
setelah semua penonton kagum dengan kekuatan Thomas miliki dan beberapa juga ada yang takut dengannya karena Level yang dimilikinya.
lalu ada seorang orang guru dari kelas 1-S berkata.
"Baiklah Thomas kau akan masuk ke dalam kelas milik ku."ucap guru itu dengan senyuman angkuhnya.
Thomas pun sangatlah senang kerena ia masuk ke dalam kelas yang sangat di impikan oleh seluruh perserta ujian.
"Baik Sensei."ucap Thomas tersenyum.
lalu Thomas kembali ke tempat duduknya dengan senyuman sombong.
ujian pun dilanjutkan lagi.
"Baiklah untuk perserta ujian yang memiliki nomor 101 -> 200, dipersilahkan untuk maju ke depan."ucap pemandu wanita itu.
perserta selanjutnya pun maju dan terlihat bahwa merata di kelompok 2 ini banyak para bangsawan yang maju.
para lelaki pun bersorak kegirangan karena melihat seorang gadis yang sangat lah cantik maju ke depan.
"Woahhhhhh....bukan kan itu Nona Emma? ia merupakan perserta ujian yang sangatlah jenius dalam bidang sihir."ucap salah satu lelaki yang duduk didekat Juli.
"Benar. ku dengar-dengar ia telah menguasai sihir tingkat Kuno, bahkan ia memiliki 3 element yang dimana itu sangatlah langka di benua timur."ucap teman disebelahnya.
Juli yang mendengar itu pun langsung melihat ke arah gadis yang di maksud itu.
{Ilustrasi Emma.anak dari kepala academi Magician.}
setelah melihatnya Juli kembali tidur kerena tidak ada yang spesial, bahkan anak nya lebih mengerikan dari pada gadis itu dalam bidang sihir.
sedang disisi Arena Emma melambaikan tangannya kepada seluruh perserta ujian yang lain hingga pandangannya jatuh kepada Juli yang sedang tidur dipojokkan.
Emma yang melihat itu pun tersenyum tipis dan berkata dengan pelan.
"Siapa pria itu? sepertinya ia pria yang menarik."ucap Emma sambil tersenyum kecil.
setelah itu tiba-tiba para peserta ujian wanita yang bersorak kegirangan karena melihat pria yang terlihat sangat cool maju ke Arena.
"Kyaaa.... Tuan Enstein sangatlah Tampan."ucap salah satu wanita di dekat Juli.
"Kau benar. Tuan Enstein terlihat Sangatlah Keren saat dingin seperti itu."ucap wanita disebelahnya.
masih banyak lagi komentar tentang pria tampan itu.
Juli yang mendengar itu pun tidak memperdulikannya karena ia bukan Gay.
{Ilustrasi Enstein anak dari Duke kerajaan ASURA.}
terlihat bahwa ia sangat dingin, tapi banyak orang yang mengetahui nya bahwa Enstein ini terkenal akan kejam terhadap orang yang tidak disukainya bahkan ia tidak segan-segan membunuh seluruh keluarga bagi orang yang menganggu nya.
bahkan pernah ada berita bahwa Enstein membunuh sebuah keluarga bangsawan akibat putri dari bangsawan itu tidak ingin di tiduri oleh Enstein, hingga membuat Enstein kesal dan membunuh bangsawan itu.
tapi ada juga yang tidak mempercayainya karena tidak melihat secara langsung.
tidak hanya Enstein saja membuat penonton ricuh, ada juga seorang pria yang terlihat sangat baik dan murah senyum.
"Kau lihat itu tuan Darwin, yang katanya ia akan menjadi penerus penguasa alam semesta ini. karena ia pintar, kuat dan juga Berbakat."ucap salah satu penonton.
Juli yang mendengar itu pun tertarik dan melihatnya.
{Ilustrasi Darwin, anak dari Kekaisaran Hikari}
Juli yang melihat Darwin pun tersenyum menyeringai dan bergumam.
