
disisi para istri dan anak-anak Juli saat ini.
"Sepertinya Ayah kalian sedang sangat marah sekali." ucap Lily yang sedang menjaga anak-anak Juli yang paling kecil.
"Mungkin saja ma, soalnya Selena gak tau kenapa ayah bisa marah." ucap Selena yang menjawab pertanyaan Lily.
"Selena itu Boneka Mizuki jangan diambil." ucap Mizuki marah kepada Selena.
"Kau seperti anak kecil saja Mizuki, ini hanya boneka." ucap Selena.
"Kita memang anak kecil." ucap Mizuki kesal.
"Tidak, aku sudah besar." ucap Selena dengan membusungkan dadanya.
Lily yang melihat itu pun berkata.
"Sudah-sudah jangan ribut, lihat mama kalian yang lain telah datang. nanti kalo kalian ketahuan ribut ntar kena marah loh." ucap Lily.
Selena dan Mizuki yang mendengar itu pun langsung bersembunyi dalam tenda besar yang di gunakan untuk anak-anak Juli yang paling kecil beristirahat.
Lily yang melihat itu hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya lalu ia juga membawa Nami masuk ke dalam tenda yang saat ini tidur di pelukan nya, Lily tidak terlalu khawatir dengan Juli karena ia yakin bahwa suaminya akan baik-baik saja melawan musuh sebanyak itu.
sedangkan disisi Arena academi Barbara saat ini.
"Ba-ba-ba-bagaimana mungkin itu adalah Job yang telah lama hilang?." ucap salah satu murid academi terkejut saat melihat pasukan bayangan Juli.
"Kau benar, bahkan pasukan itu juga ada ras raksasa yang telah di bangkitkan." ucap teman disebelahnya.
begitu juga dengan para penonton yang lainnya terkejut dengan Job yang Juli miliki.
"HAHAHAHA....sudah ku duga bahwa Tuan Juli adalah yang terhebat." ucap Guild Master kerajaan ASURA yang tidak lain Tuan Burton.
sedangkan para raja yang lainnya merinding ketika melihat jumlah pasukan bayangan Juli berserta para pasukan Kekaisaran planet ke-7 yang sedang berhadapan.
kembali ke sisi Juli.
Kaisar yang melihat itu pun ketakutan bukan main dan berkata.
"Ka-ka-kalian semua segera lindungi aku dari mereka." ucap Kaisar Palsu itu panik dan segera berlari ke belakang barisan.
Juli yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Karamish, Spede, dan Iron buka kan aku jalan untuk Membunuh sampah yang sedang bersembunyi." ucap Juli dingin.
"Baik Yang Mulia." ucap mereka bertiga berlutut.
Karamish, Spede, dan Iron pun segera melesat ke arah Pasukan para Kekaisaran Planet ke-7.
Karamish yang merupakan wujud Naga besar bahkan melebihi besarnya Draken pun segera terbang dan menyerang dari atas langit.
"ROARRHGHHHH....Kalian telah mencari kematian karena telah melawan Raja ku." ucap Karamish dengan suara berat dan seramnya.
SWOSHHHHH...
ARGHHHHHH....
Karamish pun menyemburkan Api hitam nya ke arah pasukan penyihir yang dimana ia Membunuh dengan mudah para penyihir.
Pasukan kekaisaran Planet ke-7 yang lainnya mulai ketakutan tapi mereka tetap mencoba melawan.
Iron yang memiliki Tubuh beruang sangat besar pun segera menghantamkan tubuhnya kepada pasukan Job Tank yang berbaris paling depan untuk melindungi pasukan yang lainnya.
GROOARRRR....
BUKHHHHHH...
Iron pun mengobrak-abrik pertahanan pasukan musuh dan membunuh para pasukan.
Spede juga tidka ingin kalah yang dimana ia juga maju melesat dalam wujud Monster bertangan 6 dan sayap besar di belakangnya.
"Khaa....Khaaa...Khaaa... Manusia rendahan seperti kalian yang hanya berlevel 2 Miliyar berani melawan Raja ku, maka rasakan lah kematian yang tidak enak." ucap Spede langsung menyerang pasukan musuh menggunakan pedang, Tombak, dan perisai.
ARGHHHHHH....
Tolong...Jangan bunuh aku...
ARGHHHHHH...
Pasukan musuh pun di bantai hanya 3 panglima pasukan bayangan Juli dengan mudah, Juli yang melihat jumlah musuh masih sangat banyak pun memerintahkan pasukan bayangannya maju.
"Kalian semua maju dan serang mereka hingga tidak tersisa 1 pun." ucap Juli dingin.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia." ucap pasukan bayangan Juli dan segera maju.
Pasukan musuh yang melihat Pasukan bayangan milik Juli maju pun mulai frustasi dan ketakutan karena melawan 3 panglima pasukan bayangan saja sudah sangat sulit apa lagi melawan 900.000.000 pasukan bayangan yang melebihi jumlah mereka.
"Dasar Kaisar Baji*Ngan , andai saja ia tidak menatap Nafsu istri orang itu maka kita tidak akan mati seperti ini." ucap salah satu pasukan musuh.
