
Sebulan kemudian di hutan mati....
Saat ini Juli sedang menunggu raphael mandi di tepi sungai dan mengawasi disekelilingnya karena takut ada monster yang menyerang Raphael ketika Juli lengah. dan Juli sendiri sudah menganggap raphael sebagai anak sendiri selama sebulan ini, Juli manjadi seperti ayah yang selalu memarahi raphael karena sering ceroboh.
"rapahel apa sudah mandi nya kalo sudah kasih tau papa yaa"ucap Juli. sambil melihat pergerakan di balik semak-semak ketika Juli menghampiri semak itu Juli melihat 2 ekor ayam hutan yang sedang makan biji-bijian. dan Juli pun tidak membuang waktu langsung melesat menangkap kedua ayam itu dengan pernapasan api nya. "Pernafasan Api : Bentuk ke-lima ; harimau api " ucap Juli menyebutkan teknik pernafasan nya. seketika itu keluar kah harimau api yang berukuran kecil karena Juli mengendalikan api nya dan itu membuat ke-dua ayam itu mati di tempat dan masak ditempat.
"Entah apa yang dikatakan ayah ketika melihat tekniknya ku gunakan menangkap ayam dan langsung membakar ditempat" batin Juli. sambil menyatukan tangan dan melihat ke langit "Ayah maaf kan anak mu ini yang menyalah gunakan teknik buatan mu" ucap Juli meminta maaf ke langit. mungkin bila ada yang melihatnya menggunakan teknik pahlawan kuno buat membakar ayam mungkin dia akan diburu untuk di jadikan tumbal buat makanan Monster.
lalu Juli mengambil ke dua ayam itu untuk di makan nanti bersama rapahel. ketika Juli mendatangi raphael, ia melihat raphael sudah menyelesaikan mandi nya dan berkata "apakah semua wanita kalo mandi lama begini? apakah Wanita bila mandi selalu bertapa makanya lama sekali" ucap Juli mengejek raphael karena mandinya lama sekali.
dan raphael yang paham maksud ayahnya pun langsung cemberut dan menginjak kaki Juli "akhhhh....sakit rapahel kenapa kamu menginjak kaki ayah? apa kau iri dengan ketampanan ayah haaa?" kata Juli yang narsisnya gak ketolongan.
Raphael yang melihat ayahnya narsis hanya memandang nya jijik dan meminta pakaian sambil mengulurkan tangannya. "apa? kau minta duit buat jajan? kau mau beli apa di hutan mati gini? mau beli es Doger kah? kalo ada ayah pesan 1" ucap Juli bercanda dan itu membuat raphael kesal dan menendang alat legendaris Juli di sekitar ************.
Bukhhhhhh....
" akhhhhh.... raphael masa depan ayah kenapa kau tendang nanti ayah tidak bisa menikah, kau tau ayah hanya bercanda kan? ini baju mu jadi jangan tendang ayah lagi" ucap Juli takut dan memberikan baju ke raphael. " tombak keadilan ku di tendang hiksss.... hiksss" batin Juli sambil menangis dalam hati.
ketika Juli asyik menangis raphael sudah selesai memakai pakaiannya dan pamer ke Juli yang lagi kesakitan. Raphael memajukan dadanya yang rata dan mengangkat kepalanya seolah berkata "bagaimana mana penampilan ku? apa ayah terkesima?" tapi Juli tidak memperdulikannya dan hanya duduk sambil memakan ayamnya dan itu membuat rapahel kesal dan ingin menendang nya lagi tapi sebelum itu Juli berkata "makan lah cepat setelah itu kita lanjut berburu karena waktu ayah tidak banyak" ucap Juli sambil memberikan ayam yang ada di tangannya.
ini adalah hari dimana Juli sudah sebulan lebih di hutan mati dan levelnya hanya naik 40 level dari sebulan sebelumnya yang dimana levelnya hanya 80 dan itu masih lah sangat lemah. seusai mereka makan mereka pun melanjutkan pemburuan yang dimana Raphael hanya melihat dari kejauhan untuk tidak menggangu ayahnya.
selama sebulan ini Raphael selalu ceroboh yang dimana itu membuat Juli kesusahan. pernah waktu itu dia ingin masak buat makanan untuk dia dan ayahnya yang dimana itu membuat makanan yang harusnya bekal buat 3 bulan hanya menjadi 2 Minggu, kenapa bisa gitu? jawabannya raphael terlalu baik ketika dia masak bahannya malah dikasih makan ke hewan yang datang menghampiri nya dan bahan makanan yang di masak malah gosong. baik kan Raphael? yaa sangat baik aku aja sampai gak paham ini anak dulu ngidam apaan.
lanjut saat ini sore pun sudah tiba dan kami sudah makan barusan, aku dan raphael sedang mencari tempat untuk beristirahat. sudah lebih dari 1 jam kami mencari, kami tidak menemukan tempat untuk istirahat dan aku melihat Raphael yang sudah mengantuk.