'Senyum-senyum orang licik mana pantas jadi penguasa alam semesta ini, bahkan kekuatan saja minta bantuan iblis.' batin Juli sambil tersenyum menyeringai.
sedangkan Darwin ia tersenyum manis sambil menyapa para peserta ujian yang lainnya.
"Terima kasih, terimakasih, terimakasih."ucap Darwin tersenyum manis.
Juli yang mendengar itu pun nampak urat kesal didahinya.
"Terima kasih? kau sangka orang-orang disini ngasih kamu sembako dana bantuan apa?."gerutu Juli kesal.
karena ia tidak suka sifat Darwin yang bermuka 2.
semua perserta ujian pun telah berkumpul di Arena academi.
tapi terlihat bahwa masih kurang 1 orang perserta ujian yang belum hadir.
pemandu wanita itu pun merasa bingung dan bertanya kepada perserta ujian yang lainnya.
"Apa kalian melihat perserta ujian nomor urut 200?."ucap pemandu itu.
perserta ujian yang lain mengangkat bahu dan menggelengkan kepala, Karena mereka tidak tau.
tiba-tiba terjadi keributan di pojok tempat duduk penonton, yang saat ini terlihat bahwa ada seorang wanita yang tiba-tiba duduk di pangkuan Juli.
"Woahhhhhh....siapa kau?."ucap Juli terkejut dan tidak menyadari kehadiran wanita ini karena terlalu fokus memperhatikan Darwin tadi.
wanita itu hanya diam saja dan masih duduk di pangkuan Juli.
__ADS_1
lalu pemandu wanita itu pun berkata.
"Apa anda perserta ujian nomor 200?."ucap pemandu wanita itu.
wanita yang duduk dipangkuan Juli pun hanya mengangguk kepala saja dan berdiri menuju arena pertandingan.
Juli pun ditatap oleh seluruh perserta ujian disana dengan tatapan tajam.
bahwa terlihat para laki-laki terlihat cemburu dengan Juli yang sangat beruntung.
"Sialan....siapa pria itu? kenapa ia sangat beruntung sekali bisa dekat dengan Dewi perang kami?."ucap salah satu perserta ujian.
"Awas saja kau....kami akan membalas mu setelah ini karena berani mendekati Dewi Perang kami."ucap teman disebelahnya.
sedangkan Juli ia menundukkan kepalanya karena ia sedang menahan hawa membunuhnya untuk tidak membantai orang-orang disini.
'Tenang Juli tahan.' ucap Juli menahan emosinya karena mereka semua berani menatap Juli dengan tatapan permusuhan dan merendahkan.
wanita yang barusan duduk di pangkuan Juli pun sudah berdiri di atas Arena dan ia disapa oleh Darwin.
"Hallo Nona Sena, senang bisa bertemu dengan anda."ucap Darwin tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya.
tapi wanita itu tidak memperdulikan Darwin dan terus menatap Juli dengan senyuman tipis nya.
Darwin yang melihat itu hanya tetap tersenyum manis dan menyembunyikan kekesalan nya.
{Ilustrasi Sena, dijuluki Dewi perang karena ia membantu para pasukan Juli dulu untuk memukul mundur para pasukan Iblis berjumlah 500.000 yang dikirim oleh para pahlawan.}
pemandu wanita itu yang melihat bahwa seluruh perserta ujian sudah lengkap pun mengangguk dan memulai ujiannya.
para peserta ujian pun mulai ujian mereka, setelah menunggu 3 menit akhirnya terlihat Level serta Rank para peserta ujian.
terlihat bahwa para peserta ujian yang menjadi sorotan tadi Memiliki Level yang sangatlah tinggi.
Emma Memiliki Level 51.790.000 dengan Rank SSR.
Enstein memiliki level 53.450.000 dengan rank SSR.