"Kau benar, Aku menyesal menjadi pasukan Kaisar itu."ucap Pasukan lainnya.
SRINGGGG....
SLASHHHHH...
JLEBBBBB...
ARGHHHHHH...
Pasukan kekaisaran Planet ke-7 pun di bantai dengan mudah oleh pasukan Juli bahkan mereka tidak bisa melawan sama sekali, pasukan musuh pun terus dibantai.
5 menit pun berlalu.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi pasukan Bayangan Juli yang terkenal kuat dan abadi, mereka bahkan dengan mudah Membunuh pasukan pihak musuh. tidak itu bukan Membunuh tapi membantai mereka dengan ganas dan liar.
Pasukan kekaisaran Planet ke-7 pun hanya tersisa 15 Jendral utama dan Kaisar Palsu itu.
Juli yang melihat semua pasukan musuh telah di bunuh pun segera berjalan dengan tenang mendekati Kaisar Palsu itu bersama ke 15 Jendral utama nya.
Kaisar dan 15 Jendral utama yang melihat Juli maju dengan tenang mendekati mereka seperti melihat Dewa Kematian yang menghampirinya, semakin Juli mendekat semakin takut juga mereka.
"To-to-tolong ampuni aku, aku akan membayar berapa pun asalkan kau membebaskan ku."ucap Kaisar Palsu itu mencoba menyuap Juli.
Juli yang mendengar itu pun berhenti jalan mendekati Kaisar.
Kaisar yang merasa Juli mau di bayar pun tersenyum puas dan berkata.
"Apa yang kau inginkan pasti aku bayar katakan saja, Uang? Wanita? Gelar? Apa pun itu pasti aku bayar." ucap Kaisar itu.
Juli yang mendengar itu pun diam dan menatap tajam Kaisar itu.
"Kau pikir aku butuh uang mu? kau sangka seberapa miskin aku? mau lihat kekayaan ku?." ucap Juli.
'System Keluarkan 100 juta Koin Platinum.' ucap Juli.
[Baik Tuan.] ucap System.
"Lihatlah Baik-baik Kaisar miskin yang menyamar." ucap Juli dingin lalu ia mengibaskan tangannya.
seketika 50 gunung tumpukan Koin Platinum berhamburan di belakang Juli.
"Kau berani bayar berapa disaat ini semua 0,000000000001% dari kekayaan ku, tidak bahkan ini semua hanya jajan setiap bulan anak-anak serta istri ku." ucap Juli.
Kaisar dan ke 15 Jendral utama itu sangat terkejut dengan jumlah kekayaan yang Juli miliki.
'Bagaimana mungkin anak muda ini sangat kaya sekali, bahkan penghasilan Kekaisaran yang aku tempati selama 1.000 tahun tidak akan bisa menyamai kekayaan nya.' batin Kaisar Palsu itu terkejut.
begitu juga dengan para penonton, bangsawan, serta raja-raja yang terkejut dengan kekayaan yang Juli miliki. bahkan dengan segitu banyaknya mereka bisa membeli semua benua dan membangun ratusan kerajaan tanpa sedikitpun kekurangan.
Juli yang melihat Kaisar itu terdiam pun berkata.
"Kau bilang apa tadi ? kau akan membayar ku dengan para wanita? Kau perhatikan baik-baik Wajah Kecantikan Para istriku, apa Kau bisa mencari kecantikan yang seperti mereka semua? bahkan di alam Atas saja belum tentu ada yang bisa setara dengan para istri ku." ucap Juli tersenyum menyeringai.
sedangkan disisi para istri Juli mereka nampak malu-malu ketika Juli berkata seperti itu.
"Su-su-suami kenapa mengatakan hal itu?." ucap Anthena dengan muka memerah.
"A-a-a-apa yang dikatakan suami Bodoh itu, apa ia mencoba pamer ke cantikan kita? Hmphhhhh.... sungguh suami bodoh." ucap Asuka yang marah tapi malu-malu.
begitu juga dengan istri Juli yang lainnya sangat malu saat Juli mengatakan hal seperti itu.
sedangkan Kaisar Palsu itu hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa, karena apa yang dikatakan Juli benar bahkan di Kekaisaran tidak ada wanita yang secantik para istri Juli bahkan 1 tingkat dibawahnya tidak ada. kecantikan istri Juli dengan para wanita di kekaisaran Planet ke-7 bagaikan langit dan Permukaan dasar Laut, dengan kata lain wanita disana tidak ada apa-apanya.
lalu Juli pun berkata.
"Kau berkata Akan memberikan aku Gelar? Gelar apa yang bisa kau berikan?." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Kaisar palsu itu pun berfikir dan berkata.
"Aku akan memberikan kau gelar sebagai Kaisar ke 2 setelah diriku." ucap Kaisar itu.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Sungguh tawaran yang sangat menggiurkan, tapi itu bila kau berikan kepada orang-orang bodoh." ucap Juli.
__ADS_1
"Tapi kau bisa mengatur seluruh Kekaisaran yang ada di Planet ke-7?." ucap Kaisar Palsu itu membujuk Juli.
