
Pasukan Black Order pun maju tapi sebelum maju tiba-tiba ada aura level yang sangat kuat menekan pasukan Juli.
"Oiii....Oiii...Kenapa tidak pemimpin kalian saja maju."ucap salah satu The Seven Commandments dengan aura level 70.700.000.
Juli yang mendengar itu pun tersenyum menyeringai dan berkata.
"Pasukan tahan kembali ke barisan belakang."ucap Juli masih tersenyum.
iblis itu pun maju dan memperkenalkan dirinya.
"Dimana pemimpin kalian. Aku Estarossa si Perintah Cinta menantang pemimpin kalian untuk berduel."ucap iblis itu bernama Estarossa tersenyum meremehkan pasukan Juli.
{Ilustrasi Estarossa si Perintah Tuhan yaitu Perintah Cinta.}
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Yare...Yare...apa kah ini pertarungan antar pemimpin?."ucap Juli tersenyum tipis sambil melepaskan topengnya.
Juli pun maju hingga menatap Estarossa yang lebih tinggi dari nya.
lalu Juli pun berkata.
"Aku benci orang tinggi. karena itu membuat leher ku sangat pegal."ucap Juli tersenyum tipis.
Estarossa yang mendengar itu pun berkata.
"Arere...apa kau pemimpinnya? kenapa bocah berambut putih ini menjadi pemimpinnya? padahal level hanya 870.000 saja."ucap Estarossa merendahkan Juli.
Juli yang mendengar itu pun hanya tersenyum tipis.
lalu Juli berkata.
"Apa kau tidak melihat 3 angka 0 dibelakangnya?."ucap Juli masih tersenyum tipis.
Estarossa pun bingung dan mengecek level Juli lagi.
tapi saat dia ingin mengeceknya.
Bukhhhhh...
"Ahhhh...maaf aku tidak sengaja, soalnya tadi aku melihat ada serangga di kaki mu."ucap Juli datar menendang kaki Estarossa hingga berlutut.
Estarossa yang merasakan tendangan Juli pun hanya tersenyum kecil dan berkata.
"Apa-apaan tendangan mu ini?."ucap Estarossa mencoba berdiri.
tapi saat dia ingin berdiri tiba-tiba ada sebuah matahari yang menyerang nya.
Bukhhhhh....
Estarossa membungkuk hingga ia bersujud di bawah Juli karena menahan Serangan matahari itu.
Juli pun berkata.
"Yare... Yare... apa kau ingin sekali ingin menjilat kaki ku hingga kau berlutut 2x secara berturut-turut?"ucap Juli tersenyum sombong menatap Estarossa.
Estarossa hanya diam karena ia bingung kenapa tadi ia seperti merasakan sebuah sihir matahari mengarahnya.
"Apa yang kau lakukan barusan?."ucap Estarossa masih berlutut menahan sakitnya.
Juli hanya tersenyum kecil dan berkata.
"apa yang ku lakukan? bukannya kau melihat sendiri aku hanya diam disini dan kau langsung berlutut dihadapan ku."ucap Juli tersenyum merendahkan Estarossa.
Estarossa yang mendengar itu sangat kesal hingga ia pun meninju Juli.
Bukhhhhh....
Juli pun terpukul oleh serangan Estarossa tapi anehnya Juli masih diam ditempat.
Estarossa yang melihat itu sangat terkejut.
"Ka-ka-ka-kau apa yang kau lakukan? kenapa pukulan ku tidak membuatmu terluka?."ucap Estarossa bingung.
Juli hanya diam saja dan menyerang Estarossa menggunakan sihir matahari nya.
"Sunshine Tecnique ; Crul Sun." ucap Juli.
Estarossa yang melihat itu pun tersenyum menyeringai dan mengambil sebuah pedang pendek dari dalam tubuhnya.
"Full Counter." ucap Estarossa.
sihir Juli pun malah terpantul hingga menyerang balik Juli.
BOAMMMMMM....
ledakan yang sangat besar diakibatkan oleh sihir Juli sendiri.
Estarossa yang melihat itu tersenyum sombong karena ia kira serangannya berhasil membuat Juli terluka parah.
tapi kenyataan tidaklah indah.
Juli hanya baik-baik saja bahkan dia sedang membersihkan pakaiannya akibat debu dari sihir milikinya.
"Apa itu barusan serangan mu?."ucap Juli tenang sambil membersihkan debu-debu di bajunya.
semua pasukan iblis maupun anggota The Seven Commandments sangat terkejut karena Juli tidak mengalami luka sama sekali bahkan membuat baju nya tergores saja tidak.
lalu terdengar salah satu anggota The Seven Commandments berkata.
