaan ke 2 telah di laksanakan. setelah ini kita akan melanjutkan perlombaan ke 3, kami beri waktu istirahat bagi semua perserta selama 1 jam ke depan." ucap pembawa acara itu.


para perserta perlombaan hanya mengangguk dan mereka pergi dari Arena academi,begitu juga dengan kelompok Juli yang pergi.


"Mari kita kembali ke kelas aja, lagian istirahat nya 1 jam." ucap Juli.


anggota 10 Dewan Elite hanya mengangguk dan ikut pergi ke kelas mereka.

__ADS_1


***


Waktu pun berlalu...


sekarang adalah perlombaan yang terakhir yang dimana setiap tim akan berduel.


saat ini di Arena academi semua perserta perlombaan sudah berkumpul termasuk juga 10 Dewan Elite.


"Baiklah, sedikit ada perubahan kami akan memilih 6 Tim yang menjadi perwakilan setiap academi untuk mengikuti Festival suci. Dan di perlombaan terakhir ini adalah lomba penentuan siapa yang akan menjadi Tim terkuat dan paling Berbakat." ucap pembawa acara itu.


"di Perlombaan terakhir ini kami akan merubah aturan, yang dimana perlombaan ini akan di rubah menjadi Battle Royal. jadi setiap Tim harus menyingkirkan Tim lain untuk jadi pemenangnya." ucap pembawa acara itu.


seketika semua orang terkejut saat mendengar ucapan pembawa acara itu.


Tim dari perserta lain pun langsung menengok ke arah 10 Dewan Elite dan mereka menelan ludah mereka disaat melihat Juli yang tersenyum menyeringai.


"Baiklah perlombaan Battle Royal dimulai." ucap pembawa acara itu memulai perlombaan yang terakhir.


ketika pembawa acara selesai mengucapkan itu Juli tersenyum menyeringai dan berkata.


"Sate....sate....sate jadi siapa yang menjadi Tim pertama untuk aku jadikan uji coba?." ucap Juli tersenyum menyeringai menatap satu persatu setiap perserta perlombaan.


Setiap Tim perlombaan pun ketakutan saat melihat Juli menatap mereka satu persatu, terlihat bahwa tubuh mereka berkeringat dingin disaat melihat senyuman Juli yang mengerikan.


"KAMI MENYERAH....." ucap semua perserta perlombaan saat itu juga.


Juli yang mendengar itu pun memasang muka datar dan berkata.


"Ayolah aku ingin melawan kalian." ucap Juli datar.


lalu ada salah satu dari tim Peserta lomba yang berbicara.


"M-m-m-mungkin tuan Juli ingin melawan kami, *-*-*-t-tapi kami tidak ingin melawan tuan Juli. m-m-m-maka dari itu kami mengalah dan membiarkan Tim 10 Dewan Elite menang tanpa kesulitan." ucap perserta itu ketakutan dan gugup.


Juli yang mendengar itu pun mengangguk setuju dan ia berkata.


"Baiklah aku terima tawaran baik kalian, jadi aku juga akan membantu kalian agar bisa bersaing dengan mudah." ucap Juli.


Perserta yang sebelum pun bertanya.


"Apa yang akan tuan Juli Lakukan?." ucap perserta itu.


Juli diam memikir dan ia melihat anggota 10 Dewan Elite lalu menatap Tim The One.


tiba-tiba saja Juli tersenyum menyeringai dan berkata dengan anggota nya.


"10 Dewan Elite eksekusi para sampah itu dalam waktu 5 detik." ucap Juli tersenyum menyeringai sambil menunjuk ke arah Tim The One.


Bukhhhhh.....


BOAMMMMMM....


setiap dari anggota Tim The One pun terlempar hingga menghantam dinding arena pertandingan dan mereka pingsan.


"Dah itu adalah bantuan dari kami, jadi kalian bisa bersaing dengan mudah. tapi ingat jangan ada kecurangan atau aku yang akan ikut bergabung dengan kalian." ucap Juli tersenyum manis di awal dan menyeringai di akhir kalimat nya.


semua perserta perlombaan pun senang mendengar itu dan takut juga saat mendengar ancaman Juli.