Darwin Memiliki Level 57.600.000 dengan Rank SSR.
Sena Memiliki Level 61.700.000 dengan Rank SSR.
para penonton pun menjadi kagum dengan mereka dan bertepuk tangan dengan semangat.
Prokkk.... Prokkkk....
bahkan para guru-guru juga bertepuk tangan bersemangat karena mereka mendapatkan murid-murid Monster Jenius pada tahun ini.
"Hahahaha....sungguh mengagumkan dengan ini maka academi Barbara akan tetap menjadi yang terkuat."ucap guru kelas 1-S tadi seperti Memiliki rencana tersembunyi.
guru itu pun mengucapkan terima kasih kepada guru lainnya dengan senyuman sombong.
para peserta ujian itu pun kembali ke tempat duduknya masing-masing, sedangkan untuk Sena dan Emma ia mendekat ke arah Juli berada.
Juli yang melihat itu pun melihat ke samping nya dan melihat bahwa ada beberapa bangku yang kosong.
"Ahhh pasti mereka ingin duduk disini."ucap Juli datar.
ketika Sena dan Emma sudah dekat dengan Juli tiba-tiba ada Lily yang langsung menghadang mereka dan berkata.
"Stoppppppppp......kalian dilarang duduk dengan calon suami ku."ucap Lily cemberut.
Sena dan Emma yang mendengar itu terkejut dan Sena berkata.
"Baiklah bila aku menjadi calon istrinya apa aku boleh duduk dengan nya juga?."ucap Sena tersenyum manis, yang dimana Membuat para penonton sangat terkejut dengan ucapan Sena dan senyumannya.
Lily yang mendengar itu pun kembali seperti semula dan berkata.
"Baiklah kau boleh menjadi istrinya juga, tapi kau harus ijin dengan istrinya yang lain."ucap Lily.
penonton sekali lagi terkejut karena Juli sudah menikah di usia muda.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Lily apa maksudmu bahwa setuju bila ia menjadi istriku?."ucap Juli kesal.
Lily yang mendengar itu pun berkata.
"Tapi bilang Kirigiri bila ada wanita yang mendekatimu maka halangi mereka tapi bila wanita itu ingin menjadi istri mu maka biarkan saja."ucap Lily polos.
Juli yang mendengar itu menepuk keningnya dan berkata.
"Sungguh aku tidak tau harus berkata apa pada mu Lily."ucap Juli.
sedangkan Lily hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil meminta maaf.
Sena yang dari tadi berdiri pun merasa cape dan duduk dipangkuan Juli.
"Akhirnya aku bisa duduk tenang disini lagi."ucap Sena.
Juli pun hanya pasrah saja dengan itu karena ia malas berdebat dengan Wanita bahkan bila Juli melawan akan membuat semakin ribut karena perserta ujian yang lainnya sedang menatap Juli tajam.
Lily pun juga duduk di sebelah kiri Juli sambil menyenderkan kepalanya.
untuk Emma masih berdiri untuk menunggu persetujuan dari Juli.
__ADS_1
Juli yang melihat Emma masih berdiri pun berkata.
"Silahkan saja Nona bila ingin duduk."ucap Juli lemas.
Emma mengangguk dan duduk di sebelah kanan Juli.
terlihat bahwa Emma mencuri pandangan ke Juli.
Sena yang melihat itu pun berkata.
"Emma kau tidak boleh mencuri pandangan pada calon suamiku."ucap Sena cemberut sambil memeluk Juli dan mendekap kepala Juli ke D4D4 nya.
Emma yang mendengar itu pun hanya tertawa kecil dan mengalihkan perhatiannya ke Arena kembali.
sedangkan para perserta ujian yang lainnya terlihat terkejut dengan Juli yang bisa mendapatkan seorang calon istri idaman para lelaki, terlihat bahwa para lelaki cemburu terhadap Juli.
sedangkan ditempat duduk Thomas ia terlihat sangat kesal karena Emma duduk dengan Juli.