"Si-si-siapa dia ? kenapa dia tidak mengalami luka saat kena sihir balik Estarossa? padahal sihir balikan Estarossa sangatlah kuat dengan kekuatannya perintah cinta nya bagi siapapun yang takut atau benci padanya maka serangan Estarossa akan meningkat 100x lipat."ucap iblis yang membawa Petromax.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Aku takut dengan dia? aku benci dia? buat apa aku benci dan takut hanya pada makhluk lemah seperti dirinya? sedangkan disaat aku adalah raja dari seluruh makhluk hidup."ucap Juli tersenyum sombong.
bangsa iblis yang mendengar itu sangatlah kesal dan marah pada Juli ingin sekali ia membunuh Juli.
tiba-tiba Estarossa tertawa.
"Hahahaha.... sungguh menarik. kau manusia yang paling menarik yang pernah aku lawan."ucap Estarossa terlihat bahagia.
Juli pun juga ikut tertawa.
"Hahaha.... kau juga iblis tolol yang pernah aku temui."ucap Juli tertawa nyaring.
Estarossa pun langsung diam dan berkata.
"apa maksudmu aku iblis tolol yang pernah kau temui?"ucap Estarossa bertanya.
Juli pun kembali tenang dan berkata.
"Aku hanya berkata ini siang."ucap Juli tersenyum tipis.
__ADS_1
"Terus kenapa kalo siang?."ucap Estarossa bingung.
Juli hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa lagi selain senyum.
lalu Estarossa pun berdiri dihadapan Juli yang dimana tinggi Mereka sangat berbeda jauh.
Estarossa pun berkata.
"Apa ingin dilanjutkan lagi? dan bisa kau beri tau nama mu agar kau bisa mati dengan tenang."ucap Estarossa tersenyum meremehkan Juli.
Juli hanya tersenyum dan berkata.
"Juli. Yuuzaki Juli, Ketua dari anggota Nanatsu no Taizai. si Dosa Amarah dan Dosa Keangkuhan, dan aku tidak akan mati."ucap Juli tersenyum tipis.
tiba-tiba mereka langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.
dan terlihat saat ini diatas langit Juli dan Estarossa sedang bertarung menggunakan pedang.
tapi anehnya Juli tidak menggunakan senjata apa pun.
"Dimana senjata mu? apa kau meremehkan ku?" ucap Estarossa berbicara sambil menyerang Juli.
"Tidak perlu menggunakan senjata."ucap Juli kembali turun ke bawah dan mengambil sebuah ranting pohon.
"Dengan ini saja sudah cukup untuk mengalahkan mu."ucap Juli tersenyum tipis.
Estarossa yang melihat itu sangat kesal karena dirinya seperti sedang diremehkan.
"Apa yang kau harap dari ranting kayu itu? apa kau takut dengan ku?."ucap Estarossa kesal.
Juli hanya menggelengkan kepala dan berkata.
"Aku tidak takut pada mu. aku hanya tidak ingin membuang tenaga sia-sia untuk melawan mu."ucap Juli tersenyum tipis.
Estarossa yang mendengar itu sudah tidak tahan dan maju menyerang Juli.
"Rasakan ini makhluk sombong."ucap Estarossa menyerang Juli menggunakan pedang pendek nya.
SLASHHH...
Thankkkk....
pedang Estarossa ditahan Juli dengan mudah menggunakan ranting kayu yang ia gunakan.
THANKKKKK...
CTHANKKKK..
SLASHHHHH...
BUKHHHHHH...
Juli selalu menahan dan memukul Estarossa hingga terlihat saat ini Estarossa sedang babak belur.
dengan nafas terengah-engah Estarossa berkata.
"Apa kau hanya bisa melakukan itu saja? sungguh kau sangat lemah."ucap Estarossa yang ingin memancing Juli agar kesal dan mengeluarkan sihir nya.
Juli yang melihat Estarossa ingin membuat nya emosi pun berkata.
"Cieee....yang mau bikin aku marah tapi gak bisa."ejek Juli kepada Estarossa.
"Baiklah-baiklah kasian aku liat kamu babak belur. nihhh aku kasih sihir pantulin ke aku yaa."ucap Juli tersenyum tipis.
Estarossa yang mendengar itu pun juga ikut tersenyum.
lalu muncul sebuah laser cahaya mengarah ke arah Estarossa.
BOAMMMMMM....
sihir itu meledak karena Estarossa tidak mampu memantulkan nya.