"Baik Tuan Juli kami akan bermain sportif, dan kami akan berusaha. Terimakasih 10 Dewan Elite." ucap semua perserta perlombaan.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum manis lalu melambaikan tangannya pergi dari Arena bersama anggota 10 Dewan Elite.


tapi sebelum ia pergi ia melihat Tim medis dan berkata.


"Oiyaa itu tolong di bantu tim The One, atau mereka akan kehabisan darah dalam waktu 10 menit dan mati setelahnya." ucap Juli santai dan pergi dari Arena academi.


semua orang yang melihat kekuatan dari 10 Dewan Elite merinding ketakutan karena mereka tidak melihat sama sekali pergerakan dari 10 Dewan Elite bahkan guru-guru academi tidak ada yang bisa melihatnya.


semua menjuluki 10 Dewan Elite dengan sebutan "10 Monster academi Barbara." karena mereka tidak ada yang bisa mengalahkan salah satu dari anggota 10 Dewan Elite meski mereka berkerjasama.


sedangkan disisi Para tempat duduk Raja.


"Hahahaha.... sungguh anak ku semakin kuat, bahkan mungkin aku tidak bisa mengalahkannya saat ini." ucap Raja Arthur Pendragon ketika melihat Kenzo dan Kenzi dengan mudah mengalahkan Tim The One.


"Kau benar Raja Arthur, 10 Dewan Elite merupakan perkumpulan para Monster. terutama ketua nya aku yakin 100% bahwa ketuanya 100000000x lipat lebih kuat dari anggota nya." ucap raja Leo.


Raja Arthur mengangguk setuju dan raja baltra pun berkata.


"Karena Ketuanya adalah orang yang tidak pantas kita singgung, seharusnya kita sujud dihadapannya saat kita bertemu karena gelar kita tidak ada apa-apanya dibandingkan gelar yang dimilikinya." ucap Raja Baltra tersenyum tipis.


______


sedangkan disisi Arena academi semua perserta perlombaan mulai bertarung untuk menyingkirkan kelompok yang lainnya.


"Kami tidak akan kalah, karena kami akan ikut bersama kelompok Tuan Juli untuk bertarung melawan yang lainnya di Festival suci nanti." ucap salah satu kelompok.


"Kami juga tidak akan kalah, karena tuan Juli sudah memberikan kami harapan untuk tampil." ucap kelompok yang lainnya.

__ADS_1


semua perserta perlombaan pun mulai Bersemangat dengan berkobar seperti api, mereka tidak ada yang mau mengalah satu sama lain karena mereka tidak ingin mengecewakan Juli yang telah memberikan kesempatan untuk mendapatkan juara.


sebenarnya Juli bisa saja mengalahkan mereka dan hanya 10 Dewan Elite yang pergi mengikuti festival Suci, tapi Juli tidak ingin melakukan itu karena semua perserta sudah berusaha berlatih untuk mengikuti turnamen ini dan lolos. jadi Juli tidak ingin menyia-nyiakan perjuangan mereka.


2 jam pun berlalu....


saat tim yang menang sudah di tentukan.


"Baiklah mari kita sebutkan nama yang manjadi juara nya sesuai urutan pemenang ;



10 Dewan Elite


The Moonlight


Darkness


Wolf Alone


The High Magic


The One



itulah nama-nama tim yang menjadi pemenang dan perwakilan dari academi Barbara untuk mengikuti Festival suci yang akan dilaksanakan 1 bulan lagi.


jadi dimohon untuk semua perserta Tim yang menjadi pemenang untuk berlatih agar bisa menjadi juara di festival Suci nanti, karena kami yakin bahwa kalian lah akan menjadi juaranya." ucap pembawa acara itu dengan semangat.


Prookkk... prokkkk.... Prokkk...


para penonton pun bertepuk tangan dan bersorak kegirangan.


sedangkan Tim yang menjadi pemenang pun sangat bahagia kecuali Tim 10 Dewan Elite karena ini b saja bagi mereka, karena mereka dari awal yakin setelah berlatih dengan Juli dan Zero maka mereka akan menjadi kuat dan bisa memenangkan segala perlombaan.