" Raphael sini ayah gendong supaya kamu bisa tidur dan ayah akan cari tempat istirahat" ucap Juli. sambil melihat Raphael yang sudah sangat mengantuk.
Raphael hanya mengangguk dan aku tersenyum lalu mengangkatnya sambil mencari gua untuk istirahat. dan setelah berjalan 2km kedepan aku pun melihat gua, aku langsung memeriksa gua itu aman dan mengistirahatkan Raphael di atas kain.
Juli saat ini sedang mencari kayu bakar untuk membuat perapian didalam gua untuk raphael supaya tidak kedinginan setelah mencari kayu Juli pun langsung menghidupkan api dengan batu lalu ia beristirahat disebelah Raphael.
SAAT INI DIKERAJAAN EXODIA
Di dalam aula kerajaan semua orang berkumpul dari para bangsawan, para pahlawan, dan orang penting lainnya untuk membahas pelatihan di death forest.
__ADS_1
"Terima kasih buat semua orang yang telah hadir terutama untuk para pahlawan yang sudah menjalani pelatihan keras selama sebulan ini" ucap raja Philip dengan tegas.
"tidak apa-apa yang mulia ini sudah jadi tugas kami berlatih keras untuk menyelamatkan dunia ini" ucap ketua kelas yang ingin mencari perhatian dan tersenyum ke arah Natasha. Yap selama sebulan ini ketua kelas selalu mendekati Natasha untuk mencari perhatian dan Natasha hanya dingin dan cuek kepadanya.
"terimakasih tuan Rey dan teman-temannya yang sudah mau membantu menyelamatkan kami" ucap raja yang hanya tersenyum biasa. sedangkan ratu dia hanya menatap jijik Rey karena dia tau apa yang dilakukan Rey selama sebulan ini untuk mendekati anaknya.
"baik mari kita ke intinya saja, untuk para pahlawan 2 bulan lagi akan ada pelatihan di death forest yang di temani oleh Jenderal Tom dan tuan Mage Burton" ucap raja melirik ke arah jenderal tertinggi yang dimana itu adalah orang yang dipeluk oleh Juli dan tuan Mage dari academi Barbara.
Mereka adalah termasuk jajaran orang terkuat di benua timur Jenderal Tom yang memiliki level 14.000 dan tuan Burton yang berlevel 13.800.
{ ILUSTRASI JENDERAL TOM }
{Ilustrasi tuan Mage Burton}
"Baik yang mulia kami akan melindungi para pahlawan dengan nyawa kami sendiri" ucap mereka berdua. yang dimana mereka tidak menyadari bahwa mereka akan bertemu iblis bangsawan yang berlevel 16.000.
"baiklah terima kasih dan untuk para pahlawan setelah kalian pelatihan dari death forest kalian akan diberi kebebasan leveling selama 8 bulan dan harus di wajibkan dapat berlevel minimal 8.000 atau setara rank SSS. ketika kalian berlevel rank SSS kalian akan dimasukkan ke academi Barbara untuk mempelajari tentang dunia ini karena di academi kalian akan di ajarkan banyak hal yang akan berguna untuk kalian bertarung melawan ras demon" ucap raja tegas. yang membuat para pahlawan semangat memasuki academi yang terkenal terutama para lelaki untuk mecari kesempatan buat pamer bahwa mereka ada calon pahlawan yang akan dikenal dimasa depan.
2 bulan telah berlalu....
Di hutan mati.
"AKHHHHHHHH..... RAPHAEL LARI CEPAT" Ucap Juli berlari sambil ketakutan. Raphael yang melihat ayahnya lari merasa bingung dan ketika melihat dibelakang ayahnya dia pun langsung terduduk ditanah. saat ini Juli sedang dikejar oleh monster kelabang yang sangat besar kira-kira berukuran panjang 5 meter.