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Ahhhh... maaf-maaf tadi aku salah sihir, aku lupa kalo iblis kalah sama sihir cahaya."ucap Juli pura-pura bodoh.
Estarossa hanya diam saja karena sedang mengalami luka yang cukup parah.
lalu Juli pun menyerang Estarossa menggunakan sihirnya lagi.
"Sunshine Tecnique ; Solar Eclipse."ucap Juli.
lalu ditangannya muncul sebuah matahari yang ada warna hitam di tengah-tengah matahari itu.
Juli pun berkata.
"Baiklah rasakan sihir gerhana matahari ku."ucap Juli tersenyum menyeringai.
Estarossa yang melihat itu pun tersenyum bahagia karena Juli mengeluarkan sihir kuat yang dimana jika ia pantulkan ke Juli maka sihir itu akan berhasil membunuh Juli dengan 100x lipat lebih kuat.
Estarossa pun langsung berdiri tegak dan menyerang balik sihir Juli.
"Full Counter."ucap Estarossa.
sihir itu pun langsung terpantulkan ke arah Juli dengan lebih kuat lagi.
Juli yang melihat itu pun tersenyum manis dan mengambil pedang Lostvayne nya di Inventory.
"lama tidak menggunakan mu kawan."ucap Juli sambil mengelus pedangnya.
lalu Juli memasang kuda-kuda.
saat sihir yang dipantulkan oleh Estarossa mendekat ke arah Juli.
Juli pun juga menyerang balik sihir itu.
"Revenge Counter."ucap Juli berteriak menyebutkan skill-nya.
sihir itu yang dipantulkan oleh Estarossa pun malah terpantul kembali ke arah Estarossa dengan sihir yang meningkat 1000x lipat dari sebelumnya.
Estarossa yang melihat itu pun berteriak.
"Yuuzaki Juli aku pasti akan membunuhmu bila aku selamat dari sihir iniiiiiiiiiii......"ucap Estarossa yang terkena sihir yang dipantulkan oleh Juli.
BOAMMMMMM....
KABOOMMMMM....
Juli yang melihat itu pun berkata.
"Semoga saja kau selamat. tapi sayangnya kau tidak selamat."ucap Juli tersenyum menyeringai.
bangsa Iblis yang melihat itu sangatlah terkejut karena salah satu anggota The Seven Commandments terkuat dikalahkan dengan mudah oleh Juli.
Juli pun berkata.
__ADS_1
"Jadi siapa lagi yang ingin maju? apa kita ubah pertempuran ini menjadi duel?"ucap Juli tersenyum tipis.
lalu Juli pun berkata lagi.
"Bila yang menang maka bisa melakukan apa pun pada yang kalah."ucap Juli.
bangsa iblis dan anggota The Seven Commandments yang mendengar itu pun terdiam dan berfikir.
karena apa bila mereka melawan secara langsung Mereka pasti akan kalah karena level mereka sangatlah rendah dibandingkan dengan pasukan Juli meski mereka banyak.
lalu Iblis yang membawa Petromax pun maju dan berkata.
"Baiklah kami setuju dengan saran mu. maka pertempuran ini akan kita ubah menjadi duel hidup dan mati."ucap Iblis itu.
Juli yang mendengar itu hanya mengangguk dan berkata.
"Dil. yang melanggarnya akan langsung ku bunuh."ucap Juli tersenyum menyeringai.
"Setuju. bila kalian melanggar nya maka kami langsung membinasakan benua timur."ucap Iblis membawa Petromax itu.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah persiapkan 7 orang yang akan mewakili setiap kubu. bila setiap kubu menang 4 kali maka dia akan dinyatakan menang dan berhak melakukan apa pun pada yang kalah."ucap Juli tenang.
Iblis itu pun mengangguk setuju.
tiba-tiba dari arah langit ada suara yang berbicara.
"Aku akan ikut dipihak bangsa Iblis."ucap seorang yang membawa perisai besar dan sebuah tombak yang tidak lain adalah Dewa Ares.
{Ilustrasi Dewa Ares.}
lalu Dewa Ares berkata lagi.
"Tapi aku ingin bertarung dengan mu dibabak ke 4 nanti."ucap Dewa Ares tersenyum meremehkan Juli karena Level nya saat ini berada dilevel 121.670.000.
Juli yang mendengar itu pun berkata.
"Baiklah aku setuju. tapi jangan sampai menyesal yaa karena melawan ku."ucap Juli berbalik ke arah pasukan nya.