"Siapa pria itu? kenapa Emma duduk dengan pria rendahan itu."ucap Thomas yang dimana ia suka sama Emma sejak dulu, tapi Emma tidak menyukainya.
ditempat duduk Darwin ia juga terlihat sangat emosi melihat Sena yang sangat dekat sekali dengan Juli.
"SIALAN...lihat saja pria itu, berani sekali ia mendekati Sena ku."ucap Darwin.
sedangkan Enstein hanya melihat Juli dan tersenyum kecil karena ia mengira Juli tidak pantas menjadi saingannya.
Juli yang merasakan aura dendam serta hawa nafsu membunuh pun tersenyum menyeringai dan berkata.
'Hehehe bila kalian ingin bermain dengan ku maka silahkan, aku terima permainan kalian dengan tangan terbuka.'Batin Juli.
ujian pun berlanjut hingga giliran Lily di panggil.
"Untuk Perserta ujian 2301 -> 2400 dipersilahkan untuk maju ke depan."ucap pemandu wanita itu.
Lily pun maju tapi sebelum maju ia berkata pada Juli.
"Sayang doa kan aku supaya lolos ujian ini."ucap Lily.
Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Bersemangat lah."ucap Juli.
sedangkan Sena hanya diam duduk dipangkuan Juli sambil melambaikan tangan pada Lily.
untuk Emma ia tertidur di bahu Juli yang menjadi sandaran nya.
Juli yang melihat itu pun semakin pusing karena semakin banyak tatapan tajam yang mengarah padanya.
'Sampai kapan ini berakhir.'batin Juli.
ujian pun dimulai.
yang dimana Lily berada di level 35.900.000 dengan Rank SSS.
ia pun masuk kelas 3-S yang dimana isi nya hanya para wanita saja dan tidak menerima laki-laki karena wali kelas disana seorang wanita yang dingin pada laki-laki.
setelah itu Lily pun kembali dan ikut tidur seperti Emma dibahu Juli.
Sena yang melihat Emma dan juga Lily tertidur pun juga merasa ngantuk dan ia merebahkan tubuhnya di tubuh Juli dan tertidur.
para peserta laki-laki pun semakin menjadi menatap Juli dengan tajam.
"Sial beruntung sekali pria itu tidur dipeluk oleh 3 gadis cantik."ucap salah satu pria disana.
"Benar. aku ingin sekali menjadi dirinya."ucap temannya.
masih banyak lagi yang kesal dengan Juli karena beruntung.
tiba-tiba mereka terdiam karena mendengar suara teriakan.
"IRI BILANG BOS."ucap seseorang.
"Mulut sapa itu WOIIIII...?."ucap pria yang kesal dengan Juli tadi yang dimana ia semakin kesal.
Juli yang mendengar itu pun terkejut kerena ada yang menambahkan bensin kepada api.
'Gila semoga saja yang berkata seperti itu selamat setelah ujian ini.'Batin Juli berdoa.
ujian pun berlanjut hingga giliran para pahlawan laki-laki.
para pahlawan laki-laki juga telah maju yang dimana Level mereka rata-rata 49.000.000 dan untuk Akira 53.700.000 lalu Rey 52.850.000.
yang dimana mereka menyembunyikan level asli mereka, dan tidak menyadari bahwa pria yang menjadi sorotan selama ujian ini itu Adalah Juli karena penampilan Juli yang sangat berbeda.
ujian pun berlanjut hingga kurang lebih 2 jam menunggu akhirnya giliran Juli tiba.
Juli yang mendengar nomor urutnya dipanggil pun tersenyum menyeringai dan bergumam.
'Okeh waktunya menjadi orang lemah.'batin Juli tersenyum menyeringai.
Bersambung....
***
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.
__ADS_1
follow juga IG author yaitu @nama_saya_juli