"RAPHAEL KENAPA HANYA DIAM CEPAT LARI AYAH TAKUT KELABANG" Ucap Juli sambil menggendong raphael di belakangnya. Yap Juli takut dengan kelabang karena dia trauma waktu kecil pas lagi makan mie dia tidak sengaja melihat ada kelabang jatuh kedalam mangkuk nya dan mengigit bibirnya. hingga saat itu bila ada kelabang dia akan lari ketakutan.
"Sial kenapa ada dia sih disini sedangkan kecil aja ngeri apa lagi segede gaban gini" ucap Juli dan merasa menggigil dilehernya. Juli saat ini sedang bersembunyi di bawah kayu mati untuk menghindari kelabang raksasa itu. tapi sayangnya Juli sangat lah bodoh apa bila di keadaan terdesak dia tidak mengetahui bawah hewan gitu suka di tempat lembab seperti kayu mati.
ketika Juli sudah bersembunyi dia merasa tenang tapi ketenangan itu tidak bertahan lama ketika ia melihat di bahu nya ada kelabang kecil. "AKHHHHH.... KENAPA JUGA ADA YANG KECIL SIH? KALO GEDE YAA GEDE AJA GAK USAH ADA YANG KECIL GINIAN"Ucap Juli kesal dan berlari ketakutan lagi tapi saat ini dia sudah tidak di kejar oleh kelabang raksasa itu lagi.
SETELAH JULI BERLARI KE ARAH LUAR HUTAN MATI
__ADS_1
"Hoshhhh.... hoshhhh tadi itu sangat menakutkan yaa Raphael" ucap Juli ngos-ngosan dan menurunkan Raphael.
"hahahah....biar tadi menakutkan tapi seru juga yaa Raphael?" ucap Juli tertawa dan melihat ke arah Raphael yang mengangguk dan tertawa walau tidak kedengaran suaranya tapi Juli tau kalo Raphael bahagia. dan senyuman itu lah yang selalu ingin Juli lihat.
"xixixixi.... sudah waktunya ayah kembali karena ayah di hutan mati cuma buat leveling dan ayah hanya bisa sampai level 150" ucap Juli tertawa kecil dan sedikit kecewa levelnya naik hanya sedikit.
"sate..sate..sate sekarang waktunya kita berangkat ke death forest goooo" ucap Juli sambil mengangkat Raphael dan raphael hanya tersenyum melihat ayahnya. tapi mereka berdua tidak tau bahwa ini adalah hari terakhir mereka tertawa bersama.
Di kerajaan EXODIA
dilapangan yang luas terdapat banyak orang yaitu para pahlawan dan prajurit yang akan pergi pelatihan ke death forest.
"Baiklah semuanya perhatian dan terima kasih untuk para pahlawan yang sudah berlatih dengan keras selama 3 bulan ini bersama para prajurit kami yang pemberani" ucap Jenderal Tom dengan tegas.
"Kali ini kita akan berlatih di death forest bagian luar yang di mana itu hanya berisi Monster rank i s/d rank c dan dipimpin oleh monster rank B dan tidak ada monster berlevel tinggi jadi tenang dan tidak perlu takut" kata Jenderal yang memberikan semangat ke prajurit nya.
"Marilah kita berjuang dan menjadi kuat untuk menyelamatkan dunia ini HIDUP KERAJAAN EXODIA" Ucap Jenderal dengan suara tinggi.
"WOOOOOOOO... HIDUP KERAJAAN EXODIA" Ucap prajurit dengan semangat yang membara. setelah itu mereka bersiap-siap berjalan ke arah death forest yang membutuhkan 3 hari perjalanan. dan untuk Alice, Natasha, dan Rin mereka 1 kereta karena ingin membahas bagaimana membalas Juli.
"Bagaimana kalo kita cuekin aja pas ketemu nanti?" saran Alice yang emang dia lagi kesal dengan Juli karena meninggalkannya.
"baiklah kami setuju dengan saran mu Alice" ucap Natasha dan di angguki oleh Rin. dan mereka nanti akan merasa bersalah karena mencueki Juli nanti karena ini hari buruk bagi mereka semua terutama Raphael dan Juli.
****
***GIMANA CERITANYA GAISS SERU GAK? JANGAN LUPA KASIH SARAN YAA DI KOMEN.
JANGAN LUPA
-LIKE
-VOTE
-SHARE
DAN KASIH BINTANG 5 YAA
__ADS_1
SAMPAI JUMPA DI NEXT CHAPTER BYEEEEEEE BYE***.