Dewa Ares hanya diam dan menatap Juli pergi.
lalu Iblis yang membawa Petromax pun berbicara pada dewa Ares.
"Apa Tuan Ares yakin ingin melawannya? bahkan Estarossa saja mati ditangan nya?."ucap iblis itu.
Dewa Ares yang mendengar itu tiba-tiba badan mengigil.
'Kenapa perasaan ku tidak enak saat akan melawan nya nanti? apa aku takut dengannya?."batin dewa Ares.
"Kau tenang saja. aku tidak akan kalah dari manusia rendahan itu."ucap dewa Ares yang tersenyum untuk menyembunyikan rasa takut nya.
iblis yang membawa Petromax itu pun hanya mengangguk saja dan diam.
tapi sebelum Juli jauh dia sempat berkata pada dewa Ares.
"Oiyaaa kenapa kau tidak mengajak raja mu saja yang tua berjenggot itu? aku ingin melawannya nanti atau perlu aku mengirim pesan?."ucap Juli.
Dewa Ares yang mendengar itu ingin menghentikan Juli tapi ia telat karena Juli sudah mengirim sebuah sihir ke arah istana Dewa di alam atas.
setelah beberapa menit tiba-tiba Langit menjadi hitam pekat serta banyak petir dimana-mana.
lalu turun seorang pria tua yang sedang memegang sebuah tombak petir.
{Ilustrasi Dewa Zeus.}
Dewa Zeus yang turun dari langit pun langsung berkata pada Juli.
"Kenapa kau menghancurkan istana ku?"ucap Dewa Zeus mencoba menahan amarahnya.
Juli yang mendengar itu pun berkata tanpa Dosa.
"Ohhh...hancur kah? padahal tadi aku hanya ingin menghancurkan tempat yang ada di sebelah istana mu yang dimana tempat itu sangat tidak pantas bagi para makhluk yang memiliki gelar dewa."ucap Juli datar. {Note; tempat yang Juli maksud seperti tempat rumah bordir.}
Dewa Zeus kesal sekali ketika mendengar itu dan ia pun berkata.
"apa mau mu?"ucap dewa Zeus.
"Aku hanya ingin kau datang juga untuk menonton duel kami diperang ini. lagian sebentar lagi dewa Yama juga akan datang."ucap Juli tenang.
Zeus hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa.
Juli yang melihat itu pun berbalik arah ke barisan pasukan nya.
lalu ia berbicara melalui telepati kepada Rapunzel.
'Rapunzel siarkan hologram disetiap kerajaan saat duel kita nanti.'ucap Juli sambil memakai topengnya.
Rapunzel hanya mengangguk dan menyuruhnya anak-anak Juli yang lain juga memakai topeng yang diberikan Juli sebelumnya untuk menyembunyikan identitas dari dewa Yama agar tidak diketahui oleh 10 Chaos Legion.
disetiap kerajaan dan balai kota yang ada di benua timur ataupun benua lainnya pun muncul sebuah hologram yang sangat besar dan memperlihatkan Medan pertempuran digaris depan.
bahkan di Kekaisaran Holy Britannian juga muncul hologram yang memperlihatkan pasukan Juli.
penduduk Kekaisaran Holy Britannian sangat antusias melihat itu karena mereka akan melihat Tuan besar, Tuan muda dan nona muda mereka bertempur.
kembali ke sisi Juli saat ini.
"Ayah Rapunzel sudah melakukannya."ucap Rapunzel.
Juli hanya mengangguk dan berkata.
"Baiklah yang akan menjadi perwakilan dari kubu kita adalah aku, Raphael, Rapunzel, Killua , Ryuu, Ban , dan Shin."ucap Juli.
mereka yang disebutkan namanya pun langsung tersenyum menyeringai karena mereka akan melawan musuh mereka.
lalu Juli pun berkata lagi.
"Ingat berikan pertunjukan yang menarik agar orang-orang yang menonton tau siapa yang berani melawan ras terkuat."ucap Juli.
"Jangan lupa untuk anak-anak jangan melepaskan topeng kalian sebelum aku menyuruhnya. karena mungkin saja anggota 10 Chaos Legion yang lain sedang memata-matai kita."ucap Juli serius.
anak-anak Juli hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"Baiklah mari kita memulai pertunjukkan nya."ucap Juli tersenyum menyeringai.
anak-anak Juli serta Ban juga ikut tersenyum menyeringai.
Bersambung...
***
__ADS_1
jangan lupa like, vote, share, dan, kasih bintang 5 juga yaa biar author makin semangat nulis nya.
see you next time dan bye bye.