"Hahahaha.... Sungguh bodoh sekali, Mengatur seluruh Kekaisaran? Apa kau bercanda dengan ku?." ucap Juli tertawa.
"Aku tidak bercanda, aku bisa memberikan seluruh Kekaisaran di Planet ke-7." ucap Kaisar.
Juli yang mendengar itu pun berkata dengan serius.
"Itu yang ku maksud kau bercanda, Untuk apa Aku menguasai seluruh Kekaisaran disana? apa berguna? Untuk apa juga aku menjadi seorang Kaisar disaat aku adalah Pemegang Gelar tertinggi di seluruh alam semesta." ucap Juli.
~Swoshhhhhhh~
Aura dari Penguasa alam semesta yang selama ini Juli tahan akhirnya ia keluarkan.
Banyak sekali simbol yang ada di tubuh Juli.
Bahkan di seluruh tubuhnya terdapat Tatto Naga yang memutari tubuh Juli.
Juli pun membuka baju nya dan berkata.
"Kau lihat ini? pasti kau sebagai Kaisar tau makna dari simbol serta Tato-Tato yang ada di tubuh ku ini?." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Kaisar itu pun sangat terkejut bukan main dan ia langsung bersujud dan berkata.
"Maafkan Saya Yang Mulia ABSOLUTE RULER OF ALL THE REALM, maafkan saya. saya mengakui saya bersalah." ucap Kaisar itu bersujud.
sedangkan orang-orang di yang ada di academi sangat terkejut bahwa Penguasa alam semesta masih hidup dan tidak mati.
"Jadi bila seperti ini maka tidak akan ada namanya Penerus penguasa alam semesta?." ucap salah satu guru academi Barbara.
Tuan Burton yang mendengar itu pun berkata.
"Tentu saja tidak ada, Untuk apa ada Penerus penguasa alam semesta lagi sedangkan yang asli masih hidup?." ucap Tuan Burton.
lalu Tuan Burton pun melirik ke arah murid-murid kelas 1-S dan berkata.
"Jadi untuk kalian tidak perlu lagi sok-sokan berkata bahwa kalian adalah Penerus penguasa alam semesta, bila kalian berkata seperti itu maka siapkan diri kalian untuk dibantai." ucap Tuan Burton tersenyum mengejek.
murid-murid kelas 1-S hanya menundukkan kepala mereka karena malu selama ini mereka sok-sokan berkata bahwa mereka yang akan menjadi penerus penguasa alam semesta.
kembali ke sisi Juli saat ini.
Juli yang mendengar ucapan dari Kaisar planet ke-7 itu pun tertawa.
"Hahahah....untuk apa aku memaafkan mu? untuk apa? Kau sudah menatap para istri ku dengan penuh Nafsu dan sekarang kau bersujud-sujud meminta maaf disaat tau siapa aku sebenarnya." ucap Juli.
"Harusnya kau berpikir dari awal, siapa orang yang berani mengentikan kalian di Dimensi alam Monster untuk mengambil Artefak buff. dan kalian harus berfikir bila kalian merusak keseimbangan alam semesta maka siapa yang akan turun tangan." ucap Juli tersenyum menyeringai.
"Karena kalian sudah mendatangi tempat yang tidak seharusnya, maka aku sebagai Penguasa alam semesta akan menghukum kalian." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Kaisar itu pun ketakutan ketika mendengar itu.
"Igris, dan Bellion langsung bunuh ke 15 Jendral utama jangan biarkan jiwa mereka sampai bereinkarnasi lagi." ucap Juli tersenyum menyeringai.
"Baik Yang Mulia." ucap Igris dan Bellion lalu pergi membawa ke 15 Jendral utama menjauh.
disana hanya tersisa Juli, Kaisar dan 900.000.000 pasukan bayangan Juli yang menundukkan kepala di hadapan Juli.
"Nahhh sekarang saatnya menyiksa dirimu." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Kaisar itu pun sangat ketakutan dan ia mencoba lari tapi Juli menangkap dirinya.
"Eits....mau kemana? bukannya ini Waktu untuk menghukum mu?." ucap Juli tersenyum menyeringai.
lalu Juli pun mengikat Kaisar itu menggunakan sihirnya agar tidak kemana-mana.
"Hmmm.... Pertama-tama mari kita memotong alat yang suka mempermainkan wanita ini." ucap Juli tersenyum menyeringai sambil memegang belati yang sangat tajam sekali.
Juli pun menghancurkan zirah yang dipakai oleh Kaisar itu.
ketika Juli ingin memotong alat kelamin Kaisar ia pun berkata.
"Eitss... sepertinya harus disensor dulu karena ini sangat tidak baik dilihat oleh anak-anak." ucap Juli tersenyum manis lalu mematikan layar hologram di arena academi dan hanya suara nya saja yang terdengar.
"Baiklah waktunya kita mulai." ucap Juli tersenyum menyeringai.
Bersambung...
***
jangan lupa like, vote, share, dan kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
__ADS_1
see you next time dan bye bye.