"Terimakasih untuk semua yang sudah menyaksikan dan mengikuti turnamen yang digelar oleh academi Barbara, sekali lagi terimakasih dan sampai jumpa di acara festival Suci." ucap pembawa acara itu menutup Turnamen academi.


para penonton pun mulai bubar untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, bagi mereka hari ini adalah hari yang terbaik menyaksikan Turnamen academi Barbara. bahkan mereka juga mulai menyebarkan nama 10 Dewan Elite yang disebut 10 Monster academi Barbara, dan mereka juga memberi tahu seberapa kuat tim 10 Dewan Elite yang dengan mudah membunuh jutaan Monster di Dimensi alam Monster.


sedangkan di Arena academi semua Tim yang menjadi pemenang masih ada di Arena academi kecuali Tim The One yang sudah pergi karena mereka ingin merencanakan sesuatu untuk festival Suci nanti, untuk Juli hanya tersenyum kecil karena ia tau apa yang direncanakan Tim The One.


lalu salah satu orang dari Tim The Moonlight maju dan membungkuk dihadapan Juli dan 10 Dewan Elite.


"Tuan Juli dan 10 Dewan Elite kami mohon latih lah kami hingga bisa seperti kalian dan memenangkan pertandingan di Festival suci nanti." ucap orang itu yang di ikuti oleh semua tim lainnya.


Juli yang melihat itu pun melirik ke arah anggota nya dan mereka hanya mengangguk seolah-olah berkata 'Itu adalah pilihan, kami akan mengikuti pilihan yang kau pilih.'.


Juli yang paham itu pun tersenyum manis dan mengangguk.


"Baiklah aku akan melatih kalian semua bersama, kebetulan aku juga akan melatih Anggota ku sebelum festival Suci tiba. jadi mari kita berlatih bersama, dan ingat bahwa latihan kami sangatlah berat dan kejam jadi jangan mengeluh yaa." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Tim lainnya yang mendengar itu terkejut tapi mereka tetap pada pendiriannya dan mereka semua berkata.


"Kami siap menerimanya, dan kami siap menjadi pengikut Tuan Juli." ucap mereka serentak.


Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum manis.


"Baiklah aku terima tekad semangat kalian untuk menjadi pengikut ku, aku yakin bahwa kalian tidak akan mengkhianati ku bila kalian mengkhianati ku maka kalian akan tau sendiri akibatnya." ucap Juli tersenyum menyeringai.


Tim lainnya hanya mengangguk dengan penuh tekad dan berkeringat dingin dari awal mereka memang tidak ingin mengkhianati Juli dan akan mengikuti Juli kemanapun ia pergi meski harus mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.


Juli yang melihat itu pun berkata.


"Baiklah selama 3 hari kita akan beristirahat, setelah itu kalian bisa datang ke kelas E dengan menggunakan ini agar kalian tidak meledak. kita akan berlatih selama sebulan penuh untuk mempersiapkan diri di Festival suci nanti, karena aku mendapatkan firasat bahwa di festival Suci nanti akan ada sebuah tragedi." ucap Juli serius sambil memberikan sebuah gelang kepada Tim yang ada dihadapannya.


Tim yang ada dihadapannya hanya mengangguk dan mereka berpamitan untuk berkemas.


"Kalo begitu kami permisi tuan Juli, 3 hari lagi kami akan menemui Tuan Juli setelah kami selesai berkemas." ucap orang yang berbicara di awal Juli hanya mengangguk dan memberikan sebuah kantong yang berisi 5.000 koin emas


"Bagilah, dan beli kebutuhan kalian serta alat yang kalian gunakan untuk bertempur, tidak ada penolakan disaat kalian menjadi bawahan ku." ucap Juli dengan mengeluarkan aura membunuhnya.


Tim yang ada dihadapannya hanya mengangguk dan mengambil uang yang diberikan oleh Juli.


"Terimakasih Tuan Juli, kalo begitu kami pamit undur diri." ucap orang itu.


Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil melihat mereka pergi.


"Baiklah mari kita juga beristirahat sebelum berlatih lagi." ucap Juli tersenyum manis ke arah anggota 10 Dewan Elite.


anggota 10 Dewan Elite hanya mengangguk dan mereka pergi bersama Juli.


****


maaf baru Up soalnya otak author lagi buntu buat lanjutkan jalan ceritanya, tapi tenang author bakal selesaikan cerita ini.


tapi author up nya bisa gak menentu.

__ADS_1


jangan lupa, like, vote, share, dan, kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.


see you next time dan bye bye.


__ADS_2